29 Maret 2020

5 Masalah Perut Pada Bayi. Moms Perlu Tahu!

Diare hingga GERD, deretan masalah perut pada bayi yang perlu penanganan Dokter segera

Sistem pencernaan bayi masih berkembang, karena belum sepenuhnya sempurna. Untuk itu, tidak heran jika akan ada beberapa masalah perut pada bayi yang kerap muncul.

Beberapa masalah perut pada bayi dapat ditangani sendiri di rumah, namun ada juga masalah perut pada bayi yang memerlukan campur tangan Dokter untuk penanganannya.

5 Masalah Perut Pada Bayi yang Perlu Penanganan Dokter

1. Perut Bergas

1 Perut Bergas.jpg
Foto: 1 Perut Bergas.jpg

Foto: Dragos Gontariu – Unsplash.com

Perut bergas merupakan masalah perut pada bayi yang umum terjadi. Dapat terbentuk oleh bakteri normal yang hidup dalam usus bayi.

Bayi yang rewel, sering menangis, atau minum menggunakan botol juga dapat menjadi pemicu masalah perut pada bayi menjadi bergas.

Tanda-tanda perut bergas adalah perut bayi terlihat menggembung, bayi melengkungkan punggung dan menggeliat, karena perutnya terasa sangat tidak nyaman.

Untuk membantu mengurangi gas dalam perut bayi, baringkan bayi dan buat gerakan kaki menggenjot sepeda dengan kedua kaki bayi, maju dan mundur, dan coba dorong lututnya ke arah dada, ulangi beberapa kali.

Baca Juga: Perut Bayi Buncit, Normalkah?

2. Gumoh

2 Gumoh.jpg
Foto: 2 Gumoh.jpg

Foto: fancycrave1 – Pixabay.com

“Gumoh sedikit merupakan hal yang normal,” ungkap Dr. Natalie Muth yang merupakan juru bicara American Academy of Pediatrics sekaligus salah satu pengarang buku Picky Eater Project: 6 Weeks to Happier, Healthier Family Mealtimes, seperti dikutip dari fatherly.com.

Menurut Dr Natalie, gumoh terjadi karena bayi memiliki katup yang memisahkan kerongkongan dari perut. Sehingga saat bayi menangis atau perut terlalu penuh, katup akan terbuka dan membuat susu keluar kembali.

Untuk mencegah masalah perut pada bayi berupa gumoh ini, Moms bisa membantu bayi bersendawa di pertengahan waktu menyusui, sehingga bayi memiliki waktu lebih untuk mencerna makanannya. Lalu sendawakan kembali bayi setelah selesai pemberian susu.

Baca Juga: 6 Tips Jitu Mengurangi Perut Kembung pada Bayi

3. GERD

3 GERD.jpg
Foto: 3 GERD.jpg

Foto: StockSnap – Pixabay.com

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan masalah perut pada bayi dengan gejala gumoh, namun lebih parah dan menyakitkan bagi bayi.

Berbeda dengan gumoh biasa, bayi yang mengalami GERD akan lebih banyak menangis saat dan sesudah pemberian susu.

Selain itu, GERD juga dapat disertai dengan gejala lain, seperti batuk, mengi, dan tersedak. Sering membantu bayi bersendawa dan menjaga kepala bayi tetap tinggi setelah menyusui dapat membantu mengurangi masalah perut pada bayi.

Jika Moms mencurigai bayi mengalami GERD, segera konsultasikan Dokter untuk mendapatkan pengobatan yang dapat menenangkan kembali perut bayi.

Baca Juga: 4 Masalah Perut Bayi yang Paling Sering Dialami, Apa Saja?

4. Konstipasi

4 Konstipasi.jpg
Foto: 4 Konstipasi.jpg

Foto: kidsnewshu – Pixabay.com

Masalah perut pada bayi berupa konstipasi dapat terjadi saat bayi berganti jenis makanan baru, misalnya dari ASI ke susu formula atau bahan MPASI yang berbeda dari biasanya.

“Jika bayi konstipasi, buang air besarnya akan berupa bola-bola kecil yang keras. Bayi juga akan lebih banyak kentut dan akan berusaha keras untuk buang air besar,” ungkap Dokter anak di LaGuardia Place Pediatrics, New York City, Cheryl Wu, MD, seperti dikutip dari thebump.com.

Untuk membantu mengurangi masalah perut pada bayi berupa konstipasi ini, Moms bisa memberikan jenis makanan yang kaya serat untuk melancarkan pencernaannya.

Dikutip dari Mayo Clinic, untuk bayi yang sudah diberikan MPASI, siapkan MPASI berbahan kacang polong atau buah prune, karena mengandung lebih banyak serat dari buah dan sayuran lainnya.

Berikan juga bahan makanan berbasis gandum utuh, karena mengandung lebih banyak serat dan sereal beras.

Baca Juga: Ini Gejala Flu Perut Pada Bayi, Wajib Tahu!

5. Diare

5 Diare.jpg
Foto: 5 Diare.jpg

Foto: Irina Murza – Unsplash.com

Diare yang merupakan masalah perut pada bayi, mengacu pada feses yang sangat encer dan berlangsung cukup sering. Masalah perut pada bayi ini biasanya terjadi karena paparan virus atau saat bayi memasukkan benda kotor dan terkontaminasi ke dalam mulut.

Diare dapat menyebabkan dehidrasi yang membahayakan nyawa bayi, sehingga saat gejala diare terlihat, Moms perlu segera membawa bayi berkonsultasi dengan Dokter.

Pengobatan yang biasa diberikan pada bayi diare adalah pemberian cairan elektrolit, seperti Pedialyte untuk mencegah dehidrasi.

Itulah beberapa masalah perut pada bayi yang biasa dialami. Perawatan yang tepat sesuai dengan gejala yang ditimbulkan, akan membantu mengurangi ketidaknyamanan pada perut bayi.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.