21 Juli 2020

4 Tips Mengatasi Kelebihan Produksi ASI di Awal Menyusui, Catat!

Kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi pada Moms, lho

Produksi ASI yang melimpah menjadi impian bagi para Moms yang sedan menyusui Si Kecil. Tetapi, jika produksi ASI lebih banyak yang dibutuhkan bayi, hal ini bisa menimbulkan kekhawatiran tersendiri.

Tetapi jangan khawatir Moms, karena ada beberapa tips mengatasi kelebihan produksi ASI di awal menyusui yang bisa dilakukan. Yuk, cari tahu penjelasannya berikut ini.

Baca Juga: Alat Bantu Laktasi untuk Menyusui Si Kecil, Perlu atau Tidak?

Tips Mengatasi Kelebihan Produksi ASI

Dalam Journal of Evidence-based Complementary & Alternative Medicine, gejala dan komplikasi pada ibu dengan kelebihan produksi ASI meliputi nyeri payudara, payudara bocor, pembengkakan, saluran tersumbat, puting sakit, dan mastitis.

Selain itu, Si Kecil mungkin menderita masalah pencernaan seperti kolik, refluks gastroesofagus, dan gas pada usus.

Berikut ini tips untuk mengatasi kelebihan ASI di awal menyusui yang bisa Moms lakukan.

1. Rutin Menyusui Si Kecil dengan Durasi Tertentu

tips mengatasi kelebihan ASI-1
Foto: tips mengatasi kelebihan ASI-1

Foto: Orami Photo Stock

Menurut dr. Nia Wulan Sari, Konselor Laktasi RS Pondok Indah - Bintaro Jaya, ia menyarankan agar Moms rutin menyusui Si Kecil dengan durasi tertentu sebagai cara mengatasi produksi ASI yang berlebihan.

"Untuk mengatasi kelebihan ASI di awal menyusui, ibu dapat menyusui bayi secara rutin 2-3 jam sekali dalam sehari," terangnya.

Melansir La Leche, menyusui lebih sering membantu meredakan pembengkakan payudara, sehingga Moms akan terasa lebih nyaman dan aliran ASI akan lebih lambat dan lebih mudah diatur.

Baca Juga: 5 Cara Menyimpan ASI Agar Lebih Tahan Lama

2. Lakukan Pengosongan Kedua Payudara

tips mengatasi kelebihan ASI-2
Foto: tips mengatasi kelebihan ASI-2

Foto: Orami Photo Stock

Selain itu, tips untuk mengatasi kelebihan ASI saat awal menyusui dari dr. Nia adalah dengan melakukan pengosongan pada kedua payudara dalam satu waktu menyusui.

Breastfeeding USA menyarankan agar mengosongkan payudara dengan pompa atau teknik pemerahan langsung. Bila Si Kecil hanya menyusui di satu payudara, payudara yang sebelahnya dapat diperah/pumping.

Setelah itu, tawarkan Si Kecil untuk menyusui dari kedua payudara "kosong" sampai puas. Cara ini diyakini dapat mengatur ulang produksi susu dengan mengeluarkan susu yang telah menumpuk di payudara.

3. Sesuaikan Posisi Menyusui Si Kecil

tips mengatasi kelebihan ASI-3
Foto: tips mengatasi kelebihan ASI-3

Foto: Orami Photo Stock

Tips lain untuk mengatasi kelebihan ASI, saat menyusui coba posisikan Si Kecil agar perlekatannya (latch)-nya dalam dan nyaman, dengan mengarahkan kepala bayi sedikit miring ke belakang, hidung tidak terhalang payudara, dan dagu menempel ke payudara.

Bayi yang memalingkan kepalanya akan mengalami kesulitan menelan, karena itu pastikan telinga Si Kecil harus sejajar dengan pundaknya.

Coba menyusui saat Moms berbaring, sehingga kepala dan tenggorokan Si Kecil lebih tinggi dari puting susu. Moms juga bisa berbaring miring agar bayi bisa mengeluarkan mulutnya ketika aliran susunya terlalu cepat.

Baca Juga: 5 Posisi Menyusui yang Benar Menurut Konselor Laktasi, Jangan Salah Lagi Ya!

4. Pijat Payudara Agar Lembut

tips mengatasi kelebihan ASI-4
Foto: tips mengatasi kelebihan ASI-4

Foto: Orami Photo Stock

Jika payudara Moms terasa penuh dan keras, maka bisa dilunakkan untuk memindahkan cairan dari area puting, sehingga Si Kecil dapat lebih mudah menyusu.

Berikan tekanan lembut dengan ujung jari, tepatnya di bagian areola sekitar puting susu selama sekitar satu menit. Moms juga dapat menekan dengan sisi ibu jari. Jika Moms ingin menggunakan pompa, atur tingkat hisap minimum.

Itu dia Moms, beberapa tips mengatasi kelebihan produksi ASI di awal menyusui. Semoga berguna.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.