22 Juli 2022

5 Cara Melatih Anak Kerja Sama, Ketahui Juga Contoh Perilakunya di Rumah dan Sekolah

Pahami juga manfaat kerja sama di sini, Moms!

Sedari dini, anak perlu belajar untuk kerja sama agar paham bagaimana membangun team work sampai dewasa.

Anak bisa mulai belajar hal tersebut melalui permaian seperti bermain basket atau sepakbola.

Di dalam sebuah tim, penting bagi kita untuk memiliki perilaku kerja sama dan bergaul dengan pemain atau anggota lain.

Tidak hanya dalam tim kegiatan olahraga, kerja sama juga sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, baik itu di rumah, sekolah, hingga di tempat kerja.

Nah, kira-kira apa ya manfaat dari melakukan kerja sama tim serta contohnya? Simak ulasannya berikut ini!

Baca Juga: Mengenal Teori Piaget, 4 Tahapan Perkembangan Kognitif dan Kecerdasan Anak

Pengertian Kerja Sama

Definisi Kerja Sama
Foto: Definisi Kerja Sama

Foto: anak-anak berkumpul (Orami Photo Stock)

Melakukan sesuatu dengan menerapkan kerja sama yang baik akan memberikan hasil yang terbaik.

Bekerja sama menggunakan keterampilan dasar, seperti komunikasi, pengendalian diri, dan kerendahan hati.

Hal tersebutlah yang mendukung kemampuan seseorang untuk bekerja dalam tim.

Kerja tim lebih dari sekadar bergaul dengan orang lain. Kunci untuk anggota tim yang baik adalah memiliki kemampuan untuk menempatkan kebutuhan kelompok di atas kebutuhan diri sendiri.

Ini merupakan salah satu keterampilan yang sudah sepatutnya dimiliki oleh setiap orang.

Bahkan, dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Pew Research Center di Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa, kerja sama tim berada di peringkat keempat dalam jenis-jenis skill yang harus dimiliki.

"Sejak usia muda, anak-anak perlu belajar bagaimana memberi, menerima, berbagi, bergiliran, dan menarik orang lain untuk mengisi kekosongan yang ada," jelas Claire Halsey, seorang psikolog klinis, Inggris, dilansir dari The School Run.

Cara Membangun Perilaku Kerja Sama pada Anak

Cara Membangun Perilaku Kerja Sama pada Anak
Foto: Cara Membangun Perilaku Kerja Sama pada Anak

Foto: anak pramuka (Orami Photo Stock)

Beberapa tips berikut ini bisa membantu Moms dan Dads membangun perilaku kerja sama terhadap anak. Yuk, dicoba!

1. Mendaftarkan Anak pada Kegiatan yang Terorganisir

Memberi anak-anak kesempatan untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang pada umumnya melibatkan kolaborasi dengan banyak orang adalah cara yang bagus untuk mengajari mereka nilai kerja sama tim.

Kuncinya adalah mendaftarkan Si Kecil di jenis kegiatan yang sesuai dengan minat mereka.

Contoh kegiatan ekstrakurikuler yang bagus untuk anak coba adalah, pramuka, klub catur, klub musik, mading, dan lainnya.

2. Ajari Anak Menyemangati Orang Lain

Mengajari anak-anak untuk melihat sesuatu di luar diri mereka, serta memerhatikan kebutuhan orang lain dianggap dapat menjadi faktor yang bisa membangun kerja sama tim.

Dorong anak-anak untuk menyemangati rekan satu timnya saat menghadiri perlombaan olahraga, dan memuji prestasi akademik teman sekelas mereka.

3. Membaca Buku Bersama Anak

Sejak dini, Moms dan Dads sudah bisa mengajarkan perilaku kerja sama pada anak dengan membacakan mereka buku yang membahas tentang kerja tim.

Moms juga bisa menceritakan dongeng yang mengangkat tema kerja sama, seperti Semut dan Burung Merpati.

4. Mempraktikkannya di Rumah

Moms dan Dads pasti sudah tahu bahwa proses pengajaran yang baik untuk membentuk perilaku kerja sama adalah di mulai dari rumah di mana terdapat keluarga.

Moms bisa mengajarkan dan menunjukkan kepada mereka, bahwa rumah tangga yang sukses tumbuh dari kerja sama oleh semua anggota keluarga.

Berilah anak pekerjaan rumah tangga, atau minta mereka membantu saudara dan kerabat lainnya di rumah.

Lalu, pujilah saat-saat ketika anak terlihat berusaha untuk bekerja sama dengan orang lain dalam menyelesaikan suatu tugas

5. Bangun Kepercayaan Diri Anak

Anak-anak yang pemalu dan pendiam mungkin akan merasa sulit untuk menjadi bagian dalam tim, dan merasa ditekan oleh karakter anak lainnya yang lebih kuat.

Setiap anak memang memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Beberapa anak bisa lebih cerdas secara intelektual, sementara beberapa anak lainnya merupakan orang yang kreatif atau unggul dalam olahraga.

Bantulah mereka bersinar di bidang yang mereka pilih dengan tujuan membangun kepercayaan diri mereka.

Baca Juga: Penting! Ketahui Tahap Perkembangan Emosi Anak dari Bayi hingga Remaja

Manfaat Kerja Sama

Manfaat Kerja Sama
Foto: Manfaat Kerja Sama (rd.com)

Foto: anak belajar di kebun (Orami Photo Stock)

Belajar bekerja sama dengan orang sebagai bagian dari tim akan membantu anak dalam mengasah banyak keterampilan sosial, seperti kesabaran, empati, komunikasi, rasa hormat terhadap orang lain, kompromi, dan toleransi.

Ini juga membantu mereka mengembangkan kepercayaan diri dan kepercayaan pada orang lain yang tentunya berdampak positif bagi masa depan anak.

Contoh Kerja Sama di Sekolah

Contoh Kerja Sama di Sekolah
Foto: Contoh Kerja Sama di Sekolah

Foto: anak sekolah (Orami Photo Stock)

Selama anak berada di tingkatan sekolah dasar, hal tersebut merupakan waktu yang tepat untuk memupuk etos kerja tim, sehingga anak dapat selalu menerapkannya sepanjang hidup mereka.

Di sekolah, ada banyak kegiatan yang dirancang untuk membantu anak-anak terbiasa menjadi seseorang yang bisa diajak bekerja sama.

Beberapa contohnya, meliputi:

  • Membaca berkelompok. Kegiatan ini dilakukan anak dengan membaca secara bergiliran.
  • Memainkan alat musik sederhana seperti keyboard dan perkusi untuk menyatukan sebuah karya musik.
  • Olahraga tim, seperti sepak bola, lari estafet, basket, dan kasti.
  • Mengikuti kegiatan debat, bekerja sebagai sebuah tim untuk memperdebatkan atau menentang suatu isu tertentu.
  • Memainkan drama pentas sekolah.

Baca Juga: 5 Tahap Perkembangan Psikoseksual Anak: Oral, Anal, Phalik, Laten, dan Genital

Contoh Kerja Sama di Rumah

Contoh Kerja Sama di Rumah
Foto: Contoh Kerja Sama di Rumah (everythinggirlslove.com)

Foto: anak membersihkan meja (Orami Photo Stock)

Terdapat banyak kegiatan yang bisa Moms terapkan untuk memberi anak kesempatan dalam melatih keterampilan kerja tim mereka di rumah.

Beberapa di antaranya, meliputi:

  • Bermain board game seperti jenga dan ludo untuk mengembangkan keterampilan sosial yang penting seperti bergiliran, berkolaborasi, dan berkompromi.
  • Memasak bersama. Bila anak Moms belum terlalu mahir, beri anak tugas yang tidak terlalu sulit dan berbahaya, seperti mencuci buah dan sayuran.
  • Saling membantu mengerjakan pekerjaan rumah. ini merupakan cara yang bagus bagi anak-anak untuk mengembangkan keterampilan penting seperti komunikasi dan kesabaran.

Ingatlah bahwa kerja sama tim merupakan tantangan bagi anak-anak yang dianggap menyenangkan, namun Moms harus tetap bersiap untuk campur tangan jika keadaan kerja sama tim menjadi terlalu kompetitif atau konfrontatif.

  • https://www.pewresearch.org/fact-tank/2015/02/19/skills-for-success/
  • https://national.macaronikid.com/articles/59a70aaa6a33644cae651292/6-tips-for-teaching-your-children-teamwork
  • https://www.commonsensemedia.org/articles/what-is-teamwork
  • https://www.theschoolrun.com/how-teach-your-child-teamwork
  • https://www.momjunction.com/articles/how-to-build-confidence-in-kids-activities_00813958/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb