26 Maret 2023

Moms, Ini Hal yang Perlu Dipahami sebelum Memakai Kojic Acid

Kandungannya biasa terdapat dalam produk kosmetik.

Kojic acid atau asam kojic terbuat dari beberapa jenis jamur yang berbeda.

Kandungan tersebut merupakan produk yang umum digunakan untuk fermentasi makanan, termasuk sake Jepang, kecap, dan anggur beras.

Cara kerjanya menghambat dan mencegah pembentukan tirosin, yang merupakan asam amino untuk memproduksi melanin.

Melanin adalah pigmen yang mempengaruhi warna rambut, kulit, dan mata.

Nah, karena bekerja dengan menghambat produksi melanin, kojic acid memiliki efek mencerahkan pada kulit.

Sebelum menggunakannya, berikut ini serba-serbi kojic acid yang perlu Moms ketahui lebih lanjut!

Baca Juga: 10 Manfaat Detox Wajah untuk Kecantikan, Kunci Awet Muda

Apa Itu Kojic Acid?

Kojic Acid
Foto: Kojic Acid (Freepik.com)

Melansir dari jurnal Final report of the safety assessment of Kojic acid as used in cosmetics, kojic acid berfungsi sebagai antioksidan dalam produk kosmetik.

Saat ini, asam kojic umum ditemukan dalam sejumlah produk skincare atau kosmetik sebagai bahan pencerah wajah.

Kandungan tersebut juga dapat mengatasi melasma, jerawat, hingga infeksi jamur.

Dalam skincare maupun kosmetik, kojic acid aman digunakan pada konsentrasi 2 persen.

Fungsinya dinilai kurang efektif jika digunakan dalam konsentrasi di bawah 1 persen

Apa Saja Manfaatnya bagi Tubuh?

Melansir dari Journal of Cutaneous and Aesthetic Surgery, tubuh manusia menghasilkan enzim tirosinase.

Enzim ini membantu memproduksi melanin atau pigmen yang membuat kulit terlihat lebih gelap.

Nah, kojic acid bekerja dengan cara menghambat produksi enzim tirosinase.

Jika tubuh menghambat produksi enzim tirosinase, maka kadar melanin pada kulit berkurang sehingga kulit terlihat lebih cerah.

Dengan kata lain, kojic acid bekerja dengan memudarkan noda dan mencerahkan warna kulit.

Berikut ini sejumlah manfaat asam kojic:

1. Menghambat Produksi Melanin Kulit

Seperti pada penjelasan sebelumnya, kojic acid bekerja dengan menghambat produksi melanin kulit.

Bekerja dengan memblokir aktivasi UV dari tirosinase, kandungan ini membantu meringankan bintik hitam pada wajah akibat paparan sinar matahari.

Selain itu, asam kojic juga memudarkan bekas kehitaman dari jaringan parut jerawat atau jerawat, serta bahkan memperbaiki melasma.

Melasma merupakan penyakit kulit yang ditandai dengan bintik kehitaman pada kulit.

Baca Juga: 3 Perubahan Kulit setelah Melahirkan

2. Bekerja sebagai Antioksidan

Manfaat selanjutnya didapatkan dari kandungan antioksidan di dalamnya.

Antioksidan dalam asam kojic dapat membantu menghilangkan dan melawan radikal bebas yang merusak kulit akibat paparan sinar UV dan polusi.

Jika rutin digunakan asam kojic bukan hanya membantu meningkatkan warna kulit secara keseluruhan saja, maka juga dapat mencegah tanda penuaan dini.

Beberapa tanda penuaan dini termasuk keriput pada wajah.

Kojic acid bekerja dengan melindungi lapisan kulit agar tidak mudah rusak.

3. Bersifat Antiinflamasi, Antibakteri dan Antijamur

Manfaat terakhir didapatkan dari sifat antiinflamasi, antibakteri, dan antijamur di dalam asam kojic.

Ketiganya ampuh dalam membantu mempercepat proses penyembuhan luka, mengurangi peradangan, dan menyamarkan bekas luka di kulit.

Selain itu, kojic acid juga mampu mencegah peradangan jerawat.

Ini karena kandungan antibakteri di dalamnya.

Asam kojic bekerja dengan membunuh bakteri penyebab jerawat, sehingga peradangan akibat jerawat dapat diatasi.

Baca Juga: Ketahui 9 Manfaat Madu untuk Wajah, Catat Moms!

Apakah Produk dengan Kandungan Kojic Acid Aman Digunakan?

Produk dengan Kandungan Kojic Acid
Foto: Produk dengan Kandungan Kojic Acid (huffingtonpost.com)

Di Amerika, produk kosmetik tidak diatur oleh FDA.

Jika Moms menggunakan produk dengan kandungan asam kojic dari negara tersebut, maka pastikan bahwa produk tersebut aman digunakan.

Di negara tersebut, produk kosmetik tidak diatur dengan cara yang sama seperti obat-obatan dan makanan di Indonesia.

Produk kosmetik tidak diwajibkan oleh hukum yang berlaku untuk disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) sebelum dijual.

Meski demikian, FDA memiliki program pendaftaran secara sukarela bagi produsen yang ingin melaporkan bagaimana produk kosmetik diproduksi.

Kemudian, Panel Pakar Ulasan Bahan Kosmetik (CIR) mengulas keamanan produk yang ingin didistribusikan.

Penelitian yang dilakukan pada tikus percobaan menunjukkan penggunaan asam kojic dalam konsentrasi tinggi memicu pertumbuhan tumor atau kanker.

Data yang tersedia juga menyebutkan, penggunaan produk asam kojic dengan konsentrasi kurang dari 2 persen untuk kulit dianggap aman.

Ahli CIR juga setuju bahwa asam kojic dapat digunakan dengan aman dalam produk kosmetik.

Penggunaannya disarankan setelah diolah, dan tidak direkomendasikan digunakan dalam produk mentah.

Dalam prosesnya, asam kojic harus diencerkan terlebih dulu dalam konsentrasi tidak lebih dari 4 persen.

Penggunaan disarankan dalam konsentrasi 1-2 persen saja untuk mengurangi kemungkinan iritasi kulit setelah penggunaan.

Baca Juga: Simak Arti "Skinimalism", yang Bakal Jadi Tren Kecantikan Kala Pandemi

Efek Samping dan Risiko yang Bisa Saja Terjadi

Efek Samping Kojic Acid (Freepik.com)
Foto: Efek Samping Kojic Acid (Freepik.com)

Melansir dari jurnal berjudul Final report of the safety assessment of Kojic acid as used in cosmetics, disebutkan bahwa asam kojic aman digunakan dalam kosmetik dalam konsentrasi 1 persen.

Dalam kadar sekecil itu, beberapa orang mungkin mengalami efek samping atau risiko dari penggunaan asam kojic.

Jadi, sebaiknya Moms memastikan produk dari perusahaan ternama yang sudah terjamin kualitas dan mutunya.

Salah satu efek samping yang umum terjadi, seperti dermatitis kontak.

Kondisi tersebut ditandai dengan beberapa gejala, seperti:

  • Kemerahan
  • Iritasi
  • Gatal
  • Ruam
  • Pembengkakan kulit
  • Rasa nyeri dan ketidaknyamanan

Dermatitis kontak paling sering dialami oleh penderita kulit sensitif.

Atau, seseorang yang menggunakan produk dengan konsentrasi asam kojic lebih dari 1 persen.

Jika tampak sejumlah gejala seperti yang telah disebutkan, disarankan untuk menghentikan penggunaannya.

Selain itu, kojic acid juga tidak disarankan digunakan dalam jangka panjang.

Kandungan di dalamnya dapat membuat kulit lebih rentan iritasi terhadap sengatan matahari.

Jadi, disarankan untuk berhati-hati.

Jangan lupa untuk tabir surya atau pelindung wajah saat bepergian ke luar rumah.

Jika Moms memiliki jenis kulit sensitif atau mengalami gangguan tertentu, penggunaan kojic acid juga tidak disarankan.

Pasalnya, penggunaan produk pada kulit yang rusak dapat memicu perkembangan kanker.

Hingga kini, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi dan memahami potensi efek samping lainnya.

Baca Juga: Hati-hati! Ini 5 Bahan Skincare yang Tidak Baik untuk Kulit Sensitif

Perhatikan Hal Ini!

Skincare Kojic Acid (Orami Photo Stock)
Foto: Skincare Kojic Acid (Orami Photo Stock)

Sebelum menggunakan produk yang mengandung asam kojic, Moms disarankan untuk mendiskusikannya dengan dokter kulit terlebih dulu.

Kojic acid memang dapat membantu orang yang memiliki bintik hitam pada kulit akibat sinar matahari, penuaan, atau bekas luka.

Namun, tidak disarankan pada orang dengan kondisi kulit atau alergi tertentu.

Ketika sudah mendiskusikannya dengan dokter kulit, dokter akan memberikan rekomendasi produk yang sesuai dengan kulit masing-masing.

Selain itu, dokter juga menentukan dosis, frekuensi penggunaan, dan konsentrasi bahan yang aman digunakan.

Jika cocok, hasilnya dapat terlihat dalam beberapa minggu pemakaian.

Bagi beberapa orang, diperlukan waktu lebih lama untuk melihat hasilnya.

Ingat, produk dengan kandungan asam kojic hanya direkomendasikan untuk penggunaan dalam waktu singkat.

Jadi, sebisa mungkin hindari penggunaan jangka panjang dan segera periksakan diri ke dokter jika mengalami efek samping setelahnya.

  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21164073/
  • https://www.healthline.com/health/kojic-acid#side-effects-and-risks
  • https://www.byrdie.com/kojic-acid-for-skin-4782187
  • https://www.fda.gov/cosmetics/cosmetics-laws-regulations/fda-authority-over-cosmetics-how-cosmetics-are-not-fda-approved-are-fda-regulated#Who_is_responsible

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.