Scroll untuk melanjutkan membaca

NEWBORN
26 Mei 2022

11+ Imunisasi Lanjutan untuk Si Kecil, Jangan Terlewat ya Moms!

Rutin ajak Si Kecil imunisasi, ya Moms
11+ Imunisasi Lanjutan untuk Si Kecil, Jangan Terlewat ya Moms!

Moms, imunisasi sangat penting diberikan bagi bayi baru lahir hingga beranjak anak-anak. Biasanya imunisasi ini disebut dengan imunisasi lanjutan.

Seperti yang Moms ketahui, imunisasi tidak hanya diberikan satu kali saja, ada imunisasi lanjutan yang perlu diperoleh oleh Si Kecil. Pengulangan vaksin ini bertujuan agar sistem kekebalan tubuh terbentuk secara sempurna.

Jika Si Kecil tidak mendapatkan imunisasi lanjutan, maka risiko akan penularan penyakit masih tinggi, lho Moms!

Baca Juga: Jadwal Imunisasi Dasar untuk Anak 0-18 Tahun yang Lengkap dan Wajib Diberikan

Mengapa Harus Mendapatkan Imunisasi Lanjutan?

jenis-imunisasi

Foto: jenis-imunisasi

Foto: Orami Photo Stock

Nah, seperti yang sudah dipaparkan di atas, jika Si Kecil tidak mendapatkan imunisasi lanjutan, maka sistem kekebalan tubuh tidak sepenuhnya sempurna.

Sedangkan, imunisasi berfungsi untuk mencegah Si Kecil dari berbagai penyakit infeksi yang mungkin berisiko di masa pertumbuhannya.

Terlebih sistem kekebalan tubuh bayi memang dikenal belum sekuat tubuh orang dewasa, sehingga bayi termasuk ke dalam kelompok rentan akan penularan agen penyakit.

Imunisasi sendiri bekerja dengan memasukkan virus yang sudah dilemahkan atau virus mati ke dalam tubuh.

Ketika virus lemah dan mati tersebut masuk ke dalam tubuh, maka hal ini yang akan menjadi bekal bagi antibodi Si Kecil dalam melawan infeksi.

Baca Juga: Imunisasi BCG untuk Bayi: Usia Ideal, Efek Samping, dan Biayanya

Pada dasarnya banyak jenis vaksin yang harus selalu diulang dan tidak bisa jika hanya mendapatkan satu kali. Sebab, 1 kali saja tidak cukup untuk melawan agen penyakit.

Ketika Si Kecil mendapatkan suntikan pertama, seiring berjalannya waktu, respon imun akan menurun.

Maka, dengan Imunisasi lanjutan bisa membantu meningkatkan respon imun yang lebih baik sekaligus memberikan perlindungan tambahan bagi Si Kecil.

Hal ini pun senada dengan Dr. Matheus Tatang Puspanjono, Sp.A, Dokter Spesialis Anak, RS Pondok Indah – Pondok Indah dan RS Pondok Indah – Bintaro Jaya.

"Vaksinasi tidak hanya anak dapatkan satu kali, ada imunisasi lanjutan yang perlu anak terima. Beberapa vaksin memberi tingkat perlindungan yang rendah setelah satu kali pemberian," jelas Dr. Matheus.

Tentunya lebih baik mendapatkan vaksin daripada harus menghadapi penyakit, ya Moms!

Jenis Imunisasi Lanjutan yang Perlu Didapatkan

Jangan Sampai Luput, Ini Pentingnya Imunisasi IPV untuk Anak!.jpg

Foto: Jangan Sampai Luput, Ini Pentingnya Imunisasi IPV untuk Anak!.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Berdasarkan jadwal imunisasi lanjutan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) terbaru tahun 2020, berikut imunisasi lanjutan untuk anak.

1. DPT

Imunisasi DPT bertujuan untuk mencegah penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Imunisasi ini anak dapatkan sebanyak 5 kali dengan jadwal seperti berikut:

  • Usia 2 bulan atau paling cepat pada usia 6 minggu
  • Usia 4 bulan
  • Usia 6 bulan
  • Usia 18 bulan
  • Usia 5 tahun

Setelah itu, anak mendapatkan vaksin Td atau Tdap pada usia 10-12 tahun sebagai booster untuk melindungi anak dari tetanus dan difteri. Selanjutnya, imunisasi booster anak ulangi setiap 10 tahun.

Baca Juga: Kenali Vaksin DPT yang Mampu Mencegah Tetanus pada Anak

2. Hepatitis B (HB)

Imunisasi ini Si Kecil harus menerimanya sebanyak 3 kali untuk mencegah anak dari penyakit hepatitis B dengan rincian berikut:

  • Kurang dari 24 jam jam setelah Si Kecil lahir
  • Bayi berusia 1-2 bulan
  • Bayi usia 6-18 bulan
  • Jika vaksin hepatitis B bersamaan dengan DPT, pemberian imunisasi ini bisa bayi dapatkan saat berusia usia 2, 3, dan 4 bulan.

3. Polio

Seberapa-penting-vaksin-polio.jpg

Foto: Seberapa-penting-vaksin-polio.jpg (Orami Photo Stocks)

Foto: Orami Photo Stock

Vaksin polio berfungsi untuk mencegah penyakit polio pada anak yang pemberiannya sebanyak 4 kali. Pemberian pertama vaksin polio segera setelah bayi lahir.

Setelah itu, vaksin kedua, ketiga, dan keempat saat bayi usia 2, 3, dan 4 bulan. Pada usia 18 bulan, imunisasi polio lanjutan bisa Si Kecil dapatkan untuk mendapat kekebalan tubuh yang sempurna dari penyakit polio.

Baca Juga: Jangan Sampai Luput, Ini Pentingnya Imunisasi IPV untuk Anak!

4. Pneumokokus (PCV)

Vaksin PCV untuk melindungi Si Kecil dari bakteri penyebab meningitis dan pneumonia. Pemberian vaksin PCV sebanyak 4 kali sesuai kelompok usia.

Pada anak usia kurang dari 1 tahun, pemberian PCV setiap 2 bulan, seperti pada usia 2, 4, dan 6 bulan. Pemberian keempat vaksin PCV ini pada bayi usia 12 sampai 15 bulan.

5. Campak

vaksin-campak.jpg

Foto: vaksin-campak.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Vaksin campak tentunya untuk mencegah penyakit campak dan pemberian pertama kali pada bayi usia 9 bulan.

Setelah itu, imunisasi campak lanjutan pada usia 18 bulan dan pemberian ketiga pada usia 6-7 tahun atau saat Si Kecil baru masuk sekolah.

Vaksin campak kedua tidak perlu diberikan jika Si Kecil sudah mendapatkan vaksin MMR.

Baca Juga: Campak pada Anak, Ketahui Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi, dan Pantangannya

6. MMR

Imunisasi lanjutan lainnya adalah vaksin MMR membantu untuk mencegah Si Kecil mengalami penyakit mumps (gondong), measles (campak), dan rubella (campak jerman).

Jika anak sudah mendapatkan vaksin campak pada usia 9 bulan, pemberian vaksin MMR diberikan saat anak berusia 15 bulan (minimal jarak pemberian 6 bulan dari vaksin campak).

Pemberian imunisasi MMR lanjutan saat anak berusia 5 tahun.

7. Rotavirus

Ini Deretan Vaksin yang Wajib Diberikan untuk Si Kecil!

Foto: Ini Deretan Vaksin yang Wajib Diberikan untuk Si Kecil! (Dct.azureedge.net)

Foto: Orami Photo Stock

Imunisasi rotavirus berfungsi untuk mencegah Si Kecil terkena penyakit infeksi karena rotavirus, seperti sakit diare.

Vaksin rotavirus monovalen terdiri dari 1 jenis virus dengan pemberian 2 kali, yaitu pada usia bayi 6-14 minggu dan setelah 4 minggu dari pemberian pertama.

Sementara itu, vaksin rotavirus pentavalen yang terdiri dari beberapa jenis virus dengan pemberian 3 kali, yaitu pada usia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan.

8. Varisela

Vaksin ini untuk mencegah penyakit cacar air, Si Kecil perlu mendapatkan vaksin varisela sesuai jadwal dari IDAI yaitu setelah berusia 1 tahun.

Berdasarkan catatan dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), vaksin varisela bisa memberikan perlindungan sebesar 90-97 persen selama 7-10 tahun.

Jika Si Kecil pernah mendapatkan vaksin varisela, kemungkinan terkena cacar air semakin kecil. Jika terinfeksi, Si Kecil hanya merasakan gejala ringan yang tidak mengganggu.

Baca Juga: Perbedaan Flu Singapura dan Cacar, Jangan Sampai Salah!

9. Hepatitis A

Imunisasi lanjutan yang perlu Si Kecil dapatkan adalah hepatitis A untuk mencegah infeksi virus hepatitis lewat makanan dan feses penderitanya.

Si Kecil harus menerima imunisasi hepatitis A sebanyak 2 kali dengan jeda 6 sampai 12 bulan setelah suntikan pertama.

Pemberian pertama kali adalah saat Si Kecil berusia 2 tahun dan imunisasi lanjutan 6 sampai 12 bulan kemudian.

10. Influenza

Jangan Salah Kaprah Lagi, Ini 5 Fakta Seputar HIVAIDS Pada Anak 4.jpg

Foto: Jangan Salah Kaprah Lagi, Ini 5 Fakta Seputar HIVAIDS Pada Anak 4.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Vaksin influenza bisa Si Kecil dapatkan saat berusia 6 bulan dan pemberiannya bisa kapan saja, tidak ada jadwal pasti.

Hal yang terpenting, Si Kecil sudah berusia 6 bulan. Imunisasi influenza lanjutan bisa diberikan setiap satu tahun sekali.

Meski flu adalah penyakit umum, imunisasi flu bisa mencegah anak terkena penyakit meski cuaca sedang tidak menentu.

11. Tifoid

Imunisasi lanjutan tifoid berfungsi untuk mencegah infeksi bakteri salmonella typhii, yakni penyebab penyakit tifus.

Si Kecil akan menerima vaksin tifoid pertama kali saat anak berusia 2 tahun. Imunisasi tifoid lanjutan bisa didapatkan setiap 3 tahun sekali.

Imunisasi ini bisa melindungi Si Kecil dari tifus sekitar 50-80 persen. Namun Moms dan Dads tetap harus menjaga pola makan Si Kecil agar tidak tertular penyakit ini.

Baca Juga: 13 Cara Alami Mengatasi Cacar Air pada Anak

12. Japanese encephalitis (JE)

Penularan penyakit lewat nyamuk tidak hanya pada demam berdarah, lho Moms! Tetapi juga penyakit japanese encephalitis (JE).

Seperti namanya, penyakit ini pertama kali hadir di Jepang pada tahun 1871 dengan sebutan summer encephalitis.

Imunisasi JE bisa Si Kecil dapatkan saat berusia 12 bulan. Sementara itu, imunisasi JE lanjutan pada rentang waktu 1-2 tahun berikutnya.

Bagaimana Jika Terlambat 2 Tahun dalam Imunisasi Lanjutan?

Penting untuk Anak, Apa Saja Manfaat Imunisasi BCG.jpg

Foto: Penting untuk Anak, Apa Saja Manfaat Imunisasi BCG.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Melansir dari Healthline, melewatkan vaksin tidak berdampak buruk terhadap Si Kecil. Namun akan berdampak buruk jika menghentikan vaksin sepenuhnya.

Termasuk jika tidak mendapatkan vaksin sama sekali akan berdampak bahaya pada kesehatan Si Kecil. Menurut WHO, bahwa imunisasi bisa mencegah kurang lebih 2 hingga 3 juta kematian tiap tahunnya.

Kemudian, menurut Dr. Matheus, apabila anak terlewat vaksinasi hingga 2 tahun lamanya, Si Kecil tidak perlu mengulang vaksin.

Moms bisa segera membawa Si Kecil untuk mendapatkan dosis vaksin yang tertinggal. Beri jeda kurang lebih 1 bulan antar vaksin untuk mengejar ketertinggalan, ya Moms!

Itu dia informasi seputar imunisasi lanjutan yang perlu diberikan seiring Si Kecil berkembang. Dengan memberikan vaksin rutin dan lengkap, Si Kecil bisa terhindar dari penyakit.

Meskipun tidak sepenuhnya terhindar dari penyakit, setidaknya tubuh Si Kecil bisa mengurangi gejala yang parah.

  • https://www.idai.or.id/tentang-idai/pernyataan-idai/jadwal-imunisasi-idai-2020
  • https://www.healthline.com/health/vaccinations#if-we-stopped
  • https://www.cdc.gov/chickenpox/index.html#:~:text=Chickenpox%20is%20very%20contagious.,people%20with%20weakened%20immune%20systems.
  • https://www.who.int/features/factfiles/immunization/facts/en/