17 Maret 2021

10 Penyebab Mual Saat Menyusui Bayi yang Harus Moms Ketahui

Agar bisa menanggulangi mual saat menyusui

Mual saat menyusui bayi merupakan hal yang wajar. Jadi, Moms tidak perlu khawatir mengenai hal tersebut.

Mual saat hamil adalah hal yang sangat wajar. Kendati demikian, terkadang kondisi mual pun berlanjut setelah melahirkan dan fase menyusui.

Dilansir dari US National Library of Medicine, penyebab mual saat menyusui bayi sendiri berkaitan erat dengan laktasi. Namun hal ini tidak terjadi sebanyak atau sesering saat masa kehamilan

Selain harus berhadapan dengan berbagai kesulitan dan masalah menyusui,beberapa Moms baru pun mengeluhkan rasa mual yang berkelanjutan saat menyusui.

Ya, masa-masa menyusui memang seringkali menjadi pelajaran baru bagi para Moms, terutama bagi Moms yang baru pertama kali melahirkan.

Kenapa sih Moms terkadang merasakan mual saat menyusui bayi? Apakah berkaitan dengan morning sickness yang artinya Moms hamil lagi?

Alasan Moms Mual Saat Menyusui Bayi

Ada beberapa hal yang dapat menjadi alasan atau kemungkinan Moms mual saat menyusui bayi. Apa saja? Cari tahu penjelasannya berikut ini.

1. Pelepasan Hormon Oksitosin

mual saat menyusui 1
Foto: mual saat menyusui 1

Foto: shutterstock.com

Penyebab mual saat menyusui bayi yang pertama adalah karena pelepasan hormon oksitoksin. Mual atau nausea saat menyusui umumnya muncul pada minggu-minggu awal setelah kelahiran bayi.

Susan Guest, konsultan laktasi dari Mount Sinai Hospital di Toronto, mengatakan bahwa pelepasan hormon oksitosin selama let-down ASI merupakan salah satu penyebab utamanya.

Hormon oksitosin adalah hormon yang sama yang berhubungan dengan pencernaan.

Seringkali, mual yang disebabkan oleh pelepasan oksitosin menghilang setelah sekitar delapan minggu pasca persalinan.

Jika merasakan mual setelah periode delapan minggu ini, maka Moms perlu mencurigai penyebab yang lainnya.

Baca Juga: Stres Menyusui dan ASI Seret? Lakukan Pijat Oksitosin Selama 3 Menit dengan Cara Ini

2. Periode Growth Spurt Bayi

mual saat menyusui 2
Foto: mual saat menyusui 2

Foto: lansinoh.com

Selama minggu-minggu awal kehidupan, bayi menyusu lebih banyak dan lebih sering. Hal ini disebut growth spurt.

Ini akan menyebabkan lonjakan kadar hormon oksitosin.

Peningkatan hormon yang terjadi terus menerus inilah yang kemudian meningkatkan kemungkinan Moms merasakan mual saat menyusui.

3. Kekurangan Zat Besi

mual saat menyusui 3
Foto: mual saat menyusui 3

Foto: simplemost.com

Nah, faktor mual saat menyusui bayi selanjutnya adalah kemungkinan Moms mengalami kekurangan zat besi. Ya, beberapa Moms mungkin cenderung kekurangan kadar zat besi dalam tubuhnya.

Dalam kasus lain, proses persalinan mungkin menyebabkan kehilangan banyak darah dari tubuh.

Hal ini dapat menyebabkan kadar zat besi yang ada di dalam tubuh terkuras dan menyebabkan pusing serta mual.

Baca Juga: Yuk, Berikan 9 Makanan Kaya Zat Besi Ini untuk Anak

4. Butuh Ekstra Kalori

mual saat menyusui 4
Foto: mual saat menyusui 4

Foto: videoblocks.com

Tubuh Moms mungkin membutuhkan ekstra kalori untuk mempertahankan fungsinya pada tingkat optimal saat menyusui.

Sebab, tubuh memiliki tanggung jawab untuk memproduksi ASI.

Ini berarti bahwa setiap kekurangan asupan penting untuk tubuh akan terlihat jelas pada tubuh Moms, bukan ASI yang diproduksi.

5. Rendahnya Kadar Gula dan Tekanan Darah

mual saat menyusui 5
Foto: mual saat menyusui 5

Foto: harvard.health.edu

Jika Moms tidak makan tepat waktu selama menyusui, kadar gula darah akan turun secara drastis.

Hal ini bisa menyebabkan Moms merasa mual.

Bukan hanya kadar gula darah, tekanan darah yang rendah pada ibu menyusui juga dapat menyebabkan timbulnya perasaan mual saat menyusui.

6. Post-Partum Depression

mual saat menyusui 6
Foto: mual saat menyusui 6

Foto: flo.health

Dalam kasus-kasus tertentu, dokter merekomendasikan penggunaan antidepresan yang aman untuk mengatasi depresi pasca persalinan.

Sayangnya, anti-depresan memiliki efek samping yang menyebabkan pusing dan mual, tidak terkecuali saat Moms menyusui.

7. Dehidrasi

mual saat menyusui 7
Foto: mual saat menyusui 7

Foto: foxnews.com 

Kelly Bonyata, BS, IBCLS, konsultan laktasi dan penulis buku laktasi dari Florida, mengatakan bahwa dehidrasi dapat menyebabkan mual saat menyusui.

Beberapa Moms menemukan bahwa minum sekitar tiga gelas air sebelum menyusui dapat membantu mengurangi mual.

8. Pemulihan Setelah Melahirkan

mual saat menyusui 8
Foto: mual saat menyusui 8

Foto: sheknows.com

Hamil dan melahirkan menuntut berbagai perubahan fisik dan hormon.

Proses pemulihan mungkin tidak mudah bagi beberapa Moms.

Tubuh mereka membutuhkan lebih banyak waktu untuk kembali normal.

Ini tidak jarang membuat Moms mengalami insomnia dan kelelahan yang bisa menjadi akibat dari mual selama menyusui.

Baca Juga: 8 Tips Memulihkan Tenaga Sehabis Melahirkan

9. Infeksi Saluran Kemih (ISK)

mual saat menyusui 9
Foto: mual saat menyusui 9

Foto: allure.com

Banyak wanita yang setelah melahirkan cenderung mengembangkan berbagai infeksi saluran kemih.

Meskipun ISK membuat Moms merasa seperti terbakar dan kesakitan saat buang air kecil, tidak jarang kehadirannya membuat Moms juga merasakan mual ketika menyusui.

Baca Juga: Kenali Kondisi Mastitis, Payudara Bengkak dan Sakit pada Ibu Menyusui

10. Kemungkinan Kehamilan

mual saat menyusui 10
Foto: mual saat menyusui 10

Foto: time.com

Sebagian besar gejala mual saat menyusui akan menghilang dalam hitungan 8 minggu atau lebih setelah melahirkan.

Tetapi jika sudah berbulan-bulan sejak si kecil lahir dan Moms kembali merasakan mual saat menyusui, maka kemungkinan penyebabnya adalah kehamilan.

Untuk memastikannya Moms bisa segera melakukan tes kehamilan atau berkonsultasi dengan dokter.

Ada banyak penyebab mual saat menyusui.

Jika setelah Moms membaca artikel ini sudah mengetahui apa yang menyebabkan Moms mual saat menyusui, segera temukan cara yang tepat untuk mengatasinya ya, Moms!

Baca Juga: 5 Bahaya Masker Spirulina untuk Kesehatan, Bisa Picu Rasa Mual

Minum Obat untuk Hilangkan Mual Saat Menyusui Bayi

mual saat menyusui bayi
Foto: mual saat menyusui bayi

Foto: Orami Photo Stock

Mungkin Moms menjadi salah satu dari beberapa ibu yang berpikir untuk mengonsumsi obat selama menyusui agar bisa menghilangkan rasa mual saat menyusui bayi.

Jika ya, sebaiknya Mom memikirkan ulang keputusan Moms tersebut agar tidak terjadi dampak buru. Hal tersebut dikarenakan obat-obat akan dan bisa memengaruhi ASI dan Si Kecil lho, Moms!

Jadi, jika Moms memang diharuskan atau memerlukan obat untuk menghilangkan mual saat menyusui bayi, sebaiknya melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Untuk mengatasi rasa mual saat menyusui bayi, cara alami bisa menjadi alternatif. Mengonsumsi teh peppermint, teh jahe, atau air jahe, misalnya.

Seperti yang sudah kita ketahui, jahe memiliki khasiat mengurangi rasa mual.

Khasiat jahe sendiri berasal dari senyawa yang bernama gingerol dan shogaol. Kedua senyawa tersebut bisa mempercepat pengosongan lambung sehingga keluhan mual dan muntah pada ibu hamil dan ibu menyusui bisa lebih cepat reda.

Meski tergolong aman untuk dikonsumsi saat hamil dan juga ketika menyusui, Moms hanya bisa meminum sekitar 1.000 - 1.500 mg saha setiap harinya. Ketika mengonsumsi lebih dari dosis tersebut, Moms malah memiliki risiko terkena efek sampingnya.

Teh jahe terbukti sebagai galactagogue. Artinya, minuman ini sudah terbukti secara medis bisa meningkatkan produksi ASI.

Nah, meski sudah mencoba untuk menghilangkan rasa mual saat menyusui bayi, hal paling penting yang harus Moms lakukan adalah dengan minum air putih yang cukup!

Jika rasa mual masih berlanjut meski sudah dilakukan berbagai cara, segeralah untuk melakukan konsultasi dengan dokter atau konselor laktasi.

Nah, bagaimana penjelasan mengenai rasa mual saat menyusui bayi nih Moms? Jika Moms masih memiliki pertanyaan terkait topik ini, jangan sungkan untuk menuliskannya di kolom komentar ya!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.