07 Desember 2019

Memasak Sayur dengan Suhu Tinggi, Bolehkah?

Apakah nutrisinya tidak berkurang?

Beberapa kebiasaan bisa sulit untuk dihilangkan. Dalam hal memasak, Moms mungkin memiliki kebiasaan buruk yang bahkan tidak kita sadari. Salah satunya adalah memasak sayur dengan suhu tinggi.

Mungkin Moms berpikir memasak makanan dengan suhu tinggi baik, karena bisa membunuh bakteri dan kuman jahat di dalamnya. Namun sebenarnya kita tidak boleh memasak makanan terlalu lama dan dengan suhu yang tinggi.

Baca Juga: Waspada Ya Moms 4 Teknik Memasak Ini Justru Akan Meracuni Makanan!

Makanan kita tidak dirancang untuk menahan suhu yang sangat tinggi. Tidak ada nutrisi yang terkandung dalam makanan kita jika dimasak dengan suhu yang panas.

Apa konsekuensi lain dari memasak sayur dengan suhu tinggi? Simak di bawah ini.

Risiko Memasak Sayur dengan Suhu Tinggi

memasak dengan suhu panas
Foto: memasak dengan suhu panas

Para peneliti di Mt. Sinai Medical menemukan bahwa memasak sayur dengan suhu tinggi mengandung tingkat senyawa yang lebih besar yang disebut produk akhir glikasi lanjut (advanced glycation end products) yang menyebabkan lebih banyak kerusakan jaringan dan peradangan daripada makanan yang dimasak pada suhu yang lebih rendah.

AGEs mengiritasi sel-sel dalam tubuh, merusak jaringan dan meningkatkan risiko komplikasi dari penyakit seperti diabetes, serta penyakit jantung.

Bahan-bahan kimia tersebut dapat dihindari dengan memasak makanan pada suhu yang lebih rendah dengan menggunakan metode Sauté Sehat, cara mengukus yang sehat atau cara memasak Aduk-Sehat dan juga memasak daging dengan makanan yang mengandung bioflavonoid antioksidan, seperti bawang putih, bawang merah dan paprika.

Baca Juga: 3 Resep Paprika yang Lezat dan Mudah Dibuat untuk Keluarga

Kehilangan Nutrisi

memasak dengan suhu panas
Foto: memasak dengan suhu panas

Masalah memasak dengan panas tinggi tidak terbatas hanya pada kemungkinan menimbulkan zat beracun saja. Memasak sayur dengan suhu tinggi juga menimbulkan masalah dalam hal kehilangan nutrisi.

Hampir semua nutrisi dalam makanan rentan terhadap kerusakan akibat panas. Tentu saja, kerusakan tergantung pada nutrisi yang dimaksud, tingkat panas, dan jumlah lama memasak.

Tetapi secara umum, sebagian besar suhu yang kita masak dalam oven (250-450 derajat) adalah suhu yang menyebabkan makanan kehilangan nutrisi yang cukup besar. Bahkan hingga 80 persen asam folat dalam wortel, misalnya, bisa hilang karena direbus.

Memasak Sayur dengan Suhu Tinggi

memasak dengan suhu panas
Foto: memasak dengan suhu panas

Dalam sayuran, sensitivitas terhadap panas tinggi bisa diukur dalam hitungan menit! Pada beberapa makanan, swiss chard kehilangan vitamin C dapat meningkat 15 persen hanya dalam waktu 4-5 menit.

Baca Juga: Ketahui Cara Mengolah Sayuran dengan Benar

Hanya beberapa menit saja ditinggal, sudah dapat mengubah hasilnya sepenuhnya! Kacang hijau akan dikukus dalam 3-7 menit. Selama waktu ini, warna akan berubah menjadi rona hijau yang lebih cerah. Tetapi lama-kelamaan, akan terjadi penurunan intensitas warna.

Pada 9 atau 10 menit terakhir, intensitas warna akan turun secara nyata. Bahkan hanya mengukus 2-3 menit saja bisa membuat perbedaan yang nyata.

Dilansir dari jurnal yang diterbitkan oleh Journal of Agricultural and Food Chemistry, memasak dengan air akan lebih baik karena melestarikan senyawa antioksidan, terutama karotenoid, termasuk asam askorbat dalam wortel dan cukini.

Nah sekarang Moms sudah tahu kan, mengapa kita tidak boleh memasak sayur dengan suhu tinggi? Jangan sampai makanan yang dimasak, kehilangan nutrisinya ya.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.