Balita dan Anak

BALITA DAN ANAK
7 September 2020

Mengetahui Kadar Hb Normal pada Anak

Jika kadar hemoglobin anak Moms terlalu rendah atau terlalu tinggi, ini dapat menimbulkan berbagai konsekuensi bagi kesehatannya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Dr. Manoj K. Ahuja dari Rumah Sakit Fortis, Vasant Kunj, menjelaskan bahwa hemoglobin adalah protein kaya zat besi yang ada dalam sel darah merah dan bertanggung jawab untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Kadar hemoglobin (Hb) normal pada anak Moms menunjukkan berapa banyak jumlah hemoglobin normal yang ada dalam darahnya.

Hemoglobin biasanya termasuk dalam bagian dari hitung darah lengkap (CBC). Sebuah tes rutin yang biasanya diperintahkan oleh dokter untuk membantu mendiagnosis berbagai kondisi, seperti infeksi, anemia, dan leukemia.

Untuk melakukan CBC, sampel darah anak Moms harus diambil terlebih dahulu dari vena di lengan. Untuk mengukur hemoglobin, darah umumnya akan digabungkan dengan cairan yang mengandung sianida, sehingga mengikat erat molekul hemoglobin.

Dengan menyinari cahaya melalui larutan yang dihasilkan (cyanmethemoglobin) dan mencatat jumlah cahaya yang diserap, kadar hemoglobin dalam darah anak Moms dapat ditentukan.

Baca Juga: Begini Cara Cegah Hb Rendah pada Ibu Hamil

Kadar Hb Normal pada Anak

Perlukah Tes Darah Sebelum Jalani Promil? 5

Kadar normal hemoglobin dalam darah biasanya bergantung pada jenis kelamin, usia dan kondisi kesehatan masing-masing. Jika kadar hemoglobin anak Moms terlalu rendah atau terlalu tinggi, ini dapat menimbulkan berbagai konsekuensi bagi kesehatan seseorang.

Kadar hemoglobin yang tinggi relatif jarang. Akan tetapi, kadar hemoglobin yang rendah merupakan suatu kondisi yang dikenal sebagai anemia. Anemia merupakan masalah kesehatan yang relatif umum dan dapat terjadi pada orang-orang dari segala usia. Meskipun, hal ini biasanya terjadi pada wanita hamil dan orang-orang yang mengalami berbagai kondisi lain.

Dilansir dari Healthline, disebutkan bahwa rata-rata bayi Moms cenderung memiliki kadar hemoglobin yang lebih tinggi daripada orang dewasa. Ini disebabkan mereka memiliki kadar oksigen yang lebih tinggi di dalam rahim dan membutuhkan lebih banyak sel darah merah untuk mengangkut oksigen teraebut. Tetapi Moms tidak perlu khawatir karena kadar ini akan mulai turun setelah beberapa minggu.

Kadar hemolobin normal pada anak berdasarkan usia dan jenia kelamin yaitu:

  • Usia 0 - 30 hari
    Perempuan: 13.4–19.9 (g / dL)
    Laki-laki: 13.4–19.9 (g / dL)
  • Usia 31–60 hari
    Perempuan: 10.7–17.1 (g / dL)
    Laki-laki: 10.7–17.1 (g / dL)
  • Usia 2–3 bulan
    Perempuan: 9.0–14.1 (g / dL)
    Laki-laki: 9.0–14.1 (g / dL)
  • Usia 3–6 bulan
    Perempuan: 9.5–14.1 (g / dL)
    Laki-laki: 9.5–14.1 (g / dL)
  • Usia 6–12 bulan
    Perempuan: 11.3–14.1 (g / dL)
    Laki-laki: 11.3–14.1 (g / dL)
  • Usia 1–5 tahun
    Perempuan: 10.9–15.0 (g / dL)
    Laki-laki: 10.9–15.0 (g / dL)
  • Usia 5–11 tahun
    Perempuan: 11.9–15.0 (g / dL)
    Laki-laki: 11.9–15.0 (g / dL)
  • Usia 11–18 tahun
    Perempuan: 11.9–15.0 (g / dL)
    Laki-laki: 12. 7–17.7 (g / dL)

Baca Juga: Ketahui Kadar Hb Normal pada Ibu Hamil

Pentingnya Kadar Hb Normal pada Anak

Program-IVF-dapat-meningkatkan-risiko-masalah-penggumpalan-darah-dan-paru-Hero.jpg

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kadar hemoglobin hb pada anak merupkan hal yang penting sebagai pertanda tidak adanya kondisi medis yang berbahaya. Itu artinya, ada sesuatu hal ketika kadar hemoglobin anak Moms tinggi atau sebaliknya, rendah.

Tingkat Hemoglobin yang Tinggi

Kadar hemoglobin yang tinggi umumnya menyertai jumlah sel darah merah yang tinggi. Moms harus ingat bahwa hemoglobin ditemukan dalam sel darah merah. Jadi semakin tinggi jumlah sel darah merah anak Moms, maka semakin tinggi kadar hemoglobin anak Moms dan sebaliknya.

Beberapa anak atau orang yang berisiko memiliki kadar hemoglobin tinggi adalah mereka yang keluarganya memiliki riwayat kelainan kesehatan, tinggal di dataran tinggi dan baru saja menerima transfusi darah.

Jumlah sel darah merah dan kadar hemoglobin yang tinggi dapat mengindikasikan beberapa hal, antara lain:

Penyakit Jantung Bawaan, kondisi ini dapat membuat jantung anak Moms sulit memompa darah secara efektif dan mengirimkan oksigen ke seluruh tubuh. Sebagai tanggapan, tubuh terkadang menghasilkan sel darah merah tambahan.

Dehidrasi, Kekurangan cairan dapat menyebabkan jumlah sel darah merah tampak lebih tinggi karena tidak ada banyak cairan untuk menyeimbangkannya.

Tumor Ginjal, beberapa tumor ginjal merangsang ginjal untuk membuat eritropoietin berlebih. Eritropoietin adalah hormon yang merangsang produksi sel darah merah.

Penyakit Paru-paru, jika paru-paru anak Moms tidak bekerja secara efektif, tubuhnya mungkin mencoba memproduksi lebih banyak sel darah merah untuk membantu membawa oksigen.

Polycythemia vera, kelainan darah yang sangat jarang terjadi pada anak-anak. Dikutip dari Standford Childrens Health , penyebab polycythemia vera adalah sumsum tulang yang membuat sel darah merah terlalu banyak.Sel ekstra membuat darah terlalu kental dan dapat menyebabkan pembekuan darah.

Kemudian, gumpalan dapat menurunkan suplai darah ke organ, jaringan, dan sel. Mutasi genetik pada sel sumsum tulang menyebabkan polisitemia vera. Beberapa bentuk dapat diwariskan dari orang tua kepada anak dan beberapa bentuk lain tidak. Beberapa anak tidak memiliki gejala dan polycythemia vera dapat ditemukan saat mereka menjalani tes darah karena alasan lain.

Sementara itu pada anak yang bergejala, cirinya dapat muncul sedikit berbeda pada setiap anak. Sakit kepala, pusing, mudah lelah, sulit bernapas, limpa membesar, kesulitan melihat, rasa gatal atau terbakar, warna wajah kemerahan, gusi berdarah, serta kehilangan berat adalah gejala polycythemia vera yang mirip dengan gejala penyakit lain.

Pastikan Moms membawa anak Moms menemui dokter untuk melakukan diagnosis yang tepat.

Baca Juga:Penyakit Paru Interstisial pada Anak, Kenali Gejala dan Penyebabnya

Tingkat Hemoglobin yang Rendah

Tingkat hemoglobin yang rendah biasanya terlihat dengan jumlah sel darah merah yang rendah. Hemoglobin rendah biasa disebabkan pendarahan kronis, seperti tukak lambung, polip usus besar, atau menstruasi yang berat.

Kekurangan nutrisi seperti folat, zat besi, atau vitamin B-12 dapat menyebakan hemoglobin rendah. Tidak hanya itu, terlibat dalam kecelakaan mobil sehingga menyebabkan traumatis juga bisa membuat hemoglobin anak Moms rendah.

Pada anak-anak, terdapat beberapa risiko atau kondisi medis yang dapat disebabkan kadar hemoglobin rendah. Namun, salah satu alasan yang paling sering adalah anemia.

Dr. Manoj mengatakan bahwa ketika kadar hemoglobin turun, maka hal ini dapat menyebabkan kelemahan, kelelahan, sakit kepala, sesak napas, pusing, nafsu makan buruk dan detak jantung cepat. "Jika kadar hemoglobin menurun secara signifikan, kondisinya dapat didiagnosis sebagai anemia dan gejalanya bisa menjadi parah."

Berikut risiko dari hemoglobin anak yang rendah.

  • Gagal Ginjal
    Ketika ginjal anak Moms tidak berfungsi dengan baik, mereka tidak menghasilkan cukup hormon eritropoietin yang merangsang produksi sel darah merah. Hal ini jelas menyebabkan kadar hemoglobin anak Moms juga akan rendah.
  • Anemia
    Anemia merupakan masalah umum pada anak-anak. Ini disebabkan kandungan zat besi rendah yang dapat terjadi pada tahun pertama kehidupan anak Moms.

Bayi yang lahir prematur atau diberi susu formula yang tidak mengandung kadar mineral yang cukup, bisa jadi memiliki kadar hemoglobin yang rendah.

Sementara itu, bayi antara usia 1 dan 2 tahun dapat mengalami anemia karena kurangnya asupan makanan kaya zat besi dalam makanan mereka atau karena terlalu banyak minum susu sapi, yang mengurangi penyerapan mineral.

Dilansir dari University of Rochester Medical Center, dijelaskan bahwa ada banyak jenis anemia. Anak Moms mungkin mengalami salah satu dari ini ketika hemoglobinnya rendah:

Baca Juga: Hindari Anemia pada Anak dengan Perhatikan Pola Makannya

Anemia Defisiensi Zat Besi
Anemia defisiensi zat besi merupakan kondisi dimana anak Moms tidak cukup zat besi dalam darah. Padahal, zat besi adalah unsur penting yang dibutuhkan untuk membentuk hemoglobin. Ini adalah penyebab paling umum dari anemia.

Anemia Megaloblastik

Anemia megaloblastik terjadi ketika sel darah merah terlalu besar karena kekurangan asam folat atau vitamin B-12. Salah satu jenis anemia megaloblastik adalah anemia pernisiosa. Pada tipe ini, ada masalah dalam menyerap vitamin B-12, dimana unsur tersebut penting untuk pembuatan sel darah merah.

Anemia Hemolitik

Anemia hemolitik terjadi saat sel darah merah dihancurkan. Ada banyak penyebab yang berbeda dari kondisi ini, salah satunya adalah infeksi serius atau penggunaan obat-obatan tertentu.

Anemia Sel Sabit

Anemia sel sabit adalah jenis hemoglobinopati atau jenis anemia bawaan dengan sel darah merah berbentuk tidak normal.

Anemia Cooley (Talasemia)

Talasemia adalah jenis anemia turunan lainnya dengan sel darah merah abnormal.

Anemia Aplastik

Anemia aplastik adalah kegagalan sumsum tulang untuk membuat sel darah.

Penyebab Anemia pada Balita dan Cara Mengatasinya

Anemia memiliki 3 penyebab utama yaitu kehilangan sel darah merah, ketidakmampuan untuk membuat cukup sel darah merah dan penghancuran sel darah merah.

Beberapa jenis anemia diturunkan dan tidak dapat dicegah. Pada anak dengan anemia defisiensi zat besi atau suatu bentuk anemia yang umum, dapat dicegah dengan memastikan anak Moms mendapat cukup zat besi dalam makanannya.

Beberapa cara agar anak Moms mendapat asupan zat besi yang cukup, antara lain:

  • Menyusui bayi Moms jika memungkinkan dan dia akan mendapatkan cukup zat besi dari ASI.
  • Jika anak Moms menggunakan formula, gunakan susu formula dengan tambahan zat besi.
  • Jangan berikan susu sapi sampai setelah usia 1 tahun, karena susu sapi tidak memiliki cukup zat besi. Pemberian susu sapi bisa Moms berikan ketika anak Moms juga cukup makan makanan lain.
  • Beri makan anak Moms makanan kaya zat besi. Saat anak Moms mulai mengonsumsi makanan padat atau beranjak dewasa, pilih makanan yang mengandung berbagai sumber zat besi yang baik.

Berikut ini adalah beberapa pilihan bahan makanan yang baik untuk membuat hb normal pada anak, dikutip dari Times of India:

1. Daging Merah

Ketika berbicara tentang daging merah, Moms akan menemukan bahan makanan dengan zat besi yang bisa diserap anak Moms dengan baik.

Namun, Moms juga tidak dianjurkan untuk memberikannya secara berlebihan karena bagaimanapun daging merah mengandung lemak yang tinggi. Seperti yang lainnya, diet seimbang adalah kuncinya apapun yang kita makan.

2. Sayuran

Bit, bayam, kacang hijau, kacang merah, kubis, lobak, ubi jalar, dan kembang kol adalah beberapa jenis sayuran yang mudah didapat di pasar. Untuk sayur impor, Moms bisa mencari brokoli, kacang lima, collard, dan kacang hitam untuk diolah menjadi makanan sehat bagi anak Moms.

Bit adalah obat alami terbaik untuk meningkatkan jumlah darah dan memiliki kemampuan untuk meregenerasi kandungan zat besi. Ketika anak Moms mengkonsumsi bit, maka itu akan membantu mengaktifkan sel darah merah, memasok oksigen segar ke darah.

Baca Juga: 4 Cara Jitu Agar Anak Mau Makan Sayur

3. Buah

Buah untuk anak Anemia.jpeg

Kismis, plum, aprikot, apel, anggur dan semangka tidak hanya melancarkan peredaran sel darah merah, tetapi juga meningkatkan jumlah darah.

Buah jeruk atau jeruk nipis dan grapefruit jug membantu menarik zat besi. Mereka memainkan peran yang sangat penting dalam meningkatkan jumlah darah anak Moms.

4. Kacang

Beberapa dari anak-anak menyukai mereka dan beberapa tidak. Padahal semua kacang memiliki sejumlah zat besi di dalamnya. Raja dari semua kacang dengan kandungan zat besi tertinggi adalah kacang almond.

Baca Juga: Yuk, Berikan 9 Makanan Kaya Zat Besi Ini untuk Anak

5. Roti, Pasta, Sereal

Periksa label pada roti gandum utuh, pasta dan sereal yang Moms beli. Biji-bijian utuh menawarkan banyak manfaat kesehatan sehingga setiap orang harus mencoba memasukkannya ke dalam makanan sehari-hari mereka.

Tidak hanya itu, biji-bijian adalah sumber yang kaya zat besi dan sangat bermanfaat bagi kesehatan anak Moms.

Itulah Moms, pentingnya hb normal pada anak dan beserta makanan apa saja yang bisa Moms berikan pada Si Kecil untuk kadar hb-nya menjadi normal.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait