Pasca Melahirkan

9 Juli 2021

Ibu Positif COVID-19 Boleh Memberikan ASI kepada Bayinya, Ini Panduan Lengkapnya!

Jangan stop menyusui ya, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Bagi ibu menyusui terinfeksi COVID-19 kerap kali bimbang perihal memberikan ASI kepada sang buah hati.

ASI memberikan manfaat melindungi bayi dari berbagai penyakit dan memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi. Karenanya, beberapa ibu memilih memberikan ASI ekslusif untuk bayinya.

Namun, saat ini seluruh dunia tengah mengalami krisis kesehatan yang diakibatkan oleh virus COVID-19.

Virus COVID-19 bisa menyerang siapa saja tidak mengenal jenis kelamin, usia, pekerjaan dan status sosial.

Lantas, bagaimana jika ibu menyusui terinfeksi COVID-19? Apa yang harus ibu lakukan? Apakah harus berhenti menyusui?

Moms, untuk mengetahui penjelasan, mari kita simak di bawah ini.

Baca Juga: Tips Melindungi Diri dari COVID-19 untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Ibu Menyusui Terinfeksi COVID-19

ibu menyusui covid-19

Foto: Orami Photo Stock

Berdasarkan informasi dari UNICEF dan diterjemahkan oleh Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), semua ibu yang terdampak dan berada di wilayah beresiko serta menunjukkan gejala demam, batuk atau kesulitan bernapas, harus segera mencari bantuan medis dan mengikuti petunjuk dari petugas kesehatan.

Namun, ibu menyusui terinfeksi COVID-19 masih diperbolehkan untuk menyusui anaknya dengan catatan seorang ibu masih mampu menyusui.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes), juga mengatakan bahwa ibu menyusui terinfeksi COVID-19 tetap boleh memberikan ASI kepada sang bayi.

Apabila seorang ibu merasa dirinya lemah dan tidak memiliki kekuatan untuk menyusui langsung, maka bayi dapat diberikan ASI perah (ASIP) baik oleh ibu maupun anggota keluarga yang lain.

Sebagaimana diketahui bahwa ASI merupakan makanan dan minuman terbaik untuk bayi serta banyak mengandung antibodi alami yang dibutuhkan oleh bayi, pemberian ASI bisa menjadi antivirus terbaik untuk bayi terutama bayi yang belum makan makanan padat.

Baca Juga: Konsultasi dengan Dokter Anak lewat Video Call, Kisah Ibu Baru di Tengah Pandemi COVID-19 di Australia

Tips Aman Ibu Menyusui Terinfeksi COVID-19

ibu menyusui covid-19

Foto: Orami Photo Stock

Tapi perlu diperhatikan bahwa seorang ibu menyusui terinfeksi COVID-19 harus tetap melakukan semua tindakan pencegahan yang diperlukan.

Panduan memberikan ASI kepada bayi bagi ibu menyusui terinfeksi COVID-19. Berikut daftarnya.

  • Ketika seorang ibu menyusui positif COVID-19 dan ia masih sanggup untuk menyusui, tindakan pencegahan yang wajib dilakukan adalah menggunakan masker ketika berada di sekitar anak baik ketika sedang menyusui maupun tidak.
  • Selalu mencuci tangan menggunakan sabun sesuai rekomendasi dari UNICEF, yakni mencuci tangan dengan sabun yang cukup selama minimal 20 detik dan harus menggosok seluruh bagian tangan termasuk punggung tangan, kuku-kuku jari dan sela-sela jari. Cuci tangan baik sebelum maupun sesudah melakukan kontak dengan anak, termasuk menyusui.
  • Membersihkan permukaan yang mungkin atau yang terkontaminasi dengan cairan pembersih atau desinfektan secara berkala.
  • Menyusui dengan aman. IMD dan menyusui eksklusif membantu tumbuh kembang bayi secara optimal.
  • Melakukan IMD. Kontak kulit dengan kulit bayi saat ibu dan bayi dalam keadaan stabil.
  • Rawat gabung bersama bayi pascamelahirkan.
  • Jika seorang ibu menyusui terinfeksi COVID-19 kondisinya terlalu lemah untuk memberikan ASI secara langsung, ibu disarankan untuk memerah ASI dan memberikannya menggunakan cangkir atau sendok bersih. Pemberian ASI perah mentode ini bisa didelegasikan kepada orang lain yang dipercaya.
  • Pastikan kebersihan saat memerah ASI.
  • Gunakan cangkir bermulut lebar untuk memberikan ASIP pada bayi.
  • Gunakan wadah dengan tutup untuk menyimpan ASIP.

Berikut ini cara penyimpanan ASI perah (ASIP) yang benar dan aman sesuai dengan suhu:

  • Freezer dengan suhu (-18 sampai -20 derajat Celsius), ASI akan bertahan selama 4 bulan.
  • Lemari pendingin bawah dengan suhu 4 sampai 5 derajat Celsius, ASI akan bertahan selama 3-4 hari.
  • Dengan ice pack bersuhu 15 derajat Celsius, ASI akan bertahan selama 24 jam.
  • Suhu kamar/ruangan, ASI akan bertahan selama 3-4 jam

Baca Juga: Apakah Ibu dengan HIV/AIDS Boleh Menyusui?

Nah itu dia Moms penjelasan mengenai ibu menyusui terinfeksi COVID-19, jadi masih aman ya untuk memberikan ASI kepada bayi.

Bila Moms masih ragu untuk memberikan ASI kepada bayi, tak ada salahnya untuk konsutasikan kepada dokter.

Virus COVID-19 ini tergolong virus baru dan belum diketahui dengan sangat akurat apakah virus ini bisa berdampak pada ibu menyusui dan juga bayi.

Tapi virus ini bisa menular kepada siapa saja baik dengan atau tanpa gejala. Oleh karena itu, Moms harus senantiasa waspada ya.

  • https://www.instagram.com/p/CRBK3W8sn34/
  • https://www.unicef.org/stories/novel-coronavirus-outbreak-what-parents-should-know
  • https://aimi-asi.org/layanan/lihat/jika-ibu-terinfeksi-virus-corona
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait