12 September 2023

7 Gejala DBD pada Anak, Yuk Kenali Sebelum Muncul Komplikasi

Ketahui juga cara mengenali dan mengatasinya
7 Gejala DBD pada Anak, Yuk Kenali Sebelum Muncul Komplikasi

Diagnosis DBD pada Anak

Diagnosis DBD pada Anak (sitarambhartia.org)
Foto: Diagnosis DBD pada Anak (sitarambhartia.org)

Melansir Johns Hopkins All Children's Hospital, untuk bisa memberi diagnosis demam berdarah, dokter akan memeriksa terlebih dulu dan mengevaluasi gejala DBD pada anak yang dirasakan.

Selain itu, dokter akan bertanya tentang riwayat kesehatan anak dan kegiatan perjalanan yang baru-baru ini dilakukan, serta menguji sampel darah anak untuk dicari tahu penyakitnya.

Karena itu, bila Si Kecil baru-baru ini berkunjung ke daerah berisiko demam berdarah yang tinggi, dan mengalami demam atau sakit kepala yang parah, segera menghubungi dokter.

Diagnosis yang akurat sangat krusial untuk penanganan efektif DBD.

Dokter biasanya menggunakan berbagai tes darah untuk memeriksa antibodi virus dengue atau adanya infeksi.

Tes darah merupakan alat diagnostik yang penting dalam menentukan apakah seseorang terinfeksi virus dengue.

Gejala demam berdarah mungkin mirip dengan penyakit lain.

Karenanya, tes darah adalah alat penting untuk membedakan penyebab gejala dan menegakkan diagnosis yang akurat.

Berikut ini beberapa tes yang biasa digunakan dokter untuk mendiagnosis DBD:

1. Tes Virologi

Tes virologi adalah metode diagnostik yang langsung menguji unsur virus dalam darah pasien.

Metode ini sangat akurat dalam mendeteksi keberadaan virus dengue, tetapi seringkali memerlukan peralatan khusus dan staf medis yang terlatih secara teknis.

Tes virologi mungkin tidak tersedia di semua fasilitas medis karena kompleksitasnya.

Dalam tes virologi, sejumlah sampel darah Si Kecil akan diambil dan diperiksa untuk melihat keberadaan materi genetik virus.

Hasil positif menunjukkan bahwa virus dengue ada dalam tubuh.

Namun, hasil ini harus diinterpretasikan dengan hati-hati oleh dokter, karena ada faktor lain yang dapat mempengaruhi hasil tes.

2. Tes Serologis

Tes serologis adalah jenis pengujian yang mendeteksi antibodi dalam darah.

Antibodi adalah protein yang diproduksi oleh tubuh sebagai respons terhadap infeksi.

Tes ini membantu mengidentifikasi apakah seseorang telah terinfeksi virus dengue baru-baru ini atau dalam masa lampau.

Metode ini lebih mudah dilakukan dan lebih umum tersedia dibandingkan tes virologi.

Jika antibodi ditemukan dalam darah, ini menunjukkan adanya infeksi virus.

Itulah beberapa tes untuk mendiagnosis gejala DBD pada anak.

Jika Si Kecil menunjukkan gejala DBD, konsultasikan segera dengan dokter.

Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh dan mungkin merujuk untuk menjalani tes darah guna memastikan diagnosis yang akurat.

Semakin cepat diagnosis ditegakkan, semakin baik penanganan yang dapat diberikan.

Baca Juga: 15 Cara Mengusir Nyamuk dengan Bahan Alami, Ampuh Bikin Nyamuk Tidak Datang Lagi

Cara Mengatasi DBD pada Anak

Anak Sakit Demam (parentcircle.com)
Foto: Anak Sakit Demam (parentcircle.com)

Perawatan DBD pada anak dapat dilakukan di rumah asalkan gejalanya berada pada tingkat yang ringan.

Saat ini belum ada obat khusus untuk menyembuhkan demam berdarah, sehingga fokus perawatan adalah meredakan gejala yang dialami anak.

1. Cara Mengatasi DBD Gejala Ringan

Untuk membantu meringankan gejala DBD pada anak yang masih dalam kategori ringan, menurut Kids Health, dokter biasanya menyarankan untuk melakukan hal-hal berikut:

  • Konsumsi cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi
  • Banyak beristirahat.
  • Minum obat paracetamol yang meredakan demam.
  • Hindari penggunaan aspirin atau ibuprofen, karena obat-obat ini dapat meningkatkan risiko perdarahan.

Sebagian besar kasus demam berdarah akan hilang dalam beberapa minggu dan tidak akan menyebabkan masalah jangka panjang.

Namun, kasus demam berdarah yang serius mungkin memerlukan perawatan intensif di rumah sakit, termasuk pemberian cairan intravena (IV) dan pemantauan ketat.

2. Cara Mengatasi DBD Gejala Berat

Jika gejala DBD pada anak memburuk atau tidak membaik setelah 1-2 hari, segera bawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) atau konsultasikan dengan dokter.

Demam berdarah parah merupakan keadaan darurat medis, sehingga memerlukan perhatian medis atau rawat inap.

Baca Juga: 6 Tanda Bintik Merah DBD pada Bayi yang Harus di Waspadai

Cara Mengatasi DBD pada Anak Secara Alami

Anak Minum Jus Sayur (healthline.com)
Foto: Anak Minum Jus Sayur (healthline.com)

Sebagai tambahan, berikut beberapa pengobatan rumahan yang efektif yang dapat membantu mengendalikan gejala demam berdarah.

1. Jus Daun Pepaya

Daun pepaya dapat dijadikan obat herbal dalam mengurangi gejala DBD pada anak yang dirasakannya.

Hal tersebut dijelaskan dalam sebuah penelitian pada tahun 2017 dalam Journal of Ayurveda and Integrative Medicine.

Dikatakan bahwa jus daun pepaya dapat meningkatkan jumlah trombosit yang signifikan pada pasien yang terinfeksi virus dengue dalam waktu 24 jam pengobatan.

Moms bisa membuatnya dengan mencampurkan daun pepaya, air, dan madu untuk rasa dan khasiat yang lebih baik.

Jus jambu biji kaya akan nutrisi. Tidak hanya buahnya, ekstrak kayu dan daunnya juga bermanfaat...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb