27 Juni 2023

Niat Mandi Iduladha dan Tata Caranya, Harus Bersih dan Suci!

Begini bacaan niat mandi Iduladha, coba ucapkan, ya Moms dan Dads!
Niat Mandi Iduladha dan Tata Caranya, Harus Bersih dan Suci!

Foto: Orami Photo Stocks

Saat hari raya Iduladha umat Islam umumnya melaksanakan salat Id. Tentu sebelum salat di masjid, tubuh harus dalam keadaan bersih. Tahukah Moms tata cara dan niat mandi Iduladha?

Perayaan tersebut jatuh pada hari kesepuluh pada bulan terakhir (kedua belas) dalam Kalender Hijriah, yaitu bulan Dzulhijjah.

Hari jatuhnya Iduladha tergantung pada penampakan bulan atau hilal. Tahun ini, Hari Raya Iduladha diadakan pada tanggal 10 Juli 2022.

Perayaan Iduladha merupakan kegiatan untuk memperingati pengabdian Nabi Ibrahim kepada Allah SWT dan kesediaannya untuk mengorbankan putranya, Nabi Ismail.

Tepat pada saat akan dikurbankan, Allah SWT menggantikan Nabi Ismail dengan seekor domba jantan, yang akan disembelih menggantikan putranya.

Perintah dari Allah SWT ini merupakan ujian atas kesediaan dan komitmen Nabi Ibrahim untuk menaati perintah Allah SWT. Dengan begitu, Iduladha juga dapat dikatakan sebagai hari raya kurban.

Berkurban dapat dilakukan setelah salat id yang dikerjakan secara berjamaah di Masjid terdekat pada pagi hari.

Selain mengetahui cara tata cara salat Iduladha, setiap umat Muslim juga harus tahu hal-hal yang harus dilakukan sebelum melakukan salat id, yaitu mandi sunah.

Berikut penjelasan tentang waktu, niat dan tata cara mandi pada Hari Raya Iduladha.

Baca Juga: Mengapa Sehabis Makan Tidak Boleh Langsung Mandi?

Hukum dan Waktu Pelaksanaan Mandi Iduladha

Hukum dan Waktu Pelaksanaan Mandi Iduladha (freepik.com/freepik)
Foto: Hukum dan Waktu Pelaksanaan Mandi Iduladha (freepik.com/freepik)

Untuk pelaksanaan salat Iduladha, terdapat dua pendapat mengenai waktunya, namun yang paling shahih adalah yang dilakukan dari matahari terbit.

Dilansir dari Islam NU, salat id dimulai dari terbitnya matahari, namun yang lebih utama salat id ditangguhkan dulu sampai matahari naik seukuran satu tombak.

Pandagan ini menurut Muhyiddin Syarf An-Nawawi adalah yang paling sahih.

وَفِى اَوَّلِ وَقْتِهَا وَجْهَانِ (اَصَحُّهُمَا) وَبِهِ قَطَعَ الْمُصَنِّفُ وَصَاحِبُ الشَّامِلِ وَالرُّويَانِىُّ وَآخَرُونَ اَنَّهُ مِنْ اَوَّلِ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَالْاَفْضَلُ تَأْخِيرُهَا حَتَّى تَرْتَفِعَ الشَّمْسُ قَدْرَ رَمْحٍ

Artinya: “Mengenai waktu awal pelaksanaan salat id terdapat dua pendapat.

Pendapat yang paling sahih, dan ditegaskan pengarang kitab Al-Muhadzdzab (Abu Ishaq Asy-Syirazi), penulis kitab Asy-Syamil, Ar-Ruyani dan ulama yang lain adalah bahwa awal waktu pelaksanaan salat id mulai dari terbitnya matahari.

Yang paling utama adalah menangguhkan salat id sampai naiknya matahari seukuran satu tombak,” (Muhyiddin Syarf an-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, juz, VII, halaman 7).

Dengan begitu, untuk waktu pelaksanaan mandi Iduladha dapat dilakukan sebelum waktu salat Iduladha dimulai, atau dapat dilakukan setelah salat subuh.

Mandi juga bisa dilakukan pada waktu tengah malam, sebagaimana dijelaskan oleh Syekh al-Baijuri dalam kitabnya yang berjudul Hasyiyatu Asy-Syaikh Ibrahim al- Baijuri ala Syarh al-Allamah Ibn al-Qasim al-Ghazi ‘ala Matn asy-Syaikh Abi Syuja’ :

"Waktu masuknya mandi sunnah (Idulfitri/Iduladha) adalah pada tengah malam.”

Namun, sebagaimana dijelaskan Imam al-Ghazali dalam risalahnya berjudul al-Adab fid Din dalam Majmu'ah Rasail al-Imam al-Ghazali (Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah, t.th., halaman 437), yaitu:

والاغتسال في صبيحة يومه

Artinya: “Mandi pagi di hari itu (Hari Id).”

Yang dimaksud mandi di sini bukan mandi biasa, tetapi mandi di pagi hari dengan mengguyur seluruh tubuh dan anggota badan, yakni dari rambut di kepala hingga telapak kaki dengan air. 

Mandi di waktu pagi juga dianggap lebih bersih saat akan melakukan salat Id dibandingkan jika mandi di malam hari.

Bisa jadi, setelah mandi di malam hari, tubuh kembali berkeringat dan menguarkan aroma yang tidak sedap.

Meskipun begitu, hukum mandi pada hari raya Iduladha merupakan sunah, yang jika dikerjakan bisa mendapat pahala, dan bila tidak, maka tidak mendapat dosa.

Baca Juga: Ini Cara Benar Mandi Wajib setelah Haid, Moms Wajib Tahu!

Niat Mandi Iduladha

Niat Mandi Iduladha (freepik.com/freepik)
Foto: Niat Mandi Iduladha (freepik.com/freepik)

Sebelum masuk ke dalam tata cara mandi saat Iduladha, pertama-tama kita harus mengetahui niat mandi Iduladha terlebih dahulu.

Adapun niatnya, yaitu:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِعِيْدِ اْلأَضْحَى سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

"Nawaitul-ghusla li ‘idil adha sunnatan lillahi ta’ala."

Artinya: “Aku berniat mandi Idul Adha sebagai sunnah karena Allah ta’ala.”

Baca Juga: Bolehkah Puasa sebelum Mandi Wajib? Ini Jawabannya!

Tata Cara Mandi Sesuai Sunah saat Iduladha

Tata Cara Mandi Sesuai Sunah saat Iduladha (freepik.com/freepik)
Foto: Tata Cara Mandi Sesuai Sunah saat Iduladha (freepik.com/freepik)

Pada dasarnya mandi saat akan melakukan salat Iduladha sama halnya dengan mandi junub atau wajib. Dilansir dari laman Islam NU, berikut tata cara mandi sesuai sunah pada hari raya Iduladha.

1. Membaca Niat

Dalam madzhab Syafi'i, niat yang telah ditulis di atas harus dibacakan bersamaan dengan saat air pertama kali disiramkan ke seluruh tubuh.

2. Membasuh Tangan

Saat masuk ke kamar mandi ambilah air lalu basuhlah tangan terlebih dahulu hingga tiga kali.

3. Membersihkan Najis

Membersihkan segala kotoran atau najis yang masih menempel di badan.

4. Wudu

Berikutnya mulai berwudu sepertinya halnya wudhu saat hendak salat, termasuk membaca niat wudhu, lalu diakhiri dengan menyiram kedua kaki.

5. Mandi Janabah

Mulailah mandi janabah dengan menyiram kepala sampai 3 kali, bersamaan dengan itu berniatlah menghilangkan hadas dari janabah.

6. Mengguyur Seluruh Tubuh dengan Air Bersih

Menyiram seluruh bagian luar badan, tak terkecuali rambut dan bulu-bulunya.

Guyur bagian badan sebelah kanan hingga tiga kali, kemudian bagian badan sebelah kiri juga hingga tiga kali.

Untuk bagian tubuh yang berambut atau berbulu, air harus bisa mengalir sampai ke kulit dalam dan pangkal rambut ata bulu, hingga tubuh diasumsikan sudah tidak terdapat najis.

Pada dasarnya, hal wajib dari tata cara mandi di atas adalah niat, membersihkan najis jika ada, dan mengguyur seluruh tubuh dengan air.

Sisanya memiliki hukum sunah muakkad yang berarti sangat dianjurkan.

  • https://islam.nu.or.id/bahtsul-masail/batas-awal-dan-akhir-pelaksanaan-shalat-id-rYazM
  • https://iqra.id/niat-mandi-idul-adha-dan-tata-caranya-228348/
  • https://islam.nu.or.id/ubudiyah/lafal-niat-mandi-sunnah-shalat-idul-fitri-68Ury
  • https://islam.nu.or.id/thaharah/niat-cara-dan-adab-mandi-wajib-atau-mandi-junub-Km7xi

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.