17 Juni 2020

Begini Tanda dan Cara Mengatasi Ruam Popok Akibat Jamur

Bisa diatasi dengan mengaplikasikan obat antijamur

Dermatitis popok adalah salah satu kondisi kulit paling umum yang diderita bayi dalam bulan-bulan pertama pasca kelahiran.

Kulit yang terkena gesekan popok, hidrasi berlebihan, pH bervariasi, dan kontak terus-menerus dengan urin dan feses, yang keduanya sangat mengiritasi kulit.

Meskipun jarang menyebabkan masalah untuk jangka waktu yang lama, ruam popok ini bisa menyebabkan kesulitan besar bagi bayi dan juga orang tua. Terlebih jika Si Kecil mengalami ruam popok akibat jamur.

Jenis ruam popok yang dikenal juga dengan nama candida dermatitis ini disebabkan karena jamur Candida albicans. Moms tentu ingin mencari tahu bagaimana cara mengatasi ruam popok akibat jamur.

Dilansir dari jurnal Superficial Mycoses Associated with Diaper Dermatitis, infeksi yang paling umum yang terkait dengan diaper dermatitis disebabkan oleh ragi Candida, terutama Candida albicans, yang telah dilaporkan lebih dari 80% kasus.

Baca Juga: Manfaat Zinc Oxide Selain Atasi Ruam Popok

Tanda Ruam Popok Jamur

tanda ruam popok jamur
Foto: tanda ruam popok jamur

Foto: Orami Photo Stock

Melansir Medical News Today, ruam popok yang diakibatkan jamur terlihat sedikit berbeda dari ruam popok jenis lain.

Beberapa tanda ruam popok karena jamur seperti ruam yang cenderung lebih buruk pada lipatan di sekitar pangkal paha, bisa ada bercak meradang dengan tepi yang jelas dan benjolan kecil seperti jerawat.

Selain itu, ada juga lapisan kulit luar yang dapat muncul di luar area popok, mungkin juga ada infeksi jamur di mulut, serta kulit dapat retak atau mengembangkan luka berdarah, pada kasus yang parah.

Ketika iritasi, seperti urin atau feses, menyebabkan ruam popok, kulit mungkin mengalami radang, dan bercak mengilap.

Penting juga untuk dicatat bahwa kondisi kulit yang disebut seborrhea dapat menyerupai ruam infeksi ragi.

Seborrhea juga berkembang di lipatan kulit di sekitar pangkal paha. Ini menyebabkan area kulit yang mungkin merah dan berminyak, bercak kekuningan.

Karena sulit mengidentifikasi penyebab ruam popok, dokter harus memberi tahu tentang ruam popok yang bertahan lebih dari 3 hari.

Baca Juga: 5 Mitos Seputar Ruam Popok Pada Bayi, Masih Percaya?

Cara Mengatasi Ruam Popok Jamur

Lalu, seperti apa cara mengatasi ruam popok karena jamur ini? Simak di bawah ini ya, Moms.

1. Rutin Mengganti Popok Anak

Sebagai cara mengatasi ruam popok karena jamur, hal paling penting yang harus dilakukan pertama kali adalah mengurangi paparan urin dan feses.

Inilah sebabnya mengapa sering mengganti popok direkomendasikan. Dengan sering mengganti popok Si Kecil, kulit anak akan tidak akan menjadi lembab karena urin dan feses terlalu lama.

Baca Juga: 5 Alasan Untuk Memilih Popok Sekali Pakai Dibanding Popok Kain

2. Gunakan Krim

ruam popok akibat jamur
Foto: ruam popok akibat jamur

Foto: Orami Photo Stock

Krim penghalang atau emolien sederhana harus Moms aplikasikan pada kulit pantat bayi setiap penggantian popok sebagai cara mengatasi ruam popok akibat jamur.

Perlu diingat, bahan-bahan terbaik yang harus ada dalam kandungan krim penghalang ini seperti seng oksida, petrolatum, minyak hati ikan kod, dan lanolin.

Dua bahan pertama adalah yang paling sering digunakan. Penting untuk menyadari bahwa jika ada infeksi Candida, mereka biasanya bersifat kontraproduktif.

3. Menggunakan Obat Antijamur

Berdasarkan jurnal U.S. National Library of Medicine, Moms bisa menggunakan obat antijamur untuk cara mengatasi ruam popok yang disebabkan jamur.

Coba gunakan antimikotik (substansi menekan pertumbuhan dan perkembangan jamur), karena kebanyakan kasus disebabkan oleh C. albicans, mereka biasanya merespon dengan baik terhadap berbagai antimikotik topikal yang tersedia.

Nistatin masih umum digunakan, tetapi kurang aktif dibandingkan turunan imidazol. Oleh karena itu, jika infeksi tidak merespons dalam 1-3 hari perawatan nistatin, dianjurkan untuk beralih ke azoles.

Azol yang paling banyak digunakan adalah clotrimazole, miconazole, ketoconazole, dan bifonazole. Mereka biasanya diterapkan dua kali sehari selama 7-10 hari dan umumnya memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi, berkisar antara 50 hingga 68%.

Baca Juga: Cara Membersihkan Pompa ASI yang Benar untuk Hindari Kuman dan Jamur

4. Hindari Penggunaan Iritan

ruam popok akibat jamur
Foto: ruam popok akibat jamur

Foto: Orami Photo Stock

Sebagai cara mengatasi ruam popok akibat jamur, lewati penggunaan tisu ketika bayi memiliki ruam, karena bahan-bahan di dalamnya dapat menyengat kulit sensitif.

Sebagai gantinya, Moms bisa menggunakan waslap lembut, bola kapas basah, atau air hangat.

5. Lapisi Kulit dengan Penghalang Tebal

Setelah kulit kering, Moms bisa menggunakan salep penghalang seperti petroleum jelly atau salep bebas yang mengandung seng oksida. Ini akan membantu melindungi kulit bayi sebagai cara mengatasi ruam popok.

6. Sesekali Tidak Gunakan Popok

ruam popok akibat jamur
Foto: ruam popok akibat jamur

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Very Well Family, Moms bisa memberikan waktu bebas popok agar kulit bayi dapat istirahat sejenak sebagai cara mengatasi ruam popok akibat jamur.

Moms bisa meletakkan bayi di atas handuk tanpa popok (atau krim/salep) beberapa kali sepanjang hari selama mungkin. Atau, Moms bisa membiarkan popok longgar sebentar sehingga ada aliran udara di sekitar area tersebut.

7. Jaga Kebersihan Area Popok

Mandikan bayi secara teratur untuk membantu menjaga kulit bersih sebagai cara mengatasi ruam popok.

Selain itu, pastikan Moms mencuci tangan setelah mengganti popok untuk mengurangi kemungkinan penularan infeksi ke orang lain atau ke bagian lain dari tubuh Si Kecil.

Selain itu, jaga daerah tetap kering dengan memastikan kulit bayi benar-benar kering sebelum mengenakan popok bersih. Moms bisa menepuknya dengan lembut dengan handuk atau membiarkannya mengering.

8. Konsultasi dengan Dokter

ruam popok akibat jamur
Foto: ruam popok akibat jamur

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms sudah mencoba obat antijamur namun belum sembuh juga, ada baiknya Moms membawa Si Kecil untuk langsung berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui cara mengatasi ruam popok karena jamur yang disarankan.

Baca Juga: Perbedaan Ruam Popok Biasa dan Ruam Popok Jamur

Mencegah Ruam Popok Karena Jamur

cara mengatasi ruam popok
Foto: cara mengatasi ruam popok

Foto: Orami Photo Stock

Kebanyakan ruam popok akan membaik setelah dua sampai tiga hari melakukan cara mengatasi ruam popok karena jamur. Namun, dapat memakan waktu beberapa minggu untuk sembuh karena ragi adalah organisme hidup yang perlu dibunuh.

Moms bisa menghubungi dokter jika ruam popok terjadi terus-menerus, tidak membaik, semakin buruk dengan perawatan, atau sangat menyakitkan.

Mengutip Healthline, langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah ruam popok karena jamur mirip dengan langkah yang dapat digunakan untuk mengobatinya di rumah.

Moms bisa memandikan bayi dengan air hangat secara teratur. Bersihkan area popok mereka setiap kali Anda mengganti popok mereka.

Selain itu, sebagai cara mengatasi ruam popok karena jamur bisa dengan mengganti popok sesering mungkin. Hindari membiarkan bayi dalam popok basah.

Berikan bayi waktu bebas penggunaan popok, dan biarkan bagian bawah bayi mengering dalam beberapa waktu setelah setiap mengganti popok. Menepuk pantat bayi dengan kain lembut atau menggunakan blow dryer pada pengaturan udara dingin dapat membantu mempercepat proses pengeringan.

Hindari menggunakan celana karet atau popok yang bisa menghambat aliran udara sebagai cara mengatasi ruam popok jamur. Penggunaan celana ini dapat menjebak kelembapan di dekat kulit.

Pertimbangkan menggunakan krim popok untuk membantu melindungi kulit bayi. Krim memberikan penghalang dari air seni dan tinja, yang dapat mengiritasi kulit dan membuatnya rentan terhadap ruam popok.

Hindari produk bayi yang mengandung pewangi dan pewarna, seperti losion atau sabun sebagai cara mengatasi ruam popok karena jamur. Zat aditif ini dapat mengiritasi kulit.

Itu dia beberapa cara untuk mengatasi ruam popok akibat jamur pada bayi. Semoga membantu ya, Moms.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.