09 Juni 2022

Long Covid: Pengertian, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Jangan anggap remeh Long Covid, Moms!

Hingga hari ini, kita masih berada di situasi pandemi akibat virus Covid-19. Selain memerangi kasus Covid-19 kini juga kita harus menghadapi long Covid yang terjadi pada penyintas Covid-19.

Meski pendistribusian vaksin tengah dilakukan, setiap orang masih perlu menjaga diri dan keluarga agar terhindar dari penyakit yang menyerang pernapasan ini.

Data yang bisa dilihat dari situs covid19.go.id menyatakan angka kesembuhan dari total jumlah yang mengidap gangguan ini jauh lebih tinggi dari korban jiwanya.

Tak hanya gejala dari Covid-19 saja yang harus diperhatikan, karena keadaan pasca terinfeksi Covid-19 juga perlu diperhatikan.

Misalnya, apakah orang tersebut mengalami long Covid atau tidak?

Berikut ini beberapa informasi penting yang perlu dipahami mengenai long Covid.

Baca Juga: 5+ Fakta Molnupiravir, Obat Oral yang Dinilai Efektif Bunuh Virus COVID-19

Apakah Long Covid Itu?

batuk-berdarah.jpg
Foto: batuk-berdarah.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Angka orang untuk bertahan dan sembuh dari Covid-19 bisa jadi lebih tinggi. Tapi jangan senang dulu, Moms.

Karena, kita tetap perlu berhati-hati akan adanya kondisi long Covid yang dapat menghantui para penderita Covid-19.

Apa yang dimaksud dengan long Covid?

Menurut mayoclinic.org, Long Covid atau post Covid-19 adalah kondisi kesehatan seseorang yang masih merasakan gejala Covid-19 meski ia dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Gejala long Covid atau post Covid-19 ini biasanya bisa tetap timbul dalam hitungan minggu hingga bulan sejak pemeriksaan terakhir menunjukkan hasil yang negatif.

Siapa yang Berpotensi Mengalami Long Covid?

covid19.jpg
Foto: covid19.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Virus Covid-19 merupakan kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan.

Pada banyak kasus, virus ini tidak hanya bisa menyebabkan infeksi pernapasan ringan atau batuk saja.

Namun, sayangnya virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti pneumonia atau infeksi paru-paru yang menyebabkan sakit dada.

Beberapa gejala dari Covid-19, meliputi:

  • Demam
  • Sesak napas
  • Batuk
  • Mudah lelah
  • Sakit saat menelan
  • Diare
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Kehilangan indra pengecap dan penciuman
  • Kehilangan kemampuan untuk bergerak

Dalam penyebarannya, penyakit ini bisa menyerang siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, remaja, orang dewasa, Moms yang sedang hamil atau menyusui, serta kelompok usia lanjut.

Terserang Covid-19 memang bisa dibilang “menakutkan” dan dinilai buruk oleh orang sekitar.

Tetapi yang paling menyebalkan, ketika seseorang terkena Covid-19 dan diyatakan sembuh, bisa jadi seseorang tersebut pun masih mengalami long Covid.

Lantas, siapa saja yang bisa berisiko mengalami long Covid?

Baca juga: 5 Lokasi dan Link Pendaftaran Vaksin COVID-19 di Jember, Daftar Sekarang!

Menurut Dr. Claire Steves dari Kings College London kepada BBC News, ketika seseorang mengalami lebih dari 5 gejala Covid-19 pada minggu pertama ia terkena Covid, maka ia akan cenderung mengalami long Covid.

Covid-19 merupakan penyakit yang bukan hanya sekedar batuk dan flu. Penyakit ini juga bisa memengaruhi kondisi organ tubuh lainnya.

Risiko seseorang mengalami long Covid semakin meningkat jika ia berusia di atas 50 tahun, dan seorang wanita.

“Kami mendapatkan data yang valid yang menginfokan bahwa pasien laki-laki cenderung berisiko lebih tinggi mengalami Covid-19 dan meninggal karena Covid. Namun pasien yang sembuh dari Covid-19 ternyata memiliki risko lebih tinggi mengalami long Covid,” jelas Dr Steve lebih lanjut.

Ternyata tak hanya orang dewasa, anak-anak yang memiliki riwayat Covid-19 juga memiliki risiko terkena long Covid, lho Moms

Tetapi mungkin, kondisi long Covid yang dirasakan oleh anak-anak tidak lebih parah dari orang dewasa.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Penyakit Infeksi dan Tropis RS Pondok Indah, Prof. Dr. dr. Hinky Hindra Irawan Satari, Sp.A (K), M.TropPaed menjelaskan bahwa minimal anak bisa merasakan 1 gejala Covid-19 yang menetap.

Gejala Long Covid pada Orang Dewasa

Tubuh yang belum terbiasa diet tanpa karbohidrat, dapat merasa lemas
Foto: Tubuh yang belum terbiasa diet tanpa karbohidrat, dapat merasa lemas (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Bagi sebagian orang penyintas Covid-19, ini adalah penyakit yang singkat dan ringan.

Namun, tahukah Moms bahwa bagi penyintas Covid-19 lain, kondisi ini bisa memberikan keluhan kesehatan yang masih saja menetap sekian lama?

Simak beberapa hal berikut yang bisa dialami oleh orang yang mengalami long Covid:

1. Gejala Ringan

Bukan bertujuan untuk menakut-nakuti, Moms! Tapi jurnal yang bisa dilihat di British Medical Journal, menjelaskan bahwa long Covid-19 dikatakan sebagai sesuatu yang "menakutkan dan lama".

Ketika seseorang dinyatakan telah sembuh dari Covid-19, ia masih perlu berjuang untuk berhadapan dengan gejala-gejala Covid-19.

Kemudian, umumnya hal ini dapay terjadi selama berminggu-minggu dan membuat seseorang sulit untuk menjalankan aktivitas sehari-hari karena kelelahan ekstrem.

Tak hanya itu saja, penyintas Covid-19 dapat merasakan beberapa gejala ringan long Covid, seperti:

  • Sakit kepala
  • Batuk yang tak kunjung sembuh
  • Cemas
  • Insomnia
  • Depresi
  • Ruam pada kulit
  • Rambut rontok
  • Nyeri pada sendi dan otot
  • Brain fog

Baca juga: Paracetamol untuk Ibu Menyusui, Ketahui Dosis dan Efek Sampingnya

2. Gejala Parah

Gejala long Covid ini memang cenderung lama dan tidak bisa dipandang sebelah mata.

Disebutkan jika terjadi penurunan kapasitas fisik dan tingkat kesehatan secara signifikan, maka long Covid bisa berlangsung menjadi lebih lama dan berat.

Bahkan para ahli menyatakan bahwa pada beberapa kasus bukan tidak mungkin long Covid berkembang ke penyakit kritis.

Beberapa kondisi kesehatan yang bisa dialami oleh pasien long Covid sebagai berikut:

  • Masalah pada Jantung

Gangguan ini juga dapat berdampak buruk pada jantung yang meliputi kerusakan pada otot jantung dan gagal jantung.

Hingga sekarang, para ahli masih meneliti keterkaitan virus Covid dengan salah satu organ tubuh yang penting ini.

  • Masalah pada Paru-Paru

Dalam jangka panjang, seseorang yang memiliki imunitas lemah juga bisa mengalami kerusakan jaringan paru-paru, fibrosis, dan gagal paru restriktif yang disebabkan oleh virus Covid-19

  • Masalah pada Sistem Saraf & Kardiovaskular

Masalah lainnya yang timbul karena long Covid dapat terjadi pada otak dan sistem saraf.

Seseorang tersebut akan kehilangan indra penciuman, masalah emboli paru, miokardiopati, gangguan ventriekel, stroke, hingga gangguan kognitif.

  • Masalah pada Ginjal

Gangguan lain pada orang tubuh karena long Covid adalah masalah pada ginjal seseorang. Jika tidak ditangani dengan benar akan memicu kondisi gagal ginjal akut.

Baca juga: Penyakit Ginjal: Gejala, Cara Mencegah, dan Mengatasinya

Long Covid pada Anak

Sama seperti orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami long Covid, lho Moms.

Jangan sampai dibiarkan, karena hadirnya gejala Covid-19 yang menetap pada anak dapat mengganggu aktivitasnya.

Dengan begitu, Moms perlu tahu gejala-gejala long Covid dan pengobatan long Covid pada anak yang tepat. Simak informasinya berikut ini.

Gejala Long Covid pada anak

Prof. Dr. dr. Hinky Hindra Irawan Satari, Sp.A (K), M.TropPaed menjelaskan bahwa kondisi long Covid pada anak dapat ditemukan mulai 12 minggu sejak tes Covid-19 pertama kali.

"Paling nggak 12 minggu setelah hasil swab pertama ada satu gejala yang menetap dan tidak ada indikasi ke infeksi-infeksi lain, bisa jadi ini bisa mengarah anak terkena long Covid," jelas Prof. Dr. dr. Hinky Hindra Irawan Satari, Sp.A (K), M.TropPaed.

Kemudian, terdapat beberapa gejala umum long Covid yang terjadi pada anak, meliputi:

  • Sakit kepala
  • Lemas atau lesu
  • Cenderung mudah letih
  • Batuk
  • Sulit berkonsetrasi
  • Gangguan tidur
  • Mual

Gejala-gejala yang hadir pada long Covid ini kerap kali mengganggu kegiatan anak sehari-hari. Sehingga, Moms perlu melakukan penanganan yang tepat untuk mengatasinya.

Pengobatan Long Covid pada Anak

Ketika Moms menyadari bahwa Si Kecil terlihat berbeda, misalnya mudah lelah atau batuk terus-menerus setelah sembuh dari Covid-19, ini harus diperhatikan.

Karena mungkin saja ini menjadi salah satu tanda terjadinya long Covid pada anak.

"Kalau ada gejala yang menetap, orang tua harus segera konsultasi ke dokter misalnya batuk tidak sembuh-sembuh atau lemas, mual," papar Prof. Dr. dr. Hinky Hindra Irawan Satari, Sp.A (K), M.TropPaed.

Sebelum memberikan perawatan yang tepat, dokter harus mengonfirmasi terlebih dahulu bahwa gejala-gejala tersebut bukanlah sebuah gejala dari penyakit lainnya, seperti asma dan GERD.

Setelah itu, dokter dapat mendiagnosis dan melakukan pengobatan yang tepat dengan gejala dan tingkat keparahan kondisi Si Kecil.

Jadi, jika Moms melihat Si Kecil memiliki gejala Covid-19 yang menetap, lebih baik berkonsultasi ke dokter untuk menemukan penanganan yang tepat.

Hal ini dikarenakan Moms tidak boleh asal memberikan obat pada Si Kecil, ya.

Mungkin perawatan pertama yang bisa Moms lakukan di rumah adalah dengan memastikan Si Kecil memiliki tidur yang cukup.

Baca Juga: 33 Lokasi Vaksin COVID-19 di Banten Mei 2022

Cara Cepat Pulih dari Long Covid

tidur-siang.jpg
Foto: tidur-siang.jpg (30seconds.com)

Foto: Orami Photo Stock

Cara untuk cepat puih dari long Covid, tak lain dan tak bukan adalah dengan mengenali kemampuan diri seseorang sebelum dan setelah ia dinyatakan sembuh dari Covid-19

Dr. Mady Hornig, selaku Physician Scientist sekaligus Associate Professor of Emidemology di Columbia University Mailman School of Public Health in New York City, Amerika Serikat menyarankan untuk teratur melatih diri dengan fisioterapi dan cukup istirahat agar tubuh bisa perlahan memulihkan dirinya sendiri. Lakukan secara bertahap, jangan dipaksakan.

Ia menyarankan agar pasien penyintas Covid-19 untuk melakukan terapi sesegera mungkin jika sudah terindikasi masih mengalami sequele (gejala sisa) usai dinyatakan sembuh.

Semakin dini, tentu akan semakin bagus hasilnya. Meski demikian, kondisi ini bergantung pada seberapa banyak gejala yang dimiliki dan berapa banyak organ yang terkena dampak Covid- 19.

Apakah Moms mengenal orang lain yang sedang berjibaku dengan long Covid?

Jangan anggap remeh, ya! Yang terpenting, cobalah untuk berpikir optimis dan lakukan terapi terbaik sesuai kebutuhan tubuh.

  • https://covid19.go.id/
  • https://www.who.int/health-topics/coronavirus#tab=tab_1
  • https://www.bbc.com/news/health-54622059
  • https://www.bmj.com/content/370/bmj.m2815
  • https://www.healthline.com/health-news/how-to-try-to-recover-if-you-have-long-haul-covid-19-symptoms#Dealing-with-symptoms
  • https://www.theguardian.com/world/2020/oct/04/long-covid-the-evidence-of-lingering-heart-damage
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/coronavirus/in-depth/coronavirus-long-term-effects/art-20490351
  • https://www.healthline.com/health-news/how-to-try-to-recover-if-you-have-long-haul-covid-19-symptoms#Dealing-with-symptoms

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.