Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
22 Juni 2022

4 Fakta Unik Panjang Usus Manusia, Menakjubkan!

Panjang usus besar setara dengan tempat tidur ukuran besar, lho!
4 Fakta Unik Panjang Usus Manusia, Menakjubkan!

Banyak yang menganggap proses pencernaan makanan sangat sederhana. Padahal, proses ini memakan waktu berjam-jam karena panjang usus manusia.

Usus adalah bagian penting dari sistem pencernaan. Organ ini bekerja sebegai tempat vitamin dan nutrisi dari makanan dipecah dan diserap ke dalam aliran darah.

Usus berperan membantu memberi manusia energi dan nutrisi yang dibutuhkan untuk tetap sehat, dan berfungsi serta berkembang setiap hari.

Sebuah penelitian Scandinavian Journal of Gastroenterology menyatakan bahwa, total luas permukaan usus kira-kira setengah ukuran lapangan bulu tangkis atau sekitar 7 meter.

Namun, benarkah sepanjang itu? Mungkin banyak orang penasaran berapa panjang usus manusia sebenarnya. Untuk itu, yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Baca Juga: Benarkah Batuk Bisa Jadi Tanda Gagal Jantung? Kenali Gejala Lain dan Pengobatannya

Fakta Usus Manusia

Sistem pencernaan memiliki dua fungsi utama, yaitu mengubah makanan menjadi nutrisi yang dibutuhkan tubuh dan membuang limbah tubuh.

Untuk melakukan tugasnya, sistem tersebut membutuhkan kerjasama dari sejumlah organ tubuh termasuk mulut, lambung, usus, hati, dan kandung empedu.

Tubuh manusia menyimpan banyak fakta-fakta yang menarik, salah satunya usus. Yuk simak fakta tentang usus mulai dari panjang usus manusia hingga cara kerjanya, sebagai berikut:

1. Panjang Usus Halus

usus-halus.jpg

Foto: usus-halus.jpg

Foto Usus Manusia (Orami Photo Stock)

Usus halus atau yang dikenal dengan usus kecil adalah organ atau struktur berbentuk tabung yang merupakan bagian dari tempat terjadinya pencernaan dan penyerapan nutrisi.

Usus halus dapat dikatakan sebagai organ terpanjang pada sistem pencernaan manusia. Hal ini karena panjang usus manusia ini sekitar 3-5 meter.

Usus halus sebenarnya lebih panjang daripada usus besar tetapi mendapatkan namanya dari diameternya yang lebih kecil. Usus halus terdiri atas tiga bagian, yaitu:

  • Duodenum: bagian usus halus paling pendek dengan panjang sekitar 20 – 25 cm atau kurang-lebih sama dengan 12 jari yang dijajarkan.
  • Jejunum: bagian usus halus dengan jonjot-jonjot penyerapan (vili) yang paling panjang. Panjang saluran ini sekitar 2,5 meter.
  • Ileum: bagian akhir dari usus halus sekaligus yang paling panjang, yakni mencapai 3 meter.

Duodenum berbatasan dengan bagian bawah organ lambung. Sementara itu, bagian akhir ileum berbatasan dengan sekum.

Sekum adalah kantong yang terdapat pada bagian awal usus besar. Fungsinya sebagai penghubung antara usus halus dan usus besar.

2. Panjang Usus Besar

Kanker-usus-besar.jpg

Foto: Kanker-usus-besar.jpg

Foto Usus (Orami Photo Stock)

Usus besar adalah saluran penghubung usus halus dan anus.

Melansir Videosurgery and Other Miniinvasive Techniques, panjang usus manusia bagian ini sekitar 1,5 meter atau setara dengan tempat tidur ukuran besar.

Tahap pencernaan di usus besar lebih singkat dibandingkan di usus halus karena semua zat gizi dari makanan telah diserap.

Saluran ini terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu:

  • Sekum: bagian awal usus besar dengan bentuk seperti kantong. Panjangnya 6 cm dengan diameter mencapai 9 cm.
  • Kolon asenden: bagian usus besar yang naik dengan panjang 20 – 25 cm.
  • Kolon transversum: bagian usus besar yang mendatar sekaligus terpanjang. Panjangnya berkisar antara 40 – 50 cm.
  • Kolon desenden: bagian usus besar yang menurun dengan panjang rata-rata 25 cm.
  • Kolon sigmoid: bagian akhir usus besar dengan bentuk seperti huruf S. Panjang bagian ini yaitu 40 – 45 cm.

Rektum yang merupakan tempat penampungan feses sementara juga kerap dianggap sebagai bagian dari usus besar. Panjang rata-rata rektum yaitu 15 cm.

Baca Juga: Mengenal Sejarah Hari Kesehatan Jiwa, Disimak Yuk!

3. Bakteri Bermanfaat Membantu Kerja Usus

obstruksi-usus.jpg

Foto: obstruksi-usus.jpg

Foto Usus yang Meradang (Orami Photo Stock)

Umumnya, bakteri di luar tubuh dapat menyebabkan infeksi serius, namun bakteri di dalam tubuh dapat sangat bermanfaat, lho Moms.

Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa, hewan tanpa bakteri usus lebih rentan terhadap infeksi serius.

Bakteri yang ditemukan secara alami di dalam usus memiliki efek penghalang pelindung terhadap organisme hidup lain yang masuk ke tubuh.

Mereka membantu tubuh mencegah bakteri berbahaya tumbuh dengan cepat di perut, yang bisa menyebabkan masalah kesehatan usus.

4. Bakteri Usus Menular dari Ibu ke Anak melalui ASI

ibu-menyusui.jpg

Foto: ibu-menyusui.jpg (Healthline.com)

Foto Menggendong Bayi (Orami Photo Stock)

Sudah menjadi rahasia umum bahwa ASI dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan bayi. Penelitian baru menunjukkan bahwa efek perlindungan bakteri usus dapat ditransfer dari ibu ke bayi selama menyusui.

Melansir Environmental Microbiology menunjukkan bahwam bakteri usus penting berpindah dari ibu ke anak melalui ASI untuk menetap di usus anak sendiri dan membantu sistem kekebalannya hingga dewasa.

Baca Juga: Inseminasi Buatan untuk Membantu Cepat Hamil, Bagaimana Caranya?

Bahayanya jika Panjang Usus Manusia Terlalu Panjang

fungsi usus besar.jpg

Foto: fungsi usus besar.jpg (verywellhealth.com)

Foto Penjelasan tentang Usus Manusia (Orami Photo Stock)

Fungsi utama usus besar adalah menyerap sisa cairan yang belum tercerna sempurna dari usus halus.

Selain itu, organ ini juga menjadi tempat mengalirnya sisa pencernaan yang tak digunakan tubuh ke rektum untuk dibuang dalam bentuk feses.

Melansir Cleveland Clinic, proses pencernaan hingga makanan dikeluarkan menjadi kotoran membutuhkan waktu sekitar 36 jam. Namun, jika Moms memiliki usus besar yang lebih panjang, proses ini mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama.

Seseorang yang memiliki kondisi usus besar lebih panjang dibandingkan seharusnya disebut usus redundant. Kondisi ini terjadi karena ujung usus terlalu panjang sehingga usus semakin berliku-liku.

Penyebab usus redundant umumnya terjadi karena faktor kelainan bawaan. Artinya, bila Moms memiliki anggota keluarga yang memiliki ukuran usus besar yang lebih panjang, maka berisiko tinggi mengalami hal yang sama di kemudian hari.

Baca Juga: Mengenal Oncom, Makanan Murah Meriah yang Bergizi Tinggi

Manusia dengan usus besar yang lebih panjang biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk mengeluarkan sisa makanan. Hal ini dapat menyebabkan konstipasi alias sembelit yang kronis.

Beberapa orang yang memiliki usus besar yang lebih panjang mungkin tidak merasakan gejala apa pun. Tetapi, ada pula yang mungkin mengalami gejala seperti:

  • perut kembung.
  • susah buang air besar.
  • sembelit.
  • mual.
  • muntah.
  • nyeri perut bagian bawah.
  • perut buncit.
  • feses kering dan keras.

Jika tidak ditangani, akan berisiko tinggi mengalami volvulus kolon. Volvulus kolon adalah kondisi yang menyebabkan usus besar berputar atau terpelintir, sehingga aliran feses di usus besar jadi tidak lancar atau bahkan benar-benar terhenti.

Hal ini dapat memicu obstruksi kolon dan satu-satunya cara harus diatasi dengan jalan operasi.

Untuk mengatasinya, Moms bisa mengonsumsi makanan tinggi serat dan perbanyak minum air putih sehingga proses buang air besar semakin lancar

Baca Juga: 15 Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan dan Cara Mengolahnya

Nah itu dia Moms penjelasan mengenai panjang usus manusia hingga fakta-fakta tentang usus. Mulai sekarang, yuk lebih menjaga kesehatan usus agar bekerja dengan baik.

  • https://www.tandfonline.com/doi/full/10.3109/00365521.2014.898326
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12497219/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3796725/
  • https://sfamjournals.onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/1462-2920.12238
  • https://my.clevelandclinic.org/health/articles/7041-the-structure-and-function-of-the-digestive-system
  • https://www.healthline.com/health-news/strange-six-things-you-didnt-know-about-your-gut-microbes-090713#6.-Gut-Bacteria-Can-Hurt-Your-Liver
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/how-long-are-your-intestines#comparison