2-3 tahun

2-3 TAHUN
21 Januari 2021

Kenali Metode Belajar Anak, Apakah Gaya Belajar Visual, Audio, atau Kinestetik?

Bantu anak menggali potensi dengan cara yang tepat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Amelia Puteri

Setiap anak dilahirkan berbeda-beda. Bahkan anak yang kembar sekalipun punya bakat dan keahlian yang berbeda pula. Nah, begitu juga dengan cara belajar setiap anak.

Ada anak yang lebih mudah menyerap materi kalau ada bantuan alat peraga. Namun, ada juga yang bisa belajar dengan mudah kalau materinya dijadikan lagu.

Dengan mengenali metode belajarnya, anak pun belajar dengan lebih efektif. Ia bisa memahami informasi lebih baik tanpa merasa frustrasi.

Mulai dari gaya belajar visual, audio, atau kinestetik, kira-kira anak Moms tipe yang mana, nih? 

Baca Juga: Yuk Pahami Cara Belajar Anak Berdasarkan Zodiak

Pengertian Gaya Belajar Anak

gaya belajar visual

Foto: Orami Photo Stock

Sebelum mengetahui apakah Si Kecil adalah anak dengan gaya belajar visual, audio, atau kinestetik, tak ada salahnya Moms mencari tahu seperti apa gaya belajar anak.

Gaya belajar adalah istilah yang mengacu pada berbagai cara kita belajar, memproses, dan menyimpan informasi.

Semua anak kecil belajar melalui pengalaman langsung yang berarti, melalui menyentuh, melakukan, dan bergerak. Dan anak-anak juga belajar melalui penglihatan dan pendengaran.

Saat Moms mengamati anak, kita akan mulai mengidentifikasi kekuatan dan preferensi yang memberi tahu Moms sesuatu tentang gaya belajar yang disukai Si Kecil.

Moms ingin mengembangkan kekuatan anak, tetapi ingatlah bahwa hal itu membantu menantangnya untuk tumbuh juga. Anak kita dapat unggul dalam berbagai bidang.

Karena itu, tawarkan berbagai pengalaman untuk membantu anak untuk mengembangkan kekuatan dan minat baru yang akan memperluas pemahamannya tentang dunia.

Ada empat gaya belajar utama yaitu gaya belajar Visual, Auditori, Membaca/Menulis, dan Kinestetik. Banyak anak menggunakan kombinasi masing-masing, tetapi biasanya memiliki satu gaya yang paling cocok untuk mereka.

Menggunakan metode belajar yang benar akan membuat perbedaan besar dalam hal pemahaman (dan mengingat) materi anak.

Dengan mengetahui gaya belajar si buah hati, Moms dapat memilih metode belajar efektif yang melengkapi kekuatan daripada melawannya.

Ingat, tidak selalu ada satu jawaban yang benar. Anak Moms mungkin termasuk dalam kategori anak yang memiliki gaya belajar lebih dari satu.

Cara terbaik untuk mengetahui bagaimana anak Moms belajar dengan baik adalah dengan mencoba beberapa metode berbeda dan melihat mana yang paling efektif!

Baca Juga: 5 Cara Ini Pastikan Bayi Aman Saat Belajar Berjalan

Macam-macam Gaya Belajar Anak

gaya belajar anak

Foto: Orami Photo Stock

Moms sudah mengetahui apa makna dari gaya belajar anak.

Ada empat gaya belajar utama anak-anak, yaitu gaya belajar visual, audio, atau kinestetik. Cari tahu gaya belajar Si Kecil dengan menyimak penjelasan berikut ini dulu yuk, Moms.

1. Gaya Belajar Audio

Anak yang belajar dengan metode audio paling bisa memahami materi dengan cara mendengarkan. Ia akan mengingat hal-hal yang didengarnya, bukan yang dilihat atau dirasakan.

Misalnya, anak lebih memahami instruksi yang didikte secara verbal, bukan dalam bentuk tulisan.

Perhatikan jika saat membaca atau menghafalkan sesuatu, anak menggumamkan atau membaca keras-keras materi pelajarannya. Ini berarti Si Kecil belajar dengan metode audio.

Untuk mendukung gaya belajar audio, Moms bisa menguji pemahaman anak dengan kuis lisan. Mintalah anak untuk menceritakan kembali rangkuman pelajarannya pada Moms daripada menuliskannya di atas kertas.

Di sekolah, mintalah anak untuk duduk di depan supaya ia bisa mendengarkan gurunya dengan jelas.

Baca Juga: 6 Tips untuk Membantu Perkembangan Balita Usia Prasekolah

2. Gaya Belajar Visual

Anak yang paling baik menginternalisasi dan mensintesis informasi ketika diberikan kepada mereka dalam penggambaran grafis dari simbol-simbol yang bermakna dijelaskan sebagai anak dengan gaya belajar visual.

Gaya belajar visual sangat bergantung pada alat peraga seperti gambar, diagram, tabel, film, dan infografik. Anak akan lebih cepat belajar ketika melihat dan menyaksikan sesuatu.

Karena pelajar visual cenderung pelajar holistik yang memproses informasi paling baik ketika disajikan kepada mereka sebagai keseluruhan yang kuat daripada sedikit demi sedikit.

Anak dengan gaya belajar visual cenderung melihat hasil pendidikan yang positif ketika mereka disajikan dengan bagan dan diagram ringkasan daripada slide informasi berurutan.

Anak mungkin mudah kehilangan konsentrasi kalau hanya mendengarkan penjelasan dari gurunya. Matanya juga harus disibukkan dengan objek tertentu.

Ketika diminta mengingat sesuatu, anak mungkin akan memejamkan matanya untuk membayangkan hal tersebut.

Supaya anak dengan gaya belajar visual ini bisa belajar dengan lebih efektif, mintalah anak untuk mencatat atau menggambar ide-ide pokok yang disampaikan ketika gurunya sedang menjelaskan sesuatu tanpa gambar atau alat peraga.

Ketika anak sedang mempelajari materi baru, cobalah untuk mencari gambar-gambar atau grafik di internet yang bisa membantu pemahamannya.

Ajari juga anak untuk mencatat atau menulis dengan berbagai warna untuk membantu mengingat isi catatannya. Mengingat Si Kecil cocok dengan gaya belajar visual.  

Baca Juga: 4 Cara Ampuh Meningkatkan Motivasi Belajar Anak

3. Gaya Belajar Kinestetik

Setelah ada gaya belajar visual, dan audio, selanjutnya ada gaya belajar kinestetik.

Pelajar kinestetik adalah pelajar partisipatif yang aktif yang perlu mengambil peran aktif secara fisik dalam proses pembelajaran untuk mencapai hasil pendidikan terbaik mereka.

Anak kadang-kadang disebut sebagai "pembelajar taktil", tetapi ini bisa sedikit keliru, alih-alih hanya menggunakan sentuhan, pembelajar kinestetik cenderung melibatkan semua indra mereka secara setara dalam proses pembelajaran.

Metode kinestetik berarti anak harus bergerak atau melakukan sesuatu ketika belajar.

Anak dengan gaya belajar ini paling cepat menyerap materi sambil dipraktekkan, misalnya beraktivitas di laboratorium, bermain drama, atau sekadar bermain game sambil belajar.

Kalau Si Kecil menghafalkan sesuatu atau berhitung sambil berjalan-jalan, mungkin ia masuk tipe kinestetik.

Anak yang belajar dengan metode kinestetik juga biasanya menggunakan gestur tertentu, seperti menggoyangkan kaki atau mengibaskan telapak tangan.

Supaya lebih fokus saat membaca, ajari anak untuk menggerakan jari-jarinya mengikuti arah teks, seolah sedang menelusuri kata demi kata dengan jemarinya.

Biarkan anak berjalan-jalan atau mengetuk-ngetukkan meja ketika belajar. Sebaiknya berikan jeda beberapa saat, misalnya setiap 20 menit, agar anak bisa bergerak dan beraktivitas.

Karena sifat aktif mereka, pelajar kinestetik sering kali mengalami kesulitan untuk berhasil dalam pengaturan kelas konvensional.

Beberapa pendidik telah menemukan keberhasilan dalam mendorong pelajar kinestetik untuk menggunakan kartu flash untuk mata pelajaran seperti matematika dan bahasa Inggris untuk membuat hafalan menjadi pengalaman interaktif.

Para siswa ini juga sering berkembang dalam mata pelajaran ilmiah dengan komponen laboratorium, karena pelatihan instruksional berbasis keterampilan yang terjadi dalam pengaturan ini melibatkan mereka dalam cara yang produktif.

4. Gaya Belajar Kombinasi

Kebanyakan anak menggabungkan dua atau lebih metode belajar. Misalnya, anak bisa belajar dengan mudah jika ia membaca keras-keras catatannya sambil berjalan-jalan.

Ini berarti anak adalah tipe pembelajar audio dan kinestetik. Apa pun kombinasi gaya belajar yang disukai Si Kecil, yang terpenting adalah anak merasa nyaman ketika belajar.

Baca Juga: 7+ Rekomendasi Push Walker untuk Si Kecil yang Sedang Belajar Jalan

Anak Dapat Memiliki Beberapa Gaya Belajar yang Berbeda

gaya belajar anak

Foto: Orami Photo Stock

Beberapa hal dalam hidup termasuk dalam hal yang mudah digambarkan, tidak terkecuali dalam metode belajar anak.

Faktanya, penelitian memperkirakan bahwa antara 50-70 persen populasi memiliki kesamaan dengan beberapa gaya belajar yang berbeda.

Orang-orang ini disebut "pembelajar multimodal" dan cenderung berhasil dalam pengaturan kelas yang melibatkan berbagai gaya belajar secara bergantian.

Namun, hanya karena siswa dapat berhasil dengan gaya belajar yang berbeda, tidak berarti mereka harus terlibat dengan lebih dari satu gaya belajar dan menjadi pembelajar multimodal.

Meskipun lingkungan yang kaya media saat ini telah membuat pembelajaran multimedia lebih mudah dari sebelumnya, studi terbaru merekomendasikan perlunya berhati-hati saat memperkenalkan desain pembelajaran multimedia ke dalam kelas.

Secara umum, multimedia harus diperlakukan dengan bijaksana sebagai alat untuk tujuan pendidikan tertentu.

Instruksi yang interaktif harus disediakan untuk topik yang lebih kompleks daripada menggunakan cara menghafal dasar dan pengembangan keterampilan.

Itu dia Moms informasi mengenai gaya belajar Si Kecil, yaitu gaya belajar visual, audio, dan kinestetik. Menurut Moms, gaya belajar manakah yang sesuai dengan anak?

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait