KESEHATAN UMUM
16 September 2022

Pentingnya Imunisasi Campak Rubella untuk Si Kecil, Jangan Sampai Dilewatkan!

Jangan sampai lupa, ya, Moms
Pentingnya Imunisasi Campak Rubella untuk Si Kecil, Jangan Sampai Dilewatkan!

Salah satu program dalam peringatan Bulan Imunisasi Anak Nasional atau BIAN adalah imunisasi campak rubella.

Mengutip laman resmi Dinkes Jakarta, dalam pencanangan BIAN 2022, Dinkes DKI Jakarta mencatat sebanyak 48.904 anak berusia 9-59 bulan telah mendapatkan imunisasi campak rubella.

Di Indonesia, pemberian imunisasi campak rubella telah masuk ke dalam daftar pemberian imunisasi nasional sejak tahun 2017.

Target utama pemberian vaksin ini adalah anak berusia 9 bulan sampai 6 tahun.

Tahukah Moms, vaksin atau imunisasi campak rubella tersedia dalam bentuk dua dosis suntikan?

Dengan dua dosis suntikan tersebut, anak-anak diharapkan dapat terbebas dari dua wabah penyakit mematikan ini, yaitu campak dan rubella.

Ingin tahu mengenai informasi lebih lanjut perihal imunisasi campak rubella?

Yuk, cari tahu penjelasannya di bawah ini!

Baca Juga: Sudah Imunisasi di Luar Negeri, Perlukah Anak Imunisasi Ulang Ketika Pulang ke Indonesia?

Target Sasaran Imunisasi Campak Rubella

Target Sasaran Imunisasi Campak Rubella

Foto: Target Sasaran Imunisasi Campak Rubella (Freepik)

Seperti yang telah disebutkan, target utama dari imunisasi ini adalah anak-anak yang berusia 9 bulan sampai 6 tahun.

Namun, untuk anak usia 9-15 bulan, mereka hanya bisa mendapatkan satu dosis vaksin.

Sementara itu, untuk anak usia 15 bulan-6 tahun, mereka bisa memperoleh dua dosis vaksin.

Anak-anak dapat menerima dosis kedua lebih awal, selama setidaknya 28 hari setelah dosis pertama.

Selain itu, jika anak telah berusia lebih dari 6 tahun namun belum mendapat kedua dosis vaksin tersebut, mereka wajib melakukan imunisasi campak rubela.

Baca Juga: Adakah Dampak Terlewat Jadwal Imunisasi Bayi?

Umumnya, anak akan direkomendasikan diberi dosis kedua untuk proteksi lengkap.

Namun, terdapat beberapa orang yang tidak disarankan (kontraindikasi) untuk mendapatkan imunisasi campak rubella, yakni:

  • Orang yang mengalami reaksi alergi parah setelah suntikan MMR pertama
  • Orang yang alergi terhadap gelatin atau neomisin
  • Anak dengan penyakit keganasan yang tak ditangani atau yang kekebalannya berubah, dan mereka yang menerima obat imunosupresif atau radioterapi, atau kortikosteroid dosis tinggi
  • Anak yang menerima injeksi vaksin hidup lain dalam 4 minggu
  • Anak yang demam akut (imunisasi harus ditunda)
  • Masih dalam durasi 3 bulan setelah injeksi imunoglobulin
  • Mungkin sedang hamil atau berencana untuk hamil dalam 4 minggu ke depan
  • Sistem kekebalan lemah karena obat kanker, kortikosteroid, atau AIDS
  • Menerima obat apa pun yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, seperti steroid
  • Menderita tuberkulosis

Selain itu, imunisasi campak rubella juga harus ditunda apabila terdapat kondisi-kondisi di bawah ini:

  • Memiliki penyakit sedang hingga berat
  • Sedang hamil
  • Menjalani transfusi darah atau memiliki kondisi yang membuat Anda mudah berdarah atau memar
  • Telah menerima vaksin lain dalam empat minggu terakhir

Baca Juga: Berapa Ideal Dosis Imunisasi dalam Satu Waktu?

Efek Samping Imunisasi Campak Rubella

Efek Samping Imunisasi Campak Rubella

Foto: Efek Samping Imunisasi Campak Rubella (Freepik)

Seperti imunisasi atau vaksin lainnya, vaksin MMR dapat menyebabkan sejumlah efek samping.

Namun, Moms tidak perlu khawatir berlebihan, karena efek samping tersebut umumnya minim.

Kendati begitu, tak ada salahnya untuk tetap waspada, karena efek samping imunisasi campak rubella dapat berkisar dari ringan hingga serius.

  • Efek Samping ringan: demam dan ruam ringan
  • Efek Samping sedang: nyeri dan kekakuan sendi, kejang, dan jumlah trombosit rendah
  • Efek Samping serius: reaksi alergi, yang dapat menyebabkan gatal-gatal, bengkak, dan kesulitan bernapas (sangat jarang)

Hal yang perlu diperhatikan, ketika Moms mendapati Si Kecil mengalami efek samping serius setelah mendapat vaksin MMR, jangan tunda untuk segera berobat ke dokter, ya!

Baca Juga: 13+ Jenis Imunisasi Lengkap Si Kecil yang Disarankan IDAI, Catat Jadwalnya!

Efektivitas Imunisasi Campak Rubella

Efektivitas Imunisasi Campak Rubella

Foto: Efektivitas Imunisasi Campak Rubella (Freepik)

Melansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC), imunisasi MMR sangat efektif melindungi masyarakat khususnya anak dari penyakit campak, gondongan, dan rubella.

Selain itu, vaksin ini juga bisa mencegah komplikasi yang disebabkan oleh penyakit-penyakit tersebut.

Anak yang menerima vaksinasi MMR sesuai dengan jadwal dianggap memiliki risiko yang lebih rendah untuk mengalami penyakit mematikan.

Penjelasan lebih detail mengenai efektivitas juga dibahas oleh CDC, seperti berikut:

  • Satu dosis suntikan MMR 93% efektif melawan campak
  • Satu dosis suntikan MMR 78% efektif melawan gondongan
  • Satu dosis suntikan MMR 97% efektif melawan rubella.
  • Dua dosis vaksin MMR 97% efektif melawan campak
  • Dua dosis vaksin MMR 88% efektif melawan gondok

Tingkat efektivitas tersebut disebabkan karena jenis imunisasi ini merupakan vaksin virus hidup yang dilemahkan.

Ini berarti, setelah suntikan, virus menyebabkan infeksi yang tidak berbahaya pada orang yang divaksinasi.

Dengan begitu, sistem kekebalan tubuh akan mencoba melawan infeksi yang disebabkan oleh virus yang melemah ini.

Pada akhirnya, sistem kekebalan tubuh telah berkembang untuk lebih mampu menghadapi infeksi serupa di masa yang akan datang.

Alhasil, apabila terjadi infeksi campak, gondongan, atau rubella, Si Kecil umumnya hanya mengalami gejala yang ringan saja.

Baca Juga: 11+ Imunisasi Lanjutan untuk Si Kecil, Jangan Terlewat ya Moms!

Nah, itulah informasi lengkap mengenai imunisasi campak rubella yang bisa Moms ketahui.

Jadi, sudahkah Si Kecil mendapatkan imunisasi campak rubella sesuai anjuran dari pemerintah?

Apabila Moms ragu, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi lebih lanjut kepada dokter.

Ingat, Moms, imunisasi campak rubella adalah hal penting yang sebaiknya tidak dilewatkan. Hal ini demi kesehatan Si Kecil, baik saat ini maupun nanti ketika dewasa.

  • https://www.healthline.com/health/mmr-vaccine
  • https://kidshealth.org/en/parents/mmr-vaccine.html
  • https://www.webmd.com/children/vaccines/measles-mumps-and-rubella-mmr-vaccine
  • https://www.cdc.gov/vaccines/vpd/mmr/public/index.html
  • https://dinkes.jakarta.go.id/berita/read/48904-anak-sudah-menerima-imunisasi-campak-rubela-bian-2022
  • https://pionas.pom.go.id/ioni/bab-14-produk-imunologis-dan-vaksin