Scroll untuk melanjutkan membaca

PASCAMELAHIRKAN
31 Oktober 2022

Haid Setelah Melahirkan, Ini Hal Penting yang Perlu Moms Ketahui!

Akankah memengaruhi kualitas ASI?
Haid Setelah Melahirkan, Ini Hal Penting yang Perlu Moms Ketahui!

Tidak sedikit Moms yang bingung saat mengalami haid setelah melahirkan.

Hal ini lantaran kehamilan membuat Moms tidak haid selama kurang lebih 9 bulan lamanya.

Tahukah Moms, haid setelah melahirkan akan terjadi di waktu yang berbeda pada setiap wanita?

Bahkan, ada yang harus menunggu cukup lama untuk merasakan menstruasi kembali pasca melahirkan.

Yuk, ketahui fakta tentang haid setelah melahirkan!

Baca Juga: Berhubungan Saat Awal Haid, Bisakah Hamil?

Kapan Akan Haid Kembali Setelah Melahirkan?

Ilustrasi Menstruasi (Orami Photo Stocks)

Foto: Ilustrasi Menstruasi (Orami Photo Stocks)

Salah satu yang sering dipertanyakan, kapan wanita akan haid lagi setelah melahirkan?

Tentu ini dipengaruhi dari berbagai faktor dan kondisinya bisa berbeda setiap orang.

Umumnya, menstruasi akan kembali terjadi sekitar 6-8 minggu setelah melahirkan apabila Moms tidak menyusui secara eksklusif.

Artinya, dalam masa menyusui, Si Kecil menerima ASI dan dibarengi asupan susu formula atau nutrisi lainnya.

Beda halnya untuk mereka yang melakukan ASI eksklusif selama 6 bulan penuh untuk Si Kecil. Haid setelah melahirkan akan terjadi sekitar 6-8 bulan setelahnya.

Untuk beberapa kasus, bahkan bisa 1-2 tahun setelah melahirkan baru merasakan menstruasi dan ini normal terjadi.

Menurut Pregnancy Birth, and Baby, ini berbeda dengan darah yang keluar beberapa hari pasca melahirkan.

Darah yang disebut nifas ini, akan terjadi selama 2 bulan dan aliran darahnya cukup berat.

Namun,pendarahan berat yang tidak terkontrol setelah lahir bisa menjadi satu kondisi serius.

Adapun beberapa tanda bahaya nifas yang berkaitan dengan perdarahan, yaitu:

  • Aliran darah cukup deras
  • Adanya gumpalan darah yang besar
  • Warna darah berubah menjadi merah terang
  • Pusing, badan lemah, atau kesulitan bernapas

Segera konsultasikan apabila merasakan kondisi ini pasca melahirkan ya, Moms.

Baca Juga: 5 Cara Menggunakan Baking Soda untuk Gigi Agar Putih, Tertarik Mencoba Moms?

Penyebab Siklus Haid Tidak Teratur Pasca Melahirkan

Siklus Haid (Orami Photo Stocks)

Foto: Siklus Haid (Orami Photo Stocks)

Seperti kita ketahui, haid setelah melahirkan tidak terjadi secara langsung ya, Moms.

Perlu menunggu beberapa minggu, bulan, hingga tahun untuk siklus haid kembali normal.

Lantas, apakah yang menyebabkan hal ini terjadi?

Mengutip Reproductive Facts, hormon dalam tubuh akan mengalami perubahan setelah melahirkan dan pada masa menyusui.

Adapun ini dipengaruhi dari hormon prolaktin, salah satu hormon reproduksi yang berfungsi untuk memproduksi ASI.

Jika wanita sedang menyusui, hormon ini akan tertahan dan salah satu yang menyebabkan tubuh tidak mengalami ovulasi.

Akibatnya, wanita tidak mengalami haid setelah melahirkan. Ini adalah kondisi normal dan tak perlu dikhawatirkan.

Baca Juga: Mengenal Tes Apgar Score untuk Bayi Baru Lahir

Apakah Haid Pengaruhi Kualitas ASI?

ASI Berkualitas (Orami Photo Stocks)

Foto: ASI Berkualitas (Orami Photo Stocks)

Setelah siklus menstruasi kembali normal, ada beberapa perubahan yang terjadi pada kualitas ASI.

Hal ini dipicu dari hormon dalam tubuh yang menyebabkan produksi ASI bisa menurun ataupun sebaliknya.

Sejumlah wanita merasakan bahwa supply ASI menurun dan memengaruhi Si Kecil dalam proses menyusui.

Mengutip La Leche League International, untuk memperbaiki nutrisi dalam ASI, bisa dengan mengonsumsi suplemen kalsium dan magnesium dengan dosis 500-1000 mg.

Ini bisa dilakukan pada 3 hari pertama siklus haid setelah melahirkan untuk mencegah kekurangan nutrisi Si Kecil.

Bahkan, rasa dari ASI itu sendiri pun juga bisa berubah, lho. Namun, perubahan ini terbilang sangat minim dan seharusnya tidak mempengaruhi proses Si Kecil menyusui.

Baca Juga: Pertolongan Pertama Bayi Jatuh Terbentur Kepala, Moms Wajib Tahu!

Kondisi Normal Haid Setelah Melahirkan

Penting untuk tahu bagaimana kondisi yang normal ketika mengalami menstruasi setelah melahirkan.

Berikut sejumlah proses dan fakta siklus menstruasi setelah melahirkan yang dialami wanita:

1. Perubahan Gejala

Haid Setelah Melahirkan (Orami Photo Stocks)

Foto: Haid Setelah Melahirkan (Orami Photo Stocks)

Ketika Moms mulai menstruasi kembali, kemungkinan menstruasi pertama setelah melahirkan akan sedikit berbeda.

Ini adalah salah satu cara tubuh dalam menyesuaikan diri dengan siklus menstruasi yang normal.

Sejumlah wanita mungkin mengalami beberapa perbedaan gejala seperti berikut:

  • Kram perut yang lebih kuat atau lebih ringan dari biasanya
  • Terdapat gumpalan darah kecil
  • Aliran darah cukup berat
  • Aliran darah tidak teratur
  • Nyeri hebat di beberapa area tubuh

Kram yang cukup terasa ini disebabkan karena adanya peningkatan jumlah lapisan pada rahim.

Untuk kasus yang jarang terjadi, hal ini memicu komplikasi seperti gangguan tiroid atau adenomiosis, yakni penebalan dinding rahim.

2. Aroma Darah Berbeda

Moms, perubahan yang dialami juga terdapat pada aroma dari darah menstruasi.

Untuk kondisi normal, darah akan berbau agak manis. Ada pun hal ini karena bercampur dengan sisa jaringan ketika masa kehamilan terjadi.

Darah haid yang terasa asing atau berbau busuk, salah satu gejala yang perlu diperhatikan.

Ini bisa berupa tanda infeksi dan perlu segera mendapatkan perawatan dari dokter.

Baca Juga: Mengulik 5 Fakta Seputar Ngidam saat Hamil yang Jarang Diketahui

3. Nyeri pada Payudara

Payudara Nyeri (Orami Photo Stocks)

Foto: Payudara Nyeri (Orami Photo Stocks)

Bukan hal yang aneh jika puting pada payudara terasa perih sebelum atau saat menstruasi.

Sejumlah studi menunjukkan bahwa kadar kalsium dalam darah akan menurun ketika haid setelah melahirkan.

Tak jarang, ini menyebabkan puting terasa sakit dan penurunan produksi ASI.

Untuk mengatasi hal ini, Moms bisa dengan melakukan pompa ASI.

Dengan memompa ASI, ini akan menjaga produksi ASI tetap lancar dan payudara tidak terasa nyeri.

Selain itu, lebih baik untuk menggunakan pembalut ketika mengalami menstruasi setelah melahirkan.

Untuk proses melahirkan normal, penggunaan tampon dipercaya dapat memicu infeksi di sekitar vagina, lho.

4. Bayi Mudah Rewel

Haid setelah melahirkan membuat sejumlah bayi akan mudah rewel dan sulit beristirahat.

Produksi ASI yang menurun dan sedikit perubahan rasa di dalamnya membuat Si Kecil merasa ada 'keanehan'.

Tenang, ini adalah kondisi normal dan berlangsung hanya dalam sementara waktu, ya.

Ketika anak sudah mulai terbiasa, ia akan kembali pada siklus menyusui yang normal.

Namun, ketika Si Kecil semakin sulit untuk menerima asupan dari ASI, susu formula, atau lainnya, segara tanyakan pada ahli gizi.

Baca Juga: Cara Menurunkan Berat Badan setelah Melahirkan, Salah Satunya Konsumsi Air Mineral yang Cukup

Membiarkan anak tidak menerima asupan akan mempengaruhi tumbuh kembangnya di kemudian hari.

Apabila Moms tak juga mengalami haid setelah melahirkan, jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter masing-masing, ya!

  • https://www.pregnancybirthbaby.org.au/periods-after-pregnancy
  • https://www.reproductivefacts.org/news-and-publications/patient-fact-sheets-and-booklets/documents/fact-sheets-and-info-booklets/hyperprolactinemia-high-prolactin-levels/
  • https://www.llli.org/breastfeeding-info/menstruation/