27 September 2022

Gagal Hati: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Ditandai dengan mata dan kulit menguning pada tahap awal

Organ hati bisa mengalami kegagalan dalam menjalankan fungsinya. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut dengan gagal hati.

Dilansir dari Mayo Clinic, gagal hati atau liver failure merupakan kondisi ketika sebagain besar hati mengalami kerusakan dan tidak dapat diperbaiki lagi.

Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat memberikan risiko kesehatan yang buruk bagi tubuh.

Bahkan hanya dalam waktu beberapa hari atau minggu saja, hati akan kehilangan fungsinya.

Inilah yang menyebabkan kondisi gagal hati menjadi berbahaya dan perlu ditangani sesegera mungkin.

Pasalnya, organ hati berperan sangat penting untuk mengeluarkan racun yang ada di dalam tubuh.

Tak hanya itu, hati juga bertugas untuk membantu proses penggumpalan darah dan melawan infeksi.

Agar tak berkembang semakin lanjut, kenali gejala gagal hati sejak dini berikut ini.

Baca Juga: Mengenal Sirosis, Penyakit yang Mengganggu Fungsi Hati

Penyebab Gagal Hati

Penyebab dan gejala gagal hati
Foto: Penyebab dan gejala gagal hati (Istockphoto.com)

Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab gagal hati, namun sebagian besar disebabkan oleh infeksi virus hepatitis.

Selain itu, gagal hati juga dapat terjadi akibat kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol hingga overdosis obat-obatan, salah satunya paracetamol.

Ada juga beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko terjadinya gagal hati, yaitu:

  • Kanker, bisa berawal dari organ dalam lainnya atau organ hati itu sendiri
  • Sirosis
  • Terinfeksi virus hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, dan hepatitis E
  • Cholangitis
  • Konsumsi obat antiflamasi nonsteroid, antikejang, atau obat herbal secara berlebihan
  • Penyalahgunaan obat narkotika dan zat adiktif lainnya
  • Terpapar racun zat karbon tetraklorida
  • Hepatitis autoimun, dimana sistem kekebalan tubuh menyerang tubuh sendiri
  • Mengalami gangguan pembuluh darah di hati
  • Gangguan metabolik
  • Spesis
  • Penyakit lain seperti penyumbatan pembuluh darah di hati, penumpukan zat besi, intoleransi fuktosa, hingga galaktosemia

Baca Juga: 5 Faktor Penyebab Gagalnya Inseminasi Buatan

Gejala Gagal Hati

Kondisi gagal hati
Foto: Kondisi gagal hati (Istockphoto.com)

Cara paling mudah untuk mendeteksi gejala gagal hati adalah dilihat dari warna mata dan kulit.

Secara umum, gejala gagal hati ditandai dengan mata dan kulit yang berubah warna menjadi kekuningan.

Kondisi ini biasanya disertai dengan perut membengkak yang disebabkan oleh penimbunan cairan dalam tubuh.

Gejala gagal hati juga sering kali mirip dengan gejala penyakit lainnya, seperti diare, lelah, mual, hingga kehilangan nafsu makan.

Jika dibiarkan terus-menerus, gelaja yang ditimbulkan dapat berkembang menjadi serius, antara lain:

  • Mudah mengalami memar dan pendarahan
  • Perubahan kulit dan mata yang menguning, sama seperti penderita hepatitis
  • Perut yang membengkak akibat penumpukan cairan di bagian hati
  • Sering mengalami muntah darah dan BAB berwarna hitam
  • Kesadaran yang mulai buram dan mengalami halusinasi sehingga sering kali berbicara melantur
  • Sering tidak sadarkan diri

Baca Juga: Fatty Liver: Kenali Penyebab dan Bahayanya Penyakit Perlemakan Hati Ini

Cara Mengobati Gagal Hati

Cara mengobati dan mengatasi gagal hati
Foto: Cara mengobati dan mengatasi gagal hati (Istockphoto.com)

Melansir Cleveland Clinic, kondisi gagal hati akut maupun kronis dapat terjadi dengan cepat.

Hanya dalam beberapa hari atau hitungan minggu saja, penderita dapat kehilangan fungsi hati.

Jika hati sudah rusak parah, sebagian besar penderita biasanya membutuhkan transplantasi hati.

Prosedur tersebut dilakukan dengan mengganti hati yang sudah rusak dengan hati yang sehat dari pendonor.

Namun, jika organ hati masih dapat diobati dan tidak rusak sepenuhnya, metode pengobatan lain masih bisa ditempuh.

Pengobatan yang diberikan bertujuan untuk menjaga tubuh agar lebih stabil sehingga hati dapat berfungsi kembali secara normal.

Jenis-jenis pengobatan untuk menangani gagal hati antara lain:

  • Pemberian infus, untuk menjaga tekanan darah pasien dalam kondisi normal
  • Melakukan transfusi darah, bila penderita mengalami pendarahan
  • Konsumsi beberapa obat pencahar, untuk mengeluarkan racun dalam tubuh
  • Melakukan penyuntikan gula, jika kadar gula dalam tubuh mengalami penurunan drastis

Selain pengobatan di atas, dokter biasanya juga akan memberikan beberapa saran seperti:

  • Menghindari konsumsi obat tanpa anjuran dokter
  • Membatasi bahkan berhenti minum alkohol sama sekali
  • Batasi konsumsi daging merah, keju, dan telur
  • Batasi penggunaan garam dalam setiap makanan yang dikonsumsi
  • Selalu menjaga kadar gula darah dan tekanan darah dalam batas normal
  • Pertahankan berat badan agar tetap berada di angka yang ideal

Jika pernah terinfeksi hepatitis atau belum menerima vaksin hepatitis, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk memastikan risiko terinfeksi virus hepatitis.

Begitu pula jika memiliki riwayat konsumsi alkohol bahkan sampai kecanduan, sebaiknya temui dokter spesialis gastroenterohepatologi untuk penanganan lebih lanjut.

Dokter akan menyarankan metode pengobatan dan cara mencegah kerusakan hati sesuai kondisi pasien.

Baca Juga: Mengenal Tanda Ovulasi Gagal dan Pembuahan Gagal

Itu dia serba-serbi tentang gagal hati. Pastikan untuk selalu menjaga pola hidup sehat dan menghindari alkohol agar terhindar dari kondisi ini.

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acute-liver-failure/symptoms-causes/syc-20352863
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17819-liver-failure

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.