24 April 2019

Jangan Panik, Ini Solusi Untuk Anak yang Telat Tumbuh Gigi

Ketika anak mengalami pertumbuhan gigi yang lambat, apa yang harus dilakukan? Simak di sini untuk ulasannya.



Pertumbuhan gigi adalah fase yang akan dialami oleh anak dan penting untuk perkembangan anak ke depannya.

Bukan tanpa alasan, gigi dan mulut adalah gerbang masuknya sistem pencernaan dalam tubuh.

Jadi, ketika gigi dan mulut dalam keadaan sehat, maka asupan gizi yang dimakan akan lebih tercerna dengan baik.

Sebaliknya, ketika kesehatan gigi tidak terjaga dengan baik dapat memengaruhi asupan gizi anak.

Cepatnya arus teknologi dan banyaknya informasi tentang pertumbuhan gigi anak. Namun, jangan sampai Moms mendapatkan informasi yang salah. Semuanya harus berdasarkan fakta yang jelas dan akurat.

Baca Juga : 5 Tips Menyenangkan Agar Balita Tak Takut Ke Dokter Gigi

Salah satu masalah yang mungkin dialami oleh anak adalah pertumbuhan gigi yang lambat.

Umumnya gigi susu pertama anak akan tumbuh ketika ia berusia 6 bulan, yang dimulai dari gigi bawahnya.

Selanjutnya giginya tumbuh pada bagian rahang hingga pada usia 2 sampai 3 tahun, seluruh gigi susu anak akan tumbuh dengan lengkap.

Namun, ketika anak mengalami telat tumbuh gigi sebaiknya Moms jangan panik dulu.

Pertama, pahami pertumbuhan gigi anak yang tepat. Hal ini bisa dikonsultasikan kepada dokter gigi spesialis anak.

Lalu, solusi selanjutnya adalah melakukan beberapa cara ini. Simak ulasannya!

Merangsang Pertumbuhan Gigi dengan Makanan

jangan sampai kelebihan atau kekurangan, ini pentingnya potassium untuk balita 3
Foto: jangan sampai kelebihan atau kekurangan, ini pentingnya potassium untuk balita 3

Cara ini dinilai paling ampuh untuk merangsang pertumbuhan gigi anak. Hal ini diungkapkan juga oleh drg. Rizka Aulia Zaim, seorang dokter gigi spesialis anak.

Kategori makanan ini dikatakan sebagai finger food. Finger food adalah makanan yang mudah masuk ke dalam mulut anak, mudah digigit dan dikunyah oleh tangannya sendiri.

Finger food bukan saja sekadar makanan yang dikonsumsi oleh anak, namun juga sebagai stimulan yang tepat untuk merangsang pertumbuhan gigi anak.

“Semakin sering diberikan stimulus, maka dapat merangsang pertumbuhan gigi anak dengan lebih cepat," ujar dr. Rizka pada Kulwap Orami Community, Kamis (21/2) lalu..

Menurut dr. Rizka, caranya dengan finger food. Finger food punya banyak manfaat untuk stimulus gigi, sensori, dan motorik anak. Di samping itu, nutrisi ke dalam tubuhnya pun tetap terjaga dengan baik.

Sebenarnya, finger food sebaiknya diberikan ketika anak berusia 8-9 bulan sehingga anak mempunyai waktu untuk membiasakan diri dengan tekstur, rasa, dan aroma dari makanan yang diberikan.

Baca Juga : Sejak Usia Berapa Anak Wajib ke Dokter Gigi?

Ada banyak kategori finger food yang bisa diberikan pada anak dan bermanfaat untuk pertumbuhan giginya seperti:

  • Potongan tahu yang memiliki kandungan kalsium.
  • Telur rebus yang memiliki kandungan protein.
  • Potongan biskuit atau sereal.
  • Potongan buah yang mudah dicerna oleh anak, seperti pisang, mangga, pir, semangka.
  • Potongan keju yang lembut.
  • Potongan kecil sayuran yang dimasak sampai matang seperti brokoli, ubi, kentang, kacang polong, atau wortel.
  • Potongan daging sapi atau ayam yang dimasak sampai lunak.

Dengan memberikan finger food dengan asupan gizi yang tetap seimbang maka kesehatan anak tetap terjaga serta pertumbuhan giginya terangsang dengan baik.

“Tekstur makanan dan gizi yang terkandung dalam makanan anak juga harus diperhatikan karena dapat memengaruhi pertumbuhan gigi anak,” ujar dr. Rizka yang praktik di Brawijaya Women & Children, Bandung ini.

Selain itu, Moms, perhatikan jadwal makan anak setiap harinya. Pastikan anak makan tepat waktu dan waktu makannya tidak lebih dari 30 menit.

Pastikan juga anak untuk makan di meja makan, sehingga ini melatih dia untuk mandiri dan disiplin.

Terpenting adalah jangan memaksakan anak untuk mengonsumsi suatu makanan, tapi ajak dia untuk menikmati proses makanan yang dikonsumsinya, ya, Moms!

(DG/CAR)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.