07 November 2022

Apa yang Dimaksud dengan Kondensasi? Ini Penjelasannya!

Proses ini menyebabkan munculnya embun di pagi hari

Moms pasti pernah menemukan embun pagi di rerumputan. Namun, pernahkah berpikir dari mana datangnya embun pagi? Ya, kondensasi adalah penyebab embun bisa muncul di pagi hari.

Moms mungkin cukup asing dengan istilah kondensasi, padahal mungkin sewaktu di sekolah dasar pernah mempelajarinya.

Namun, jangan khawatir jika lupa akan istilah kondensasi.

Kali ini, akan dibahas mengenai kondensasi, proses kondensasi, dan masih banyak lagi. Berikut ulasannya!

Baca Juga: Penjelasan Proses Terjadinya Hujan untuk Edukasi Anak

Apa itu Kondensasi?

Siklus Hidrologi
Foto: Siklus Hidrologi (kompasiana.com)

Secara umum, kondensasi adalah perubahan wujud dari gas ke cair.

Jika sudah mengetahui apa itu evaporasi, fenomena alam ini adalah kebalikan dari proses evaporasi.

Sebab, jika diproses, evaporasi air akan berubah menjadi gas, maka kondensasi ini adalah kebalikannya atau mengubah gas menjadi air.

Selain disebut kondensasi, proses ini juga kerap disebut pengembunan.

Pasalnya, hasil akhir dari prosesnya memiliki bentuk berupa titik-titik air yang biasa dikenal dengan embun.

Sama halnya dengan evaporasi, kondensasi juga merupakan proses alamiah dan bukan buatan manusia.

Umumnya proses ini terjadi di malam hari, tetapi juga bisa mengamati proses ini dengan beberapa cara tertentu.

Baca Juga: Mengenal Proses Terjadinya Angin untuk Edukasi Anak

Penyebab Terjadinya Kondensasi

Hujan
Foto: Hujan (Inspirasijatim.com)

Proses alamiah ini terjadi karena dua hal, yakni uap air melewati permukaan yang lebih dingin dan saat uap air mengalami penekanan atau kompresi.

Berikut ini ulasannya:

1 . Uap Air Melewati Permukaan yang Lebih Dingin

Fenomena ini terjadi saat uap air melewati permukaan yang lebih dingin dari titik embun.

Titik embun ini adalah suhu di mana proses kondensasi terjadi.

Dalam kasus ini, embun pagi adalah salah satu contoh dari proses kondensasi.

Dibandingkan dengan siang hari, suhu di malam hari akan jauh lebih dingin.

Oleh karena itu, uap yang berbentuk gas mendingin karena suhu malam hari yang jauh lebih rendah dari siang.

Nah, uap yang mendingin membentuk embun yang akhirnya bisa dilihat keesokan paginya.

Embun-embun ini biasanya bisa dengan mudah ditemukan di rerumputan atau dedaunan sekitar rumah.

Nantinya, semakin dingin suhu di malam hari, ada semakin banyak uap air yang mengalami proses kondensasi.

Akhirnya, mereka berubah wujud menjadi embun pagi.

2. Saat Uap Air Mengalami Penekanan atau Kompresi

Pada kondisi kedua, kondensasi dapat ketika uap air mengalami penekanan atau kompresi.

Saat uap mengalami tekanan, maka uap akan berubah kembali ke wujud cair.

Misalnya saat Moms menuangkan air panas ke gelas, kemudian menutupnya, maka uap air yang keluar dari air panas akan tertekan dan tidak bisa lepas dari penutup gelas.

Akhirnya, mereka pun akan menghasilkan tetes-tetes air yang menempel di permukaan tutup gelas.

Baca Juga: 9 Jenis Pelangi dan Proses Terjadinya, Yuk Ajarkan pada Si Kecil!

Jenis-Jenis Kondensasi

Kaca Mobil Berembun
Foto: Kaca Mobil Berembun (istockphoto.com)

Contoh peristiwa ini mudah Moms dan Dads temukan di lingkungan sekitar.

Misalnya, kaca mobil yang berembun di pagi hari dan lain sebagainya.

Nah, ini juga terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

1 . Kondensasi Eksterior

Kondensasi eksterior adalah salah satu jenis yang terjadi saat udara yang lembap menyentuh permukaan yang bersuhu dingin seperti kaca.

Nah, hal ini pun bisa terjadi jika suhu yang ada di permukaan tersebut berada dibawah titik embun udara.

Oleh karena itu, jumlahnya akan berbanding lurus dengan hangatnya udara yang ada di suatu ruangan.

Titik embun udara sendiri adalah suatu temperatur yang pada uap air yang mengembun di udara dan menjadi air dengan kecepatan uap air dan udara secara konstan.

2. Kondensasi Interior

Kondensasi interior adalah jenis yang dapat terjadi karena adanya kelebihan kelembapan udara pada ruangan yang tertutup.

Hal ini umumnya membuat kaca pada jendela menjadi berembun.

Peristiwa ini terjadi pada malam hari karena terjadinya kelembapan yang berlebih dan membuat kaca jendela mengalami kondensasi.

Baca Juga: Proses Terjadinya Petir di Langit yang Bisa Menewaskan Manusia

Bentuk-Bentuk Kondensasi

Embun Pagi
Foto: Embun Pagi

Nah, ada tiga bentuk kondensasi yang paling umum ditemui, yaitu:

1 . Embun

Embun adalah salah satu bentuk kondensasi.

Ia adalah tetesan air yang terbentuk oleh uap air di permukaan yang relatif dingin.

Umumnya embun terbentuk ketika suhu suatu benda turun di bawah suhu titik embun.

2. Kabut

Kabut adalah awan yang turun ke permukaan daratan.

Ia terjadi ketika hujan turun dari massa udara yang hangat ke massa udara yang lebih dingin.

Oleh karenanya, uap air pada udara dingin melewati titik jenuh.

Moms bisa melihat contohnya, yakni di sekitar lereng pegunungan.

Nah, jenis kabut ini disebabkan oleh udara lembap yang mengalir di sisi berangin dari lereng bukit atau gunung.

3. Awan

Bentuk lainnya adalah awan yang merupakan kumpulan tetesan air kecil atau kristal es yang terlihat di atmosfer.

Nah, awan ini terbentuk saat uap air yang tidak terlihat di udara mengalami proses kondensasi, menjadi tetesan air yang terlihat atau kristal es.

Baca Juga: Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

Itulah ulasan mengenai kondensasi dan prosesnya yang terjadi di alam.

Semoga informasi ini bermanfaat ya, Moms!

  • https://www.gramedia.com/literasi/kondensasi/
  • https://www.rumah.com/panduan-properti/kondensasi-65041

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb