17 Agustus 2019

Mengatasi Ingrown Toenail pada Bayi (Kuku Bayi Tumbuh ke Dalam)

Jika dibiarkan, kuku bayi yang tumbuh ke dalam dapat menjadi infeksi yang membahayakan bagi bayi.

Menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh bayi merupakan hal yang penting untuk dilakukan.

Salah satunya dengan memberikan perawatan pada kuku bayi.

Tidak sekedar menggunting kuku bayi secara rutin, hal yang juga perlu menjadi perhatian adalah jika kondisi kuku bayi tumbuh ke dalam atau yang dikenal dengan sebutan ingrown toenail.

Berikut ini gejala, penyebab dan perawatan yang dapat Moms lakukan untuk membantu mengatasi masalah kuku bayi yang sedang mengalami ingrown toenail.

Gejala Ingrown Toenail

Mengatasi Ingrown Toenail pada Bayi (Kuku Bayi Tumbuh ke Dalam) 01.jpg
Foto: Mengatasi Ingrown Toenail pada Bayi (Kuku Bayi Tumbuh ke Dalam) 01.jpg (footfiles.com)

Foto: footwiki.com

Jika kuku bayi normal tumbuh ke luar dan semakin memanjang, maka pada bayi dengan ingrown toenail, kuku bayi akan tumbuh ke dalam bagian kulitnya.

Pada umumnya lebih banyak terjadi pada kuku bayi bagian jempol.

“Daerah di tepi kuku mulai terlihat naik. Biasanya dimulai dengan munculnya bengkak berwarna yang semakin lama menjadi kemerahan dan menyakitkan,” Katherine O’Connor, MD, Dokter anak di The Children’s Hospital, Montefiore, New York City, seperti dikutip dari thebump.com.

Baca Juga: Anak Punya Kebiasaan Menggigit Kuku? Ini Penyebab dan Cara Menghentikannya

Penyebab Ingrown Toenail

Mengatasi Ingrown Toenail pada Bayi (Kuku Bayi Tumbuh ke Dalam) 02.jpg
Foto: Mengatasi Ingrown Toenail pada Bayi (Kuku Bayi Tumbuh ke Dalam) 02.jpg (healthline.com)

Foto: healthxwellness.com

Ada dua penyebab utama dari kuku bayi yang tumbuh ke dalam atau ingrown toenail.

Pertama, karena cara memotong kuku bayi yang tidak benar.

Memotong kuku bayi terlalu pendek sehingga dekat dengan kulit dapat menjadi salah satunya.

Selain itu, memotong kuku bayi dengan bentuk bergelombang daripada lurus di bagian ujung jari, dapat meningkatkan kemungkinan kuku bayi tumbuh ke dalam kulit.

Penyebab kedua ingrown toenail adalah pemakaian sepatu yang tidak sesuai ukuran atau kekecilan.

Memaksakan kaki masuk ke dalam sepatu yang terlalu ketat, akan membuat jari dan kuku bayi saling menekan satu sama lain.

Penekanan ini tentu akan membuat kuku bayi masuk ke dalam kulit dan pertumbuhannya pun tidak berjalan seperti seharusnya.

Untuk itu, pencegahan terhadap ingrown toenail sebenarnya dapat dilakukan.

Yaitu dengan menggunting kuku bayi secukupnya saja dan dengan bentuk lurus.

Selanjutnya Moms bisa gunakan pengikir kuku untuk membentuknya menjadi lebih melengkung, agar tidak melukai Si Kecil.

Baca Juga; Cek! 5 Kondisi Kuku yang Menunjukkan Ada Penyakit di Tubuh

Perawatan Kuku Bayi

Mengatasi Ingrown Toenail pada Bayi (Kuku Bayi Tumbuh ke Dalam) 03.jpg
Foto: Mengatasi Ingrown Toenail pada Bayi (Kuku Bayi Tumbuh ke Dalam) 03.jpg (marvelousmommy.com)

Foto: marvelousmommy.com

Penyembuhan ingrown toenail pada kuku bayi dapat memakan waktu hingga beberapa minggu.

Hal yang bisa Moms lakukan untuk membantu penyembuhannya adalah dengan merendam kaki bayi sebanyak dua kali sehari dengan menggunakan air hangat dan sabun antibakteri selama 20 menit dalam setiap sesinya.

“Saat perendaman, pijat juga bagian kuku yang bengkak ke arah keluar dari kuku bayi,” ungkap Dokter anak, Dr. Cindy Gellner, seperti dikutip dari healthcare.utah.edu.

Perhatikan juga kemungkinan kuku bayi mengalami infeksi akibat ingrown toenail.

Gejala infeksi dapat dilihat jika kuku bayi mengeluarkan nanah dan bertambah bengkak dari sebelumnya.

Jika ini terjadi, ada baiknya Moms berkonsultasi dengan Dokter mengenai perawatan yang tepat, sebelum infeksi semakin parah.

Biasanya Dokter akan meresepkan antibiotik untuk meredakan ingrown toenail atau kuku bayi yang tumbuh ke dalam.

Baca Juga: Kuku Menjadi Orange Padahal Tidak Pakai Cat Kuku, Waspada Infeksi Berikut

(GS)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.