25 Oktober 2018

Kisah Adil Khan, Anak Asal Pakistan yang Hidup dengan Polio

Gara-gara tak diberi vaksin, bocah malang ini terkenal polio ketika usianya 5 bulan

Ketika bayi baru lahir, salah satu jenis vaksin yang disarankan untuk diberikan adalah vaksin polio. Vaksin ini memiliki frekuensi pemberian sesuai usia bayi.

Sebab seperti kita ketahui polio merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio.

Penyakit polio bisa jadi sangat mengerikan, karena pada kondisi tertentu, seseorang yang terinfeksi polio dapat mengalami cacat atau kelumpuhan permanen. Contoh nyata peristiwa ini seperti yang dialami oleh Adil Khan, anak berusia 10 tahun dari Pakistan.

Demam Tinggi dan Gejala Kaki Lumpuh

neoc pak2017 faran tanveer
Foto: neoc pak2017 faran tanveer

Polio sebetulnya bisa dicegah dengan pemberian vaksin sejak dini. Sayangnya, Adil sudah terlanjur terpapar polio sebelum mendapatkan vaksin tersebut.

Seperti dikutip dari Polioeradication.org, kisah Adil bermula saat anak sulung dari empat bersaudara itu didiagnosis polio saat berusia 5 bulan.

Sebelum didiagnosis polio, Adil mengalami demam tinggi selama beberapa hari yang diikuti dengan melemahnya kondisi kaki kiri. Sang ayah, Shami Ullah, langsung membawa bayi Adil ke rumah sakit.

Di rumah sakit, Adil langsung menjalani serangkaian tes polio. Dari situ, diketahui bahwa Adil positif terkena polio.

“Kami sudah pernah mendengar tentang polio sebelumnya. Jadi, begitu tahu anak kami terkena polio, kami khawatir sekali. Saya tidak bisa terima Adil tidak akan bisa berjalan seumur hidupnya,” tutur Shami yang ketika itu bekerja sebagai buruh.

Sedihnya, Adil ternyata bukan satu-satunya anak yang menderita polio di Peshawar, daerah tempat tinggal keluarganya di Pakistan. pada 2008, ketika Adil dilahirkan, ada setidaknya 21 anak yang didiagnosis polio di daerah yang sama.

Baca Juga : 11 Jenis Imunisasi yang Disarankan untuk Bayi 0-12 Bulan dan Jadwal Pemberiannya

Gunakan Alat Bantu Orthotic dan Rehabilitasi

neoc pak2017 faran tanveer
Foto: neoc pak2017 faran tanveer

Namun, meski sang putra menderita polio, Shami tidak patah arang. Dengan segala keterbatasan yang ada, mereka berusaha agar Adil bisa hidup normal seperti anak-anak lainnya.

Meski memang Adil berbeda dari anak normal, ia ingin perbedaan tersebut tidak menghalangi kesehariannya.

Salah satunya, Shami mendorong Adil untuk menggunakan perangkat orthotic dan melakukan fisioterapi agar Adil bisa berjalan.

Ini adalah program yang diadakan oleh Inisiatif Rehabilitasi Polio Pakistan sejak 2007 untuk mendukung anak-anak yang terjangkit polio.

“Inisiatif penyediaan layanan rehabilitasi untuk anak-anak terkena polio merupakan kombinasi penting dari rehabilitasi medis dan sosial,” kata Dr Maryam Mallick yang mengepalai Inisiatif Rehabilitasi Polio dengan WHO Pakistan.

Ketika seorang anak lumpuh karena polio, petugas rehabilitasi mengunjungi rumah pasien polio untuk menilai kebutuhan apa saja yang bisa dibantu.

Berdasarkan penilaian itu, rencana rehabilitasi disusun. Layanan medis termasuk penyediaan perangkat orthotic, prosedur bedah, fisioterapi, serta layanan tindak lanjut yang teratur juga dilakukan.

Ada banyak manfaat untuk rehabilitasi bagi anak-anak ini. Dengan perawatan yang tepat, anak-anak tidak hanya meningkatkan mobilitas mereka, tetapi juga memperoleh kemandirian dan memungkinkan mereka untuk mendaftar di sekolah.

“Untuk memastikan kehadiran anak secara teratur, biaya pendidikan untuk biaya sekolah tahunan, seragam, buku, sepatu, dan bahkan sejumlah kecil uang saku diberikan kepada kepala sekolah masing-masing, bukannya diberikan kepada orang tua,” kata Dr Mallick.

Baca Juga : Si Kecil Mau Disuntik Vaksin? Cek Dulu 5 Tips Berikut Ini!

Adil Akhirnya Bisa Berlari

Setelah mengikuti program tersebut, kondisi Adil semakin menunjukan perkembangan. Shami yang sebelumnya tidak pernah membayangkan anaknya itu bisa berjalan akhirnya melihat sendiri Adil bisa bersekolah, berjalan, bahkan telah mampu berlari.

“Kami senang sekali melihat si sulung bisa berlari. Dia seperti anak normal lainnya,” ungkap Shami.

Adil saat ini adalah siswa kelas tiga di Peshawar Cambridge Public School. Dia suka belajar. Hal ini membuat sang ayah begitu bangga.

“Ketika dia tumbuh dewasa, saya ingin dia menjadi seorang dokter sehingga dia dapat membantu orang yang membutuhkan,” kata Shami yang sekarang ikut menjadi bagian dari Inisiatif Pemberantasan Polio.

Itulah kisah Adil yang tetap bisa menjalani hidup normal meskipun didiagnosis menderita polio pada usia 5 bulan.

Untuk mencegah hal serupa, mari petik pembelajaran dari kisahnya yakni dengan memberikan imunisasi polio tepat waktu pada buah hati tercinta.

(AND)

Sumber: polioeradication.org

 

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.