Scroll untuk melanjutkan membaca

PASCAMELAHIRKAN
17 Mei 2022

Apakah Menyusui Membakar Kalori? Cari Tahu Faktanya di sini, Moms!

Cari tahu juga cara yang tepat untuk menurunkan berat badan setelah melahirkan
Apakah Menyusui Membakar Kalori? Cari Tahu Faktanya di sini, Moms!

Bisakah menyusui membakar kalori? Cari tahu jawabannya pada artikel ini ya, Moms!

Masa kehamilan menjadi masa di mana para ibu membutuhkan nutrisi tambahan untuk kebutuhan tubuhnya dan juga janin dalam kandungannya.

Seringkali karena asupan makanan yang bertambah membuat tubuh para ibu mengalami kenaikan.

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention, mengetahui jumlah berat badan yang bertambah selama kehamilan sangat penting untuk kesehatan kehamilan dan untuk kesehatan jangka panjang ibu dan bayi.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa hanya sekitar sepertiga (32 persen) wanita memiliki jumlah berat badan yang disarankan selama kehamilan dan kebanyakan wanita mengalami penambahan berat badan di luar rekomendasi atau kelebihan berat badan.

Tentunya hal tersebut dapat menyebabkan bayi yang lahir terlalu besar, yang dapat memicu komplikasi persalinan, persalinan sesar, dan obesitas pada anak.

Belum lagi kelebihan berat badan yang Moms miliki dapat menyebabkan obesitas yang dapat memicu penyakit lainnya.

Saat setelah melahirkan, Moms juga memerlukan nutrisi tambahan untuk memproduksi ASI dalam mendukung kebutuhan Si Kecil.

Namun, terdapat informasi bahwa menyusui membakar kalori tubuh yang membuat berat badan berkurang. Benarkah demikian?

Baca Juga: Tidak Ingin Melahirkan Caesar, Ini 3 Persiapan Melahirkan Normal yang Harus Dilakukan

Bisakah Menyusui Membakar Kalori?

Bisakah Menyusui Membakar Kalori?

Foto: Bisakah Menyusui Membakar Kalori?

Foto: Orami Photo Stock

Menyusui dapat membantu membakar kalori tubuh, namun hal tersebut perlu dibantu dengan gaya hidup yang sehat.

Dilansir dari Healthline.com, ibu menyusui dapat membakar sekitar 500 kalori ekstra sehari saat memproduksi ASI, yang dapat menyebabkan penurunan berat badan lebih cepat setelah melahirkan, dan tentunya dibantu dengan faktor lainnya.

Namun, kebanyakan para ahli merekomendasikan untuk tidak terlalu memikirkan tentang penurunan berat badan selama kehamilan.

"Masa menyusui tidak seharusnya dilihat sebagai mekanisme yang dilakukan untuk menurunkan berat badan," kata Dr. Kecia Gaither, M.D., Director of Maternal Fetal Medicine di NYC Health+ Hospitals/Lincoln, Amerika Serikat, dilansir dari parents.com.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa seorang ibu pastinya menginginkan agar berat badan yang dimilikinya dapat kembali pada saat sebelum hamil.

Sehingga beberapa ibu menyusui bayinya sembari melakukan diet pengurangan kalori dari makanan yang dikonsumsi.

Padahal, hal terpenting dalam periode pascapersalinan adalah memastikan bahwa ibu dan bayi tetap ternutrisi dengan baik.

Maka dari itu, berdiet dengan mengurangi asupan kalori dari makanan dapat mengurangi kuantitas dan kualitas ASI, sehingga diet yang berlebih saat menyusui tidak dianjurkan.

Tetap penuhi asupan nutrisi sesuai yang telah dianjurkan oleh para ahli.

Baca Juga: 4 Hal Penting untuk Bertahan Menghadapi Depresi Pascapersalinan

Cara Sehat Menurunkan Berat Badan Saat Menyusui

Ilustrasi Berat Badan

Foto: Ilustrasi Berat Badan (Rush.edu)

Foto: Orami Photo Stock

Selain menyusui membakar kalori, berikut beberapa tips yang bisa Moms lakukan untuk menurunkan berat badan setelah pascapersalinan, antara lain:

1. Mengonsumsi Makanan yang Tepat

Selain menyusui membakar kalori, mengonsumsi makanan yang tepat juga sangat ampuh dalam menurunkan berat badan selama menyusui.

Karena tubuh ibu menyusui membutuhkan istirahat yang cukup dan nutrisi yang tepat agar dapat pulih dari persalinan, melawan infeksi, dan memberi makan bayi melalui ASI, Moms sebaiknya tidak memikirkan tentang diet terlebih dahulu.

Dilansir dari whattoexpect.com, saat yang tepat dalam memulai diet dalam menurunkan berat badan adalah sampai Si Kecil berusia setidaknya enam minggu atau lebih.

Setelah Moms merasa siap untuk memulai diet pasca melahirkan dan sudah mendapatkan persetujuan dari dokter, pastikan Moms masih mengonsumsi cukup kalori.

Baca Juga: Sudah Tahu Peran Bidan dalam Persalinan? Simak Penjelasannya Berikut Ini!

Melakukan diet ketat tidak hanya berisiko bagi tubuh ibu, sebab jika ibu menyusui tidak memenuhi asupan kalori yang cukup, maka tubuh Moms pada akhirnya hanya memproduksi lebih sedikit ASI.

Bahkan jika Moms tidak sedang menyusui, makan terlalu sedikit kalori dapat membuat tubuh berpikir sedang kelaparan.

Keadaan tersebut sebenarnya dapat memperlambat metabolisme tubuh yang membuatnya lebih sulit untuk menurunkan berat badan ekstra dalam jangka panjang.

Moms harus ingat bahwa selama masa menyusui kebutuhan kalori meningkat selama enam bulan pertama setelah melahirkan.

Dokter dapat membantu menentukan dengan tepat berapa banyak kalori yang harus Moms konsumsi, karena jumlahnya akan bervariasi setiap orang tergantung pada BMI sebelum kehamilan dan tingkat aktivitas setiap hari.

Baik sedang menyusui atau tidak, ketika memilih makanan untuk mendukung penurunan berat badan, Moms harus tetap berpegang pada prinsip makan sehat yang sama yang dilakukan selama kehamilan.

Konsumsilah makanan sehat yang padat nutrisi. Usahakan untuk mengonsumsi makanan dalam porsi sedang seperti:

  • Buah-buahan dan sayur-sayuran segar.
  • Biji-bijian utuh, seperti oatmeal, roti gandum, beras merah.
  • Protein tanpa lemak. Ikan dan kerang rendah merkuri, unggas, daging merah tanpa lemak, telur, tahu dan kacang-kacangan atau polong-polongan adalah pilihan yang baik.
  • Susu rendah lemak. Cobalah yoghurt tawar, susu, dan keju.
  • Lemak sehat, dari biji-bijian, alpukat, dan minyak zaitun.

Baca Juga: Demi Kemudahan dalam Menyusui, Ini 5 Rekomendasi Jenis Baju Menyusui

2. Berolahraga

Rutin bergerak dapat membantu mendukung upaya penurunan berat badan dan memberi tubuh dorongan energi yang sangat dibutuhkan.

Namun, perlu diingat bahwa melakukan olahraga setelah melahirkan harus setelah tubuh Moms telah siap.

Pada dasarnya, tidak masalah untuk mulai melakukan olahraga ringan beberapa hari setelah melahirkan jika sebelumnya Moms rutin berolahraga sebelum kehamilan dan telah melahirkan normal tanpa komplikasi.

Akan tetapi, jika Moms menjalani operasi Caesar atau mengalami komplikasi saat melahirkan, Moms sebaiknya perlu menunggu setidaknya enam minggu setelah melahirkan sebelum memulai kembali aktivitas fisik.

Namun pilihan yang terbaik sebelum menentukan untuk melakukan olahraga atau tidak adalah mendapatkan izin resmi dari dokter.

Saat Moms mulai berolahraga, usahakan untuk bergerak selama 20 hingga 30 menit sehari. Mulailah dengan latihan yang dirancang untuk memperkuat otot inti dan punggung, seperti sit-up atau aktivitas aerobik ringan seperti berjalan ringan.

Moms dapat secara bertahap meningkatkan intensitas olahraga saat tubuh sudah merasa siap, tetapi jangan pernah berolahraga sampai kelelahan ya, Moms.

Baca Juga: 9 Cara Memperbanyak ASI Secara Alami serta Makanan Pelancar ASI untuk Ibu Menyusui

3. Mencukupi Kebutuhan Tidur

Moms pasti pernah mengalami gangguan pola tidur selama merawat bayi. Tidur yang cukup sangat penting bagi siapa saja.

Berdasarkan penelitian Clinical Nutrition and Metabolic Care, kekurangan tidur telah terbukti mengakibatkan perubahan metabolisme tubuh, termasuk penurunan toleransi glukosa, penurunan sensitivitas insulin, dan meningkatkan rasa lapar serta nafsu makan.

Hal-hal tersebutlah yang menjadi faktor utama peningkatan berat badan yang dapat berujung pada obesitas.

Agar tetap mendapatkan kualitas dan jam tidur yang cukup cobalah menggunakan minyak esensial beraroma lavender sebelum tidur untuk meningkatkan kualitas tidur dan ketenangan.

Tidak lupa untuk meminta bantuan orang terdekat agar dapat menjaga Si Kecil saat Moms sedang beristirahat.

Baca Juga: Menyimpan ASI Perah, Ini Kelebihan dan Kekurangan Kantong Plastik ASI dan Botol ASI

4. Tetap Terhidrasi

Air minum menawarkan banyak manfaat kesehatan, termasuk melumasi persendian sehingga tubuh dapat bergerak lebih mudah dan membuatnya tetap kenyang sehingga mengonsumsi lebih sedikit kalori.

Selain itu, hidrasi juga sangat penting untuk menyusui. Jumlah air yang dibutuhkan tergantung pada beberapa faktor, seperti usia, berat tubuh, dan tempat tinggal, tetapi yang terbaik adalah meminum setidaknya 11 gelas air sehari.

Demikian informasi terkait menyusui membakar kalori, serta tips lainnya yang bisa dilakukan untuk menurunkan berat badan pascamelahirkan. Semoga bermanfaat, Moms!

  • https://www.healthline.com/health/parenting/breast-feeding-calories#calories-burned
  • https://www.parents.com/baby/breastfeeding/breastfeeding-and-calories-heres-everything-you-need-to-know/
  • https://www.cdc.gov/reproductivehealth/maternalinfanthealth/pregnancy-weight-gain.htm
  • https://www.whattoexpect.com/first-year/losing-baby-weight
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3632337/
  • https://www.momjunction.com/articles/tips-for-losing-weight-after-pregnancy_00387975/
  • https://www.babycenter.com/baby/postpartum-health/diet-for-healthy-post-baby-weight-loss_3566