COVID-19

8 Juni 2021

Long Covid: Apa Saja Gejala dan Cara Mengatasinya

Jangan anggap remeh Long Covid, Moms! Simak infonya di sini
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Anggia Hapsari
Disunting oleh Adeline Wahyu

Hingga detik hari ini, kita masih saja berada di situasi pandemi akibat virus Covid-19. Berbicara tentang kasus Covid-19 di Asia, peningkatan kasus pun terjadi terutama setelah fenomena lonjakan kasus di India.

Berbagai negara di Asia Selatan dan Asia Tenggara pun kian berjaga-jaga karena kasus orang terkena Covid-19 pun ikut meningkat.

Di Indonesia, proses vaksin corona semakin mendekati tahap akhir. Meski demikian, setiap orang masih perlu menjaga diri dan keluarga agar terhindar dari penyakit yang menyerang pernapasan ini.

Data yang bisa dilihat dari situs covid19.go.id menyatakan angka kesembuhan dari total jumlah yang mengidap gangguan ini jauh lebih tinggi dari korban jiwanya.

Apakah Long Covid Itu?

batuk-berdarah.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Angka orang untuk bertahan dan sembuh dari Covid-19 bisa jadi lebih tinggi. Tapi jangan senang dulu. Kita tetap perlu berhati-hati karena bisa jadi ada beberapa orang yang mengalami long Covid.

Apa yang dimaksud dengan long Covid? Menurut mayoclinic.org, Long Covid atau post Covid-19 adalah kondisi kesehatan seseorang yang masih merasakan gejala Covid-19 meski ia dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Gejala long Covid atau post Covid-19 ini biasanya bisa tetap timbul dalam hitungan minggu hingga bulan sejak pemeriksaan terakhir menunjukkan hasil yang negatif.

Siapa yang Berpotensi Mengalami Long Covid?

covid19.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Awalnya, virus ini ditermukan di kota Wuhan, Tiongkok pada akhir bulan Desember 2019 lalu.

Seiring dengan berjalannya waktu dan mobilitas orang-orang yang tinggi, virus ini menular dengan sangat cepat dan menyebar ke hampir semua negara dalam beberapa bulan. Termasuk Indonesia.

Jika di beberapa negara lain menerapkan sistem lockdown, Presiden Joko Widodo memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) untuk menekan penyebaran virus ini.

Word Health Organization menyebutkan bahwa seseorang yang mengalami virus Covid-19 akan mengalami gejala dan mengalami masalah pernapasan ringan hingga moderat.

Ada orang yang memerlukan perawatan khusus di rumah sakit, tapi ada juga yang bisa sembuh dengan cara mandiri.

Virus Corona merupakan kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini tidak hanya bisa menyebabkan infeksi pernapasan ringan atau batuk saja, tapi juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia atau infeksi paru-paru yang menyebabkan sakit dada.

Beberapa gejalanya adalah demam, sesak napas, batuk, mudah lelah, sakit saat menelan, diare, sakit kepala, pusing, kehilangan indra pengecap dan penciuman, perubahan warna kulit, hingga kehilangan kemampuan untuk bergerak.

Dalam penyebarannya, penyakit yang berbahaya ini bisa menyerang siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, remaja, orang dewasa, Moms yang sedang hamil atau menyusui, serta kelompok usia lanjut.

Terserang Covid-19 memang bisa dibilang “menakutkan”. Yang paling menyebalkan, ketika seseorang terkena Covid-19 dan diyatakan sembuh, bisa jadi seseorang tersebut pun masih mengalami long Covid. Siapa saja yang bisa berisiko mengalami long Covid?

Baca juga: Tips Melindungi Diri dari COVID-19 untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Menurut Dr. Claire Steves dari Kings College London kepada BBC News, ketika seseorang mengalami lebih dari 5 gejala Covid-19 pada minggu pertama ia terkena Covid, maka ia akan cenderung mengalami long Covid.

Covid-19 merupakan penyakit yang bukan hanya sekedar batuk dan flu. Penyakit ini juga bisa memengaruhi kondisi organ tubuh lainnya. Risiko seseorang mengalami long Covid semakin meningkat jika ia berusia di atas 50 tahun, dan seorang wanita. Yup, seorang wanita.

“Kami mendapatkan data yang valid yang menginfokan bahwa pasien laki-laki cenderung berisiko lebih tinggi mengalami Covid-19 dan meninggal karena Covid. Namun pasien yang sembuh dari Covid-19 ternyata memiliki risko lebih tinggi mengalami long Covid,” jelas Dr Steve lebih lanjut.

Baca juga:Konsumsi Paracetamol untuk Ibu Hamil, Amankah?

Gejala Long Covid

Tubuh yang belum terbiasa diet tanpa karbohidrat, dapat merasa lemas

Foto: Orami Photo Stock

Bagi sebagian orang penyintas Covid-19, ini adalah penyakit yang singkat dan ringan. Namun, tahukah Moms bahwa untuk penyintas Covid-19 lain, kondisi ini bisa memberikan keluhan kesehatan yang masih saja menetap sekian lama?

Simak beberapa hal berikut yang bisa dialami oleh orang yang mengalami long Covid:

1. Gejala Ringan

Bukan bertujuan untuk menakut-nakuti, Moms! Tapi jurnal yang bisa dilihat di British Medical Journal, bertajuk Covid-19: What Do We Know About “Long Covid”, Paul Garner seorang penyintas Corona sekaligus profesor penyakit menular di Liverpool School of Tropical Medicine, menggambarkan long Covid-19 dengan singkat, yaitu "menakutkan dan lama".

Setelah terbukti sembuh dari Covid-19, Profesor Garner diperbolehkan untuk pulang. Meski demikian, ia masih perlu berjuang untuk berhadapan dengan gejala-gejala Covid-19. Hal ini terjadi selama berminggu-minggu.

Profesor tersebut mengaku kondisi long Covid tersebut membuatnya sulit untuk menjalankan aktivitas sehari-hari karena kelelahan ekstrem. Ia merasa sulit untuk berjalan kaki, meski dalam waktu singkat karena napasnya yang masih saja tersengah-sengal. Pada prosesnya, Garner memerlukan waktu untuk melatih kembali paru-parunya agar bisa terbiasa bernapas normal.

Tak hanya itu saja, penyintas Covid-19 pun masih perlu bersabar untuk berhadapan dengan problema sakit kepala, batuk yang tak kunjung sembuh, cemas, insomnia, depresi, ruam pada kulit, rambut rontok, nyeri pada sendi dan otot, hingga brain fog
(masalah pada konsentrasi dan pengingat)

Baca juga: Mengenal Penyebab Flu pada Bayi agar Bisa Mencegahnya

2. Gejala Parah

Gejala long Covid ini memang cenderung lama dan tidak bisa dipandang sebelah mata. Disebutkan jika terjadi penurunan kapasitas fisik dan tingkat kesehatan secara signifikan, maka long Covid bisa berlangsung menjadi lebih lama dan berat.

Bahkan para ahli menyatakan bahwa pada beberapa kasus bukan tidak mungkin long Covid berkembang ke penyakit kritis. Situs theguardian.com pun menyebutkan beberapa kondisi kesehatan yang bisa dialami oleh pasien long Covid sebagai berikut:

  • Masalah pada Jantung

Gangguan ini juga dapat berdampak buruk pada jantung yang meliputi kerusakan pada otot jantung dan gagal jantung. Hingga sekarang, para ahli masih meneliti keterkaitan virus Covid dengan salah satu organ tubuh yang penting ini.

  • Masalah pada Paru-Paru

Dalam jangka panjang, seseorang yang memiliki imunitas lemah juga bisa mengalami kerusakan jaringan paru-paru, fibrosis, dan gagal paru restriktif yang disebabkan oleh virus Covid-19

  • Masalah pada Sistem Saraf & Kardiovaskular

Masalah lainnya yang timbul karena long Covid dapat terjadi pada otak dan sistem saraf. Seseorang tersebut akan kehilangan indra penciuman, masalah emboli paru, miokardiopati, gangguan ventriekel, stroke, hingga gangguan kognitif.

  • Masalah pada Ginjal

Gangguan lain pada orang tubuh karena long Covid adalah masalah pada ginjal seseorang. Jika tidak ditangani dengan benar akan memicu kondisi gagal ginjal akut.

Baca juga: 4 Tips Mencegah Batu Ginjal Menurut Dokter Gizi Klinis

Cara Cepat Pulih dari Long Covid

tidur-siang.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Cara untuk cepat puih dari long Covid, tak lain dan tak bukan adalah dengan mengenali kemampuan diri seseorang sebelum dan setelah ia dinyatakan sembuh dari Covid-19

Dr. Mady Hornig, selaku Physician Scientist sekaligus Associate Professor of Emidemology di Columbia University Mailman School of Public Health in New York City, Amerika Serikat menyarankan untuk teratur melatih diri dengan fisioterapi dan cukup istirahat agar tubuh bisa perlahan memulihkan dirinya sendiri. Lakukan secara bertahap, jangan dipaksakan.

Dr. Hornig sendiri merupakan penyintas COvid-19. Ia menyarankan agar pasien penyintas Covid-19 untuk melakukan terapi sesegera mungkin jika sudah terindikasi masih mengalami sequele (gejala sisa) usai dinyatakan sembuh.

Semakin dini, tentu akan semakin bagus hasilnya. Meski demikian, kondisi ini bergantung pada seberapa banyak gejala yang dimiliki dan berapa banyak organ yang terkena dampak Covid- 19.

Apakah Moms mengenal orang lain yang sedang berjibaku dengan long Covid? Jangan anggap remeh, ya! Yang terpenting, cobalah untuk berpikir optimis dan lakukan terapi terbaik sesuai kebutuhan tubuh.

  • https://covid19.go.id/
  • https://www.who.int/health-topics/coronavirus#tab=tab_1
  • https://www.bbc.com/news/health-54622059
  • https://www.bmj.com/content/370/bmj.m2815
  • https://www.healthline.com/health-news/how-to-try-to-recover-if-you-have-long-haul-covid-19-symptoms#Dealing-with-symptoms
  • https://www.theguardian.com/world/2020/oct/04/long-covid-the-evidence-of-lingering-heart-damage
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/coronavirus/in-depth/coronavirus-long-term-effects/art-20490351
  • https://www.healthline.com/health-news/how-to-try-to-recover-if-you-have-long-haul-covid-19-symptoms#Dealing-with-symptoms
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait