09 September 2021

Cari Tahu Sejarah Klepon, Filosofi hingga Resep yang Mudah Diikuti

Bulat, manis isinya dan hijau warnanya

Klepon merupakan salah satu jenis jajanan tradisional yang masih digemari hingga sekarang.

Bentuknya seperti bola-bola kecil berwarna hijau dengan isian gula merah atau gula Jawa, dan disajikan dengan parutan kelapa.

Memiliki tekstur yang kenyal dan rasa manis, klepon biasanya disantap sebagai camilan pada pagi dan sore hari.

Selain tampilan yang unik, ternyata kue pasar satu ini juga menyimpan sejarah dan filosofi yang menarik lho, Moms!

Sejarah Klepon

klepon3.jpg
Foto: klepon3.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Baca Juga: Klepon Dinilai Tidak Islami, Ini Fakta-faktanya!

Tahu nggak Moms, jajanan tradisional klepon telah dikenal sejak puluhan tahun yang lalu lho.

Dalam buku Indisch leven in Nederland karya J. M. Meulenhoff, tertulis bahwa jajanan klepon sudah ada sejak tahun 1950-an.

Konon kue ini diperkenalkan pertama kali di Negeri Kincir Angin oleh seorang imigran Indonesia yang berasal Pasuruan, Jawa Timur.

Saat itu, klepon tersedia di toko dan restoran Indonesia-Belanda dan etnis Tionghoa.

Asal namanya sendiri diambil dari bahasa Jawa yang berarti "indung telur hewan". Kemungkinan penamaan ini merujuk pada bentuknya yang bulat dan kecil-kecil.

Orang-orang Jawa biasanya menyajikan klepon bersama kue tradisional lainnya seperti getuk dan cenil.

Selain sebagai sebagai sarapan, jajanan manis ini juga sering dijadikan sebagai hidangan dalam suatu acara ataupun pertemuan kampung.

Sementara di beberapa provinsi di Indonesia, seperti Sulawesi dan Kalimantan, klepon dikenal dengan sebutan onde-onde.

Namun penyebutan onde-onde sering membuat bingung, karena oleh orang Jawa sendiri onde-onde mengacu pada kue tradisional yang dibuat dari tepung beras dan berisi adonan kacang hijau.

Filosofi Klepon

klepon2.jpg
Foto: klepon2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Baca Juga: Kangen Jajanan Tradisional? Yuk, Coba Buat 4 Resep Onde-onde Nan Lezat Ini

Selain menggugah selera, klepon mengandung nilai-nilai kebaikan yang dapat dipelajari oleh semua orang.

Mengutip buku Belajar dari Makanan Tradisional Jawa, klepon merupakan lambang kesederhanaan.

Ini dapat dilihat dari bahan-bahannya yang simpel dan mudah didapatkan, yaitu tepung ketan, garam, pandan, gula merah, air, air kapur, dan kelapa.

Kesederhanaan kue tradisional ini juga tampak dari cara membuatnya yang sangat mudah dan bisa dilakukan siapa saja.

Sifat sederhana, bersahaja atau tidak berlebihan merupakan perilaku terpuji yang wajib dimiliki manusia dalam kehidupannya.

Selain itu bentuk bulat, warna hijau, dan rasa yang manis ternyata memiliki makna masing-masing lho.

1. Bentuk Bulat

Umumnya klepon berbentuk bulat tidak sempurna. Bentuk bulat ini melambangkan bahwa hidup seperti bulatan yang tidak diketahui mana ujung dan pangkalnya.

Manusia tidak pernah tahu kapan dilahirkan dan kapan meninggal dunia.

Bulatan tidak sempurna dan tidak rata menjadi simbol bahwa kehidupan manusia tidak ada yang sempurna dan tidak ada yang pasti.

2. Warna Hijau

Warna hijau berasal dari bahan pewarna alami, seperti daun suji atau daun pandan.

Warna ini melambangkan kehidupan, di mana seseorang harus menjaga hatinya agar tetap hidup.

Dengan hati yang hidup, dia akan selalu berusaha berbuat kebaikan dan menjauhi kejahatan.

3. Rasa Manis

Ketika disantap, klepon terasa manis. Rasa manis ini berasal dari isianya yang berupa gula aren atau gula Jawa.

Hal ini melambangkan pentingnya manusia memiliki kebaikan hati. Walaupun tidak terlihat dari luar, kebaikan hati dapat dirasakan.

4. Baluran Parutan Kelapa

Klepon dibalur dengan parutan kelapa yang melambangkan tahap kehidupan manusia. Kelapa dilapisi sabut dan batok yang keras.

Setelah kedua lapisan ini dikupas, masih ada lapisan lain berupa kulit ari yang berwarna kecokelatan dan kehitaman.

Di balik kulit ari terdapat daging buah kelapa, yang kemudian diparut dan dihaluskan untuk membaluri klepon.

Seperti halnya dalam hidup, kita harus melewati beberapa tahap untuk mencapai sebuah kebahagiaan.

5. Pembuatan Klepon

Tahapan dalam membuat jajanan ini juga menyimpan sebuah makna. Meski sederhana dan bahannya mudah didapatkan, namun membuatnya tidak boleh sembarangan.

Untuk membuat klepon yang lezat dibutuhkan kemampuan untuk mencampur bahan-bahan dengan takaran yang pas.

Proses pembuatan klepon melambangkan pentingnya ketepatan, ketelitian, dan kesabaran dalam melakukan berbagai pekerjaan.

Resep Klepon Pelangi

klepon
Siap dalam 1 jam
Sajian 4 porsi

Moms mungkin sudah terbiasa membuat klepon hijau. Nah, kali ini Orami akan membagikan resep klepon pelangi ala rumahan yang lezat.

Bahan-bahan

13 sdm tepung beras ketan

2 sdm tepung beras

2 sdm tepung terigu

air hangat secukupnya

pewarna makanan merah, kuning, hijau secukupnya

Isian:

1 batok gula merah

1 sdm mentega

Taburan:

1/4 buah kelapa parut setengah tua

garam secukupnya

Cara membuat:

  1. Langkah pertama, kukus parutan kelapa yang telah dicampur garam, sisihkan.
  2. Campur tepung beras ketan, tepung betas dan tepung terigu, tambahkan air hangat, aduk dan uleni.
  3. Bagi adonan menjadi tiga bagian, dan masing-masing beri pewarna makanan merah, kuning dan hijau. Uleni hingga kalis dan warna tercampur rata.
  4. Bentuk menjadi bola-bola kecil, pipihkan dan isi dengan gula merah yang sudah dihaluskan atau dipotong kecil-kecil. Bentuk menjadi bulat kembali.
  5. Rebus adonan bulat dengan air mendidih hingga mengapung dan matang.
  6. Angkat dan tiriskan, dan baluri dengan parutan kelapa yang sudah dikukus.
  7. Klepon pelangi buatan Moms siap dihidangkan. Untuk menambah keindahan sajian, gunakan daun pisang sebagai wadah dan jangan lupa hiasi secantik mungkin ya.
Baca Juga:

Bagaimana Moms, sejarah dan filosofinya sangat menarik bukan? Yuk, coba bikin di rumah untuk disantap di kala santai bersama keluarga!

  • id=CQEsAQAAMAAJ&q=Klepon+Nederland&dq=Klepon+Nederland&hl=en&sa=X&redir_esc=y
  • https://budi.kemdikbud.go.id/buku/pdf/8.%20Isi%20dan%20Sampul%20Belajar%20dari%20Makanan%20Tradisional%20Jawa%20(1).pdf
  • https://cookpad.com/id/cari/klepon%20pelangi

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.