Pasca Melahirkan

13 Mei 2021

Serba Serbi Postpartum, Gejala hingga Penanganannya

Postpartum merupakan periode enam minggu pertama pasca melahirkan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Lolita
Disunting oleh Adeline Wahyu

Sebagai ibu baru, Moms pasti akrab dengan istilah postpartum? Enam minggu pertama pasca melahirkan merupakan periode postpartum. Pada periode inilah Moms dan si kecil membutuhkan perawatan intensif.

Menurut sejumlah ahli, periode postpartum ini akan berlangsung selama 6 bulan.

Selama kurun waktu itu, Moms akan mengalami sejumlah perubahan seperti penyembuhan usai melahirkan hingga perubahan suasana hati karen hormonal.

Baca Juga: Ini Ciri-ciri Jahitan Lepas Pasca Melahirkan Normal, Moms Wajib Tahu!

Maka tak heran jika periode postpartum menjadi salah satu fase krusial yang harus dilewati oleh para ibu.

Terlebih jika ini adalah kelahiran anak pertama, Moms harus menyusui, kondisi tubuh menurun karena kurang tidur, dan penyesuaian kondisi lainnya sebagai ibu baru.

Dukungan suami, keluarga, dan orang-orang terdekat dibutuhkan agar tidak terjadi 'baby blue' atau kondisi ketika Moms merasa sedih, khawatir, cemas, dan kelelahan berlebihan karena aktivitas menjadi ibu baru.

Meski begitu, baby blues berbeda dengan postpartum. Dalam artikel ini akan dijelaskan apa itu postpartum, depresi postpartum hingga gejalanya. Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Apa Itu Postpartum?

postpatrum

Foto: Orami Photo Stocks

Menurut jurnal yang dipublikasikan oleh Universitas Udayana, postpartum adalah masa setelah kelahiran dan masa ibu memulihkan kondisi fisiknya meliputi alat-alat kandungan dan saluran reproduksi kembali seperti keadaan sebelum hamil dan berlangsung selama 6 minggu.

Selama masa postpartum ini terjadi perubahan-perubahan pada sistem reproduksi, seperti pengerutan rahim (involusi), lokea, perubahan pada serviks, vulva, vagina dan perineum.

Tak hanya perubahan sistem reproduksi, selama periode postpartum Moms juga akan mengalami perubahan suasana hati atau mood seperti tiba-tiba merasa marah, menangis, dan sedih.

Menurut jurnal penelitian oleh National Institute of Mental Health, sebanyak 80 persen ibu yang baru melahirkan akan mengalami perubahan suasana hati atau mood.

Namun, perasaan tersebut adalah hal normal dan biasanya akan memudar dalam beberapa minggu.

Tapi, jika hal tersebut terjadi terus menerus selama beberapa bulan maka Moms harus segera mencari pertolongan karena jika dibiarkan Moms berisiko terkena depresi postpartum.

Baca Juga: Jangan Anggap Remeh, Kenali 10 Gejala Depresi yang Dapat Dialami

Depresi Postpartum

postpatrum

Foto: Orami Photo Stocks

Meskipun gejala baby blue dengan depresi postpartum terlihat mirip, namun depresi postpartum jauh lebih kuat dan berlangsung lebih lama.

Sebanyak 15 persen ibu yang baru melahirkan mengalami depresi postpartum.

Kondisi ini dapat menyebabkan perubahan suasana hati yang parah, kelelahan, dan rasa putus asa. Intensitas perasaan tersebut dapat membuat Moms sulit merawat bayi bahkan diri sendiri.

Oleh karena itu, depresi postpartum tidak boleh dianggap enteng karena ini merupakan gangguan yang serius dan harus segera ditangani.

Baca Juga: Penghargaan Terbesar untuk Suami yang Memiliki Baby Blues

Gejala Depresi Postpartum

postpatrum

Foto: Orami Photo Stocks

Gejala depresi postpartum sering disalahartikan sebagai baby blues.

Namun, gejala pada depresi postpartum biasanya akan berkembang beberapa minggu setelah melahirkan dan tak jarang terjadi lebih awal seperti ketika masa kehamilan atau setahun setelah melahirkan.

Namun, perlu diperhatikan bahwa adalah hal yang wajar jika Moms merasa murung dan lelah setelah melahirkan.

Tapi, jika hal itu berlangsung berlarut-larut hingga mengganggu kemampuan dan fungsi maka harus segera ditangani. Berikut ini gejala depresi postpartum yang harus diwaspadai melansir dari jurnal JAMA Network.

  • Merasa sedih dan tiba-tiba menangis tanpa sebab.
  • Merasa lelah namun tidak bisa tidur.
  • Terlalu banyak berpikir atau overthinking.
  • Napsu makan menggebu-gebu atau malah tidak napsu makan.
  • Merasakan sakit nyeri atau rasa sakit lainnya yang tak bisa dijelaskan.
  • Mudah tersinggung, cemas, dan marah.
  • Suasana hati tiba-tiba berubah tanpa alasan yang jelas.
  • Merasa tidak terkontrol.
  • Kesulitan mengingat banyak hal.
  • Tidak bisa berkonsentrasi dan membuat keputusan sederhana.
  • Tiba-tiba tidak menyukai hal-hal yang sebelumnya disukai.
  • Merasa tidak terkoneksi dengan bayi dan bertanya-tanya mengapa Moms merasa tidak bahagia.
  • Semua yang terjadi dalam hidup terasa berlebihan dan putus asa.
  • Merasa tidak berharga dan bersalah tentang perasaan yang dirasakan.
  • Tidak bisa terbuka kepada siapa pun karena merasa akan dihakimi oleh orang lain dan berpikir bahwa orang lain akan mengambil si kecil sehingga Moms merasa perlu menarik diri.
  • Ingin melarikan diri dari banyak hal.
  • Berpikir untuk melukai diri sendiri dan si buah hati.
  • Banyak orang, teman, dan keluarga yang berpendapat bahwa Moms menarik diri dari aktivitas sosial.
  • Tidak menjadi diri sendiri.

Baca Juga: Kapan Baby Blues Berakhir? Ibu Baru Wajib Tahu!

Gejala-gejala di atas kemungkinan akan berlangsung beberapa minggu setelah melahirkan. Tapi, depresi postpartum baru muncul berbulan-bulan kemudian.

Gejala tersebut mungkin akan muncul dan menghilang selama satu hingga dua hari. Jika tak segera diobati, maka kondisi ini akan semakin memburuk dan berpengaruh negatif untuk ibu juga bayi.

Pengobatan untuk Depresi Postpartum

postpatrum

Foto: Orami Photo Stocks

Jika Moms mengalami gejala-gejala depresi postpartum di atas, maka segera temui dokter spesialis untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Ada dua jenis pengobatan yang bisa dilakukan yakni medis dan non medis.

Selain itu, penting juga untuk melakoni c7 Gaya Hidup Orang Jepang yang Wajib Ditiru Untuk Menjaga Kesehatanagar sehat jasmani dan rohani.

Nah, berikut ini pengobatan yang bisa Moms lakukan saat mengalami depresi postpartum melansir dari Postpartum Progress.

1. Pengobatan

Antidepresan bisa jadi pengobatan yang ampuh untuk mengatasi depresi postpartum.

Hal ini karena antidepresan berimbas langsung pada otak. Antidepresan bekerja dengan cara mengubah bahan kimia yang bisa mengatur suasana hati.

Namun, diperlukan waktu beberapa minggu untuk bisa merasakan hasilnya.

Perlu diketahui bahwa sebagian orang yang mengonsumsi antidepresan akan mengalami efek samping berupa kelelahan, penurunan gairah seksual, dan pusing.

Apabila efek samping yang Moms rasakan semakin memburuk, maka segera beri tahu hal itu kepada dokter.

Baca Juga: Mungkinkah Baby Blues Terjadi Saat Hamil, Bukan Setelah Melahirkan?

2. Terapi

Selain dengan mengonsumsi obat antidepresan, Moms juga bisa berkonsultasi dengan psikiater, psikolog, atau ahli kesehatan lainnya dengan sejumlah konseling.

Terapi ini dapat membantu Moms memahami pikiran negatif dan mengontrolnya lalu mengatasinya.

3. Perawatan Diri

Perawatan diri adalah bagaimana Moms mengetahui kapan harus istirahat, kapan harus meminta pertolongan, dan tidak boleh terlalu stres.

Oleh karena itu, kerja sama dengan orang-orang terdekat dibutuhkan agar segera pulih dari depresi postpartum.

Jangan sungkan untuk meminta pertolongan dan mengatakan hal-hal yang Moms butuhkan kepada orang terdekat.

Baca Juga: Mengenal Blue Baby Syndrome, Kondisi Kulit Bayi Menjadi Biru setelah Lahir

Untuk beberapa pengobatan, membutuhkan setidaknya 6 bulan untuk bisa pulih dari depresi postpartum. Gunakan waktu 'me time' untuk merasa lebih baik sebelum kembali beraktifit.

Tapi, jangan sampai mengisolasi diri ya, Moms. Sebaiknya, pertimbangkan untuk bergabung dalam support group agar Moms tidak merasa sendirian saat menjalani perawatan ini.

Tak lupa, hindari alkohol dan perbanyak mengonsumsi makanan-makanan bergizi serta berolahraga agar suasana hati lebih baik.

Semoga semuanya cepat berlalu ya, Moms!

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/postpartum-depression/symptoms-causes/syc-20376617
  • https://sinta.unud.ac.id/uploads/wisuda/1002106019-3-BAB%20II.pdf
  • https://jamanetwork.com/journals/jamapsychiatry/fullarticle/1666651
  • https://www.healthline.com/health/depression/postpartum-depression#treatment
  • https://postpartumprogress.com/ppd-support-groups-in-the-u-s-canada
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait