Kesehatan

27 Desember 2020

Kacamata Terapi Ampuh Kembalikan Penglihatan, Mitos atau Fakta?

Dapatkah membuat pengguna kacamata melihat secara normal?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Putriana
Disunting oleh Amelia Puteri

Banyak orang percaya kalau kacamata terapi ini dapat membantu mengatasi berbagai kondisi pada mata seperti rabun jauh, rabun dekat, hingga silinder.

Sayangnya, hingga kini keefektifan kacamata terapi untuk mengembalikan kondisi mata masih menuai pro dan kontra.

Hal ini terkait kurangnya bukti ilmiah dan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui secara pasti kegunaan kacamata terapi.

Lalu, seberapa efektif kah penggunaan kacamata terapi untuk kesehatan mata? Simak penjelasannya lebih lanjut berikut ini, Moms.

Baca Juga: Balita Harus Pakai Kacamata, Apa Saja Penyebabnya?

Jenis Kacamata Terapi

photo-1516714819001-8ee7a13b71d7.jpg

Foto: unsplash.com

Ada beberapa jenis kacamata terapi yang beredar dan banyak digunakan oleh orang dengan kondisi kelainan mata.

Beberapa di antaranya adalah pinhole glasses, kacamata orthoptic, dan kacamata terapi ion nano yang akan kita bahas lebih dalam pada artikel berikut ini.

1. Pinhole Glasses

kcmt.jpg

Foto: verywellhealth.com

Kacamata terapi atau pinhole glasses merupakan kacamata dengan lensa yang dilapisi selembar plastik berwarna hitam dengan lubang-lubang kecil seukuran lubang jarum di permukaannya. Pinhole glasses adalah jenis kacamata terapi yang paling umum dijumpai.

Kacamata ini akan membantu mata lebih fokus dengan menghalangi cahaya langsung masuk ke arah mata. Dengan mengurangi intensitas cahaya yang masuk ke mata, seseorang akan dapat melihat lebih jelas.

Dikutip Healthline, pinhole glasses umumnya digunakan oleh dokter mata sebagai alat bantu diagnosis sejumlah penyakit, seperti distorsi kornea dan juga katarak.

“Dokter mata, baik ophthalmologists dan optometrists, selama beberapa dekade telah menggunakan kacamata lubang jarum secara klinis untuk membantu mendiagnosa kondisi-kondisi tertentu pada mata pasien dalam praktik klinis,” kata Dr. Larry Patterson, dokter mata di Crossville, Tennessee, Amerika Serikat.

Baca Juga: Membantu Visual, Ini Cara Kerja Kacamata Buta Warna

Selain itu, kacamata berlubang ini diklaim memiliki sejumlah manfaat lain termasuk mengatasi kondisi mata, di antaranya:

Manfaat Kacamata Terapi untuk Rabun Jauh dan Rabun Dekat

Rabun jauh (miopia) atau yang kerap kita sebut mata minus, merupakan gangguan fokus pada mata yang mengakibatkan penderitanya kesulitan melihat benda berjarak jauh alias objek terlihat buram.

Sebaliknya, rabun dekat (hipermetropi) atau yang sering kita sebut sebagai mata plus, merupakan gangguan fokus pada mata di mana seseorang memilki masalah saat melihat benda yang berjarak terlalu dekat.

Kedua kondisi pada mata tersebut sangat umum dijumpai di dunia termasuk di Indonesia.

Memakai kacamata dengan lensa koreksi maupun mengenakan lensa kontak merupakan dua alternatif yang paling banyak diambil penderita rabun jauh maupun rabun dekat.

Namun, sejumlah orang percaya bahwa memakai kacamata terapi ini dalam jangka waktu tertentu setiap harinya akan dapat meningkatkan kualitas penglihatan dari waktu ke waktu. Benar kah demikian?

Dr. Patterson mengatakan, pinhole glasses dapat meningkatkan penglihatan mata tetapi hanya untuk sementara. Mengenakan kacamata ini dapat membatasi jumlah cahaya yang masuk ke pupil sehingga mengurangi bidang yang disebut "lingkaran kabur" di belakang retina.

“Dan ya, setiap kali seseorang dengan kondisi rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme ringan memakai kacamata ini, [mereka] akan melihat lebih jelas [dengan kacamata],” ujarnya.

Walau demikian, Patterson menegaskan jika saat ini bukti yang dapat dipercaya untuk mendukung penggunaan pinhole glasses di luar pengaturan klinis masih sangat kurang.

Sehingga, kacamata ini tidak cukup efektif untuk penggunaan sehari-hari pada penderita rabun jauh maupun rabun dekat.

Meskipun benar kacamata ini dapat membantu mata agar fokus pada suatu objek, lapisan hitamnya juga memblokir sebagian objek dari apa yang mata kita lihat.

Sehingga kacamata berlubang ini tidak boleh dikenakan saat mengemudi atau mengoperasikan mesin.

Baca Juga: Studi Baru di China, Pemakaian Kacamata Turunkan Risiko COVID-19

Manfaat Kacamata Terapi untuk Mata Silinder

Serupa dengan penjelasan pada oin sebelumnya, pinhole glasses dapat membantu orang yang mengidap astigmatisme atau silinder untuk melihat dengan lebih baik. Tetapi keadaan ini terjadi hanya saat mereka memakainya.

Mata dengan kondisi silinder menyebabkan sinar cahaya yang diterima mata tidak bertemu pada fokus yang sama. Sedangkan kacamata terapi ini mengurangi jumlah cahaya yang masuk ke dalam mata.

Sayangnya pinhole glasses belum terbukti dapat memperbaiki fokus pada penderita astigmatisme secara permanen. Penglihatan mereka akan kembali seperti semula saat kacamata ini dilepas.

Manfaat Kacamata Terapi untuk Mengatasi Mata Lelah

Pinhole glasses banyak dikenalkan oleh produsen kacamata sebagai salah satu cara untuk mengatasi mata lelah. Namun sebuah penelitian kecil di tahun 2017 menemukan jika kacamata terapi ini justru bekerja sebaliknya.

Penelitian yang dipublikasikan Journal of Korean Medical Science menjelaskan jika penggunaan pinhole glasses dapat meningkatkan kelelahan mata secara signifikan, terutama jika dikenakan untuk melakukan aktivitas tertentu seperti membaca.

Meski begitu, perlu lebih banyak lagi penelitian untuk memastikan bagaimana hubungan kacamata terapi ini dengan kelelahan mata.

Karena cara kerja pinhole glasees adalah dengan mengurangi cahaya yang masuk secara langsung ke mata, munngkin saja kacamata ini akan membantu mengurangi silau yang Moms dan Dads rasakan saat berada terlalu lama di depan layar.

Tetapi jika digunakan sambil beraktivitas seperti bekerja, membaca, dan mengemudi, kacamata ini bisa jadi tak nyaman atau malah membuat pusing kepala.

Baca Juga: Pusing Saat Pakai Kacamata Baru, Kok Bisa?

2. Kacamata Orthoptic

f6129327-956d-4b32-81d7-5e83ad285e7d_1.9d4b8c8524146ec92221d16b377e0012.jpeg

Foto: walmart.com

Kacamata orthoptic adalah salah satu alat bantu yang digunakan dalam serangkaian terapi penglihatan.

Kacamata ini kerap digunakan oleh dokter spesialis mata untuk melatih gerak dan koordinasi bola mata pada pasien dengan kondisi tertentu.

Beberapa di antaranya adalah pengidap ambliopia atau gangguan mata malas, juling, penglihatan ganda, gangguan penglihatan binokuler atau kegagalan menggunakan kedua mata secara bersamaan, gangguan fokus penglihatan, hingga gangguan pada gerakan mata terkait cedera hingga gangguan saraf.

Kacamata orthoptic juga digunakan untuk memperbaiki gangguan gerak bola mata yang diakibatkan kelainan bawaan lahir dan masalah penglihatan terkait cedera otak.

Meski demikian, penggunaan kacamata terapi ini juga masih belum diiyakan oleh seluruh praktisi dan juga dokter mata. Sebagian dokter merekomendasikan pengenaan kacamata orthoptic, sedangkan sebagian tidak.

Hal ini dikarenakan kurangnya penelitian klinis yang membuktikan secara jelas kegunaan kacamata terapi tersebut.

Baca Juga: Ketahui 5 Tips Memilih Kacamata untuk Anak Ini

3. Kacamata Terapi Ion Nano

ion-nano-kacamata.jpg

Foto: k-link.co.id

Kacamata terapi ion nano sempat jadi buah bibir karena klaimnya yang mampu menyembuhkan berbagai jenis masalah mata seperti rabun jauh, rabun dekat, astigmatisme, hingga masalah mata yang cukup berat seperti glaukoma dan katarak.

Sekilas, kacamata terapi ion nano nampak seperti kacamata pada umumnya dengan lensa bening. Namun kacamata ini dikabarkan bekerja dengan cara memancarkan gelombang ion yang bagus bagi kesehatan mata.

Kita bisa dengan mudah menemukan produsen yang menjual kacamata ion nano yang dibanderol harga beragam, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Namun, apakah benar harganya sebanding dengan manfaatnya?

Hingga kini, belum ada bukti ilmiah yang dapat mendukung klaim manfaat pada kacamata terapi ion nano.

Bahkan, informasi soal kacamata terapi ini masuk ke daftar berita hoaks dalam situs milik Kominfo, alias merupakan informasi yang belum dapat dibuktikan kebenarannya.

Hal ini sangat berdasar, karena selama ini penanganan bagi penderita gangguan fokus pada mata seperti rabun jauh dan rabun dekat terbatas pada penggunaan kacamata berlensa korektif.

Sedangkan alternatif lainnya jika pasien tak ingin mengenakan kacamata maupun lensa kontak adalah dengan operasi lasik.

Demikian pula pada penderita katarak. Katarak terjadi akibat penggumpalan protein pada lensa mata yang menyebabkan lensa mata terlihat keruh.

Kondisi ini hanya dapat diatasi dengan prosedur operasi katarak, yakni tindakan untuk mengangkat lensa yang keruh dan menggantinya dengan lensa tiruan yang bening.

Hingga kini belum ada bukti ilmiah yang dapat mendukung klaim jika katarak pada mata dapat dihilangkan hanya dengan mengenakan kacamata terapi ion nano.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait