14 Juli 2020

Kenali Gejala Intoleransi Laktosa Pada Anak, Lengkap Penjelasannya!

Gejala intoleransi laktosa anak memang mirip dengan alergi susu, tetapi penyebabnya berbeda

Sebagian orang tua mengira alergi susu dan intoleransi laktosa sebagai masalah yang sama.

Meski gejala intoleransi laktosa anak dan gejala anak alergi susu agak mirip, keduanya adalah persoalan yang berbeda.

Alergi susu terjadi ketika sistem kekebalan tubuh memberikan respons yang tidak normal setelah seseorang mengonsumsi susu atau produk-produk olahan susu.

Sementara, intoleransi laktosa adalah masalah yang terjadi di pencernaan.

Apa Sajakah Gejala Intoleransi Laktosa?

GettyImages-558946009-58d9542d5f9b584683cfc9a3.jpg
Foto: GettyImages-558946009-58d9542d5f9b584683cfc9a3.jpg

Foto: verywellfamily.com

Dikutip dari situs web American College of Gastroenterology, laktosa adalah gula yang terdapat di susu dan produk olahan susu, seperti keju dan yoghurt.

Makanan lain yang mengandung laktosa di antaranya makanan yang dipanggang, roti, permen, sereal, dan sebagainya.

Dalam situs web US News, Dr. Kadakkal Radhakrishnan, MBBS, MD (Peds), DCH, MRCP (UK), MRCPCH, FAAP, dokter spesialis gastroenterologi dan hepatologi anak menjelaskan jika pada anak yang memiliki kondisi intoleransi laktosa, tubuhnya tidak menghasilkan laktase dalam jumlah yang cukup.

Laktase adalah enzim alami yang berfungsi memecah laktosa menjadi gula sederhana, yaitu glukosa dan galaktosa.

Saat kadar enzim laktase tidak mencukupi, tubuh Si Kecil tidak mampu menyerap laktosa ataupun memecahnya menjadi gula sederhana. Kondisi ini yang kemudian memicu sejumlah reaksi atau gejala intoleransi laktosa anak seperti berikut:

  • Diare
  • Perut bergas
  • Perut kembung atau mual
  • Muncul ruam di kulit
  • Sering pilek
  • Perut nyeri atau kram

Baca Juga: Intoleransi Laktosa Pada Bayi, Apa yang Harus Dilakukan?

Bagaimanakah Mengetahui Gejala Intoleransi Laktosa?

246259870-H.jpg
Foto: 246259870-H.jpg

Foto: cdnparenting.com

Untuk memastikan apakah benar Si Kecil menderita intoleransi laktosa, Moms bisa mencoba cara yang direkomendasikan oleh situs web Healthy Children.

Hindari memberikan susu atau produk olahan susu kepada anak selama dua minggu.

Sepanjang waktu itu, perhatikan apakah gejala intoleransi laktosa anak menghilang.

Setelah dua minggu, kembali masukkan susu atau olahan susu ke dalam makanan atau minuman harian anak dalam jumlah kecil.

Jika gejala intoleransi laktosa anak kembali muncul, sebaiknya Moms membawa Si Kecil ke dokter untuk menjalani tes yang benar-benar dapat memastikan anak memiliki kondisi tersebut.

Baca Juga: 5 Penyebab Perut Kembung Pada Balita, Salah Satunya Intoleransi Laktosa!

Pengetahuan Soal Intoleransi Laktosa

1.jpg
Foto: 1.jpg

Foto: shutterstock.com

Meski gejala intoleransi laktosa anak menimbulkan ketidaknyamanan, namun, akibatnya tidak sampai fatal seperti kondisi alergi.

Untuk menambah wawasan Moms dan Dads tentang intoleransi laktosa pada anak, berikut poin-poin penting yang perlu diingat.

  • Gejala intoleransi laktosa yang timbul tergantung pada seberapa banyak anak mengonsumsi laktosa. Semakin besar jumlahnya, maka gejala yang muncul pun semakin banyak.
  • Gejala intoleransi laktosa anak bisa muncul dalam beberapa menit hingga beberapa jam setelah Si Kecil mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung laktosa.
  • Intoleransi laktosa tidak bisa “disembuhkan”, tetapi bisa dikelola agar gejalanya tidak muncul. Pada akhirnya Si Kecil bisa mengira-ngira sendiri seberapa banyak laktosa yang bisa ditolerir oleh tubuhnya.
  • Karena Si Kecil tidak bisa mengonsumsi susu atau produk olahan susu, Moms perlu memberikan asupan lain untuk memenuhi kebutuhan kalsium anak. Sayuran hijau, kacang-kacangan, dan ikan laut merupakan contoh sumber kalsium yang baik.

Baca Juga: Tanda Anak Mengalami Intoleransi Laktosa, Moms Harus Telaten Mengenalinya!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.