Rupa-rupa

16 September 2021

Makna Filosofi Sepeda, Kaya akan Pelajaran Hidup yang Berharga

Mulai dari roda kehidupan yang berputar hingga keseimbangan hidup
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Merna
Disunting oleh Debora

Semua benda yang diciptakan dalam dunia ini selalu menyimpan makna tersendiri, tak terkecuali filosofi sepeda.

Sepeda merupakan salah satu kendaraan beroda dua yang tak hanya bisa digunakan untuk berolahraga, tapi juga bisa mengantarkan kita pada tujuan yang diinginkan.

Sepeda menjadi kendaraan yang ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar seperti bensin, solar, dan lain sebagainya.

Sepeda bisa berjalan dengan tenaga manusia. Jadi, kita harus mengayuhnya untuk menjalankan sepeda.

Baca Juga: 20 Makanan Khas Nusantara dengan Filosofi Unik dan Kekinian

Makna Filosofi Sepeda

Filosofi Sepeda

Foto: pexels.com/Dominika Roseclay

Tahukah Moms kalau kendaraan ini ternyata memiliki filosofi yang terkait dengan kehidupan manusia.

Dari sepeda, kita bisa belajar banyak hal tentang hidup. Beberapa makna filosofi sepeda yang perlu Moms ketahui adalah:

1. Roda Sepeda akan Terus Berputar Silih Berganti

Filosofi sepeda yang pertama ini sudah sangat dikenal oleh masyarakat sehingga sudah banyak orang yang tahu karena dijadikan sebagai pepatah yakni roda kehidupan akan terus berputar.

Roda sepeda diibaratkan dengan roda kehidupan manusia yang selalu berjalan dinamis.

Jika kita pernah berada di atas, maka tidak menutup kemungkinan jika kita nantinya bisa berada di bawah. Seperti itulah kehidupan.

Oleh karena itu, kita selalu diajarkan untuk tidak boleh merasa tinggi hati, sombong, hingga angkuh kepada orang lain pada saat berada di atas.

Jika nantinya roda kehidupan berputar dan kita berada di bawah, maka sikap tersebut bisa menjadi boomerang bagi diri sendiri.

Baca Juga: Mengenal Filosofi Pisang Raja dan Resep Olahannya

2. Sepeda Bisa Berjalan Jika Kita Menjaga Keseimbangan

Menjaga Keseimbangan

Foto: pexels.com/Vlad Fonsark

Saat sedang bersepeda, Moms pasti harus selalu menjaga keseimbangan supaya laku sepeda bisa stabil dan tidak goyang hingga terjatuh.

Filosofi sepeda inilah yang melambangkan kehidupan manusia. Hidup bisa terus berjalan dengan baik jika kita menjaga keseimbangan dalam kehidupan.

Semua aspek kehidupan harus selalu seimbang, baik itu kehidupan spiritual hingga material.

Baik itu urusan pekerjaan di kantor dan pekerjaan di rumah. Baik itu urusan pekerjaan hingga kesenangan. Semua harus selalu berjalan dengan seimbang dan adil.

Jika timpang sebelah, maka kehidupan akan menjadi tidak seimbang dan berantakan. Hal ini akan berujung pada Moms yang akan terjatuh serta kehilangan arah nantinya.

3. Bersepeda Juga Harus Mengatur Napas dan Tenaga

Mengatur Nafas Saat Bersepeda

Foto: pexels.com/Pavel Danilyuk

Ketika bersepeda, kita tak hanya harus menjaga keseimbangan saja, tapi juga harus mengatur napas dan tenaga.

Jika bersepeda dengan sekuat tenaga tanpa mengatur napas dengan baik, kita bisa mudah lelah dan akhirnya memutuskan untuk berhenti bersepeda.

Filosofi bersepeda dari mengatur napas dan tenaga saat bersepeda dalam kehidupan adalah supaya kita juga selalu mengatur kehidupan dengan baik.

Jika kehidupan tidak diatur dengan baik ritmenya, kita bisa mudah lelah akan hidup itu sendiri.

Kita juga harus tahu kapan sebaiknya beristirahat dan mengambil waktu untuk tenang.

Jangan terburu-buru atas segala sesuatu. Mencapai tujuan itu penting, namun jangan sampai kita terlalu ambisius sehingga mengabaikan hal-hal penting lainnya.

Misalkan saja Moms terlalu memforsir diri dengan pekerjaan, jika tidak diatur dengan baik, maka tubuh akan mudah lelah dan tidak lagi bersemangat.

Akhirnya, Moms bisa menjadi stres dengan pekerjaan itu sendiri, bahkan bisa mengganggu kesehatan mental maupun fisik.

Jadi, usahakan jangan sampai memforsir tenaga hingga akhirnya Moms merasa lelah untuk melakukan hal lain.

Baca Juga: 3 Rumah Adat Maluku dan Filosofi Kehidupan yang Ada di Dalamnya

4. Bersepeda Harus Cermat dalam Mengatur Pedal dan Setir

Cermat Mengatur Setir dan Pedal

Foto: pexels.com/Andrea Piacquadio

Untuk menjalankan sepeda dibutuhkan pengendalian pedal dan setir yang baik.

Keseimbangan memang perlu, pengendalian pedal dan setir juga perlu supaya sepeda bisa melaju dengan baik dan sesuai dengan arahan atau keinginan kita.

Pengendalian pedal dan setir menjadi filosofi sepeda yang melambangkan kehidupan.

Kita harus mengatur hidup sebaik mungkin supaya hidup yang dijalani bisa berjalan dengan semestinya.

5. Saat Terjatuh dari Sepeda, Kita Pasti akan Bangkit Lagi

Filosofi sepeda yang selanjutnya bisa diambil saat kita terjatuh dari sepeda, orang pasti akan bangkit kembali dan bersepeda lagi.

Inilah satu pelajaran hidup yang bisa Moms ambil saat bersepeda.

Jika kita pernah terjatuh dalam hidup atau mengalami masa kegagalan, maka kita harus bangkit kembali dan belajar dari kegagalan tersebut.

Saat terjatuh dari sepeda dan bangkit lagi, kita akan merasa lebih berhati-hati supaya tidak terjatuh lagi.

Di dalam kehidupan ini, ketika mengalami kegagalan, kita juga harus mempelajari asal kegagalan tersebut supaya tidak terjadi lagi.

Kegagalan sekiranya menjadi pembelajaran yang berharga dalam hidup kita.

Baca Juga: Mengenal Ragam Rumah Adat Bangka Belitung dan Filosofinya

6. Pedal akan Dikayuh Lebih Kuat Saat Naik Tanjakan

Bersepeda Menaiki Tanjakan

Foto: pexels.com/Dmitry Limonov

Ketika bersepeda, kita akan dihadapkan pada track jalanan yang naik. Saat menghadapi tanjakan. Moms harus berusaha mengayuh pedal sepeda dengan lebih kuat.

Jika tidak mengayuh dengan kuat, sepeda Moms tidak akan bisa naik dan justru akan turun ke bawah lagi.

Filosofi sepeda yang bisa kita ambil di sini adalah untuk mencapai tujuan hidup yang lebih tinggi, dibutuhkan usaha dan kerja keras yang lebih besar.

Dengan begitu, Moms bisa mencapai puncak yang lebih tinggi.

7. Naik Sepeda akan Melalui Jalur Berliku yang Penuh Batu Kerikil

Selain jalanan menanjak, saat naik sepeda, Moms juga akan dihadapkan pada jalan berliku hingga jalanan yang penuh dengan batu kerikil.

Jika bisa bersepeda melewati jalanan-jalanan tersebut, maka Moms bisa sampai ke tujuan.

Filosofi sepeda yang bisa diambil di sini adalah jalanan yang berliku dan jalanan dengan batu kerikil bisa diibaratkan menjadi rintangan dalam hidup.

Jika Moms bisa melewati rintangan hidup tersebut, maka kehidupan Moms bisa menjadi lebih baik.

Baca Juga: Indahnya Arsitektur dan Filosofi Rumah Adat Joglo, Tengok Maknanya Yuk!

8. Bersepeda Tak Hanya untuk Olahraga Tapi Juga untuk Kesenangan

Sepeda untuk Kesenangan

Foto: pexels.com/Andrea Piacquadio

Filosofi sepeda yang terakhir adalah kegiatan bersepeda tidak hanya dilakukan untuk berolahraga saja, tapi juga untuk kesenangan serta hobi.

Dari sinilah filosofi sepeda bisa Moms ambil. Dalam hidup, semua hal yang dilakukan harus dengan rasa senang. Dengan begitu, tujuan Moms bisa tercapai dengan penuh arti.

Coba saja kita bayangkan, jika bersepeda tujuannya hanya untuk olahraga dan menurunkan berat badan saja, maka Moms bisa merasa terbebani.

Namun, jika menjalankannya untuk kesenangan, bersepeda bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan.

Sekarang Moms sudah tahu kan apa saja makna filosofi sepeda dalam kehidupan yang penuh pelajaran berharga.

Menurut Moms, apakah masih ada lagi filosofi tentang sepeda yang perlu kita ketahui?

  • https://jabarnews.com/read/76150/inilah-5-filosofi-sepeda-untuk-lebih-memahami-arti-kehidupan/1
  • https://komunitas.bukalapak.com/s/mm86vb/filosofi_tentang_sepeda_hubungannya_dengan_kehidupan
  • https://robek.org/filosofi-dan-alasan-untuk-bersepeda/
  • https://kumparan.com/hani-adhani/belajar-dari-filosofi-sepeda-brompton-1uKZNZPJxip
  • http://www.ajpcreations.id/2016/07/7-filosofi-naik-sepeda.html
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait