Kesehatan Umum

29 September 2021

Mengenal Klorofil, Zat Hijau dengan Beragam Manfaat Kesehatan

Zat daun hijau ini menyimpan banyak manfaat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Adeline Wahyu

Klorofil tidak hanya sebagai kelangsungan hidup tanaman, tetapi juga memiliki manfaat untuk tubuh.

Ini adalah senyawa alami yang ada pada tumbuhan hijau dan memberikan warna pada tumbuhan tersebut. Hal ini membantu tanaman menyerap energi dari matahari saat menjalani proses fotosintesis. Semakin hijau sayurannya, semakin tinggi kandungan klorofilnya.

Secara umum senyawa alami ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu klorofil a dan klorofil b. Semua tanaman mengandung salah satu dari dua jenis tersebut.

Keduanya adalah senyawa larut lemak yang memiliki sifat antioksidan.

Klorofil bisa dikonsumsi langsung dengan olahan maupun suplemen.

Suplemen zat hijau ini disebut klorofilin, yang mengandung tembaga, bukan magnesium. Ketika dosis klorofilin diambil, tembaga dapat dideteksi dalam plasma, yang berarti telah terjadi penyerapan.

Zat hijau ini mengandung vitamin, antioksidan, dan beberapa komponen yang dapat melawan penyakit. Manfaat ini sayang jika kita lewatkan.

Baca Juga: Penyebab Feses Hijau pada Ibu Hamil, Dari Makanan Hingga Kondisi Medis

Manfaat Klorofil bagi Tubuh

Klorofil aman untuk digunakan. Hal ini karena zat hijau ini sudah sejak lama dijadikan obat untuk menyembuhkan kesehatan.

Sayang sekali jika Moms melewatkan manfaat yang dihasilkan.

Selain itu, berikut ini manfaat zat hijau ini bagi kesehatan tubuh.

1. Mempercepat Penyembuhan Kulit

luka operasi

Foto: Orami Photo Stock

Klorofil telah menunjukkan kemungkinan efek untuk mengurangi peradangan dan pertumbuhan bakteri pada luka kulit.

Beberapa dari penelitian ini menunjukkan bahwa, zat hijau ini dapat membantu menyembuhkan luka operasi dan mencegah infeksi.

2. Mencegah Detoksifikasi dan Kanker

Klorofil dapat membentuk ikatan erat dengan bahan kimia karsinogenik yang disebut aflatoksin. Ketika mereka mengikat, zat hijau ini membantu menghalangi penyerapan aflatoksin (agen penyebab kanker) di usus.

Zat hijau ini juga membantu mencegah kerusakan yang dilakukan pada gen oleh aflatoksin berbahaya.

3. Penurunan Berat Badan

menurunkan berat badan

Foto: Orami Photo Stock

Salah satu klaim paling populer yang terkait dengan klorofil cair adalah dukungan penurunan berat badan.

Melansir Science Direct, sebuah studi tahun 2014 melibatkan 38 partisipan wanita. Penelitian tersebut menemukan bahwa, mereka yang mengonsumsi suplemen klorofil, 1 hari sekali mengalami penurunan berat badan yang lebih besar daripada kelompok yang tidak mengonsumsi suplemen tersebut.

Baca Juga: Berat Badan Balita Tidak Kunjung Naik? Mungkin Ini Alasannya

4. Deodoran Alami

Zat hijau ini telah digunakan sejak 1940-an untuk menetralkan bau tertentu.

Sebuah studi menemukan bahwa bahwa zat hijau ini secara signifikan menurunkan jumlah trimetilamina, suatu kondisi yang menyebabkan bau amis.

5. Efek Antioksidan

antioksidan

Foto: Orami Photo Stock

Klorofil memiliki sifat antioksidan, meskipun tidak sekuat yang ditemukan dalam nutrisi lain seperti vitamin C dan E. Asupan rutin sayuran berdaun hijau membantu meningkatkan antioksidan dalam aliran darah.

Zat hijau ini juga dapat mengurangi kerusakan oksidatif yang dilakukan oleh karsinogen berbahaya.

6. Mencegah Penuaan

Klorofil topikal dapat bekerja sebagai obat anti penuaan.

Mengoleskan gel yang mengandung klorofilin ke kulit dapat mengurangi tanda-tanda photoaging, yaitu penuaan akibat paparan sinar matahari.

Melansir Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology, sebuah penelitian menggunakan sampel kulit dari 4 wanita sehat dan berlangsung selama 12 hari.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kulit yang dirawat dengan klorofilin sama membaiknya dengan cara kulit yang dirawat oleh tretinoin, yaitu krim kulit resep yang telah terbukti membantu penuaan kulit.

Para peneliti juga menyarankan bahwa menggunakan kombinasi klorofilin dan tretinoin bisa menjadi pengobatan yang efektif untuk membalikkan tanda-tanda kulit yang mengalami penuaan dini.

Baca Juga: 5 Manfaat Daun Salam untuk Kesehatan, Dapat Sembuhkan Luka

7. Perawatan Jerawat

Jerawat

Foto: Orami Photo Stock

Klorofil topikal juga berpotensi sebagai pengobatan jerawat.

Melansir Journal of Drugs in Dermatology, menemukan bahwa gel yang mengandung klorofilin membantu mengurangi jerawat di wajah dan pori-pori besar yang terlihat. Sepuluh orang yang menyelesaikan penelitian memiliki jerawat ringan hingga sedang dan menggunakan gel klorofilin selama 3 minggu.

Kombinasi zat hijau ini topikal dan fototerapi membuat jerawat tidak terlalu parah dan tidak berminyak.

8. Meningkatkan Aliran Darah

Klorofil secara kimiawi mirip dengan hemoglobin, protein yang penting dalam sel darah merah karena membawa oksigen ke seluruh tubuh seseorang.

Zat hijau ini juga dapat membantu dalam mengobati gangguan defisiensi hemoglobin, seperti anemia dan talasemia.

9. Memaksimalkan Fungsi Hati

fungsi hati

Foto: Orami Photo Stock

Hati merupakan organ ini berperan dalam produksi cairan empedu yang bertugas membantu dalam proses pencernaan makanan.

Zat hijau ini dapat meningkatkan fungsi hati sehingga bisa lebih efektif dalam membuang racun dan zat-zat lain yang tidak dibutuhkan oleh tubuh.

Baca Juga: Moms, Inilah Hal yang Harus Diperhatikan Saat Kembali Hamil Setelah Operasi Caesar

10. Mengurangi Nyeri Sendi

Sifat anti-inflamasi yang dimiliki klorofil dapat meredakan nyeri sendi. Salah satu penyebab paling umum dari nyeri sendi adalah radang sendi atau arthritis.

11. Mencegah Insomnia

insomnia.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Insomnia adalah gangguan gejala tidur yang membuat seseorang sulit tidur. Kurang tidur akibat insomnia membuat tubuh lemas.

Zat hijau ini dapat mencegah insomnia. Senyawa zat hijau yang dikandung juga memiliki efek menenangkan pikiran sehingga menjadi salah satu manfaat mengurangi gejala kecemasan.

12. Meredakan Nyeri Pankreas

Zat hijau ini bisa meredakan nyeri atau rasa sakit pada penderita pankreatitis kronis. Pankreatitis adalah kondisi ketika pankreas mengalami peradangan atau inflamasi.

Namun, cara mengonsumsinya secara intravena yang dilakukan oleh tenaga medis.

13. Mengontrol Gula Darah

gula darah

Foto: Orami Photo Stock

Sangat penting untuk penderita diabetes atau kencing manis karena dengan kadar gula darah yang terkontrol dengan baik.

Jika gula darah tinggi akan menimbulkan efek penglihatan buram, pusing, gelisah, hingga sesak napas.

Kandungan magnesium di dalam zat hijau ini membantu mengendalikan kadar glukosa darah, khususnya bagi penderita diabetes tipe 2.

14. Manfaat Kesehatan Lain

Zat hijau ini memang tidak diragukan lagi manfaatnya untuk kesehatan. Selain manfaat di atas, terdapat manfaat lainnya yang dihasilkan oleh zat hijau ini:

  • Peningkatan energi
  • Keseimbangan hormonal
  • Meredakan arthritis dan fibromyalgia
  • Penyembuhan maag
  • Mencegah kerusakan gigi

Baca Juga: Manfaat Daun Stevia, Pemanis Alami yang Rendah Kalori dan Aman Dikonsumsi

Cara Menemukan Klorofil Alami

kacang hijau

Foto: Orami Photo Stock

Klorofil bisa didapat dari suplemen maupun secara alami. Jika ingin yang alami, Moms bisa mengonsumsi makanan tertentu.

Kebanyakan sayuran hijau alami mengandung klorofil. Makanan yang sangat kaya zat hijau ini, yaitu:

  • Bayam
  • Sawi
  • Chlorella
  • Spirulina
  • Alfalfa
  • Peterseli
  • Brokoli
  • Kubis hijau
  • Asparagus
  • Kacang hijau dan kacang polong
  • Teh hijau matcha

Bagi Moms yang tidak suka makan sayur, tetapi masih ingin merasakan manfaat klorofil alami dalam makanan jangan khawatir.

Moms bisa mengonsumsi makanan, seperti pistachio, biji rami, peterseli, kemangi, dan ketumbar yang juga kaya klorofil. Beberapa buah, seperti apel hijau, kiwi, dan anggur hijau juga bisa menjadi pilihan.

Baca Juga: Tingkatkan Kesuburan Dengan 5 Sayuran yang Cocok untuk Program Hamil Ini

Efek Samping Terlalu Banyak Konsumsi Klorofil

mual

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun umumnya dianggap tidak beracun, penting untuk dicatat bahwa mungkin ada beberapa efek samping ringan jika mengonsumsinya secara berlebihan.

Umumnya, efek samping ini didapatkan dari suplemen klorofil. Beberapa efek sampingnya, yaitu:

  • Mual
  • Kram gastrointestinal
  • Diare
  • Kotoran berubah warna (biasanya hijau)
  • Muntah

U.S. Food and Drug Administration (FDA) tidak merekomendasikan mengonsumsi suplemen zat hijau ini terlalu sering. Hal ini memungkinkan adanya masalah kesehatan yang berbahaya.

Kebanyakan suplemen klorofil cair merekomendasikan untuk menambahkan sekitar 1 sendok teh (5 mililiter) suplemen ke dalam minuman. Jika rasanya tidak enak, coba mulai dengan jumlah yang lebih kecil dan secara bertahap tingkatkan dosisnya.

Suplemen zat hijau ini umumnya aman digunakan dan tampaknya tidak memiliki efek samping yang serius. Namun, siapa pun yang sedang hamil atau menyusui harus berbicara dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen klorofil.

Moms jika ingin mengonsumsi suplemen zat hijau ini, pastikan suplemen tersebut aman dan tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya.

Moms bisa mengecek registrasi BPOM di kemasannya sebelum mengonsumsi dan ikuti aturan kemasan dengan cermat. Jika masih ragu, jangan ragu untuk konsultasikan ke dokter ya.

  • https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0195666314003493
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4966572/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26091384/
  • https://www.healthline.com/health/liquid-chlorophyll-benefits-risks#risks
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait