04 Agustus 2022

Mengenal Epexol Drop, Obat Batuk yang Aman untuk Anak dan Orang Dewasa

Bekerja dengan mengurangi kekentalan dahak

Diresepkan obat Epexol Drop dari dokter? Yuk, cari tahu informasi lengkap seputar obat Epexol Drop di sini!

Epexol drop adalah obat batuk yang mengandung bahan aktif berupa ambroxol.

Ambroxol ini berfungsi sebagai mukolitik, bekerja dengan mengurangi kekentalan dahak agar lebih mudah dikeluarkan saat batuk.

Obat ini efektif mengatasi dahak berlebihan pada penderita emfisema, radang paru kronis, bronkitis, asma, dan radang tenggorokan.

Namun, obat ini harus digunakan sesuai anjuran dokter, ya.

Hal ini bertujuan supaya efeknya dapat bekerja maksimal di dalam tubuh.

Terkait dengan dosis dan efek samping Epexol Drop setelah penggunaan, simak ulasannya berikut ini, yuk!

Baca Juga: Antrain, Obat Penurun Demam dan Mengatasi Nyeri Intensitas Ringan

Informasi Obat Epexol Drop

Perhatikan Batuk
Foto: Perhatikan Batuk (Bukanaku.com)

Foto Wanita Sedang Batuk (Orami Photo Stock)

Epexol drop hadir dalam ukuran 20 mililiter.

Dalam setiap mililiter Epexol Drop mengandung 15 miligram ambroxol.

Obat ini termasuk ke dalam golongan obat keras.

Itu artinya, Epexol Drop hanya bisa diperoleh dengan resep dokter, ya Moms.

Selain untuk orang dewasa, obat ini juga aman digunakan pada anak mulai dari usia 2 tahun.

Dosis dan Aturan Pakai Ambroxol

Dosis penggunaan Epexol Drop bisa berbeda-beda pada setiap orang.

Hal ini disesuaikan dengan penyakit yang dialami, intensitas keparahan gejala, dan kondisi kesehatan penderita.

Untuk meredakan batuk berdahak, berikut ini dosis umum Epexol Drop yang direkomendasikan:

  • Orang dewasa: 30 miligram, 2-3 kali sehari. Dosis bisa ditingkatkan sebanyak 60 miligram, 2 kali sehari.
  • Anak berusia 6 bulan: 3 miligram, 2 kali sehari.
  • Anak berusia 7 bulan hingga 1 tahun: 6 miligram, 2 kali sehari.
  • Anak berusia 1 hingga 2 tahun: 7,5 miligram, 2 kali sehari.
  • Anak berusia 2 hingga 5 tahun: 7,5 miligram, 3 kali sehari.
  • Anak berusia 6 hingga 11 tahun: 15 miligram, 2-3 kali sehari.

Baca Juga: Bibir Bengkak Digigit Semut, Atasi dengan Bahan Rumahan dan Obat-obatan!

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Epexol Drop

Di dalam Epexol Drop terdapat kandungan bahan aktif berupa ambroxol.

Kandungan ini tidak boleh digunakan pada beberapa kelompok, termasuk:

  • Penderita alergi atau hipersensitif dengan ambroxol atau bahan aktif lainnya.
  • Penderita penyakit ginjal dan hati, tukak lambung, ulkus duodenum, atau gangguan pernapasan.
  • Sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau produk herbal lainnya.
  • Sedang hamil, menyusui, atau tengah merencanakan kehamilan.
  • Pernah mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan obat dengan kandungan ambroxol.

Cara Mengonsumsi Obat dengan Kandungan Ambroxol

Sebelum minum obat yang mengandung ambroxol, pastikan Moms sudah membaca petunjuk pada kemasan obat.

Pasalnya, obat ini sebaiknya dikonsumsi sesuai dengan rekomendasi dokter.

Moms tidak disarankan untuk menurunkan, meningkatkan, bahkan menghentikan dosis penggunaan tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Obat dengan kandungan ambroxol sebaiknya dikonsumsi setelah makan, diminum dengan segelas air putih.

Hal ini bertujuan agar obat bisa langsung tertelan dan masuk ke dalam tubuh.

Jika terlewat mengonsumsi pada jam yang sudah ditetapkan, segera minum obat tersebut.

Namun, jika sudah mendekati dosis berikutnya, abaikan dosis yang terlewat.

Jangan menggandakan dosis obat untuk mengganti dosis yang terlewat, ya Moms.

Bukannya mempercepat penyembuhan, cara tersebut justru dapat meningkatkan risiko efek samping obat.

Baca Juga: Hepamax, Obat yang Digunakan untuk Menjaga Fungsi Hati

Cara Tepat Menyimpan Obat Epexol Drop

minum obat - Istockphoto
Foto: minum obat - Istockphoto (Istockphoto)

Foto Ilustrasi Minum Obat (Istockphoto)

Sama halnya dengan penggunaan obat lainnya, Epexol Drop juga harus disimpan dengan cara yang benar.

Begini cara penyimpanan obat yang disarankan:

  • Obat seharusnya disimpan di dalam suhu ruangan. Jangan menyimpan di kulkas atau tempat yang terkena paparan sinar matahari langsung.
  • Obat tidak boleh disimpan dalam tempat yang lembap, seperti di kamar mandi.
  • Obat tidak boleh disimpan dalam freezer atau dibekukan.
  • Obat tidak boleh disimpan di tempat yang terjangkau oleh anak-anak maupun hewan peliharaan.
  • Obat harus dibuang jika sudah habis masa berlakunya. Namun, pelajari lebih lanjut tentang tips aman membuang produk obat agar tidak mencemari lingkungan.
  • Obat tidak boleh dibuang bersamaan dengan sampah rumah tangga, karena berisiko mencemari lingkungan.
  • Obat tidak boleh dibuang ke toilet atau saluran pembuangan air

Mengenai tata cara pembuangan obat yang aman, Moms bisa tanyakan pada apoteker secara langsung saat membeli obat, ya.

Baca Juga: Anelat, Suplemen Asam Folat yang Baik Dikonsumsi Bumil dan Busui

Interaksi Penggunaan Ambroxol dengan Jenis Obat Lain

Sama seperti obat lainnya, kandungan ambroxol dapat memicu interaksi jika dikonsumsi bersamaan dengan beberapa jenis obat.

Penggunaan yang dibarengi dengan cefuroxime, doxycycline, dan erythromycin dapat memicu peningkatan kadar antibiotik dalam tubuh.

Maka itu, penting untuk memberitahukan dokter jika Moms sedang mengonsumsi obat apa pun sebelum mengonsumsi Epexol Drop.

Efek Samping Epexol Drop

4 Cara Mengatasi Diare dengan Bahan Alami
Foto: 4 Cara Mengatasi Diare dengan Bahan Alami

Foto Ilustrasi Wanita Mengalami Diare (Istockphoto)

Ada beberapa efek samping yang dapat timbul setelah mengonsumsi obat dengan kandungan ambroxol.

Berikut ini beberapa di antaranya:

  • Mual atau muntah
  • Diare
  • Sakit perut atau sakit maag
  • Mulut kering
  • Tenggorokan kering
  • Ketidaknyamanan pada perut
  • Ruam kulit dan gatal-gatal
  • Perubahan indera perasa

Perlu diketahui bahwa tidak semua pengguna mengalami efek samping yang disebutkan.

Namun, ini bisa jadi kondisi yang membahayakan jika dibiarkan begitu saja.

Jika Moms mengalami beberapa efek samping dan tak kunjung mereda atau semakin parah, segera periksakan diri ke dokter, ya Moms.

Baca Juga: 5 Obat Program Hamil Berikut Dampaknya, Moms Perlu Tahu!

Amankah Epexol Drop untuk Ibu Hamil?

Kandungan ambroxol pada Epexol Drop diklasifikasikan ke dalam kategori C.

Artinya, obat ini menunjukkan adanya efek samping pada janin setelah digunakan oleh ibu hamil.

Mengenai penggunaan obat selama masa kehamilan, hal ini boleh dilakukan jika manfaatnya lebih besar ketimbang risikonya.

Namun, obat ini tidak boleh dikonsumsi selama trimester ketiga atau mendekati waktu persalinan, ya.

Pasalnya, efek obat menunjukkan risiko pada janin manusia. Hal ini dapat menyebabkan masalah serius hingga mengancam jiwa.

Nah, itu dia informasi lengkap mengenai Epexol Drop. Semoga bermanfaat, ya Moms!

  • https://www.medicoverhospitals.in/medicine/ambroxol
  • https://go.drugbank.com/drugs/DB06742
  • https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ambroxol?mtype=generic

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.