02 Agustus 2019

Apakah Ibu dengan HIV/AIDS Boleh Menyusui?

Hati-hati terhadap penularan HIV melalui ASI

HIV adalah virus berbahaya yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja, laki-laki maupun perempuan, termasuk pada ibu menyusui. Bahkan HIV bisa menyebar melalui cairan tubuh tertentu, termasuk ASI.

Penularan HIV dari ibu ke anak dapat terjadi selama masa kehamilan, saat kelahiran, atau ketika menyusui bayi. Pengobatan untuk HIV (terapi antiretroviral, atau ART) akan mengurangi risiko penularan dari ibu ke bayinya.

Nah, pada ibu menyusui, apakah boleh ibu dengan HIV/AIDS menyusui? Simak penjelasannya ya Moms.

Baca Juga: Inspiratif! Ibu dengan HIV Ini Mendirikan Yayasan Bagi Para ODHA

Amankah Ibu dengan HIV/AIDS Menyusui Anak?

Ibu dengan HIV menyusui
Foto: Ibu dengan HIV menyusui

Menurut dr. Margaret Mutiaratirta Sugondo, CIMI konselor laktasi RS Pondok Indah – Puri Indah, masalah ibu dengan HIV/AIDS menyusui di kalangan medis memang masih menjadi kontroversi.

Bila prinsip AFASS (Accessible, Feasible, Affordable, Sustainable, Safe) terpenuhi, ibu dianjurkan untuk memberikan replacement feeding/pengganti ASI pada bayi.

“Hal ini sudah baku diterapkan di negara maju seperti di Amerika, ibu dengan HIV tidak dianjurkan memberikan ASI karena ada risiko penularan virus HIV melalui ASI,” jelas dr. Margaret pada Orami.

Centers for Disease Control and Prevention dan American Academy of Pediatrics External juga menganjurkan agar ibu yang terinfeksi HIV menghindari menyusui bayi sepenuhnya.

Sementara itu, dr. Margaret juga menjelaskan bahwa pada kondisi dan alasan tertentu, seperti hidup di negara berkembang, risiko infeksi dan malnutrisi lebih tinggi.

Ibu tidak mampu membeli susu formula secara berkesinambungan, sumber air bersih tidak ada maka tenaga kesehatan wajib mendukung pemberian ASI dan mengedukasi ibu mengenai cara memberikan ASI yang aman.

Baca Juga: 7 Kisah Menyusui dari Artis Indonesia, Ada yang Jadi Pendonor ASI Hingga Berikan Tips Jika Bingung Puting

Syarat untuk Ibu dengan HIV/AIDS Menyusui

breastfeeding-united-states-world-health-assembly.jpg
Foto: breastfeeding-united-states-world-health-assembly.jpg

Sampai saat ini WHO menetapkan bahwa ASI tetap bisa memberikan manfaat yang sangat baik pada ibu dan bayi dengan risiko penularan yang kecil . Pada 2010, WHO mengeluarkan guideline serta update revisi guideline tersebut di tahun

2016 untuk ibu dengan HIV/AIDS menyusui bayinya, ada syarat-syarat tertentu. Syarat tertentu tersebut seperti, ibu dan bayi harus mendapat terapi antiretroviral yang kuat selama masa menyusui.

Hal ini untuk menurunkan risiko transmisi virus HIV. Ibu dan bayi hendaknya juga mendapat bimbingan dan pemeriksaan berkala selama menyusui.

Baca Juga: Menyusui saat Hamil, Wajib Konsumsi 4 Nutrisi Makanan Agar ASI Lancar Ini!

“Bila ibu hamil terinfeksi virus HIV dan berencana untuk menyusui, harus terlebih dahulu ke tenaga ahli kompeten,” ujar dr. Margaret.

Konseling tentang ibu dengan HIV/AIDS menyusui ini penting agar sang ibu mendapat info lengkap mengenai cara-cara menyusui, manajemen pemberian ASIP, manfaat dan risiko, untuk bahan pertimbangan ibu dalam mengambil keputusan yang terbaik.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.