Kesehatan

KESEHATAN
10 Januari 2020

Mengenal Lyme Disease, Penyakit dari Kutu yang Diderita Justin Bieber

Apa itu penyakit Lyme?
placeholder

Foto: people.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Intan Aprilia

Kabar mengejutkan datang dari Justin Bieber. Penyanyi terkenal ini didiagnosis menderita Lyme disease atau penyakit Lyme.

Dilansir dari laman Centers for Disease Control and Prevention, Lyme disease merupakan penyakit yang disebabkan oleh vektor paling umum di Amerika Serikat.

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Borrelia burgdorferi, yang ditularkan ke manusia melalui gigitan kutu berkaki hitam yang terinfeksi.

Dilansir dari American Academy of Family Physicians, lyme disease pertama kali ditemukan di kota Lyme, Connecticut. Bentuk kutu ini seukuran biji wijen dan biasa berada di daerah utara Amerika Serikat. Tapi penyakit ini juga mulai ditemukan di Eropa, Asia, dan Australia sejak 2017 lalu.

Justin Bieber lyme disease

Foto: rollingstone.com

Lyme disease bisa didiagnosis berdasarkan gejala, tanda fisik (misalnya ruam), dan kemungkinan paparan kutu yang terinfeksi.

Jika tidak diobati, infeksi dapat menyebar ke persendian, jantung, bahkan sistem saraf kita.

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini 6 Obat Kutu Rambut yang Ampuh untuk Anak

Tanda dan Gejala Lyme Disease

penyakit lyme

Foto: bbc.com

Lyme disease yang tidak diobati dapat menyebabkan berbagai gejala, tergantung pada keparahan infeksi yang terjadi. Termasuk diantaranya demam, ruam, kelumpuhan pada wajah, dan radang sendi.

Gejala awat atau pada 3 hingga 30 hari awal setelah gigitan, gejala yang ditunjukkan berupa:

  • Demam, kedinginan, sakit kepala, kelelahan, nyeri otot dan persendian, dan pembengkakan kelenjar getah bening dapat terjadi jika tidak ada ruam.
  • Muncul ruam eritema migrans (EM), yang terjadi pada sekitar 70 hingga 80 persen orang yang terinfeksi. Timbul di lokasi gigitan kutu setelah 3 hingga 30 hari (rata-rata sekitar 7 hari setelah gigitan)

Baca Juga: 8 Obat Alami Kutu Air, Simak di Sini

Sedangkan gejala lain yang mengikuti setelahnya berupa:

  • Sakit kepala parah dan kekakuan pada leher
  • Ruam EM yang bertambah di bagian tubuh lainnya
  • Facial palsy (kehilangan tonus otot atau terkulai di satu atau kedua sisi wajah)
  • Arthritis dengan nyeri sendi yang parah dan pembengkakan, terutama lutut dan sendi besar lainnya.
  • Nyeri intermiten pada tendon, otot, sendi, dan tulang
  • Jantung berdebar atau jantung berdetak tidak teratur (Lyme carditis)
  • Episode pusing atau sesak napas
  • Peradangan otak dan sumsum tulang belakang
  • Sakit syaraf
  • Menembak sakit, mati rasa, atau kesemutan di tangan atau kaki

Mengatasi Lyme Disease

penyakit lyme

Foto: Orami Stock Photos

Lyme disease bisa diobati dengan antibiotik di awal infeksi tersebut. Biasanya si penderita bisa pulih dengan cepat dan sepenuhnya.

Antibiotik yang biasa digunakan untuk perawatan oral termasuk doksisiklin, amoksisilin, atau cefuroxime axetil. Orang dengan penyakit neurologis atau jantung tertentu mungkin memerlukan perawatan intravena dengan antibiotik seperti ceftriaxone atau penisilin.

National Institutes of Allergy and Infectious Disease yang mendanai beberapa studi tentang pengobatan penyakit Lyme, menunjukkan kebanyakan orang pulih ketika dirawat dengan diberikan antibiotik setelah beberapa minggu diminum.

Baca Juga: Cara Mencegah dan Mengatasi Gigitan Kutu Kasur pada Balita

Dalam sebagian kecil kasus, gejala seperti kelelahan (lelah) dan nyeri otot dapat bertahan lebih dari 6 bulan. Kondisi ini dikenal sebagai "Post-treatment Lyme Disease Syndrome" (PTLDS), meskipun sering disebut "penyakit Lyme kronis."

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait