Scroll untuk melanjutkan membaca

PASCAMELAHIRKAN
19 Mei 2022

10 Perawatan Tradisional Pasca Melahirkan, Tertarik Mencoba?

Tradisi ini menjadi hal turun-temurun
10 Perawatan Tradisional Pasca Melahirkan, Tertarik Mencoba?

Dalam tradisi di Indonesia, ada banyak sekali jenis-jenis perawatan tradisional pasca melahirkan yang masih dilakukan.

Memang, terkadang sering menjadi pertanyaan, apakah perawatan tradisional ini benar-benar bemanfaat?

Apakah ini sekadar saran turun-temurun dari nenek moyang yang belum terbukti secara ilmiah?

Yuk, kenali satu-persatu perawatan tradisional pasca melahirkan, sejauh mana keamanannya, plus manfaatnya untuk Moms!

Baca Juga: Batuk Tak Kunjung Sembuh, Ini Penyebab dan Perawatan Alami yang Bisa Moms Lakukan

Aneka Perawatan Tradisional Pasca Melahirkan

Melakukan perawatan pasca melahirkan dengan baik sangat penting bagi para Moms yang baru saja memiliki anak.

Perawatan juga bermanfaat untuk mempercepat pemulihan setelah melahirkan, sehingga bisa menjalani aktivitas dengan nyaman, termasuk menyusui bayi.

Bagi para Moms yang takut mengonsumsi obat atau terapi, lebih memilih perawatan tradisional pasca melahirkan.

Berikut perawatan tradisional pasca melahirkan yang biasa dilakukan:

1. Konsumsi Paket Jamu Bersalin

perawatan tradisional pasca melahirkan

Foto: perawatan tradisional pasca melahirkan

Foto: Orami Photo Stock

Perawatan tradisional pasca melahirkan yang pertama adalah paket jamu bersalin.

Paket jamu bersalin mudah diperoleh di berbagai toko obat, bahkan toko obat modern sekalipun.

Namanya saja paket, jadi tentu saja jumlahnya dan jenis yang Moms harus konsumsi cukup banyak.

Perawatan tradisional pasca melahirkan ini dipercaya memiliki manfaat, seperti:

  • Mengencangkan otot-otot perut yang kendur
  • Memperlancar ASI
  • Memulihkan stamina
  • Membantu mempercepat pengeluaran darah nifas
  • Membantu pemulihan luka
  • Membantu proses pengerutan rahim ke ukuran semula

Ada berbagai rasa dari jamu tradisional yang bisa jadi asupan utama ekstrak herbal untuk Moms.

2. Minum Ekstrak Daun Sirih

Umumnya jamu untuk ibu hamil boleh dikonsumsi. Salah satu jamu pasca melahirkan yang sering disarankan adalah daun sirih.

Melansir Clinical and Experimental Immunology Journal, kandungan daun sirih memberi efek antiseptik untuk membersihkan rahim.

Oleh karena itu, manfaat ini bagus untuk dikonsumsi setelah melahirkan.

Namun, bagi Moms yang memiliki gangguan fungsi hati, misalnya hepatitis B positif atau pernah mengalami sakit kuning sebaiknya jangan dikonsumsi.

Sebab, metabolisme obat-obatan berlangsung di organ hati.

Dengan demikian, ada baiknya Moms tidak memberi beban tambahan pada hati dengan mengonsumsi jamu-jamuan. 

Baca Juga: Benarkah Obat Kuat Herbal di Apotik Ampuh? Ini Penjelasannya!

3. Rebus Kunyit dan Jahe

kunyit putih

Foto: kunyit putih (oncost.com)

Foto: Orami Photo Stock

Sebagian orang memilih untuk merebus kunyit dan sahe sebagai perawatan tradisional pasca melahirkan.

Hal ini lantaran manfaat kedua herbal ini dinilai baik untuk kesehatan ibu hamil atau pasca melahirkan.

Kunyit mengandung antiseptik yang bisa mencegah peradangan dalam tubuh. Ini pun didukung jahe yang bisa menenangkan perut pasca melahirkan.

Tak jarang, sebagian ibu melahirkan merasa kram perut atau nyeri dan tidak nyaman.

Tapi yang paling penting, berkonsultasilah pada dokter mengenai rencana Moms mengonsumsi jamu.

Tanyakan apakah aman untuk dikonsumsi bersamaan dengan obat dari dokter dan apakah memiliki efek samping bagi Si Kecil.

4. Kompres Pilis

Perawatan tradisional pasca melahirkan selanjutnya adalah kompres pilis.

Pilis adalah ramuan bahan-bahan alami yang terdiri dari kencur, kunyit, mint, kenanga, dan ganthi.

Aromanya sangat kuat dengan rempah tradisional, dan bagi beberapa Moms aroma ini dirasa sangat menenangkan.

Cara pakai pilis tradisional juga mudah. Setelah semua bahan ditumbuk halus, coba dibungkus kain tipis.

Moms bisa menempelkannya ke kening seperti kompres penurun demam.

Perawatan tradisional pasca melahirkan ini dipercaya dapat menyembuhkan pusing dan pandangan kabur.

Tak jarang, ibu melahirkan sering berkunang-kunang dan ini bukanlah penyakit, melainkan akibat kurang tidur.

Baca Juga: Melahirkan di Rumah, Apakah Aman? Yuk, Ketahui!

5. Pijat Setelah Melahirkan

Pijat

Foto: Pijat (Orami Photo Stocks)

Foto: Orami Photo Stock

Semua Moms, bahkan yang tidak baru melahirkanpun, pasti suka perawatan yang satu ini.

Proses melahirkan akan meregangkan tubuh Moms, terutama bagian perut, punggung, dan panggul.

Dengan pijatan lembut, selain meredakan beberapa titik nyeri dan melepaskan tegangan pada otot.

Manfaat pijat setelah melahirkan dapat meningkatkan aliran darah dan oksigen ke dalam otot.

Tapi jika Moms baru saja melahirkan lewat operasi caesar, sebaiknya menunggu 1 hingga 2 minggu atau setelah luka operasi sembuh.

Walau pijat dapat membuat santai, namun instruksikan pada terapis agar tidak memijat daerah perut dan bekas jahitan operasi.

Tekanan apapun pada daerah tersebut dapat menyebabkan masalah. Fokuskan pijatan pada kaki, kepala, tangan dan lengan serta punggung.

Baca Juga: Mudah Dilakukan, Intip Cara Menanam Lengkuas di Rumah!

6. Baluran Param Kocok

Perawatan tradisional pasca melahirkan lainnya yang biasa dilakukan oleh orang terdahulu adalah membalur tubuh dengan param kocok.

Param dioleskan ke seluruh tubuh untuk mengatasi tubuh yang mengalami pembengkakan pasca melahirkan.

Apakah efekif? Bisa jadi, karena param memiliki efek menghangatkan yang akan membuat aliran darah di seluruh tubuh menjadi lebih lancar.

Selain itu, rasa hangat juga akan membantu mengurangi rasa pegal di otot-otot tangan dan kaki yang dialami oleh Moms yang baru melahirkan.

Tapi, hati-hati jika kulit Moms tergolong sensitif karena akan merasakan sensasi ‘terbakar’ saat mengoleskan param.

Jika begitu, segera hentikan pemakaiannya.

7. Pakai Stagen atau Gurita

perawatan tradisional pasca melahirkan

Foto: perawatan tradisional pasca melahirkan

Foto: Orami Photo Stock

Hal wajar bagi ibu hamil yang memiliki perut yang buncit dan bergelambir. Apalagi bagi Moms yang melahirkan secara caesar.

Untuk mengencangkan perut yang bergelambir, Moms bisa menggunakan bengkung atau stagen.

Kedua cara tersebut dirancang untuk mengembalikan postur tubuh ibu tetap tegak, sehingga perut pun akan kembali ramping seperti sebelum hamil.

Jika orang terdahulu terbiasa menggunakan bengkuang, saat ini telah hadir bengkung modern yang lebih praktis, yaitu gurita.

Masih terbuat dari kain, namun Moms tak perlu melilitkannya berkali-kali.

Meski begitu, pemakaian bengkung, stagen atau gurita tetap harus diperhatikan bila ibu memiliki luka bekas operasi caesar yang belum kering.

Bengkung sebaiknya mulai dililit dari bagian bawah luka operasi (setinggi panggul) sampai sedikit di atas pusar.

Tapi jangan terlalu tinggi juga, Moms bisa sesak napas dan muntah karenanya.

Baca Juga: Fungal Acne, Jerawat Gatal yang Biasa Tumbuh di Dada serta Punggung, Ketahui Cara Mengatasinya

8. Pakai Ramuan Tapel

Perawatan tradisional pasca melahirkan selanjutnya adalah tapel. Tapel merupakan bubuk padat yang dikemas dalam bentuk kepingan kering.

Ini mengandung tepung beras, kencur, adas, pulosari, bangle, klabet jahe, dan kayu manis.

Ramuan rempah ini telah dikenal sebagai ramuan kuno untuk mengecilkan perut setelah melahirkan.

Zaman dahulu para istri raja dan selir memakai ramuan ini untuk merawat tubuh agar kembali seperti semula.

Sebelum digunakan, campur sedikit air hingga agak lunak, kemudian balurkan di perut, tutupi daun sirih dan bebat dengan kain.

Ganti tapel tiap 6 jam selama 40 hari untuk hasil yang maksimal ya, Moms.

9. Konsumsi Ikan Gabus

perawatan tradisional pasca melahirkan

Foto: perawatan tradisional pasca melahirkan

Foto: Orami Photo Stock

Perawatan tradisional pasca melahirkan ini sering disarankan untuk Moms yang melahirkan secara caesar.

Banyak yang percaya bahwa ikan gabus memiliki manfaat dalam penyembuhan luka pasca operasi, maupun luka yang cukup dalam.

Pasalnya, melansir Universal Journal of Pharmaceutical Research, ikan gabus memiliki kandungan protein yang tinggi dan juga albumin.

Ini yakni sejenis senyawa yang sangat diperlukan tubuh dalam proses penyembuhan luka.

Bukan hanya itu saja, kandungan gizi ikan gabus juga membuat tubuh ibu melahirkan lebih bugar.

Dengan demikian, setelah melahirkan Moms jadi sehat kembali dan tidak mudah sakit.

Baca Juga: 15 Cara Mengetahui Jenis Kelamin Bayi Tanpa USG

10. Lulur Herbal

Lulur bisa menjadi salah satu perawatan tradisional pasca melahirkan yang sering dilakukan oleh para Moms.

Sebab, lulur dipercaya dapat mencegah kulit kendur setelah melahirkan. Salah satu lulur yang sering digunakan, yaitu cokelat dan kopi.

Melansir ACS Sustainable Chemistry & Engineering, bubuk kopi dapat membantu meremajakan kulit dan juga mencegah kulit kendur.

Tak hanya itu, khasiat dari bubuk kopi ini juga bisa melembapkan kulit dan mencegah timbulnya stretch mark.

Lakukan lulur dengan sering agar kulit pasca melahirkan tetap sehat dan terjaga ya, Moms.

Itu dia Moms perawatan tradisional pasca melahirkan yang sampai saat ini masih dilakukan. Apakah Moms pernah mencobanya?

  • https://www.researchgate.net/publication/324183465_Converting_Spent_Coffee_Grounds_into_Bioactive_Extracts_with_Potential_Skin_Antiaging_and_Lightening_Effects
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7076289/
  • https://www.researchgate.net/publication/337304876_POTENTIAL_OF_SNAKEHEAD_FISH_OPHIOCEPHALUS_STRIATUS_IN_ACCELERATING_WOUND_HEALING
  • https://www.gov.za/services/birth/postnatal-care
  • https://www.who.int/docs/default-source/mca-documents/nbh/brief-postnatal-care-for-mothers-and-newborns-highlights-from-the-who-2013-guidelines.pdf