17 Juli 2019

Jangan Biasakan Mencium Bayi Baru Lahir, Ini Alasannya

Meski merupakan ungkapan sayang, namun ciuman untuk bayi baru lahir dapat mengancam nyawa

Sesaat memiliki bayi baru lahir, mungkin tidak hanya Moms atau Dads yang bergembira untuk membawa Si Kecil pulang.

Ketika hadirnya Si Kecil, keluarga dan kerabat tentu akan ikut bersemangat menyambut datangnya bayi baru lahir dan bersiap memberikan cinta, pelukan serta ciuman hangat untuknya.

Namun, Moms tetap perlu waspada terhadap ciuman yang akan diberikan kepada bayi baru lahir. Karena meski merupakan ungkapan sayang, namun ciuman yang diberikan untuk bayi baru lahir bisa membahayakan nyawa bayi.

Berikut ini penjelasannya.

1. Sistem Imunitas Bayi

1 Sistem Imunitas Bayi.jpg
Foto: 1 Sistem Imunitas Bayi.jpg

Foto: healthline.com

Bayi baru lahir memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum matang dan belum mendapatkan vaksinasi secara lengkap. Sehingga bayi baru lahir sangat rentan terhadap semua jenis infeksi serta penyakit.

Orang tua diharapkan lebih waspada terhadap hal atau orang yang ada di sekitar bayi baru lahir, karena dapat membahayakan nyawa bayi.

“Bayi dan anak-anak sangat rentan mendapatkan infeksi parah pada bulan pertama kehidupannya dan rentan memiliki infeksi serius di tiga bulan pertama kehidupan dengan sedikit gejala, kecuali demam,” ungkap Dr. Dean Blumberg, Kepala Bagian Penyakit Menular Anak di Rumah Sakit Anak Universitas California Davis, seperti dikutip dari healthline.com.

Baca Juga : Waspada! Bayi Bisa Terkena Herpes Hanya Karena Dicium

2. Ciuman Mematikan

2 Ciuman Mematikan.jpg
Foto: 2 Ciuman Mematikan.jpg

Foto: themomcreative.com

Salah satu penyakit yang membahayakan nyawa bayi baru lahir dan ditularkan melalui ciuman adalah herpes simplex virus atau HSV.

Beberapa orang dewasa yang memiliki lepuhan atau luka infeksi di sekitar bibir mereka atau baru mulai mendapatkan virusnya, dapat menularkan virus tersebut melalui ciuman dengan bayi baru lahir.

Saat bayi baru lahir tertular dengan HSV, maka virus tersebut dapat menyerang otak bayi baru lahir dan rentan membuat Si Kecil mengalami meningitis (radang selaput otak) dan ensefalitis (radang organ otak) yang dapat membahayakan nyawa bayi.

Tak hanya itu, beragam penyakit mematikan dan membahayakan nyawa bayi lainnya juga dapat ditularkan melalui ciuman dari orang dewasa.

Seperti: Respiratory Synctial Virus (RSV) yang menyerang sistem paru-paru bayi baru lahir, alergi bahan kimia pada kosmetik (ketika kulit orang dewasa bersentuhan dengan bayi saat memberikan ciuman), kissing disease (mononucleosis) yang ditularkan melalui air liur, hingga karies gigi yang dapat ditularkan dari orang dewasa dengan kebersihan gigi yang kurang terjaga.

Baca Juga : Jangan Biarkan Sembarang Orang Mencium Bayi, Ini 5 Bahaya Kesehatan yang Mengintai!

3. Cara Lain Memberi Kasih Sayang

3 Cara Lain Memberi Kasih Sayang.jpg
Foto: 3 Cara Lain Memberi Kasih Sayang.jpg (Orami Photo Stocks)

Foto: romper.com

Masa bayi baru lahir bukanlah periode untuk membangun sistem imunitas tubuhnya, tetapi merupakan masa dimana para orang tua perlu menjaga bayi baru lahir dari orang-orang yang sakit di sekitarnya.

Memang sulit untuk menegur atau mengingatkan keluarga atau kerabat untuk tidak terlalu berdekatan dengan Si Kecil yang baru lahir.

Namun, pencegahan akan selalu lebih baik dibandingkan bayi baru lahir harus terserang virus yang dapat membahayakan nyawa bayi.

Tidak dapat dipungkiri, bahwa bayi baru lahir juga memerlukan kasih sayang untuk membangun kedekatan dan mendorong perkembangannya.

Namun, masih ada beragam cara lain yang bisa dilakukan untuk memberikan atau menunjukkan kasih sayang, selain dengan ciuman di bibir.

“Bentuk fisik lain dari kasih sayang seperti memeluk bayi dengan erat atau mendekap Si Kecil sedekat mungkin, semua itu tentu ingin dilakukan para orang tua. Bayi sangat ingin diperhatikan, itulah hal yang paling mereka pedulikan,” ungkap Dr. Whitney Casares, MD, MPH, FAAP, Dokter anak dan penulis buku The Newborn Baby Blueprint, seperti dikutip dari romper.com.

(GS/CAR)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.