Scroll untuk melanjutkan membaca

PARENTING ISLAMI
21 Oktober 2022

Pengertian Kiamat Sugra, Beserta Tanda-tandanya, Termasuk Banyaknya Bencana Alam!

Kiamat sugra merupakan kiamat kecil, sedangkan kiamat kubra merupakan kiamat besar
Pengertian Kiamat Sugra, Beserta Tanda-tandanya, Termasuk Banyaknya Bencana Alam!

Apakah ada perbedaan kiamat sugra dan kiamat kubra? Keduanya adalah jenis kiamat yang harus diketahui, karena mengetahui dan memercayai hari kiamat termasuk ke dalam rukun iman.

Dalam Alquran, Allah SWT berfirman:

وَأَنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ لَا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ مَنْ فِي الْقُبُورِ

"Wa annas-sā'ata ātiyatul lā raiba fīhā wa annallāha yab'aṡu man fil-qubụr."

Artinya: “Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur,” (QS Al Hajj: 7).

Belakangan ini, banyaknya fenomena alam mengingatkan umat Islam ke dalam tanda datangnya kiamat.

Selain bencana alam, berbagai peristiwa memilukan yang menimpa masyarakat, seperti pembunuhan, korupsi, maupun bentuk kejahatan lainnya didentikkan dengan kiamat.

Benarkah demikian?

Baca Juga: 3+ Macam-macam Najis dalam Islam dan Cara Membersihkannya, Catat!

Tentang Kiamat

Ilustrasi Kiamat

Foto: Ilustrasi Kiamat (Freepik.com/sebdeck)

Meskipun waktu kedatangan kiamat hanya Allah SWT saja yang mengetahuinya, akan tetapi sebagai seorang mukmin yang baik seseorang harus selalu meyakini bahwa hari akhir (kiamat) pasti akan tiba.

Karena kiamat juga termasuk ke dalam rukun iman yang kelima.

Mengenai hal ini, Allah SWT berfirman:

فَهَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا السَّاعَةَ أَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً فَقَدْ جَاءَ أَشْرَاطُهَا فَأَنَّى لَهُمْ إِذَا جَاءَتْهُمْ ذِكْرَاهُم

"Fa hal yanẓurụna illas-sā'ata an ta`tiyahum bagtah, fa qad jā`a asyrāṭuhā, fa annā lahum iżā jā`at-hum żikrāhum."

Artinya: “Tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya.

Maka Apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila kiamat sudah datang?” (QS Muhammad: 18).

Usim Research Repository mengemukakan bahwa hari kebangkitan atau kiamat adalah hari ketakutan bagi setiap orang yang beriman pada rukun iman yang kelima.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa dalam Alquran terdapat berbagai jenis gaya bahasa dan perumpamaan untuk menggambarkan hari kiamat.

Misalnya seperti kehancuran total alam semesta dengan penggunaan tashbih mujmal, tashbih baligh dan sebagainya.

Dalam ilmu aqidah, kiamat dibedakan menjadi dua macam, yaitu kiamat sugra atau kiamat kecil, dan juga kiamat kubra atau kiamat besar.

Pengertian dan Fungsi Kiamat Sugra

Berdoa

Foto: Berdoa (Freepik.com/faizaminudin)

Kiamat sugra disebut juga dengan kiamat kecil. Ini merupakan jenis kiamat yang dapat dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Kiamat sugra dapat dilihat dari tanda-tanda, seperti terjadinya kerusakan alam, meninggalnya manusia, dan lain sebagainya.

Kiamat jenis ini bisa diartikan juga sebagai tanda berakhirnya kehidupan seseorang.

Adapun fungsi terjadinya kiamat sugra agar manusia senantiasa mengingat dan menjadi lebih dekat dengan Allah SWT Sang Pencipta Alam.

Karena ketika terjadi musibah, maka kita akan berdoa dan meminta pertolongan kepada Allah SWT.

Tanda-tanda Kiamat Sugra

Tanah Retak

Foto: Tanah Retak (Freepik.com/wirestock)

Beberapa contoh dari tanda-tanda terjadinya kiamat sugra atau kiamat kecil adalah:

1. Wanita Berpakaian Tapi Telanjang

Salah satu tanda-tanda terjadinya kiamat sugra adalah mulai tampak wanit yang berpakaian namun seperti telanjang.

Pakaian yang mereka kenakan begitu kecil dan ketat sehingga menampilkan lekuk tubuhnya.

Dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda,


حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا.

Artinya: "Ada dua macam penduduk neraka yang belum pernah ku lihat.

Yaitu oarang-orang yang membawa cemeti seperti ekor sapi yang mereka gunakan untuk mencabuki manusia dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang

Yang bergoyang dan membuat orang lain bergoyang, kepala mereka seperti punuk unta yang miring.

Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium baunya, padahal bau surga itu bisa  dicium dari jarak perjalanan sekian dan sekian," (HR. Muslim, Al-Libas waz-Zinah).

Baca Juga: Yajuj Majuj, Makhluk Allah SWT yang Menjadi Pertanda Kiamat

2. Semakin Tersebarnya Kebodohan dalam Kehidupan

Tanda kiamat sugra lain adalah wafatnya para ulama dan meluasnya kebodohan.

Dicabutnya ilmu terjadi dengan diwafatkannya para ulama.

Dijelaskan dalam hadits dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu anhuma, beliau berkata,

“Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّـى إِذَا لَمْ يَبْقَ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالاً فَسُئِلُوا، فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا.

Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu sekaligus dari para hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama.

Sehingga ketika tidak tersisa lagi seorang alim, maka manusia akan menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemimpin.

Lalu mereka ditanya, kemudian mereka akan memberikan fatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat lagi menyesatkan orang lain."

Selain itu, dijelaskan dalam ash-Shahiihain dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, beliau berkata,

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ.

Artinya: "Di antara tanda-tanda Kiamat adalah hilangnya ilmu dan tersebarnya kebodohan.”

Tidak hanya itu, Al-Bukhari meriwayatkan dari Syaqiq, beliau berkata,

"Aku pernah bersama ‘Abdullah dan Abu Musa, keduanya berkata, ‘Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ لأَيَّامًا يَنْزِلُ فِيهَا الْجَهْلُ وَيُرْفَعُ فِيهَا الْعِلْمُ.

Artinya: "Sesungguhnya menjelang datangnya hari Kiamat akan ada beberapa hari di mana kebodohan turun dan ilmu dihilangkan."

3. Maraknya Riba

Rasul juga pernah mengatakan bahwa riba yang semakin meluas merupakan salah satu tanda kiamat sugra semakin dekat.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَأْكُلُونَ الرِّبَا فَمَنْ لَمْ يَأْكُلْهُ أَصَابَهُ مِنْ غُبَارِهِ

Artinya: "Benar-benar akan datang kepada manusia suatu zaman dimana dimana tidak ada seorang pun diantara mereka kecuali memakan harta riba.

Sekiranya ia tidak memakannya, setidaknya ia terkena debunya," (HR Nasa`i, no. 4455, namun dinilai dhaif oleh al-Albani).

Meski secara sanad, hadis di atas adalah hadis yang lemah, namun makna yang terkandung di dalamnya adalah benar, dan zaman tersebut pun telah tiba.

Padahal, ancaman memakan harta riba sangat mengerikan.

Allah Ta’ala berfirman,

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

"Allażīna ya`kulụnar-ribā lā yaqụmụna illā kamā yaqụmullażī yatakhabbaṭuhusy-syaiṭānu minal-mass, żālika bi`annahum qālū innamal-bai'u miṡlur-ribā.

Wa aḥallallāhul-bai'a wa ḥarramar-ribā, fa man jā`ahụ mau'iẓatum mir rabbihī fantahā fa lahụ mā salaf, wa amruhū ilallāh, wa man 'āda fa ulā`ika aṣ-ḥābun-nār, hum fīhā khālidụn."

Artinya: "Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila.

Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba.

Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.

Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah.

Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya." (QS. Al Baqarah: 275)

4. Terjadinya Banyak Bencana Alam

Perumahan Hancur

Foto: Perumahan Hancur (Pexels.com/ahmed-akacha-3313934)

Semakin banyaknya terjadi bencana juga merupakan salah satu tanda kiamat sugra.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, beliau berkata,

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَكْثُرَ الزَّلاَزِلُ.

Artinya: ‘Tidak akan tiba hari Kiamat hingga banyak terjadi gempa bumi."

Diriwayatkan juga dari Salamah bin Nufail as-Sakuni Radhiyallahu anhu, beliau berkata:

كُنَّا جُلُوسًا عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. (وَذَكَرَ الْحَدِيْثَ وَفِيْهِ) وَبَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ مُوتَانٌ شَدِيدٌ وَبَعْدَهُ سَنَوَاتُ الزَّلاَزِلِ.

Artinya: “Kami pernah duduk-duduk bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam… (lalu beliau menuturkan haditsnya) dan sebelum Kiamat ada dua kematian yang sangat dahsyat, dan setelahnya terjadi tahun-tahun yang dipenuhi dengan gempa bumi.”

Baca Juga: 7+ Arti Mimpi Kiamat, Tak Sekadar Bunga Tidur

5. Berakhirnya Kehidupan Seseorang (Meninggal)

Berakhirnya kehidupan setiap makhluk yang bernyawa termasuk kiamat dalam kiamat sugra.

Kiamat-kiamat kecil yang terjadi sepanjang perjalanan kehidupan manusia itu semuanya sebagian ujian dan cobaan. Sebagaimana firman-Nya:

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

"Kullu nafsin żā`iqatul-maụt, wa nablụkum bisy-syarri wal-khairi fitnah, wa ilainā turja'ụn."

Artinya: "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan," (QS. Al-Anbiya Ayat 35)

Kehidupan seseorang di alam baru (kubur atau akhirat) sangat bergantung pada perbuatannya di dunia. Jika baik, maka akan baik pula balasannya, begitulah sebaliknya.

6. Banyaknya Perdagangan

Di antara tanda-tanda Kiamat adalah banyaknya perdagangan, dan penyebarannya ditengah-tengah manusia, sehingga kaum wanita ikut bergabung di dalamnya bersama kaum pria.

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan al-Hakim dari ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya beliau bersabda:

بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ تَسْلِيمَ الْخَاصَّةِ، وَفُشُوَّ التِّجَارَةِ، حَتَّى تُشَارِكَ الْمَرْأَةُ زَوْجَهَا عَلَى التِّجَارَةِ.

Artinya: “Menjelang tibanya hari Kiamat, salam hanya diucapkan kepada orang-orang tertentu, dan banyaknya perdagangan hingga seorang wanita membantu suaminya dalam berdagang."

An-Nasa-i meriwayatkan dari ‘Amr bin Taghlib Radhiyallahu anhu, beliau berkata,

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يَفْشُوَ الْمَالُ وَيَكْثُرَ وَتَفْشُوَ التِّجَارَةُ.

Artinya: "Sesungguhnya di antara tanda-tanda Kiamat adalah melimpah ruahnya harta dan banyaknya perdagangan."

Hal ini telah terjadi, perdagangan menjadi banyak di mana-mana, dan wanita ikut serta di dalamnya.

Sehingga banyak manusia yang mengumpulkan harta, bahkan berlomba-lomba mendapatkannya.

7. Tanda-tanda Lainnya

Ilustrasi Pembunuhan

Foto: Ilustrasi Pembunuhan (Pexels.com/@cottonbro)

Selain beberapa tanda di atas, ada juga beberapa tanda kiamat sugra lainnya, yakni:

Dengan mengetahui tentang kiamat sugra, diharapkan manusia bisa mawas diri dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ayo semakin perkuat iman dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

  • https://oarep.usim.edu.my/jspui/handle/123456789/7534
  • https://dalamislam.com/landasan-agama/tauhid/tanda-tanda-kiamat
  • https://umma.id/post/perbedaan-kiamat-kubro-dan-sughro-dalam-islam-beserta-dalilnya-375396?lang=id
  • https://tafsirweb.com
  • https://muslim.or.id/23654-balasan-bagi-pelaku-riba-dalam-al-quran.html
  • https://almanhaj.or.id/3184-13-hilangnya-ilmu-dan-menyebarnya-kebodohan.html
  • https://umma.id/post/10-tanda-tanda-kiamat-sugra-dan-kubra-beserta-dalilnya-375576?lang=id
  • https://almanhaj.or.id/3212-tanda-tanda-kecil-kiamat.html
  • https://umma.id/article/share/id/1002/282715
  • https://almanhaj.or.id/3174-29-31-banyaknya-perdagangan-terjadinya-gempa-bumi-banyaknya-orang-ditenggelamkan-ke-dalam-bumi.html