26 April 2022

6 Tanda Bintik Merah DBD pada Bayi yang Harus di Waspadai

Bisa jadi pertanda Si Kecil kena demam berdarah

Munculnya bintik merah pada kulit Si Kecil sering kali dikaitkan dengan tanda bintik merah DBD pada bayi.

Demam berdarah, biasa disingkat DBD, adalah penyakit yang sangat rentan untuk terjadi pada anak-anak.

Penyakit ini disebarkan melalui nyamuk Aedes aegypti yang telah menghisap darah dari seseorang yang mengidapnya dan hinggap lalu menggigit di tubuh orang lain.

Melansir Clinical Microbiology Reviews, gejala demam berdarah dengue (DBD) identik dengan demam disertai bintik-bintik merah di sejumlah bagian tubuh.

Kemunculan bintik-bintik merah pada kulit bayi memang bisa menandakan banyak hal.

Bisa saja kondisi ini terjadi akibat ruam, digigit serangga, atau reaksi alergi.

Namun, kondisi seperti demam selama beberapa hari juga bisa menyebabkan bayi memiliki bintik merah pada kulitnya.

Apabila kondisi ini juga hadir dengan beberapa gejala lain, Moms harus waspada nih, karena ini bisa mengindikasikantanda bintik merah DBD pada bayi.

Baca Juga: Kenali Vasektomi Tubektomi, Cara Mencegah Kehamilan secara Permanen

Bintik Merah DBD pada Bayi Harus Diwaspadai

Bintik Merah DBD pada Bayi Harus Diwaspadai
Foto: Bintik Merah DBD pada Bayi Harus Diwaspadai (parents.com)

Foto: Orami Photo Stock

Sejumlah penyakit lainnya juga menimbulkan gejala bintik merah, misalnya saja campak.

Untuk itu, Moms perlu mengenali ciri-ciri bintik merah DBD pada bayi agar segera mendapatkan penanganan yang tepat.

1. Penyebab

Bintik merah DBD pada bayi timbul akibat kerusakan kapiler pembuluh darah.

Dalam kondisi tersebut, darah merembes keluar dari pembuluh darah ke kulit sehingga muncul bintik atau ruam merah.

Gejala bintik merah ini akan muncul diawali dengan demam tinggi secara mendadak.

Selain itu, pecahnya pembuluh kapiler ini juga memungkinkan pendarahan ringan pada membran mukus mulut dan hidung yang bisa menyebabkan mimisan.

2. Waktu Muncul

Pada kasus bintik merah DBD pada bayi biasanya timbul pada hari ke-3 dan berlangsung selama 2-3 berikutnya.

Bintik akan berkurang pada hari ke-4 dan ke-5, lalu hilang pada hari ke-6.

Ciri ini berbeda dengan campak yang justru bertambah banyak dari hari ke hari.

Baca Juga: Edukasi Anak Cara Membuat Mainan Pesawat Kertas, Yuk, Moms!

3. Lokasi

Bintik merah atau ruam umumnya akan timbul di daerah wajah, leher, dan dada.

Berbeda dengan bintik merah biasa, bintik merah DBD pada bayi tidak akan memudar saat kulit diregangkan.

4. Dimulai dengan gejala awal

Pada kasus demam berdarah, bintik merah sering dimulai dengan timbulnya gejala demam tinggi secara mendadak terlebih dahulu.

Sedangkan kondisi kesehatan lain, seperti campak akan mengalami demam tinggi pada waktu sore dan malam hari.

5. Tidak Gatal

Berbeda dengan bintik merah alergi, bintik merah pada demam berdarah umumnya tidak menimbulkan gatal.

6. Komplikasi yang Ditimbulkan Berbeda

Kadang-kadang bintik merah DBD pada bayi juga bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Demam berdarah bisa menyebabkan komplikasi langka yang ditandai dengan demam tinggi, kerusakan pada getah bening dan pembuluh darah, perdarahan dari hidung dan gusi.

Gejala juga bisa berkembang menjadi perdarahan hebat, syok, dan kematian. Kondisi ini disebut sindrom syok dengue (DSS).

Sedangkan komplikasi yang dapat ditimbulkan campak, antara lain infeksi telinga, bronkitis, radang tenggorokan, dan croup, serta pneumonia, dan radang otak.

Baca Juga: Obat Salep Kulit Kloderma: Fungsi, Dosis, dan Efek Samping

Lakukan Hal Ini Jika Bayi Terserang Demam Berdarah

Lakukan Hal Ini Jika Bayi Didiagnosis Terserang Demam Berdarah
Foto: Lakukan Hal Ini Jika Bayi Didiagnosis Terserang Demam Berdarah

Foto: Orami Photo Stock

Bila terjadi bintik merah DBD pada bayi, Moms sebaiknya segera periksakan bayi di rumah sakit.

Ingat, penanganan yang dilakukan sejak dini adalah hal yang sangat penting untuk mencegah komplikasi yang tidak diinginkan.

Di rumah sakit, dokter akan meminta bayi menjalankan beberapa pemeriksaan laboratorium guna memastikan diagnosis.

Jika dokter sudah memastikan bahwa bayi mengalami DBD, mungkin bayi perlu diberi perawatan secara intensif di rumah sakit jika gejalanya cukup parah.

Perlu diingat bahwa tidak ada pengobatan khusus untuk mengatasi demam berdarah, kebanyakan pasien biasanya akan pulih dalam 2 minggu.

Namun, penting untuk menangani gejala-gejala dengan tepat untuk menghindari komplikasi.

Dokter biasanya merekomendasikan pilihan pengobatan untuk DBD sebagai berikut:

1. Obat Penurun Demam

Paracetamol adalah obat pereda nyeri yang dapat meringankan rasa sakit dan menurunkan demam.

Hindari penghilang rasa sakit yang dapat meningkatkan komplikasi perdarahan, seperti aspirin, ibuprofen dan naproxen sodium.

Untuk kasus yang lebih serius, demam berdarah dapat menyebabkan shock atau hemorrhagic fever yang memerlukan perhatian medis lebih.

Untuk dosisnya, Moms bisa berkonsultasikan dengan dokter.

2. Istirahat yang Cukup

Anak yang sedang mengalami demam berdarah disarankan untuk beristirahat. Dengan istirahat, Si Kecilakan lebih cepat untuk pulih.

Istirahat dapat membantu pemulihan jaringan tubuh yang rusak saat terkena kondisi ini.

Dokter akan memberikan Si Kecil beberapa obat agar cepat mengantuk sehingga bisa beristirahat sepenuhnya.

3. Minum Banyak Cairan

Perawatan di rumah sakit dengan menggunakan infus akan membantu kebutuhan cairan Si Kecil terpenuhi.

Meski begitu, tidak selamanya anak harus menjalani opname di rumah sakit.

Selama mengikuti panduan, Moms bisa merawat Si Kecil di rumah.

Dokter akan menyarankan anak diopname atau dirawat jalan di rumah untuk mengonsumsi banyak cairan.

Tidak hanya air mineral atau infus saja, cairan bisa berupa dari makanan berkuah, buah, atau jus.

Baca Juga: Praxion Obat Demam Anak, Simak Dosis dan Aturan Pakainya

Moms bisa memantau tumbuh kembang anak sesuai usianya dengan fitur Growth Tracker di Orami App!

Dengan fitur ini, Moms dapat mengetahui apakah berat dan tinggi badan, serta lingkar kepala Si Kecil tetap berada dalam batas yang normal, atau justru berisiko dan perlu berkonsultasi ke dokter.

Langsung klik gambar di bawah ini untuk mencobanya, ya!

Tanda Demam Berdarah Semakin Parah

bintik merah dbd pada bayi
Foto: bintik merah dbd pada bayi

Foto: Orami Photo Stock

Melansir Centers for Diseases Control and Prevention, sekitar satu dari dua puluh orang yang mengidap demam berdarah akan mengalami gejala yang makin parah.

Demam berdarah dengue yang parah adalah bentuk penyakit yang lebih serius yang dapat menyebabkan syok, perdarahan internal, dan bahkan kematian.

Seseorang lebih mungkin terserang demam berdarah berat jika sebelumnya pernah menderita infeksi dengue.

Sebuah penelitian BMC Research Notes, bayi dan wanita hamil pun tercatat berisiko lebih tinggi terkena demam berdarah parah.

Selain bintik merah DBD pada bayi, ada beberapa tanda peringatan demam berdarah parah yang perlu diwaspadai.

Kondisi ini pun bisa terjadi dimulai dalam 24 hingga 48 jam setelah demam hilang. Gejalanya antara lain:

  • Sakit perut atau terasa nyeri seperti ditekan
  • Muntah (setidaknya 3 kali dalam 24 jam)
  • Perdarahan dari hidung atau gusi
  • Muntah darah, atau adanya darah di tinja
  • Merasa lelah, gelisah, atau mudah tersinggung

Baca Juga: Ini 7 Penyakit Menular Pada Anak di Sekolah yang Patut Moms Waspadai

Itu dia Moms penjelasan bintik merah DBD pada bayi. Jangan ragu untuk selalu konsultasikan dengan dokter ya.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC88892/
  • https://bmcinfectdis.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12879-019-4587-x
  • https://kidshealth.org/en/parents/dengue.html
  • https://www.cdc.gov/dengue/symptoms/family.html
  • https://www.healthline.com/health/dengue-fever
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/179471

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.