22 November 2019

Menyusui Balita Lebih Dari Dua Tahun. Ini Kelebihan dan Kekurangannya!

Ternyata anak jadi lebih sehat!

Lama masa menyusui yang diterima oleh umum berbeda di berbagai budaya. Di Indonesia, anak biasanya disarankan untuk mengonsumsi ASI hingga usia dua tahun. Karena itu, menjelang Si Kecil berulang tahun kedua, Moms biasanya sudah mulai sibuk mencari cara menyapih.

Namun, bagaimana jika anak belum mau menyapih dan Moms pun tidak tega memaksa anak? Atau, bagaimana kalau Moms masih merasa nyaman dan tidak keberatan menyusui balita lebih dari dua tahun?

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan bayi disusui selama dua tahun atau lebih, sedangkan American Academy of Pediatrics mengatakan bahwa menyusui bisa dilanjutkan selama Moms dan Si Kecil masih sama-sama menginginkannya. Tentu dengan tambahan makanan padat.

Baca Juga: Bagaimana Posisi Menyusui Bayi Kembar yang Benar?

Menyusui balita lebih dari dua tahun memiliki beberapa manfaat dan kekurangan, yakni:

Manfaat Menyusui Balita Lebih dari Dua Tahun

menyusui balita lebih dari dua tahun
Foto: menyusui balita lebih dari dua tahun

Foto: cf.ltkcdn.net

Komposisi ASI terus berubah untuk memenuhi kebutuhan gizi anak seiring ia tumbuh besar. Jadi, menyusui balita lebih dari satu tahun atau bahkan dua tahun bisa mendatangkan kebaikan bagi Si Kecil dan Moms juga! Apa saja kelebihannya?

  • Membantu memenuhi kekurangan gizi pada anak yang sulit makan
  • Melindungi anak dari penyakit. Selama Moms menyusui, sel, hormon, dan antibodi di ASI akan terus mendukung sistem imunitas Si Kecil. Anak jadi lebih kebal terhadap pilek, infeksi telinga, alergi, dan penyakit umum lainnya. Kalaupun anak sakit, menyusu akan membuat Si Kecil nyaman.
  • Mengurangi risiko penyakit di masa depan. Menurut penelitian, semakin lama anak mengonsumsi ASI, semakin baik kesehatannya saat dewasa kelak. Risiko tekanan darah tinggi, kolesterol, kegemukan atau obesitas, serta diabetes tipe 2 bisa berkurang.
  • Membuat anak cerdas. Beberapa studi menemukan bahwa semakin lama dan sering balita menyusu, semakin cerdas ia. Sebab, ASI mengandung asam lemak omega 3 atau DHA.

Baca Juga: 4 Manfaat Luar Biasa Menyusui Bagi Ibu yang Baru Melahirkan

  • Membuat anak mandiri. Moms mungkin mengira menyusui anak lebih dari dua tahun akan membuat Si Kecil lengket terhadap Moms. Justru ia akan lebih nyaman bereksplorasi sendiri jika ia tahu ada payudara Moms sebagai tempat yang aman untuk kembali.
  • Memberikan kenyamanan. Payudara Moms bisa membantu menenangkan balita yang rewel.
  • Tempat beristirahat. Balita sibuk menjelajah, membangun keterampilan baru, dan mencari tahu tentang dunia. Mereka butuh rihat. Menyusui adalah momen tenang untuk anak.
  • Baik untuk kesehatan Moms. Penelitian menyebutkan bahwa semakin lama Moms menyusui, semakin baik kesehatan Moms. Risiko kanker tertentu seperti payudara dan rahim serta penyakit artritis rematoid, tekanan darah tinggi, jantung, dan diabetes bisa berkurang. Moms juga bisa menjaga berat badan karena menyusui membutuhkan energi dan membakar kalori.

Kekurangan Menyusui Balita Lebih dari Dua Tahun

menyusui balita lebih dari dua tahun
Foto: menyusui balita lebih dari dua tahun

Foto: premierhealth.com

Menyusui memang membuat Moms lebih dekat dengan Si Kecil, namun…

  • Waktu Moms untuk diri sendiri jadi berkurang. Moms harus menunda kembali bekerja penuh waktu atau mengikuti kegiatan sosial.
  • Terasa aneh menyusui balita yang sudah bisa berbicara dan berjalan dengan lancar
  • Mendapat komentar miring dan tatapan aneh dari orang-orang di sekitar Moms.

Baca Juga: Bolehkah Menyusui Anak Sampai Usia Di Atas 2 Tahun?

Menurut situs Mayo Clinic, belum diketahui di usia berapa ASI dianggap memiliki gizi yang tidak signifikan lagi bagi anak. Jadi, silakan teruskan menyusui jika Moms dan Si Kecil sama-sama masih merasa nyaman. Namun, perlu diingat bahwa ASI tidak boleh menggantikan makanan padat dan camilan pada balita.

Jika Moms menghadapi komentar negatif dari orang-orang, jawab saja bahwa kata dokter masih boleh, kok, menyusui.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.