Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
13 April 2022

Berapa Ukuran Lingkar Perut Normal dan Bagaimana Cara Mengukurnya? Cari Tahu di sini, Yuk!

Ketahui juga cara menjaga ukuran lingkar perut dalam batas aman
Berapa Ukuran Lingkar Perut Normal dan Bagaimana Cara Mengukurnya? Cari Tahu di sini, Yuk!

Punya lingkar perut yang besar, tentu tidak enak dipandang. Akan tetapi, punya lingkar perut besar juga ada bahayanya untuk kesehatan. Karena itu, sebaiknya Moms dan Dads punya lingkar perut normal.

Karena lingkar perut bukan hanya terkait dengan bentuk tubuh yang ideal, tetapi juga berkaitan dengan kondisi kesehatan.

Dokter biasanya menggunakan pengukuran pinggang untuk menentukan apakah pasien memiliki kemungkinan masalah terkait berat badan atau tidak.

Baca Juga: Normalkah Demam Anak Naik Turun Selama 5 Hari? Ini Jawaban Menurut Ahli!

Ukuran Lingkar Perut Normal untuk Pria dan Wanita

Untuk tahu apakah lingkar perut Moms sudah normal atau melebihi batas, berikut ini ukuran lingkar perut normal yang masih dalam batas aman menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia:

  • Untuk pria adalah 90 cm.
  • Untuk perempuan adalah 80 cm.

Jika lebih dari itu, bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan di kemudian hari, seperti salah satunya penyakit jantung.

Baca Juga: Normalkah Sikap Balita Yang Selalu Ingin Tahu?

Bagaimana Cara Mengukur Lingkar Perut?

Bagaimana Cara Mengukur Lingkar Perut?

Foto: Bagaimana Cara Mengukur Lingkar Perut? (Orami Photo Stock)

Foto: verywellfit.com

Untuk mengukur lingkar pinggang dengan benar, Moms harus menggunakan pita pengukur fleksibel yang tidak elastis yang tidak boleh melar saat melakukan pengukuran.

Moms juga harus melepas pakaian tebal yang dapat menambah bantalan di sekitar perut.

Langkah-langkah untuk mengukur pinggang adalah:

  1. Berdiri untuk mendapatkan pengukuran pinggang yang akurat.
  2. Gunakan pita pengukur di sekitar bagian terluas dari perut dan sekitar pusar. Pita pengukur harus diletakkan dengan lembut di atas kulit.
  3. Setelah pita pengukur diposisikan dengan benar, tarik napas dengan lembut dan kemudian lakukan pengukuran pada saat menghembuskan napas.
  4. Lakukan pengukuran 3 kali untuk memastikan mendapatkan hasil yang konsisten.

Jangan tekan pita terlalu kencang sehingga ke dalam daging atau memegangnya terlalu longgar sehingga terkulai akan menyebabkan mendapatkan hasil yang salah.

Setelah mengetahui cara mengukur lingkat perut dan mendapatkan hasilnya, Moms dapat mengetahui dan memeriksa risiko kesehatan dari hasil pengukuran tersebut.

Tapi, kondisi tiap orang berbeda-beda, jadi mintalah saran dari dokter untuk menentukan langkah selanjutnya.

Jika angka yang didapat lebih besar dari ukuran lingkar perut normal, risiko masalah kesehatan terkait berat badan mungkin meningkat menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Studi tahun 2019 yang dimuat di jurnal Nutrition, melakukan penelitian pada 209 pria dan 318 perempuan Tiongkok dan menemukan bahwa peningkatan resistensi insulin diamati ketika lingkar pinggang lebih besar 73,5 cm pada perempuan dan 82,5 cm pada pria.

Bahayanya Punya Lingkar Perut di Atas Batas Aman

Bahayanya Punya Lingkar Perut di Atas Batas Aman

Foto: Bahayanya Punya Lingkar Perut di Atas Batas Aman

Foto: intermountainhealthcare.org

Dengan tahu patokan lingkar perut normal dan sudah mendapat hasil dari pengukuran lingkar perut sendiri, ini dapat membantu dalam memahami risiko kondisi kesehatan terkait berat badan.

Meski lingkar pinggang tidak dapat menunjukkan kondisi medis tertentu, tetapi dapat membantu mengetahui jika ada penyebab masalah kesehatan di masa depan.

Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute, jika lebih banyak lemak terletak di sekitar pinggang daripada di sekitar pinggul, Moms berisiko lebih tinggi untuk kondisi termasuk penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Untuk mengetahui lingkar perut normal, bisa menggunakan beberapa cara.

Misalnya dengan menghitung waist-to-hip ratio (WHR) atau rasio pinggang-pinggul, yang menyediakan alat skrining lain untuk mengetahui risiko penyakit terkait berat badan.

Penyedia layanan kesehatan juga dapat menggunakan pengukuran body mass index (BMI) atau indeks massa tubuh sebagai indikator kesehatan.

Namun, studi di jurnal Archives of Iranian Medicine tahun 2019 menyimpulkan bahwa lingkar pinggang yang dihitung dengan WHR adalah indikator dan potensi kondisi kesehatan yang lebih kuat daripada BMI.

Baca Juga: Rambut Bayi Rontok, Normalkah?

Cara Menjaga Ukuran Lingkar Perut Normal

Cara Menjaga Ukuran Lingkar Perut Normal

Foto: Cara Menjaga Ukuran Lingkar Perut Normal

Foto: scotmaplefood.com

Untuk selalu mendapatkan lingkar perut normal, Moms harus menghilangkan lemak untuk dapat meningkatkan kesehatan.

Untuk memulainya, Moms bisa membiasakan kebiasaan baik berikut ini:

1. Ubah Pola Makan

Langkah pertama untuk menjaga lingkar perut normal adalah dengan mengevaluasi kebiasaan makan.

Untuk memulainya, coba amati ukuran porsi setiap kali makan dan bandingkan porsi tersebut dengan ukuran porsi yang disarankan.

Jika tidak yakin berapa banyak yang harus dimakan, gunakan kalkulator kalori untuk memperkirakan kebutuhan kalori harian tubuh.

Kemudian hitung kalori untuk memastikan tubuh mendapatkan jumlah yang tepat untuk bahan bakar tubuh dan menurunkan berat badan dengan aman.

Selain itu, pertimbangkan untuk meningkatkan kepadatan nutrisi dengan memasukkan lebih banyak makanan yang bernutrisi.

Contohnya seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, biji-bijian, protein tanpa lemak, dan makanan lain yang tidak diproses.

Meski diet, tetap harus sarapan pagi. Sebab, melewatkan sarapan dapat meningkatkan risiko diabetes, kelebihan berat badan, tekanan darah tinggi, dan resistensi insulin menurut studi tahun 2019 di The American Journal of Cardiology.

2. Hindari Minuman Manis

Selain minuman manis, kurangi juga asupan gula dan kalori.

Berhenti dari kebiasaan konsumsi minuman manis dapat memberikan banyak manfaat, termasuk peningkatan kualitas tidur, peningkatan energi, dan terutama penurunan berat badan.

Penurunan berat badan ini kemudian dapat menyebabkan pengurangan ukuran pinggang dan risiko penyakit saat memiliki berat badan berlebih.

Ini juga menjadi bagian dari proses dan upaya menjaga lingkar perut normal.

3. Olahraga

Setelah memiliki pola makan yang baik dan sehat, cobalah untuk meningkatkan tingkat aktivitas untuk membakar lebih banyak kalori sepanjang hari dan mendukung tubuh yang kuat dan sehat.

Moms bisa menggunakan kalkulator kalori untuk mengetahui berapa banyak kalori yang dibakar setiap hari.

Misalnya, Moms dapat menggunakan tangga daripada lift di tempat kerja atau berjalan-jalan setiap malam setelah makan malam.

Setiap langkah yang dilakukan penting dalam proses menuju hidup yang lebih sehat.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan untuk melakukan 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang atau 75 menit aktivitas aerobik berat dengan setidaknya 2 hari dalam seminggu.

4. Perubahan Gaya Hidup

Selain diet dan olahraga, beberapa perubahan gaya hidup dapat membantu menjaga lingkar perut normal dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Jika Moms secara konsisten kurang tidur, akan lebih sulit untuk menemukan motivasi untuk membuat pilihan yang lebih sehat.

Memperbaiki waktu tidur dan mengurangi kelelahan dapat berdampak langsung pada penurunan berat badan.

National Sleep Foundation merekomendasikan orang dewasa untuk tidur selama 7 - 9 jam per malam. Sebab selain stres, kurang tidur juga dapat sebabkan masalah kesehatan.

Indeks massa tubuh (BMI) adalah alat umum untuk memutuskan apakah seseorang memiliki berat badan yang sesuai atau tidak.

Ini mengukur berat badan seseorang dalam kaitannya dengan tinggi badannya.

Banyak platform yang menyediakan kalkulator BMI yang bisa digunakan untuk mengukur berat badannya dan mendapatkan hasilnya dengan mudah.

Namun, kalkulator BMI hanya untuk tujuan informasi. Konsultasi dengan dokter sebelum membuat keputusan terkait kesehatan.

BMI adalah pengukuran yang sangat sederhana. Meskipun mempertimbangkan tinggi badan, itu tidak memperhitungkan faktor-faktor seperti:

  • Pinggang atau pinggul pengukuran.
  • Proporsi atau distribusi lemak.
  • Proporsi massa otot.

Saat melakukan pengukuran lingkar perut normal menggunakan Rasio Pinggang-Pinggul (WHR), Moms akan membandingkan ukuran pinggang dengan pinggul.

Semakin tinggi ukuran pinggang sebanding dengan pinggul, semakin besar risikonya.

Penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang memiliki lebih banyak lemak tubuh di sekitar bagian tengah, lebih mungkin untuk memiliki penyakit kardiovaskular (CVD) dan diabetes.

Untuk itu, rasio pinggang-pinggul (WHR) adalah alat yang berguna untuk menghitung berat badan yang sehat.

Jika Moms concern dengan berat badan dan lingkar perut normal, harus berbicara dengan dokter atau ahli gizi.

Sebab keduanya akan dapat memberi saran tentang pilihan diet serta olahraga yang paling sesuai dengan kondisi Moms.