Newborn

NEWBORN
2 April 2019

Mengenal Lanugo Pada Tubuh Bayi, Haruskah Dihilangkan?

Apakah Si Kecil juga mengalami kondisi ini?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Intan Aprilia

Moms mungkin terbiasa melihat rambut panjang yang tumbuh di kepala atau helaian bulu halus di tangan, kaki atau tubuh Moms. Tetapi bagaimana reaksi Moms ketika pertama kali melihat lanugo pada bayi baru lahir?

Lanugo adalah rambut yang menutupi tubuh beberapa bayi baru lahir. Bulu-bulu halus dan tidak berpigmen ini adalah jenis rambut pertama yang tumbuh dari folikel rambut.

Menurut artikel yang ditulis oleh Dr. Fenny D'Silva, Dr. Catharine Mayung Sambo, Sp.A, di Ikatan Dokter Anak Indonesia, rambut tumbuh di semua bagian tubuh kecuali di bibir, telapak tangan dan telapak kaki.

Pertanyaannya, apakah lanugo pada tubuh bayi ini normal atau perlu dihilangkan?

Apakah Normal Jika Bayi Baru Lahir Memiliki Lanugo di Tubuhnya?

Foto: mom.me

Ya! Lanugo pada bayi baru lahir merupakan sesuatu yang sangat normal. Ini adalah isolasi alami untuk bayi ketika mereka masih berada di dalam rahim.

Pada kebanyakan janin, lanugo tumbuh sekitar bulan keempat atau kelima kehamilan.

Tetapi pertumbuhannya tidak berhenti pada tujuh atau delapan bulan kehamilan, sehingga hilang ketika bayi lahir.

Bayi prematur memiliki kemungkinan besar lahir dengan lanugo di tubuhnya.

Selain itu, bulu-bulu halus ini juga lebih terlihat pada bayi yang lahir dengan kulit cenderung gelap.

Baca Juga: Rambut Bayi Rontok? Ketahui Batas Wajarnya

Lanugo Memiliki Fungsi Penting Untuk Tubuh Bayi Baru Lahir

Foto: healthmummy.com

Meskipun mungkin membuat Moms risih ketika melihatnya, lanugo memiliki fungsi penting untuk tubuh bayi baru lahir.

Salah satu fungsi tersebut di antaranya adalah melindungi kulit bayi yang lembut dari cairan ketuban ketika bayi masih berada di dalam kandungan.

Lanugo juga membantu vernix caseosa menempel pada kulit bayi. Vernix caseosa adalah zat seperti lilin putih berminyak yang menutupi kulit bayi ketika berada di dalam rahim agar tetap hangat dan lembap.

Zat ini pulalah yang membantu bayi lebih mudah melewati serviks dan jalan lahir selama persalinan.

Haruskah Lanugo Dihilangkan dari Tubuh Bayi?

Foto: mothering.com

Lanugo pada bayi baru lahir tidak membutuhkan perawatan dan tidak perlu dihilangkan. Bahkan meskipun menurut Moms lanugo di tubuh Si Kecil terlalu banyak.

Moms tidak perlu khawatir, bulu-bulu halus ini akan hilang atau rontok dengan sendirinya dalam beberapa hari atau minggu pertama setelah lahir.

Memijat kulit bayi dengan lembut setelah lahir juga dapat membantu pelepasan lanugo dari kulit bayi. Meskipun cara ini cukup efektif, bukan berarti tanpa risiko.

Pasalnya kulit bayi masih sangat lembut, sehingga jika Moms secara tidak sengaja menggosoknya terlalu keras atau sering dapat menyebabkan timbulnya rasa sakit, kemerahan, atau kering.

Maka dari itu sangat disarankan untuk membiarkan lanugo rontok dengan sendirinya.

Menunggu lanugo rontok secara alami adalah pilihan utama yang perlu Moms lakukan. Akan tetapi, jika buah hati mengidap Congenital Adrenal Hyperplasia (CAH) akan memerlukan intervensi medis terlebih dahulu.

Bayi yang mengalami pertumbuhan bulu berlebihan akibat CAH harus melakukan perawatan hormon.

Menurut Magic Foundation for Children's Growth, anak dengan CAH biasanya tumbuh lebih tinggi dibanding anak-anak seusianya, namun pertumbuhan tersebut akan berhenti dengan cepat dan tinggi badannya akan tetap pendek sampai dewasa.

Baca Juga: 4 Bahan Alami untuk Merawat Rambut dan Kepala Bayi Sejak Lahir Agar Tumbuh Sehat

Bagaimana Jika Lanugo Tidak Kunjung Rontok atau Hilang dari Tubuh Bayi?

Foto: verywellhealth.com

Jika lanugo belum juga hilang setelah bayi berusia enam bulan, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Awasi jika lanugo berubah warna menjadi lebih gelap dibandingkan ketika bayi baru dilahirkan.

Apalagi jika lanugo tidak hilang bahkan setelah Si Kecil berusia beberapa tahun, bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh gangguan makan (eating disorder) dan tidak boleh diabaikan.

Jadi, pada kebanyakan bayi sangatlah normal dan tidak perlu dihilangkan. Akan tetapi, pada kasus tertentu bayi membutuhkan bantuan medis untuk menghilangkan lanugo.

(RGW)

Artikel Terkait