Newborn

30 Juli 2021

Konsumsi Pil KB untuk Ibu Menyusui, Apa Dampaknya?

Apakah meminum pil KB lantas menyurutkan produksi ASI?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Usai kelahiran bayi, Moms mungkin juga mulai mempertimbangkan pengaturan jarak kelahiran anak berikutnya sehingga mulai memilih pil KB untuk ibu menyusui sebagai kontrasepsi.

Moms yang masih menyusui Si Kecil dapat memilih metode kontrasepsi non-hormonal seperti di antaranya, kondom, IUD non-hormonal, atau pengaturan hubungan seks dengan kalender kesuburan.

Namun, terdapat juga kontrasepsi hormonal yang bisa dijadikan pilihan, seperti pil keluarga berencana (KB), implan, suntikan, IUD hormon.

Tapi tahukah Moms, minum pil KB untuk ibu menyusui ternyata memiliki efek samping, yakni surutnya pasokan ASI, terutama pada bulan-bulan awal setelah kelahiran?

Sebetulnya banyak pendapat mengenai pengaruh pil KB terhadap ibu menyusui. American College of Obstetricians and Gynecologists merekomendasikan bahwa minum pil KB untuk ibu menyusui tidak boleh dimulai, sampai bayi berusia 6 minggu.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan untuk tidak sama sekali menyusui sambil minum pil KB, di awal kelahiran bayi.

Menurut WHO, lebih aman resep pil KB atau dilakukan pengaturan kelahiran nonhormonal, pada saat bayi telah berusia 6 bulan.

Menurut organisasi yang mengadvokasi ibu menyusui La Leche League International (LLLI), bahkan sering ditemukan produksi ASI pada ibu menyusui yang terhenti akibat minum pil KB.

Dengan demikian, referensi lain menyarankan agar ibu menyusui tidak boleh menggunakan kontrasepsi oral seperti pil KB, tetapi harus menggunakan bentuk kontrasepsi lain, sampai Moms benar-benar menyapih (menghentikan bayi menyusu dari payudara) bayinya.

Baca Juga: Para Ayah, Mari Mulai Terlibat dalam Proses Menyusui dan Stop Salah Kaprah ASI Sebagai KB Alami

Minum Pil KB untuk Ibu Menyusui Dapat Memengaruhi ASI

pil KB untuk ibu menyusui -1

Foto: Orami Photo Stock

Hasil penelitian University of Illinois at Chicago terhadap bayi yang disusui ibu yang minum pil KB untuk ibu menyusui, mengalami penurunan volume ASI secara drastis.

Seperti diketahui, pil KB merupakan pil mini yang mengandung hormon progesteron dalam dosis rendah. Dalam penelitian disebutkan, pil yang disebut pil progestin itu berefek samping pada produksi ASI pada ibu menyusui.

Sebagian besar ibu, menurut American Academy of Family Physicians, tidak mengalami masalah dengan suplai ASI mereka ketika menggunakan pil progestin, di minggu keenam-kedelapan pascakelahiran.

Mengutip Healthline, pil KB tradisional mengandung campuran hormon estrogen dan progestin.

Beberapa wanita mungkin mengalami suplai ASI yang berkurang, dan akibatnya durasi menyusui bayi menjadi lebih pendek, saat menggunakan pil kombinasi. Estrogen pun dianggap sebagai penyebabnya.

Jika Moms ingin menggunakan kontrasepsi oral sebagai pil KB untuk ibu menyusui, pil mini bisa menjadi pilihan. Pil ini hanya mengandung progestin, jadi dianggap lebih aman untuk digunakan oleh ibu menyusui.

Karena setiap pil mini dalam paket 28 pil mengandung progestin, Moms kemungkinan besar tidak akan mengalami menstruasi bulanan. Tetapi, mungkin mengalami bercak atau pendarahan tidak teratur saat tubuh menyesuaikan diri.

Seperti kontrasepsi lain yang mengandung progestin, Moms dapat mulai meminum pil KB untuk ibu menyusui antara enam dan delapan minggu setelah melahirkan. Ini antara 87 dan 99,7 persen efektif dalam mencegah kehamilan.

Saat menggunakan pil KB untuk ibu menyusui jenis ini, Moms mungkin mengalami apa saja mulai dari sakit kepala dan perdarahan tidak teratur hingga dorongan seks yang berkurang dan kista ovarium.

Banyak ibu yang menyadari suplai ASI mereka menurun dengan kontrasepsi hormonal. Untuk mengatasinya, Moms perlu menyusui lebih sering dan pompa ASI setelah menyusui selama beberapa minggu pertama dengan pil mini.

Jika suplai ASI terus menurun, hubungi konsultan laktasi untuk mendapatkan saran tentang meningkatkan suplai ASI kembali agar Si Kecil mendapatkan nutrisi yang cukup.

Oleh karenanya, direkomendasikan KB atau kontrasepsi nonhormonal bagi ibu menyusui. Namun, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan bidan atau dokter spesialis ginekolog untuk memperoleh masukan kontrasepsi yang terbaik bagi kondisi tubuh Moms.

Baca Juga: Konsumsi Pil KB, Akankah Pengaruhi Produksi ASI?

Efek Konsumsi Pil KB untuk Ibu Menyusui pada Bayi

pil KB untuk ibu menyusui -

Foto: Orami Photo Stock

Perlu Moms ketahui, minum pil KB untuk ibu menyusui ternyata juga memengaruhi pencernaan bayi.

Meskipun dosisnya rendah, sejumlah kecil hormon sintetis dalam kontrasepsi akan masuk kepada tubuh bayi melalui ASI. Namun tenang, tidak ada bukti bahwa konsumsi progestin berbahaya bagi bayi.

Beberapa bayi yang berusia kurang dari enam minggu mungkin mengalami kesulitan mencerna hormon, dan karena alasan ini tidak dianjurkan untuk mulai menggunakan kontrasepsi hormonal, langsung ketika ia lahir.

LLLI merangkum banyak laporan ibu mengeluhkan bayi rewel setelah mereka minum pil KB sambil menyusui.

Pil KB untuk ibu menyusui yang menggunakan kombinasi hormon mengandung estrogen. Estrogen masuk ke dalam ASI, tetapi efek berbahaya belum terlihat pada bayi. Kerugiannya di sini hanya terletak pada suplai ASI.

Dalam situs Ask Dr. Sears, dijelaskan bahwa sejumlah kecil hormon sintetis dalam alat kontrasepsi ini masuk ke dalam ASI, tetapi tidak ada bukti bahwa hal ini berbahaya bagi bayi.

Studi lanjutan mengungkapkan tidak ada masalah jangka panjang pada bayi dan anak-anak yang terus menyusui pada ibu yang minum pil KB untuk ibu menyusui, dengan atau tanpa estrogen.

Namun, beberapa dokter mempertanyakan penggunaan kontrasepsi hormonal pada ibu menyusui karena kemungkinan efek yang tidak diketahui pada perkembangan seksual atau reproduksi jangka panjang anak-anak mereka.

Selain itu, situs Kelly Mom menjelaskan bahwa penggunaan pil KB untuk ibu menyusui yang merupakan alat kontrasepsi hormonal dapat menyebabkan bayi rewel, meskipun tidak dilaporkan dalam literatur tetapi seringkali secara anekdot oleh ibu.

Hal ini mungkin terjadi karena hormon yang menyebabkan penurunan minimal pada kandungan protein/nitrogen/laktosa dalam susu.

Dalam jurnal Drugs and Lactation Database, banyak ibu menyusui yang menggunakan pil jenis kombinasi mengalami penurunan ASI yang nyata, yang dapat menyabotase momen bonding saat Moms menyusui Si Kecil.

Mengutip Mayo Clinic, Moms bisa memilih jenis kontrasepsi oral yang mengandung hormon progestin. Tidak seperti pil KB kombinasi, pil KB untuk ibu menyusui ini tidak mengandung estrogen.

Cara kerja pil KB untuk ibu menyusui ini yakni, dengan mengentalkan lendir serviks dan menipiskan lapisan rahim (endometrium), sehingga mencegah sperma mencapai sel telur.

Meskipun pil KB juga menekan ovulasi, tetapi tidak secara konsisten. Karena itu, untuk efektivitas maksimal, Moms harus meminum pil mini pada waktu yang sama setiap hari untuk mencegah kehamilan.

Baca Juga: Pil KB Bisa Bantu Meningkatkan Kesuburan?

Jangan Khawatir Jika Tidak Menstruasi saat Menyusui

pil KB untuk ibu menyusui -3

Foto: Orami Photo Stock

Jika selesai masa nifas, Moms yang menyusui belum datang bulan kembali, tidak perlu khawatir bahwa itu kehamilan. Menyusui bayi secara eksklusif enam bulan terbukti menjadi metode KB paling alami, atau dikenal dengan Metode Amenore Laktasi (LAM).

Untuk menggunakan LAM, Moms harus dapat menjawab "ya" untuk SEMUA dari tiga pertanyaan ini.

Pertama: "Apakah bayi saya berusia kurang dari enam bulan?". Kedua: "Apakah bayi saya menyusu sangat sering menyusu dalam porsi banyak, siang dan malam?" Ketiga: "Apakah saya tidak mengalami pendarahan vagina (bahkan tidak bercak) sejak enam minggu setelah bayi saya lahir?"

Jika Moms dapat menjawab 'ya' untuk SEMUA pertanyaan ini, peluang Moms untuk hamil kurang dari 2 persen, menjadikan LAM sama efektifnya dengan menggunakan kondom.

Baca Juga: 13+ Makanan Penghambat ASI, Pantang Dikonsumsi Ibu Menyusui!

Jenis KB yang Bisa Moms Pilih saat Menyusui

Mengutip Cleveland Clinic, wanita menyusui memiliki banyak pilihan KB, selain mengonsumsi pil KB untuk ibu menyusui.

Banyak kontrasepsi dapat dimulai segera setelah lahir, termasuk alat kontrasepsi dalam rahim (IUD), implan lengan, dan pil progestin. Kontrasepsi atau pencegah kehamilan yang paling efektif adalah alat kontrasepsi dalam rahim atau IUD, dan implan lengan.

Artinya, kemungkinan hamil pada ibu menyusui jauh lebih rendah saat menggunakan IUD atau implan lengan, dibandingkan dengan pil KB, kondom, atau alat kontrasepsi lainnya. Berikut penjelasannya.

1. IUD

IUD.png

Foto: Orami Photo Stock

Alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) memiliki keefektifan lebih dari 99% dalam mencegah kehamilan. IUD adalah bentuk kontrasepsi reversibel kerja panjang (LARC).

Ada dua jenis IUD yang tersedia, hormonal dan non-hormonal. Keduanya hanya tersedia dengan resep dokter dan memberikan pencegahan kehamilan mulai dari 5-10 tahun.

IUD hormonal mengandung progestin yang merupakan bentuk sintetis dari hormon progesteron. Hormon akan mengentalkan lendir serviks sehingga mencegah sperma mencapai rahim.

Cara kerjanya, yakni dokter akan memasukkan perangkat plastik berbentuk T ke dalam rahim Moms untuk mencegah pembuahan. Meski cukup efektif mencegah kehamilan, tetapi IUD memiliki risiko infeksi yang cukup besar karena adanya benda asing yang dimasukkan dalam rahim.

Sementara IUD non-hormonal menggunakan sejumlah kecil tembaga untuk mengganggu pergerakan sperma yang pada akhirnya dapat mencegah pembuahan dan implantasi sel telur.

Moms dapat memasang IUD segera setelah melahirkan, tetapi sebaiknya tanyakan kepada dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menggunakan alat kontrasepsi.

IUD hormonal mungkin membuat beberapa wanita berhenti mengalami menstruasi.

Efek samping dari pemasangan IUD juga mungkin meliputi kram setelah pemasangan, perdarahan tidak teratur atau berat, dan bercak di antara periode.

Baca Juga: Ingin Melakukan Tandem Nursing? Perhatikan 5 Tips Ini!

2. Implan Lengan

implan kb

Foto: Orami Photo Stock

Selain IUD, Moms yang sedang menyusui juga bisa memilih implan lengan untuk kontrasepsi saat masa menyusui. Ini juga bisa menjadi pilihan dalam mencegah kehamilan karena keefektifannya dapat mencapai 99%.

Dokter akan memasukkan sebuah perangkat kecil berbentuk batang seukuran batang korek api di bawah kulit di lengan atas. Setelah terpasang, implan dapat membantu mencegah kehamilan hingga 4 tahun.

Implan mengandung hormon progestin. Hormon ini membantu mencegah ovarium Moms melepaskan sel telur. Ini juga membantu mengentalkan lendir serviks sehingga mencegah sperma mencapai sel telur.

Meski implan lengan jarang menyebabkan komplikasi, tetapi Moms perlu segera menghubungi dokter jika mengalami sakit lengan yang tidak akan hilang, tanda-tanda infeksi, seperti demam atau kedinginan, dan pendarahan vagina yang luar biasa berat.

Itu dia Moms, penjelasan mengenai dampak dari konsumsi pil KB untuk ibu menyusui. Jadi, selamat mempertimbangkan Moms, metode KB yang paling cocok untuk kondisi saat ini ya Moms!

  • https://www.acog.org/patient-resources/faqs/contraception/progestin-only-hormonal-birth-control-pill-and-injection
  • https://www.llli.org/breastfeeding-info/birth-control/
  • https://www.aafp.org/afp/2005/1001/p1303.html
  • https://www.healthline.com/health/birth-control/birth-control-while-breastfeeding#minipill
  • https://www.askdrsears.com/topics/feeding-eating/breastfeeding/while-taking-medication/taking-oral-contraceptives-while-breastfeeding
  • https://kellymom.com/bf/can-i-breastfeed/meds/birthcontrol/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK501295/
  • https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/minipill/about/pac-20388306
  • https://my.clevelandclinic.org/health/drugs/15280-contraception-during-breastfeeding
  • https://www.healthline.com/health/birth-control/birth-control-while-breastfeeding
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait