Parenting Islami

PARENTING ISLAMI
4 Februari 2021

Ketahui Hukum Suami Lebih Mementingkan Keluarganya daripada Istrinya

Cari tahu juga tips menghadapi suami yang lebih mementingkan keluarganya daripada istrinya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Pernahkan Moms merasa suami lebih mementingkan keluarganya daripada istrinya? Pernahkan Moms bertanya sebenarnya bagaimana hukum suami lebih mementingkan keluarganya daripada istrinya?

Hubungan yang terjalin antara suami dengan orang tua atau saudaranya adalah hal yang wajar. Karena orang tua yang telah membesarkannya, dan ia juga juga tumbuh bersama saudara-saudaranya. Namun, hal ini menjadi tidak wajar apabila suami mementingkan keluarganya daripada istri.

Terkadang, suami tidak sadar bahwa prioritasnya telah berubah setelah menikah dan membangun rumah tangga. Setelah menikah, peran suami sebagai pemimpin bagi istri dan anak-anaknya harus tetap didahulukan.

Namun, bukan berarti orang tua dan keluarga suami tidak penting, tapi ada batasan tertentu yang tetap harus dijaga oleh kedua belah pihak, baik pihak istri maupun pihak keluarga suami.

Namun jika terlanjur terjadi, bagaimana hukum suami lebih mementingkan keluarganya daripada istrinya?

Baca Juga: Setelah Bekerja Keras untuk Keluarga, Moms Berhak Dapat Apresiasi!

Hukum Suami Lebih Mementingkan Keluarganya Daripada Istrinya

suami lebih mementingkan keluarga daripada istrinya

Foto: Orami Photo Stock

Dikutip dari Dalam Islam, menurut Islam, seorang anak wajib hukumnya untuk menghormati orang tua, dengan cara menghormati orang tua dalam Islam yang sudah dibahas sebelumnya. Bahkan Rasulullah SAW menganjurkan untuk mendahulukan Ibu daripada ayah sebanyak tiga kali.

Dari Abu Hurairah RA dia berkata: “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW sambil berkata; ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku berbakti kepadanya?’ beliau menjawab: ‘Ibumu,’. Dia bertanya lagi; ‘Kemudian siapa?’, beliau menjawab: “Ibumu,”. Dia bertanya lagi; “Kemudian siapa lagi?”, beliau menjawab: “Ibumu.” Dia bertanya lagi; “Kemudian siapa?” beliau menjawab: “Kemudian ayahmu.” (HR Bukhari no 5971 dan Muslim no 2548).

Sebenarnya, hukum suami lebih mementingkan keluarganya daripada istrinya adalah boleh. Apalagi jika hal itu menyangkut dengan mertua. Istri hendaknya dukung dengan baik agar suaminya senantiasa melakukan berbagai ketaatan kepada Allah SWT.

Berbakti kepada orang tua dan menyambung tali silaturahmi dengan baik pada orang tua dan keluarga setelah menikah merupakan suatu ketaatan kepada Allah yang amat baik. Bukankah pernikahan tidak berarti untuk melupakan orang tua dan juga kerabat lainnya?

Namun, suami tentu harus mengetahui serta membuat skala prioritas sehingga tidak menimbulkan perselisihan dan permasalahan dalam keluarga yang bisa merusak keharmonisan. Lalu, bagaimana dengan nafkah untuk keluarga dan orang tua?

Sebenarnya, hak manusia di dunia didasari oleh musyâhhah atau saling menuntut, sementara hak Allah SWT didasari oleh musâmahah atau pengampunan. “Mulailah dengan menyedekahi dirimu sendiri. Jika ada sisa, sedekahilah keluargamu. Dan jika masih ada sisa lagi berikanlah kepada kerabatmu.” (HR Muslim no 997).

Sebab, yang menjadi tanggungan suami saat ini adalah keluarganya, yaitu istri dan anaknya. Rasulullah SAW bersabda: “Cukuplah seseorang itu dikatakan berdosa bila ia menahan makanan dari orang yang menjadi tanggungannya." (HR Muslim no 996).

Baca Juga: Suami Lebih Sering Bersama Teman Dibanding Keluarga, Harus Bagaimana?

Menghadapi Suami yang Mementingkan Keluarganya Daripada Istri

hukum suami lebih mementingkan keluarganya daripada istrinya

Foto: Orami Photo Stock

Memang, hukum suami lebih mementingkan keluarganya daripada istrinya adalah boleh. Namun, hal ini tidak menutup kemungkikan timbulnya masalah.

Sebelum menimbulkan masalah yang lebih serius lagi, istri harus mengetahui cara menghadapi suami yang lebih mementingkan keluarga daripada istri. Yuk simak bersama.

1. Komunikasikan dengan Suami

Komunikasi memiliki peran penting dalam membangun keharmonisan dalam rumah tangga. Istri bisa berbicara secara terbuka mengenai perasaannya terkait dengan ketimpangan yang dirasakan dengan cara yang lembut dan tidak menyakiti. Tidak menutup kemungkinan suami bisa sedikit berubah.

2. Hindari Konflik dengan Saudaranya

Sadari bahwa suami dan keluarganya adalah bagian dari kehidupan istri dalam fase pernikahan. Sampai kapanpun suami akan tetap membutuhkan keluarganya.

Yang diperlukan hanya kemauan untuk menjadi bagian dari keluarganya dan menempatkan diri sebagai anggota keluarganya dengan cara yang baik.

3. Tidak Tinggal Satu Atap

Setelah menikah, memang disarankan bagi suami istri untuk tinggal terpisah dari keluarganya. Hal ini ditujukan agar keduanya lebih mandiri. Tinggal terpisah juga merupakan salah satu upaya menghindari konflik yang sebenarnya tidak diperlukan.

4. Beri Perhatian Lebih

Mungkin ada suatu alasan kenapa suami lebih mementingkan saudaranya dibandingkan dengan istri. Untuk mengatasinya, cobalah untuk memberi perhatian lebih kepada suami. Dengan harapan suami akan menyadari bahwa selain keluarganya, dia juga memiliki istri yang harus menjadi prioritasnya.

5. Beri Suami Waktu Bersama Keluarganya

Sejatinya tidak ada suami yang suka dengan istri yang terlalu banyak menuntut. Waktu yang ia miliki bukan sepenuhnya milik istrinya. Suami juga harus meluangkan waktu dan pikirannya untuk pekerjaan, teman-teman, dan keluarganya. Dan istri harus memahami hal tersebut.

Baca Juga: Mengakrabkan Si Kecil dengan Keluarga

6. Hindari Emosi

Bagaimanapun juga, istri harus tetap menghormati keluarga dan saudara-saudara dari suami. Hindari bersikap emosional dalam keadaan apapun. Jangan marah apabila suami sudah menunjukkan tanda-tanda bahwa perhatiannya lebih banyak dihabiskan untuk saudaranya, dan tetap tenang.

7. Jangan Merasa Tersaingi

Karena hukum suami lebih mementingkan keluarganya daripada istrinya adalah boleh, seorang istri tidak seharusnya menganggap keluarga suami sebagai saingan.

Ketahui bagaimana cara yang tepat untuk menempatkan diri di tengah keluarganya. Ini pun merupakan salah satu cara menjaga keharmonisan dalam berumah tangga.

8. Beri Pengertian

Sebagian besar suami mungkin mengerti prioritas setelah berumah tangga. Namun jika tidak, berilah pengertian. Beri tahu bahwa sebagai anak laki-laki, suami memang harus selalu berbakti dan membantu keluarga. Namun, ingatkan bahwa ada istri yang juga harus dipentingkan kebutuhannya.

9. Jangan Membenci

Selain menimbulkan konflik, memperlihatkan sikap kebencian juga bukan perilaku yang baik terlebih kepada mertua. Membenci hanya akan memperpanjang masalah dan menciptakan konflik baru. Berusahalah untuk selalu bersikap baik dan hormat kepada mertua dan juga keluarganya.

10. Bersabar

Akar penyelesaian dari semua masalah rumah tangga adalah bersabar. Dengan bersabar, hati dan pikiran akan lebih tenang sehingga dapat berpikir jernih dan tidak mudah tersulut emosi. Cepat atau lambat, akan ada suatu hal yang membuatnya berubah menjadi suami yang lebih baik.

Setelah mengetahui hukum suami lebih mementingkan keluarganya daripada istrinya, ada baiknya pada istri untuk lebih bersabar dan meningkatkan komunikasi dengan suami.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait