31 Oktober 2022

Memahami Bahaya dan Cara Menyembuhkan Kulit Terbakar Matahari

Mengetahui hal yang perlu dilakukan ketika kulit terbakar matahari
Memahami Bahaya dan Cara Menyembuhkan Kulit Terbakar Matahari

Foto: Shutterstock.com

Kulit terbakar matahari bukan hanya sekadar perkara kulit memerah. Namun, kulit terbakar matahari juga berbahaya untuk kesehatan Moms, salah satunya dapat memicu kanker kulit.

Dalam sebuah jurnal PMC Labs, kanker kulit adalah sebuah kondisi yang paling umum dialami orang dengan ras kulit putih di seluruh dunia.

Dari seluruh kasus kanker kulit, sebanyak 15% kasus adalah kasus yang fatal.

Kulit terbakar matahari biasanya sering terjadi ketika seseorang berjemur terlalu lama di bawah paparan sinar matahari.

Hal ini bukan hanya bisa mengganggu penampilan dan estetika, namun juga menimbulkan rasa perih di kulit.

Kulit terbakar sinar matahari biasanya baru terjadi ketika Moms atau Dads berjemur di bawah sinar matahari untuk waktu yang lumayan panjang.

Terlebih jika tidak menggunakan tabir surya dan pakaian yang cukup untuk melindungi kulit.

Apa saja sih bahaya yang mengintai ketika kulit terbakar matahari? Cari tahu di sini yuk!

Bahaya Kulit Terbakar Matahari

Bahaya Kulit Terbakar Matahari
Foto: Bahaya Kulit Terbakar Matahari

Sinar matahari bisa merusak sel kulit dan meningkatkan risiko terkena kanker kulit. Risiko ini bisa mengintai siapapun, termasuk semua golongan usia.

Namun, ketika kulit yang lebih muda terkena sinar matahari langsung dalam waktu yang lama, hal ini lebih berbahaya lagi, Moms!

Studi yang dipublikasi American Association for Cancer Research menunjukkan kulit terbakar matahari pada usia dini sangat berhubungan dengan tingginya risiko terkena kanker kulit melanoma.

Sebanyak 80% dari perempuan yang mengalami 5 kali sunburn di usia 15-20 tahun berpotensi menderita kanker kulit melanoma di usia lanjut.

Jadi, sangat penting bagi orang tua untuk melindungi kulit anak-anaknya dari paparan sinar matahari yang berlebihan. Hal tersebut pun berlaku untuk diri sendiri ya, Moms!

Seperti yang sudah sedikit dibahas di awal, saat ini kanker kulit menjadi jenis kanker yang sangat umum di Amerika Serikat. Berikut faktanya:

  • Orang dengan kanker kulit memiliki sel basal atau kanker sel skuamosa dengan biaya penyembuhan yang sangat mahal
  • Kanker melanoma sangat ganas dan menyebabkan banyak kematian
  • Pada tahun 2018, American Cancer Society mengestimasi terdapat 91.270 orang Amerika yang memiliki kanker kulit melanoma
  • Sebanyak 9.320 orang meninggal dikarenakan kanker kulit ini di AS
  • Perlu diagnosa dini dan pengobatan secepat mungkin agar terhindar dari kanker kulit

Nah, setelah mengetahui bahaya kulit terbakar matahari, apa yang perlu dilakukan ketika sudah terlanjur? Ini dia pengobatan yang bisa Moms lakukan!

Baca Juga: 11 Masker untuk Jerawat dan Komedo yang Alami dan Ampuh

Cara Sembuhkan Kulit Terbakar Matahari

Kulit Terbakar Matahari
Foto: Kulit Terbakar Matahari (businessinsider.com)

Ketika kulit terbakar matahari, tentu Moms memerlukan penanganan yang tepat. Terlebih rasa perih bisa mengganggu aktivitas, bukan?

Penanganan terhadap kulit terbakar matahari sendiri memiliki tujuan untuk meredakan gejala yang muncul.

Terdapat beberapa cara yang bisa Moms lakukan agar proses pemulihan kulit lebih cepat terjadi.

Yuk simak cara mengatasi kulit terbakar matahari dengan bahan yang ada di rumah dan bisa dilakukan dengan mudah!

1. Kompres Dingin

Cara pertama untuk mengatasi rasa perih akibat kulit terbakar sinar matahari adalah dengan cara kompres dingin pada bagian kulit yang terbakar.

Peradangan biasanya akan dialami kulit Moms yang terbakar. Tandanya, kulit akan memerah, Moms.

Salah satu cara ampuh untuk meredakan peradangan kulit tersebut adalah dengan mengompresnya menggunakan handuk dingin selama 10-15 menit nih, Moms.

Kompres handuk dingin sendiri bisa dibuat dengan 2 cara. Moms bisa menyelupkan handuk ke dalam air dingin, atau Moms bisa juga menggunakan es batu.

Cobalah lakukan kompres air dingin beberapa kali dalam satu hari untuk membuat gejalanya menjadi lebih ringan.

2. Rendam Tubuh dengan Bahan-Bahan Alami

Jika Moms mengalami kulit terbakar matahari di berbagai area, berendam bisa menjadi ide yang menarik.

Selain dengan mengompres air dingin, Moms bisa berndam atau mandi dengan air dingin selama 15 menit.

Meski demikian, jangan berendam di kolam yang mengandung klorin ya, Moms! Hal tersebut malah bisa membuat kulit Moms semakin parah karena iritasi.

Agar kulit terbakar matahari bisa lebih cepat sembuh, Moms juga bisa memakai beberapa bahan alami ke dalam bak mandi saat berendam, nih!

Beberapa bahan alami bisa digunakan untuk menyembuhkan luka bakar karena sinar matahari.

Ini dia bahan yang baik untuk kulit terbakar matahari;

  • Cuka apel untuk mengembalikan keseimbangan pH kulit dan mempercepat proses penyembuhan
  • Gandum utuh agar rasa gatal pada kulit yang terbakar bisa berkurang
  • Minyak esensial dengana aroma lavender atau chamomile untuk membantu mengurangi rasa sakit atau perih
  • Baking soda untuk membantu menghilangkan kemerahan dan bisa bantu redakan iritasi kulit yang terbakar

Ketika Moms mandi atau berendam, hindari menggosok bagian kulit yang mengalami iritasi kulit, ya.

Moms cukup keringkan area kulit terbakar matahari dengan cara menepuk lembut menggunakan handuk yang bersih.

Baca Juga: Daftar Teori Pembentukan Tata Surya yang Paling Logis

3. Manfaatkan Bahan Alami yang Ada di Dapur

Jika gandum utuh terlalu sulit untuk ditemukan demi menyembuhkan kulit terbakar matahari, Moms bisa memanfaatkan bahan alami yang ada di dapur juga, lho!

Ada banyak bahan alami yang bisa Moms manfaatkan untuk atasi rasa perih. Biasanya kulit terbakar matahari akan memberikan efek kulit mengelupas.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Moms bisa memanfaatkan mentimun, lidah buaya, madu, minyak zaitun dan juga minyak wijen agar rasa perih bisa teratasi.

Perlu diketahui bahwa bahan di atas punya kandungan antioksidan, antinyeri dan antiradang alami yang bisa memulihkan kondisi kulit mengelupas.

Cara penggunaan atau pengaplikasiannya pun sangat sederhana, Moms.

Moms cuma perlu mendinginkan mentimun atau lidah buaya. Jika sudah, blender sampai halus dan oleskan langsung pada kulit selama beberapa menit.

Untuk penggunaan madu dan minyak, Moms bisa langsung saja mengoleskannya di daerah kulit terbakar matahari yang mengelupas atau merah.

Baca Juga: Wajib Tahu Soal Kanker Kulit, Kenali Gejala hingga Penyebabnya

4. Jangan Sampai Kurang Minum

Hal yang paling penting dalam mengobati kulit terbakar matahari adalah dengan tidak lupa minum air putih ya, Moms!

Ketika kulit terbakar matahari, ia akan terlihat lebih kering. Bahkan Moms juga bisa berisiko mengalami dehidrasi, lho!

Untuk mengganti cairan tubuh yang hilang, Moms bisa mengonsumsi;

  • Air mineral
  • Jus buah yang mengandung banyak air
  • Air kelapa

Dengan tercukupinya cairan tubuh, kulit yang terbakar matahari akan kembali terhidrasi dan pulih dengan lebih cepat.

5. Aplikasikan Tabir Surya

Memiliki kulit terbakar matahari memang tidak nyaman. Agar kejadian ini tak lagi dialami di masa depan, sebaiknya Moms menggunakan tabir surya.

Moms perlu rutin menggunakan tabir surya dengan SPF 50 agar kulit terlindungi dengan sempurna.

Bahkan ketika Moms berada di dalam ruangan, tabir surya pun masih diperlukan.

Sinar matahari masih bisa tembus melalui jendela. Ketika hal tersebut terjadi maka kulit Moms tak sepenuhnya terlindungi dari radiasi yang dipaparkan sinar matahari.

Agar kulit terbakar matahari tak terjadi lagi, pakailah tabir surya setiap 2-3 jam sekali ya, Moms!

Jika sudah terlanjur mengalami kulit terbakar matahari, kondisi tersebut biasanya akan sembuh dalam waktu satu minggu.

Baca Juga: Perbedaan Sunblock dan Sunscreen dari Segi Cara Kerja serta Kandungannya, Serupa tapi Tak Sama!

Luka bakar yang terjadi karena sinar matahari bisa berulang dan menyebabkan kerusakan kulit yang lebih parah.

Jadi, lakukanlah perawatan ketika mengalami kulit terbakar matahari dengan segera.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1180647/
  • http://www.aacr.org/Newsroom/Pages/News-Release-Detail.aspx
  • https://www.cancer.org/cancer/melanoma-skin-cancer/about/key-statistics.html

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.