Parenting Islami

6 Agustus 2021

Jadi Kendaraan Tercepat Rasulullah SAW, Ini Penjelasan Buraq Menurut Agama Islam

Yuk, ajarkan pada anak sebagai pengetahuan agama Islam
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Tidak hanya pengetahuan umum, orangtua juga sebaiknya mengajarkan anak-anak mengenai ilmu pengetahuan agama Islam. Tanpa terkecuali mengenai buraq, kendaraan Rasulullah SAW saat mengalami peristiwa Isra Mi'raj.

Dalam agama Islam diceritakan bahwa saat Isra Mi'raj, Rasulullah SAW melakukan perjalanan di malam hari dari Masjid Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke langit ke-tujuh atau Sidratul Muntaha.

Kisah tersebut terjadi pada suatu malam pada tanggal 27 Rajab.

Perjalanan agung ini ditempuh Rasulullah SAW dengan mengendarai buraq untuk menerima perintah sholat dari Allah SWT. Buraq diceritakan didatangkan langsung dari surga dan saat itu Rasulullah SAW menaiki buraq ditemani malaikat Jibril A.S dan malaikat Israfil A.S.

Pada mulanya buraq menunjukkan keliarannya, ia terkesan enggan ditunggangi Rasulullah SAW.

Namun Jibril dengan sigap mengendalikannya seraya berkata, “Wahai buraq! tidak malukah engkau? Demi Allah, orang yang akan menunggangi engkau adalah orang yang paling mulia”.

Barulah buraq memahami posisinya sebagai kendaraan pilihan yang bertugas mengantar pilihan-Nya yaitu Muhammad al-Mustahafa. Maka berubahlah sikapnya menjadi jinak penuh ta’dhim kepada Rasulullah SAW.

Baca Juga: 9+ Macam-macam Puasa Sunnah yang Dianjurkan Rasulullah SAW dan Waktu Pelaksanaannya, Catat!

Buraq Memiliki Kecepatan di Atas Kilat

kecepatan buraq saat isra miraj

Foto: Pexels/Brett Sayles

Lalu, apa yang disebut dengan buraq? Telah banyak hadist dan literatur Islami yang menjelaskan tentang makhluk ini. Namun, fakta yang paling menarik adalah mengenai kecepatan buraq.

Buraq dalam berasal dari kata dalam Bahasa Arab al-burāq; yang berarti "cahaya atau kilat". Sesuai namanya, buraq diasumsikan sebagai kendaraan yang kecepatannya di atas kilat atau sesuatu yang kecepatannya melebihi gerakan cahaya.

Dengan kecepatan itulah membuat buraq menjadi kendaraan yang sangat cepat dalam membantu Rasulullah SAW melakukan perjalanan Isra Mi'raj dari Masjidil Haram ke Masjidil Al-Aqsa.

Padahal, jarak antara kedua masjid sekitar 1239 KM. Lalu naik ke langit ke-tujuh untuk bertemu dengan Allah SWT, kemudian kembali ke bumi hanya dalam waktu satu malam.

Apabila buraq dijelaskan mempunyai kemampuan laju atau kecepatan seperti kilat/cahaya, maka kilat dan cahaya dapat bergerak sejauh 186.000 mil atau 300 kilometer per detik.

Sementara dengan penyelidikan yang memakai sistem paralaks, diketahui jarak matahari dari bumi sekitar 93.000.000 mil, dan dilintasi oleh sinar dalam waktu delapan menit.

Secara logika, jarak yang demikian jauhnya tidak mungkin dapat dicapai hanya dalam beberapa saat saja oleh buraq. Tentu hal itu jauh dari nalar manusia, tetapi harus diyakini atau diimani oleh setiap muslim.

Dari Abdullah bin Mas'ud bahwasanya Rasulullah SAW berkata: "Aku telah disediakan buraq, aku pun duduk di belakang Jibril dan berangkatlah bersama. Ketika hendak naik kedua kakinya diangkat ke atas, dan ketika turun kedua tangannya yang diangkat."

Mengutip laman NU Online, di tengah perjalanan tersebut diperlihatkan kepada Rasulullah SAW berbagai fenomena yang sarat makna. Walaupun itu hanya sekelebat saja, karena cepatnya laju buraq, tetapi mengandung pelajaran yang mendalam.

Sempat Rasulullah SAW dalam perjalanan itu melihat orang tua renta sebagai isyarat umur dunia ini yang sebanding dengan sisa umur orang tua itu.

Rasulullah SAW juga diperlihatkan seseorang yang memecahkan kepalanya sendiri, sebagai tanda mereka yang berat melaksanakan sholat, juga para pezinah, pembangkang zakat, pengkhianat, dan tukang fitnah.

Semua ditunjukkan kepada Rasulullah SAW sebagai isyarat model kehidupan yang harus siap-siap dihadapi dalam dunia kenyataan selama bertugas sebagai utusan Allah SWT.

Peristiwa Isra Mi'raj telah menunjukkan kebesaran Allah SWT kepada hamba-Nya. Hal ini seperti dijelaskan dalam surah Al-Isra' ayat 1 yang artinya:

"Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha mendengar, Maha melihat."

Baca Juga: Kisah Fatimah Az Zahra, Putri Bungsu Kesayangan Rasulullah SAW

Penjelasan Buraq dalam Agama Islam

buraq.jpg

Foto: arrahmahnews.com

Dalam agama Islam sendiri, istilah barqu yang berarti kilat dan mengacu pada buraq tersebut bisa ditemukan dalam beberapa surah dalam Alquran. Salah satunya di dalam surat Al-Baqarah ayat 20 yang artinya:

“Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali (kilat itu) menyinari, mereka berjalan di bawah (sinar) itu, dan apabila gelap menerpa mereka, mereka berhenti. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia hilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sungguh, Allah Kuasa atas segala sesuatu." (QS. Al-Baqarah 2: 20).

Mengenai bentuk buraq, di dalam hadits riwayat Imam Muslim yang bersumber dari sahabat Anas bin Malik diterangkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:  

"Didatangkan kepadaku buraq, yaitu hewan (dabbah) yang berwarna putih (abyadh), bertubuh panjang (thawil), lebih besar dari keledai dan lebih kecil dari baghal, dan sekali ia menjejakkan kakinya yang berkuku bergerak sejauh mata memandang." (kitab al-Jami' al-Sahih juz I, hlm 99).

Berdasarkan hadits tersebut, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa buraq itu dabbah. Menurut penafsiran Bahasa Arab, dabbah adalah suatu makhluk hidup berjasad, bisa laki-laki bisa perempuan, berakal dan juga tidak berakal.

Penafsiran tersebut menunjukkan bahwa umat Islam tidak dapat menentukan jenis kelamin hewan tersebut, layaknya malaikat.

Berdasarkan hadits Rasulullah SAW dan beberapa literatur tersebut, dapat disimpulkan bahwa buraq adalah seekor hewan yang warna bulunya putih, tubuhnya panjang, tingginya melebihi keledai dan lebih kecil dari baghal, telinganya bergelombang atau bergerigi, kecepatannya seperti kilat, dan memiliki empat kaki. Selain itu, terdapat satu tanduk di kepala buraq.

Itulah penjelasan mengenai kendaraan tercepat Rasulullah SAW dalam agama Islam. Yuk, ajarkan ini pada anak sebagai ilmu pengetahuan agama untuk mereka, Moms.

  • http://p2k.um-surabaya.ac.id/eng/2-3045-2942/Al-Buraq_108166_stmikmj_p2k-um-surabaya.html
  • https://islam.nu.or.id/post/read/51909/nabi-pergi-mengendarai-buraq?_ga=2.181482663.1275709221.1625482631-387678121.1625055724
  • http://sditattaubahbatuajibatam.sch.id/read/49/kisah-isra-miraj-perjalanan-nabi-muhammad-saw-menembus-langit-ke-7
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait