14 Januari 2020

Hernia Diafragmatika pada Bayi, Ini Gejala dan Cara Mengobatinya

Merupakan gangguan yang terjadi pada otot yang memisahkan isi dada dari perut alias diafragma.

Moms mungkin penasaran, seperti apa hernia diafragmatika pada bayi itu.

Singkatnya, hernia diafragmatika disebabkan pembentukan otot diafragma terganggu di masa kehamilan sehingga tidak terbentuk dengan normal.

Hasilnya, muncul lubang di diafragma ketika bayi lahir.

"Biasanya, gangguan ini terjadi di awal kehamilan. Tepatnya di sekitar minggu ke-enam hingga ke-delapan," ungkap Michael Rosen, MD, Direktur di Comprehensive Hernia Center Cleveland Clinic.

Lubang dapat terbentuk pada kedua sisi diafragma, Moms, walaupun umumnya terjadi di sisi kiri. Gangguan ini sering pula disebut bochdalek hernia.

Adanya lubang di diafragma, memungkinkan usus pindah ke dada dan menekan paru-paru.

Meskipun rasionya amat kecil, 1: 2500 bayi, tetap saja hernia diafragmatika perlu diwaspadai.

Dan, menurut catatan medis, kondisi ini lebih umum terjadi pada bayi laki-laki, dibandingkan perempuan.

Baca Juga: Hernia Pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Mengobatinya

Gejala Hernia Diafragmatika pada Bayi

Unknown.jpeg
Foto: Unknown.jpeg (FCM UNicamp)

Foto: fcmunicamp.com

Gejala utama hernia diafragmatika pada bayi adalah terjadi masalah pada pernapasan.

Sebab, organ paru-paru jadi tidak berkembang dengan sempurna. Akibatnya adalah masalah pernapasan sebagai berikut:

  • Pernapasan cepat.
  • Kulit membiru.
  • Detak jantung semakin cepat.
  • Tidak ada bunyi napas.
  • Bunyi usus di daerah dada.

Umumnya, hernia diafragmatika pada bayi dapat dideteksi sejak masih dalam kandungan, melalui pemeriksaan USG.

Pemeriksaan tersebut akan dilakukan oleh dokter untuk melihat apakah ada kelainan pada diafragma janin.

"Untuk lebih memastikan diagnosa, beberapa metode lain mungkin dilakukan. Semisal foto rontgen dada, CT scan, dan MRI," jelas Dr Rosen.

Baca Juga: Benjolan Pada Alat Vital Si Kecil, Waspadai Hernia pada Bayi

Bagaimana Mengobati Hernia Diafragmatika?

324327_1100.jpg
Foto: 324327_1100.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Meski gangguan dapat teridentifikasi sejak bayi dalam rahim, tindakan operasi baru dapat dilakukan ketika bayi sudah lahir.

Namun, harus mempertimbangkan riwayat kesehatan bayi, dan seberapa parah gangguannya.

Berikut ini adalah beberapa tahapan pengobatan hernia diafragmatika pada bayi, Moms.

1. Perawatan Intensif Neonatal

Sebelum dilakukan operasi, bayi harus dirawat intensif neonatal. Perawatan tersebut berfungsi menstabilkan kondisi bayi.

Di tahap ini, bayi akan dibantu dengan alat pernapasan supaya siap menjalani operasi.

2. Perawatan dengan ECMO

Bayi yang mengidap gangguan paru-paru, umumnya berada dalam kondisi yang sangat lemah. Karena hal tersebut, bayi harus menjalani perawatan dengan bantuan mesin pengganti jantung dan paru-paru (ECMO).

Mesin tersebut membantu organ-organ penting pada bayi menyalurkan oksigen ke dalam aliran darah dan memompanya ke seluruh tubuh ECMO akan terus digunakan, hingga kondisi bayi tersebut lebih stabil.

3. Operasi

Saat kondisi bayi stabil, operasi akan dijalankan. Organ-organ yang naik ke rongga dada akan dikembalikan ke rongga perut.

Lubang diafragma yang bolong akan ditambal. Operasi ini sebaiknya dilakukan antara 48 hingga 72 jam setelah kelahiran.

Setelah semuanya selesai, bayi tetap harus mendapatkan perawatan karena paru-parunya masih dalam tahap perkembangan.

Setelah kondisinya stabil dan dapat bernapas tanpa alat bantu, baru si kecil diperbolehkan pulang.

Baca Juga: Kaitan Hernia dan Disfungsi Seksual, Benarkah Memicu Kemandulan pada Pria?

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.