18 September 2020

Studi Baru di China, Pemakaian Kacamata Turunkan Risiko COVID-19

Studi terbaru dari China menyebut bahwa orang yang menggunakan kacamata setiap hari memiliki risiko lebih rendah terpapar COVID-19.

Studi terbaru dari China menyebut bahwa pemakaian kacamata turunkan risiko terpapar COVID-19, studi ini diterbitkan dalam JAMA Ophthalmology.

Menurut Dr. Yiping Wei, salah satu peneliti dalam studi tersebut mengungkapkan bahwa penggunaan kacamata dapat meminimalisir tangan untuk tidak terlalu sering menyentuh mata sehingga menghindari penularan virus corona yang menempel di tangan.

Seperti yang diketahui bahwa virus COVID-19 tak hanya menular melalui hidung, tapi juga organ vital lainnya seperti mata dan mulut.

Lalu, seperti apa hasil penelitiannya? Cari tahu lebih lanjut jawabannya berikut ini.

Baca Juga: Ketahui 8 Tips Mengasuh Anak di Tengah Pandemi COVID-19

Benarkan Pemakaian Kacamata Turunkan Infeksi COVID-19?

peneliti cina bilang memakai kacamata turunkan risiko corona
Foto: peneliti cina bilang memakai kacamata turunkan risiko corona

Foto: Orami Photo Stock

Dalam studi diterbitkan oleh JAMA Ophthalmology berjudul Association of Daily Wear of Eyeglasses With Susceptibility to Coronavirus Disease 2019 Infection dijelaskan bahwa para peneliti di China menganalisis data rumah sakit pasien COVID-19.

Lalu, ditemukan fakta bahwa sangat sedikit pasien yang sakit COVID-19 memakai kacamata secara teratur.

Di sebuah rumah sakit di Suizhou, China, sebanyak 276 pasien dirawat selama periode 47 hari, tetapi hanya 16 pasien (kurang dari 6 persen) menderita miopia atau rabun jauh yang mengharuskan mereka memakai kacamata selama lebih dari delapan jam sehari.

"Mengenakan kacamata adalah hal yang umum di antara orang China dari segala usia," tulis penelitian tersebut.

"Namun, sejak wabah COVID-19 di Wuhan pada Desember 2019, kami mengamati bahwa hanya sedikit pasien berkacamata yang dirawat di bangsal rumah sakit." lanjut peneliti.

Pengamatan ini bisa jadi bukti awal bahwa mereka yang memakai kacamata sehari-hari memiliki risiko rendah tertular COVID-19.

Baca Juga: Fakta Sputnik V, Vaksin COVID-19 Rusia yang Siap Diluncurkan

Apa Alasan Kacamata Turunkan Risiko Penularan COVID-19?

peneliti cina bilang memakai kacamata turunkan risiko corona
Foto: peneliti cina bilang memakai kacamata turunkan risiko corona

Foto: Orami Photo Stock

Menurut peneliti, pemakaian kacamata turunkan risiko COVID-19 karena kacamata bisa menjadi penghalang parsial, melindungi mata dari percikan batuk atau bersin.

Penjelasan lain untuk temuan ini adalah bahwa orang yang memakai kacamata cenderung tidak menggosok mata mereka dengan tangan yang terkontaminasi bakteri juga virus Corona.

Karena menurut penelitian yang diterbitkan pada tahun 2015 berjudul Face touching: a frequent habit that has implications for hand hygiene diketahui bahwa rata-rata orang menyentuh hidung, mata, dan mulut sebanyak 10 kali dalam 1 jam.

Baca Juga: Studi Sebut Penderita Covid-19 Rentan Alami Masalah Kesehatan Jiwa setelah Pulih

Seberapa Valid Hasil Penelitian Tersebut?

peneliti cina bilang memakai kacamata turunkan risiko corona
Foto: peneliti cina bilang memakai kacamata turunkan risiko corona

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip New York Times, Dr. Lisa Maragakis, spesialis penyakit menular dan profesor kedokteran di Sekolah Kedokteran Johns Hopkins, mendesak peneliti dan masyarakat lebih hati-hati dalam dalam menafsirkan hasil penelitian.

Meskipun sudah ada bukti awal yang menunjukkan bahwa pemakaian kacamata turunkan risiko COVID-19, namun para ahli mengatakan masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan dari penelitian tersebut.

Tetapi, tetap direkomendasikan agar masyarakat memakai pelindung mata selain masker dengan harapan bisa menurunkan risiko infeksi COVID-19.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.