15 Oktober 2019

Moms, Simak 6 Cara Mudah Mengatasi Eksim pada Ibu Hamil

Daripada terus digaruk, lakukan saja langkah ini

Kehamilan dapat memicu banyak perubahan pada tubuh wanita. Termasuk perubahan pada kulit, seperti eksim.

Gejala eksim meliputi benjolan merah, kasar, gatal yang dapat muncul di mana saja di tubuh Moms.

Hormon kehamilan adalah yang paling bertanggung jawab atas banyak perubahan ini. Apakah Moms mengalaminya?

Sebagian wanita memang sudah punya riwayat eksim sebelum hamil.

Namun, ada juga yang mengalami eksim hanya saat menjalani kehamilan.

Eksim diduga terkait dengan fungsi kekebalan tubuh dan gangguan autoimun.

Dokter masih tidak sepenuhnya yakin apa yang menyebabkan eksim, tetapi faktor lingkungan dan genetik dianggap berperan banyak.

Sebelum mengunjungi dokter kulit, Moms bisa juga mengatasi eksim pada ibu hamil dengan cara yang mudah. Seperti dilansir dari laman Healthline berikut ini:

1. Mandi Air Hangat

01 MANDI AIR HANGAT - sumber sao365net.jpg
Foto: 01 MANDI AIR HANGAT - sumber sao365net.jpg (Orami Photo Stock)

Air dingin dapat memicu eksim semakin gatal. Oleh karena itu, disarankan Moms mandi menggunakan air hangat.

Ingat, hangat ya Moms, bukan panas. Karena jika sedang hamil, tidak disarankan juga mandi menggunakan air panas. Hangat lebih baik.

Baca Juga: Perbedaan Jerawat dan Eksim pada Bayi

2. Pakai Pelembab

02 PAKAI PELEMBAB - sumber globalnews.jpg
Foto: 02 PAKAI PELEMBAB - sumber globalnews.jpg

Kulit yang kering akan membuat eksim semakin parah, sehingga terlihat pecah-pecah bahkan lecet.

Untuk menghindarinya, Moms bisa oleskan lotion atau body butter setelah mandi. Ini untuk menjaga kulit Moms tetap lembab, lembut, dan terhidrasi dengan baik.

3. Pilih Pakaian Longgar

03 PAKAI PAKAIAN LONGGAR - sumber parentunecom.jpg
Foto: 03 PAKAI PAKAIAN LONGGAR - sumber parentunecom.jpg

Pakailah pakaian longgar yang tidak akan mengiritasi kulit Moms.

Pilih pakaian yang terbuat dari produk alami, seperti katun. Pakaian wol dan rami dapat menyebabkan iritasi tambahan pada kulit.

Selain itu, jika bahan wol atau rajut mengenai bagian kulit yang eksim, akan menimbulkan gesekan yang menyebabkan rasa perih.

Baca Juga: 5 Cara Merawat Pakaian Agar Awet dan Tahan Lama

4. Hindari Sabun yang Keras

04 HINDARI SABUN YANG KERAS - sumber paernting firstcry.jpg
Foto: 04 HINDARI SABUN YANG KERAS - sumber paernting firstcry.jpg

Hampir semua sabun mengandung deterjen agar bisa berbusa. Kulit yang terkena eksim akan terasa panas jika terpapar sabun berdeterjen.

Jika Moms mengalami eksim, pilihlah sabun yang tidak berbusa, atau sabun bayi. Sabun yang cocok untuk kulit sensitif juga bisa jadi pilihan. Moms bisa menemukannya di apotek.

5. Gunakan Air Humidifier

05 AIR HUMIDIFIER - sumber medicalnewstoday.jpg
Foto: 05 AIR HUMIDIFIER - sumber medicalnewstoday.jpg

Jika Moms tinggal di iklim yang kering, pertimbangkan untuk menggunakan pelembab ruangan di dalam rumah. Udara kering akan memicu eksim semakin berkembang.

Saat ini air humidifier sudah banyak dijual bebas di toko perlengkapan elektronik. Moms bisa pilih yang sesuai kebutuhan. Selain itu, air humidifier juga bisa sekaligus menjadi pengharum ruangan.

Baca Juga: Cegah Lemas Akibat Dehidrasi, Ikuti 4 Kiat Ampuh Agar Anak Moms Suka Minum Air Putih

6. Minum Air Putih

06 MINUM AIR PUTIH - sumber clatteransblog.jpg
Foto: 06 MINUM AIR PUTIH - sumber clatteransblog.jpg

Minumlah air sepanjang hari. Ini bermanfaat tidak hanya untuk kesehatan dan kesehatan bayi dalam kandungan Moms, tetapi juga untuk kulit.

Air putih akan membantu kulit tetap lembab dan terhidrasi. Karena jika kering, kita tahu apa yang akan terjadi, kan?

Dalam kebanyakan kasus, eksim yang disebabkan oleh kehamilan dapat dikontrol dengan pelembab dan salep.

Jika eksimnya cukup parah, dokter mungkin akan meresepkan salep steroid untuk dioleskan ke kulit.

Dikutip dari American Pregnancy, steroid topikal cenderung aman digunakan selama kehamilan. Tetapi tetap harus atas izin dokter ya, Moms.

Eksim selama kehamilan umumnya tidak berbahaya bagi ibu atau janin. Eksim tidak terkait dengan masalah kesuburan dan tidak akan menyebabkan komplikasi jangka panjang.

Namun, pada sebagian besar kasus, eksim akan hilang setelah kehamilan. Terkadang eksim dapat berlanjut bahkan setelah kehamilan. Moms juga mungkin berisiko lebih tinggi terkena eksim selama kehamilan berikutnya.

(CIL/DIN)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.