Trimester 1

TRIMESTER 1
28 Desember 2020

Sakit Perut saat Hamil, Ini 10 Penyebabnya!

Harus tahu mana sakit perut yang harus diwaspadai.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Amelia Puteri

Menurut National Health Service (NHS), Wajar jika Moms kerap merasa sakit perut saat hamil. Bagaimanapun, rahim membesar, otot-otot ligamen meregang, dan organ-organ di sekitar perut terus tertekan oleh janin yang tumbuh.

Beberapa sakit perut ada yang sifatnya ringan dan akan berlalu sendirinya, tetapi ada juga sakit perut yang perlu mendapat perhatian khusus.

Yuk, cari tahu apa saja penyebab sakit perut saat hamil, dan bagaimana cara mengetahui apakah sakit perut yang Moms alami tergolong ringan atau berbahaya.

Baca Juga: Mengenal Kram Perut, Salah Satu Tanda Kehamilan Paling Umum

Penyebab Sakit Perut saat Hamil yang Tidak Berbahaya

shutterstock 682708039

Foto: Orami Photo Stock

1. Akibat Pertumbuhan Rahim

Rahim Moms terus tumbuh dan membesar hingga menekan organ-organ di sekitarnya, termasuk usus.

Ini dapat menimbulkan rasa mual, sebah, dan kembung pada perut, demikian dikata Patrick Duff, M.D, profesor kebidanan dan kandungan dari University of Florida, seperti dilansir dari parents.com.

Solusi untuk penyebab sakit perut saat hamil ini, cobalah makan lebih sering namun dalam porsi sedikit-sedikit, olahraga secara teratur, perbanyak istirahat, dan sering-seringlah mengosongkan kandung kemih.

2. Nyeri Ligamen

Ketika rahim membesar, ligamen yang membentang dari rahim ke selangkangan akan ikut meregang.

Moms mungkin akan merasakan ketidaknyamanan di perut bagian bawah yang menjalar ke selangkangan, terasa tajam dan menusuk ketika Moms mengubah posisi tubuh, bersin, atau batuk.

Sakit perut saat hamil ini biasanya mulai dialami pada trimester kedua.

3. Banyak Gas

Gas bisa menyebabkan sakit perut yang menyiksa. Mungkin tinggal di satu area atau menyebar ke seluruh perut, punggung, dan dada Moms.

Menurut Mayo Clinic, wanita mengalami lebih banyak gas selama kehamilan karena peningkatan progesteron. Progesteron menyebabkan otot usus mengendur dan memperpanjang waktu yang dibutuhkan makanan untuk melewati usus.

Hormon yang meningkat selama kehamilan ini akan memperlambat kerja saluran pencernaan. Makanan tetap berada di usus besar lebih lama, yang memungkinkan lebih banyak gas untuk berkembang.

Saat kehamilan berlanjut, rahim Moms yang membesar memberi tekanan ekstra pada organ, yang dapat memperlambat pencernaan lebih jauh dan memungkinkan gas menumpuk. Dampaknya, sebabkan sakit perut saat hamil.

Hal ini membuat makanan bergerak lebih lambat, menyebabkan Moms mengalami kembung akibat terlalu banyak gas.

Baca Juga: Sering Kembung, 1 dari 8 Tanda Pembuahan yang Berhasil Setelah Berhubungan Intim

4. Nyeri Ligamen Bundar

Ada dua ligamen bundar besar yang berjalan dari rahim melalui selangkangan. Ligamen ini menopang rahim. Saat rahim membentang untuk menampung bayi kita yang sedang tumbuh, begitu pula ligamennya.

Ini dapat menyebabkan nyeri tajam atau tumpul di perut, pinggul, atau selangkangan. Ketika Moms menggeser posisi, bersin, atau batuk dapat memicu nyeri ligamen bulat. Ini biasanya terjadi pada paruh terakhir kehamilan.

5. Sembelit

Sembelit merupakan keluhan yang sering dialami ibu hamil. Hormon yang berfluktuasi, pola makan yang kekurangan cairan atau serat, kurang olahraga, pil zat besi, atau kecemasan umum semuanya dapat menyebabkan sembelit.

Menjadi penyebab sakit perut saat hamil, sembelit bisa menyebabkan sakit parah. Ini sering digambarkan sebagai kram atau nyeri tajam dan menusuk.

Coba tingkatkan jumlah serat dalam makanan kita. Meningkatkan cairan juga dapat membantu. Wanita hamil harus minum setidaknya 8 hingga 10 gelas air setiap hari.

Bicaralah dengan dokter Moms sebelum mengambil pelunak feses. Beberapa pelunak feses tidak disarankan selama kehamilan.

Baca Juga: Ketahui Pola Makan Agar Cepat Hamil dari 4 Fase Tubuh Wanita Ini

Penyebab Sakit Perut saat Hamil yang Berbahaya

sakit perut saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Setelah yang tidak berbahaya, di bawah ini ada beberapa penyebab sakit perut saat hamil yang berbahaya. Ada apa saja ya Moms?

6. Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang berkembang di luar rahim, dan paling sering terjadi di tuba falopi.

Kehamilan ektopik menyebabkan rasa sakit perut saat hamil dan perdarahan yang intens antara minggu ke 6 dan 10 kehamilan.

Kehamilan ektopik harus segera ditangani, karena meski kehamilan tidak dapat dilanjutkan, dapat mengancam nyawa jika tidak ditangani segera.

Baca Juga: Tak Hanya Enak, Ini 13 Manfaat Kacang Hijau untuk Ibu Hamil yang Bernutrisi!

7. Keguguran

Dr. Duff mengatakan bahwa sakit perut hebat yang terjadi di trimester pertama seringkali menjadi indikasi keguguran. Selain sakit perut, gejala keguguran juga meliputi perdarahan dan kontraksi.

8. Solusio Plasenta

Plasenta merupakan sumber oksigen dan nutrisi untuk janin, dan baru akan terlepas setelah bayi lahir. Terjadinya solusio plasenta juga bisa menjadi penyebab sakit perut saat hamil yang patut diperhatikan.

Dalam kasus yang jarang terjadi (1 dari setiap 200 kelahiran), plasenta dapat terpisah dari dinding rahim. Ini merupakan komplikasi yang berbahaya, dan paling umum terjadi di trimester ketiga.

Dr. Duff menggambarkan rasa sakit akibat solusio plasenta sebagai 'sakit perut bagian bawah yang parah, konstan, dan semakin memburuk'.

9. Preeklampsia

Menurut Preeclampsia Foundation of America, preeklamsia dan gangguan hipertensi lainnya dialami oleh 5 hingga 8 persen dari semua wanita hamil.

Preeklamsia dapat berkembang kapan saja setelah usia kehamilan di atas 20 minggu, dan ditandai dengan tekanan darah tinggi dan adanya protein dalam urin.

10. Infeksi saluran kemih (ISK)

Sekitar 10 persen wanita hamil akan mengalami Infeksi Saluran Kemih (ISK) selama kehamilan.

Gejala khasnya termasuk keinginan tiba-tiba untuk buang air kecil, rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil, dan berdarah. Dan beberapa pasien dengan ISK juga mengalami sakit perut saat hamil.

Itulah salah satu alasan mengapa dokter kandungan kerap melakukan tes urin setiap kali kunjungan, untuk memeriksa tanda-tanda bakteri penyebab ISK.

Tapi tak perlu khawatir, jika ISK diketahui lebih awal, ISK mudah diobati dengan antibiotik.

Baca Juga: Balita Sakit Flu, Perlukah Minum Antibiotik?

Cara Mengatasi Sakit Perut saat Hamil

sakit perut saat hamil-1

Foto: Orami Photo Stock

Untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat sakit perut di atas, beberapa hal berikut ini bisa Moms lakukan.

1. Mandi Air Hangat

Untuk meredakan nyeri atau sakit dari otot perut dan ligamen yang meregang, istirahat atau mandi air hangat bisa membantu. Olahraga teratur akan memperkuat dan mengencangkan otot perut Moms.

Berhati-hatilah untuk menghindari latihan sambil berbaring telentang selama lebih dari beberapa menit setelah trimester pertama, karena ini dapat menurunkan aliran darah ke bayi Moms yang sedang berkembang.

2. Makan Banyak Serat

Agar feses tetap lembut dan buang air besar secara teratur, Moms harus konsumsi banyak serat makanan dari buah segar, sayuran, sereal dan roti gandum, dan buah kering.

Hindari penggunaan obat pencahar yang dijual tanpa resep. Agen pelembut serat atau feses mungkin membantu. Cobalah psyllium (Plantago psyllium), agen pembentuk ruah herbal. Minum banyak air putih dan berolahraga secara teratur.

3. Sering Nyemil dan Minum Banyak Air

Jika sakit perut saat hamil disebabkan oleh gas, harus ditangani dengan perubahan gaya hidup. Cobalah makan beberapa makanan kecil sepanjang hari dan minum banyak air.

Olahraga juga dapat membantu pencernaan. Identifikasi makanan yang memicu gas dan hindari. Makanan yang digoreng dan berminyak, serta kacang-kacangan dan kubis, adalah penyebab yang umum. Hindari juga semua minuman berkarbonasi.

Banyak wanita menganggap sakit perut selama kehamilan sebagai gas, tetapi ada alasan jinak lain untuk timbul rasa sakit.

Baca Juga: Anjuran Minum Air Putih Selama WFH #DiRumahAja

4. Lakukan Peregangan

Untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri ligamen bundar, berlatihlah bangun perlahan jika Moms duduk atau berbaring.

Jika Moms merasa bersin atau batuk, tekuk dan tekuk pinggul kita. Ini dapat membantu mengurangi tekanan pada ligamen.

Peregangan harian juga merupakan metode yang efektif untuk mengurangi nyeri ligamen bundar yang jadi penyebab sakit perut saat hamil.

5. Konsultasi ke Dokter

Moms harus mengunjungi dokter langsung jika sakit perut diakibatkan karena masalah-masalah yang berbahaya. Dokter akan merawat Moms hingga merasa lebih baik.

Bagaimana, Moms? Sudah tahu, kan, mana sakit perut saat hamil yang normal dan berbahaya pada kehamilan?

Lakukan beberapa cara di atas untuk mengatasi sakit perut saat hamil yang ringan ya.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait