04 Agustus 2023

10 Etika Bermedia Sosial, Pastikan Berpikir Sebelum Posting!

Selalu bicara sopan dan hormati orang lain
10 Etika Bermedia Sosial, Pastikan Berpikir Sebelum Posting!

Foto: Freepik.com/freepik

Kini, media sosial telah menjadi bagian hidup dari banyak orang. Oleh karenanya, penting untuk memiliki etika bermedia sosial agar interaksi yang terjadi secara virtual bisa berlangsung nyaman.

Etika dalam media sosial melibatkan perilaku yang sopan, hormat, dan empati terhadap orang lain.

Hal ini diterapkan agar bisa mewujudkan lingkungan yang positif, saling mendukung, dan beradab di setiap platform media sosial.

Apakah Moms dan Dads sudah mengimplemtasikannya dalam kehidupan bermedia sosial setiap harinya?

Baca Juga: Generasi Alpha, Anak-Anak Kaum Milenial yang Serba Digital

Prinsip dalam Etika Bermedia Sosial

Penggunaan Internet dalam Keluarga
Foto: Penggunaan Internet dalam Keluarga (Freepik.com/our-team)

Etika bermedia sosial merujuk pada norma-norma dan perilaku yang diharapkan dari pengguna saat berinteraksi di platform media sosial.

Saat menggunakan media sosial, penting untuk menjaga sikap yang menghormati orang lain, berperilaku sopan, serta mempertimbangkan akibat dari setiap tindakan yang dilakukan.

Berikut adalah beberapa prinsip etika bermedia sosial yang dapat diikuti:

1. Menghormati Orang Lain

Hindari menghina, mengancam, atau merendahkan orang lain dalam setiap bentuk komunikasi di media sosial.

Jangan menyebarluaskan informasi pribadi atau foto tanpa izin dari orang yang bersangkutan.

2. Berbicara secara Sopan dan Tidak dengan Kebencian

Gunakan bahasa yang santun dan sopan dalam setiap postingan, komentar, atau pesan.

Hindari kata-kata kasar, cacian, atau menyebarkan kebencian.

3. Jangan Menyebarkan Informasi Palsu

Pastikan informasi yang Moms bagikan di media sosial adalah benar dan telah diverifikasi.

Hindari menyebarkan kabar bohong atau hoax yang dapat menyebabkan kebingungan dan ketidakpastian.

4. Hormati Privasi Orang Lain

Jangan mencampuri urusan pribadi orang lain tanpa izin.

Jika Moms ingin membicarakan seseorang, lakukan dengan baik dan secara konstruktif, jika memang perlu.

Atau lebih baik bicarakan secara pribadi dengan orang tersebut.

5. Jangan Lakukan Bullying atau Pelecehan

Jangan mengintimidasi, menyakiti perasaan, atau menyebabkan ketidaknyamanan pada orang lain.

Hormati perbedaan pendapat dan hargai keberagaman.

6. Berpikir Sebelum Memposting

Pertimbangkan akibat dari setiap postingan atau komentar yang Moms bagikan.

Tanyakan beberapa pertanyaan etis berikut ini seperti melansir dari buku Security and Privacy From a Legal, Ethical, and Technical Perspective (2020) yang ditulis oleh Nadine Barrett-Maitland dan Jenice Lynch:

  • Bisakah posting ini dianggap sebagai oversharing?
  • Apakah informasi dalam posting ini telah terdistorsi?
  • Apa dampak posting ini terhadap orang lain?

7. Batasi Penggunaan Informasi Pribadi

Hindari memberikan informasi pribadi yang sensitif di media sosial.

Selalu periksa dan atur pengaturan privasi akun Moms untuk melindungi informasi pribadi.

8. Transparansi dan Keaslian

Melansir laman The Association for Advanced Training in the Behavioral Sciences, dalam etika bermedia sosial, penting untuk mengedepankan transparansi dan keaslian.

Individu dan organisasi harus transparan tentang identitas, afiliasi, dan minat mereka saat terlibat dengan orang lain di platform media sosial.

Pengguna platform media sosial harus asli dan menghindari terlibat dalam perilaku yang menipu atau manipulatif.

9. Hargai Hak Cipta dan Sumber Informasi

Jangan menggunakan materi yang dilindungi hak cipta tanpa izin atau memberikan kredit yang pantas pada sumber informasi yang dikutip.

10. Melakukan Tanggung Jawab Sebagai Pengguna

Sebagai pengguna media sosial, kita semua bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang positif, mendukung, dan bermanfaat.

Mematuhi etika bermedia sosial ini sangat penting untuk membangun kepercayaan dan kredibilitas dengan audiens dan memastikan bahwa platform media sosial tetap menjadi ruang yang aman untuk semua pengguna.

Baca Juga: 8 Manfaat Belajar Bahasa Pemrograman untuk Anak, Apa Saja?

Tujuan Diterapkannya Etika Bermedia Sosial untuk Semua Platform

Ibu Mendampingi Anak Bermain Gadget
Foto: Ibu Mendampingi Anak Bermain Gadget (Orami Photo Stocks)

Penerapan etika bermedia sosial tentu tidak dilakukan tanpa alasan, ada beberapa tujuan yang meliputi:

1. Menciptakan Lingkungan Online yang Positif

Ketika pengguna media sosial menerapkan etika bermedia sosial, hal ini dapat berkontribusi dalam membentuk lingkungan yang lebih baik dan menyenangkan.

Lingkungan online yang positif juga cenderung menyebarkan informasi yang bermanfaat, terverifikasi, dan edukatif.

Jadi, para pengguna dapat memperoleh pengetahuan baru dan berharga melalui interaksi dengan komunitas yang positif.

2. Melindungi Privasi dan Keamanan

Mengutip Journal of Data Protection & Privacy, masalah privasi dan keamanan masih menjadi hal yang cukup dikhawatirkan pengguna sosial media.

Oleh sebab itu, diperlukan etika bermedia sosial yang jelas agar kemungkinan kejahatan yang melibatkan privasi dan keamanan pengguna bisa dicegah.

Dengan adanya etika bermedia sosial, pengguna dapat belajar untuk menghormati privasi diri sendiri dan orang lain.

Pemahaman mengenai batas-batas privasi dan kesadaran untuk tidak membagikan informasi pribadi secara sembarangan dapat melindungi pengguna dari risiko penyalahgunaan informasi atau pencurian identitas.

3. Mencegah Penyebaran Hoax

Dalam jurnal yang dipublikasikan oleh Information Systems Frontiers disebutkan bahwa berita bohong atau hoax bisa digunakan sebagai senjata untuk menghancurkan suatu masyarakat.

Sebab, hoax dapat memengaruhi nilai-nilai sosial, mengubah opini tentang isu dan topik kritis, serta mendefinisikan ulang fakta, kebenaran, dan keyakinan masyarakat.

Nah, dengan adanya etika bermedia sosial, hal mengkhawatirkan seperti ini bisa diminimalisir.

Etika bermedia sosial mendorong pengguna untuk memverifikasi kebenaran informasi sebelum membagikannya.

Dengan melakukan pengecekan fakta dan mengonfirmasi sumber informasi, pengguna dapat memastikan bahwa mereka tidak ikut menyebarkan hoax atau konten palsu tanpa disadari.

Baca Juga: 6 Manfaat Istirahat dari Media Sosial, Jadi Lebih Produktif!

4. Meningkatkan Kesehatan Mental

Dengan menerapkan etika bermedia sosial yang melibatkan perilaku sopan dan menghindari perundungan serta pelecehan, lingkungan online menjadi lebih aman dan nyaman bagi para pengguna.

Hal ini dapat mengurangi risiko terhadap kesehatan mental yang dapat timbul akibat penindasan dan intimidasi di media sosial.

Penerapan etika bermedia sosial juga bisa mendorong pengguna untuk menyebarkan konten yang positif, inspiratif, dan bermanfaat.

Konten semacam ini dapat meningkatkan suasana hati dan memotivasi pengguna untuk memiliki pandangan yang lebih optimis terhadap kehidupan.

5. Mencegah Kejahatan Dunia Maya

Manfaat lain dari diterapkannya etika bermedia sosial yaitu dapat mencegah terjadinya kejahatan di dunia maya.

Penggunaan media sosial yang mengedepankan etika baik akan mendorong pengguna untuk berbicara dengan sopan dan menghargai pandangan serta perasaan orang lain.

Dengan cara ini, perilaku yang merugikan seperti perundungan dan pelecehan dapat dihindari.

Etika bermedia sosial juga dapat berperan dalam mengajarkan keterampilan komunikasi yang baik, termasuk cara mengekspresikan pendapat dengan sopan dan menghadapi konflik dengan bijaksana.

Jadi, segala kemungkinan konflik, perundungan, maupun pelecehan dapat dicegah atau diatasi dengan lebih baik.

Baca Juga: Yuk, Kenalkan Sejarah dan Manfaat Internet pada Si Kecil


Cara Mengajarkan Anak tentang Etika Bermedia Sosial

Anak Bermain Internet
Foto: Anak Bermain Internet (Orami Photo Stocks)

Tidak hanya berlaku untuk orang dewasa, etika dalam menggunakan sosial media juga perlu diajarkan pada anak-anak yang sudah mengerti akses internet.

Tentunya, hal ini penting agar Si Kecil tetap aman dalam menjelajah dunia maya.

Berikut beberapa cara mengajarkan anak tentang etika bersosial media yang baik.

1. Ajarkan Pentingnya Privasi

Mengajarkan anak tentang privasi di sosial media membantu mereka memahami pentingnya menjaga informasi pribadi dan menghindari risiko kejahatan dunia maya, seperti pencurian identitas atau penipuan online.

Hal ini penting karena anak-anak seringkali tidak menyadari konsekuensi dari membagikan informasi pribadi secara luas di media sosial.

Jadi, ajarkan anak untuk tidak berbagi informasi pribadi yang tidak perlu dengan orang lain secara online.

Selain itu, ajarkan juga anak-anak untuk mengenali tanda-tanda akun atau perilaku online yang mencurigakan dan berbahaya.

2. Beri Tahu Cara Verifikasi Informasi yang Benar

Mengajarkan cara verifikasi informasi online yang benar membantu anak-anak untuk menjadi pengguna yang lebih cerdas dan sadar secara digital.

Mereka akan belajar untuk lebih kritis terhadap informasi yang mereka temui di internet.

Dengan begitu, anak-anak dapat belajar untuk mencari sumber informasi yang tepercaya sebelum mempercayai dan menyebarkan berita tersebut.

Orang tua juga dapat membantu melindungi anak dari berbagai penipuan online yang sering kali menggunakan informasi palsu atau menyesatkan.

Baca Juga: Sindrom Penglihatan Komputer: Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

3. Contohkan Cara Komunikasi yang Beretika

Dengan mengajarkan etika komunikasi di sosial media, anak-anak menjadi lebih bertanggungjawab dalam menggunakan platform media sosial.

Mereka akan memahami bahwa kata-kata memiliki dampak sehingga akan lebih berhati-hati dalam menyebarkan konten yang bermuatan negatif atau merugikan.

Jadi, ajarkan anak untuk selalu berpikir sebelum mengirimkan pesan atau komentar, dan mempertimbangkan efek dari kata-kata mereka.

4. Jelaskan Tentang Kejahatan Online yang Perlu Diwaspadai

Mengajarkan tentang bahaya kejahatan online membantu anak-anak menyadari potensi risiko dan ancaman yang ada di dunia maya.

Jadi, anak-anak dapat mengenali tanda-tanda potensi penipuan, penyalahgunaan, atau perundungan.

Hal ini bisa membantu dalam pencegahan kejahatan sebelum mencapai tahap yang lebih berbahaya.

Dengan pengetahuan tentang bahaya kejahatan online, anak-anak juga akan tahu bagaimana menghadapi situasi darurat atau mencari bantuan ketika mereka menghadapi ancaman dan tindakan yang merugikan.

5. Diskusikan Mengenai Konsekuensi

Diskusi tentang konsekuensi bermedia sosial membantu anak-anak menyadari bahwa setiap tindakan yang mereka lakukan di media sosial memiliki dampak nyata, baik positif maupun negatif, terhadap diri mereka sendiri dan orang lain.

Dengan mendiskusikan konsekuensi bermedia sosial, orang tua juga dapat membantu anak-anak menjadi pengguna media sosial yang lebih bijaksana.

Itu dia penjelasan mengenai etika bersosial media yang sebaiknya diterapkan oleh setiap pengguna internet.

Baca Juga: 8 Tips Posting Foto Anak di Media Sosial dan Bahayanya

Yuk, ajarkan juga pada Si Kecil agar mereka tetap aman saat mengeksplorasi dunia maya.

  • https://aatbs.com/blog/post/what-are-social-media-ethics#:~:text=Social%20media%20ethics%20refer%20to,%2C%20respectful%2C%20and%20ethical%20manner.
  • https://www.henrystewartpublications.com/jdpp
  • https://link.springer.com/article/10.1007/s10796-022-10242-z
  • https://www.intechopen.com/chapters/70973

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.