Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Health | Dec 26, 2017

Hati-Hati, Ini 4 Pengaruh Buruk Akibat Terlalu Sering Masturbasi

Bagikan


Onani atau masturbasi adalah perangsangan seksual yang sengaja dilakukan pada organ kelamin untuk memperoleh kenikmatan dan kepuasan seksual. Perangsangan ini dapat dilakukan tanpa alat bantu ataupun menggunakan sesuatu objek atau alat, atau kombinasinya.

Masturbasi bisa menghilangkan insomnia, stres, cemas, nyeri haid, depresi, dan meningkatkan sistem imun tubuh. Selain itu, beberapa peneliti menyebutkan bahwa masturbasi bisa membakar kalori dalam tubuh kita.

Sebenarnya tidak ada batasan yang pasti mengenai berapa sering pria boleh masturbasi. Walaupun setiap orang berbeda-beda karena dipengaruhi banyak faktor seperti usia, ada beberapa pendapat yang menyebut frekuensi ideal untuk ejakulasi adalah 2-3 kali seminggu baik melalui masturbasi maupun hubungan seks yang sesungguhnya.

Masturbasi yang terlalu sering bisa memicu aktivitas berlebih pada saraf parasimpatik. Dampaknya berpengaruh pada peningkatan produksi hormon-hormon dan senyawa kimia seks yaitu asetilkolin, dopamin dan serotonin. Ketidakseimbangan kimiawi yang terjadi akibat hobi masturbasi yang terlalu sering bisa memicu berbagai macam gangguan kesehatan antara lain sebagai berikut:

1. Kemampuan ereksi melemah dan impotensi

Gangguan pada saraf parasimpatik dapat mempengaruhi kemampuan otak dalam merespons rangsangan seksual. Akibatnya kemampuan ereksi jadi melemah. Bahkan pada tingkat yang parah bisa menyebabkan impotensi yakni gangguan seksual yang menyebabkan penis tidak bisa ereksi sama sekali.

2. Kebocoran katup air mani

Kemampuan saluran air mani untuk membuka dan menutup pada waktu yang tepat menjadi terganggu. Akibatnya sperma dan air mani tidak hanya keluar saat ereksi, lendir-lendir tersebut bisa juga keluar sewaktu-waktu seperti ingus sekalipun kondisi penis tidak dalam keadaan ereksi.

Baca Juga : Kenali Ciri-Ciri Sperma yang Tidak Sehat

3. Rambut rontok dan kebotakan

Jika kebiasaan masturbasi yang terlalu sering tidak diatasi, lama-kelamaan akan memicu kebotakan atau penipisan rambut pada pria.

4. Tubuh melemah

Akibat lainnya adalah tubuh menjadi lemah dan loyo sehingga aktifitas kerja akan terganggu. Setiap kali tubuh mengejang karena orgasme, pria akan kehilangan cukup banyak energi karena hampir semua otot akan mengalami kontraksi. Akibatnya jika terlalu sering, pria akan kehilangan gairah untuk beraktivitas dan cenderung akan merasa mengantuk sepanjang hari.

5. Menurunkan level testosteron

Meski tidak memberikan pengaruh secara langsung, namun masturbasi tetap berdampak pada kadar hormon testosteron. Pria yang setiap hari melakukan masturbasi memiliki level testosteron lebih sedikit sehingga hasrat mereka untuk bercinta ikut redup.

6. Nyeri otot

Selain itu kontraksi otot saat mengalami orgasme bisa memicu nyeri otot, terutama di daerah punggung dan selangkangan. Bagi yang melakukannya dengan tangan kosong tanpa pelumas, rasa nyeri juga bisa menyerang penis karena gesekan yang terjadi bisa menyebabkan lecet-lecet.

Banyak orang melakukan masturbasi, bahkan ada yang hingga kecanduan sampai-sampai jadi gelisah jika sehari saja tidak melakukannya. Tak sedikit pria yang melakukan masturbasi secara rutin, terutama jika mereka tak bisa mendapat kepuasan dari sesi bercinta. Hati-hati agar jangan berlebihan, agar efek buruk dari masturbasi yang berlebihan diatas tidak terjadi pada Anda.

(HEI)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.