22 Agustus 2020

Pentingnya Konsumsi Imunomodulator untuk Optimalkan Daya Tahan Tubuh

Kombinasi imunomodulator herbal optimalkan daya tahan tubuh

Menjaga daya tahan tubuh saat pandemi COVID-19 masih terjadi hingga saat ini masih merupakan hal penting. Karena itu, ada baiknya Moms mengonsumsi makanan dan minuman yang bisa mendukung imunitas tubuh.

Salah satunya, mengonsumsi imunomodulator herbal yang membuat sistem daya tahan tubuh bekerja dengan optimal untuk melawan infeksi. Cari tahu apa yang dimaksud dengan imunomodulator dan perannya dalam melawan infeksi berikut ini, Moms!

Baca Juga: Mulai Konsumsi Antioksidan untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Saat 'New Normal'

Peran Imunomodulator dalam Tubuh

peran imunomodulator dalam tubuh
Foto: peran imunomodulator dalam tubuh

Foto: Orami Photo Stock

Berbicara tentang peran imunomodulator, istilah imunomodulator itu sendiri mungkin masih terasa asing di telinga Moms, ya.

Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), dr. Inggrid Tania, M.Si , menjelaskan apa arti dari imunomodulator.

"Imunomodulator merupakan semua obat yang dapat memodifikasi respon imun, menstimulasi mekanisme pertahanan alamiah dan adaptif, dan dapat berfungsi baik sebagai imunostimulan maupun imunosupresan," jelasnya dalam Media Talkshow Online "Peluncuran Fatigon Promuno Pelopor #Imunomodulator Herbal Indonesia" pada Selasa (4/8/2020).

Perlu diketahui bahwa imunomodulator adalah zat atau substansi yang dapat mengembalikan ketidakseimbangan sistem imun pada tubuh yang terganggu. Imunomodulator terbagi menjadi dua: imunostimulan dan imunosuppresif.

1. Imunostimulan

Imunostimulan merupakan suatu senyawa yang dapat meningkatkan kerja komponen-komponen sistem imun. Imunostimulan diberikan untuk meningkatkan respon imun terhadap penyakit atau infeksi.

Beberapa contoh dari imunostimulan ini yaitu isoprinosin, atau ekstrak herbal seperti echinacea, saffron, meniran, jinten hitam samiloto, bawang putih, jahe, kunyit, dan sebagainya.

2. Imunosupresif

Sementara itu, imunosupresif merupakan suatu senyawa yang digunakan untuk menekan respon imun, meredakan hiper-inflamasi, mengatai penyakit autoimun, atau mencegah penolakan transplantasi.

Dalam jurnal Medicina Oral, Patologia Oral y Cirugia Bucal, imunosupresan menghambat respon imun pada transplantasi organ dan penyakit autoimun.

Sementara, imunostimulan adalah substansi yang menstimulasi sistem imun dengan meningkatkan aktivitas komponen sistem imun untuk melawan infeksi dan penyakit.

Baik itu stimulan atau supresi sistem imun, cara kerja imunomodulator dilakukan melalui satu atau lebih dari mekanisme berikut:

  • Pengenalan antigen dan fagositosis
  • Proliferasi limfosit/diferensiasi
  • Sintesis antibodi
  • Interaksi antigen, antibodi
  • Pelepasan mediator akibat respon imun
  • Modifikasi respon jaringan target

Baca Juga: Penyakit Imunodefisiensi Primer pada Anak, Ketahui Penyebab dan Jenisnya

Kombinasi Imunomodulator Herbal untuk Optimalkan Daya Tahan Tubuh

konsumsi imunomodulator
Foto: konsumsi imunomodulator

Foto: Orami Photo Stock

Imunomodulator yang bekerja optimal dapat mencegah dan menangani infeksi virus serta pernapasan, khususnya pada masa adaptasi kebiasaan baru di era new normal COVID-19.

Beberapa herbal yang bersifat imunomodulator dapat dikombinasikan untuk mendapatkan efek modulasi respon imun yang lebih optimal dan seimbang dengan tetap mengutamakan pertimbangan keamanan pemakaian jangka panjang.

Moms tentu sudah mengetahui tentang beberapa contoh dari imunomodulator herbal. Di antaranya jahe merah, meniran, sambiloto dan daun sembung. Keempat tanaman herbal ini bisa menjadi cara untuk mengoptimalkan daya tahan tubuh.

"Kombinasi dari keempat herbal asli Indonesia seperti jahe merah, meniran, sambiloto dan daun sembung bekerja optimal untuk menjaga daya tahan tubuh sebagai imunomodulator, antivirus dan anti radang apabila diformulasikan dengan dosis yang ideal," jelas dr. Inggrid.

Lebih lanjut, dr. Inggrid menjelaskan bahwa jahe merah dan daun sembung memberikan khasiat sebagai anti radang. Meski dari kandungannya, daun sembung juga bermanfaat untuk memperbaiki sistem pernapasan.

Sedangkan sambiloto bekerja sebagai antivirus dan meniran memiliki khasiat yang optimal sebagai imunomodulator.

Tentunya, penggunaan kombinasi empat jenis imunomodulator herbal akan lebih mengoptimalkan imunomodulator.

"Dengan melihat beberapa sifat atau karakteristik, sifat-sifat herbal yang bermanfaat seperti anti radang, antivirus, semakin akan melengkapi dalam kombinasi tersebut," terang dr. Inggrid.

Baca Juga: 4 Minuman Sehat Untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak

Tantangan Daya Tahan Tubuh saat New Normal

tantangan tubuh saat new normal
Foto: tantangan tubuh saat new normal

Foto: Orami Photo Stock

Lebih lanjut, dr. Inggrid berpendapat bahwa dengan melihat situasi di masa adaptasi kebiasaan baru saat ini, masyarakat diimbau untuk dapat menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi imunomodulator yang seimbang, baik dari fungsinya sebagai imunostimulan maupun imunosupresan.

Sistem imun tubuh, ketika ada patogen, akan memicu respon sistem imun tubuh seperti alarm pada sel, atau terjadinya peradangan.

Apalagi dengan kondisi saat ini di mana virus meningkat dan penularannya cepat, tetapi Moms tetap harus beraktivitas, maka penting untuk mendapatkan proteksi tubuh dan mengoptimalkan daya tahan tubuh.

Konsumsi zat dengan kandungan antivirus dapat membuat tubuh menghancurkan virus atau zat asing, sementara kandungan anti radang membuat tubuh memberikan respon peradangan seperti nyeri, bengkak, demam, dan panas.

Ditambah dengan konsumsi imunomodulator, yang dapat memberikan reaksi spesifik terhadap virus dengan meningkatkan antibodi. Dari tiga aspek ini, maka didapati kebutuhan untuk proteksi yang lengkap.

Selain itu, imunomodulator juga bisa dikonsumsi semua orang, walaupun kinerja imunitas tubuh sudah baik. Apalagi, konsumsi imunomodulator ini juga hampir tidak ada kontraindikasi.

Tetapi penting dicatat, konsumsi imunomodulator pada zat dengan efek kuat mungkin bisa menyebabkan kontraindikasi jika dipakai dalam jangka panjang, terutama untuk orang dengan penyakit autoimun.

Baca Juga: Pentingnya Tingkatkan Imunitas Tubuh dari Infeksi Virus Corona Novel (COVID-19), Berikut Tipsnya

Kebiasaan Sehat untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

kebiasaan untuk tingkatkan daya tahan tubuh
Foto: kebiasaan untuk tingkatkan daya tahan tubuh

Foto: Orami Photo Stock

Tentunya, selain mengonsumsi imunomodulator herbal yang bisa optimalkan daya tahan tubuh, Moms dan keluarga juga perlu melakukan kebiasaan sehat agar bisa berjuang di masa pandemi ini.

Lalu, apa saja kebiasaan sehat yang bisa dilakukan? Berikut ini penjelasannya.

1. Makan Makanan Bernutrisi

Mengonsumsi makanan padat nutrisi adalah hal utama untuk menjaga imunitas tubuh. Termasuk makan cukup mikronutrien dan makronutrien.

Makronutrien adalah zat yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah besar untuk memberikan tenaga secara langsung. Nutrisi yang termasuk makronutrien seperti karbohidrat, protein, dan lemak.

Contoh karbohidrat misalnya beras, singkong, jagung, dan ubi. Untuk proteinnya seperti kacang-kacangan, telur, susu, daging, dan ayam. Sementara lemak bisa didapatkan dari kacang-kacangan, buah, daging, telur, dan susu.

Sementara, mikronutrien merupakan zat yang berperan dalam menjaga kesehatan tubuh, tetapi hanya diperlukan dalam jumlah yang sedikit.

Dalam American Journal of Clinical Nutrition, mikronutrien termasuk seng, selenium, zat besi, vitamin A, C, E, dan B6, dan asam folat yang mempunyai pengaruh penting pada respons imun.

2. Penuhi Jam Tidur yang Cukup

Kurangi kebiasaan begadang sebagai langkah mengoptimalkan daya tahan tubuh. Orang dewasa butuh tidur selama 7-8 jam sehari untuk melawan infeksi dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Mengutip Sleep Foundation, pertahankan jadwal tidur dan bangun di waktu yang sama, bahkan pada akhir pekan. Ini membantu mengatur jam tubuh konsisten sehingga Moms bisa memiliki kualitas tidur malam yang baik.

3. Rutin Berolahraga

Rutin berolahraga atau melakukan aktivitas fisik juga langkah untuk mengoptimalkan daya tahann tubuh dan merupakan bentuk gaya hidup yang sehat.

Dalam Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia, latihan teratur dan aktivitas fisik dengan intensitas sedang akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Moms juga harus menjaga porsi agar tidak olahraga secara berlebihan.

Ini karena aktivitas fisik yang sedikit bisa tingkatkan risiko penyakit menular, tetapi aktivitas fisik dengan intensitas tinggi juga dapat menekan sistem kekebalan tubuh, sehingga meningkatkan risiko infeksi.

4. Jaga Pola Hidup Bersih dan Sehat

Tentunya, penting untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah menjaga daya tahan tubuh. Terutama memakai masker dan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

Mengutip Centers for Disease and Control Prevention, Moms perlu sering mencuci tangan dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik, terutama setelah berada di tempat umum, setelah menyeka hidung, batuk, atau bersin.

Jika berada di lingkungan di mana sulit mendapatkan air dan sabun, Moms bisa menggunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 70 persen untuk menghilangkan kuman lebih efektif.

Itu dia Moms, peran dari imunomodulator dalam mengoptimalkan daya tahan tubuh, serta kebiasaan sehat yang bisa dilakukan.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.